Kategori

PUZZLE Part 2

Puzzle sebuah permainan yang saat semuanya hancur berkeping membuat si pemain menjadi kesal dan memilih untuk tidak melanjutkannya lagi, kecewa karena sia-sia menyusun satu demi satu kepingan menjadi suatu gambar utuh harus hancur dan membuat kepingan yang lainnya tercecer entah kemana, begitu pun hati yang dengan susah payah menjaga dengan baik namun harus berakhir dengan sebuah pengkhianatan, hancur, kecewa, rusak dan jatuh meretak hingga berkeping-keping dan untuk menyatukannya lagi butuh waktu yang begitu lama.



PUZZLE


Sebelum membaca ini silahkan baca: Puzzle Part 1




*** PUZZLE ***


"shin". tanya yong hwa
Shin hye yang melihat yong hwa di hadapannya tidak kalah terkejutnya, namun dengan cepat shin hye mengontrol dirinya dan menyembunyikan rasa terkejutnya.
"Park shin hye imnida". Ucap shin hye seraya mengulurkan tangannya.
Sakit itu yang di rasakan yong hwa, seolah tidak saling mengenal seperti itulah sikap shin hye saat ini padanya namun yong hwa juga harus professional  kan ? Yong hwa pun menyambut uluran tangan shin hye dan cukup lama yong hwa mengenggam tangan halus itu, tangan yang dulu sering membelainya, yang sering menyentuhnya dan juga memeluknya kini terasa begitu dingin dan sedingin tatapan wajahnya, wajah yang dulu terlihat lembut yang sangat dirindukannya.

"Ehem, sampai kapan kalian berdiri disana ?". Jong hyun sedikit berdeham dan itu reflex membuat yong hwa melepaskan genggaman tangannya.
Shin hye pun mengambil duduk di samping jong hyun dan tepat di hadapan yong hwa, lampu ruang meeting pun di padamkan dan mulai menyalakan proyektor dan laptop, slide demi slide di tampilkan di papan proyeksi, yong hwa pun mulai menjelaskan tentang produk yang akan di buat sambil beberapa kali melirik ke arah shin hye, melihat begitu dekatnya shin hye dengan jong hyun bahkan shin hye sedikit pun tidak menatap yong hwa, begitu benci kah shin hye pada yong hwa ??
Presentasi pun berakhir dengan tepukan tangan dari semua yang ada di ruangan itu.

"Bagaimana ? Apa anda setuju ?". Tanya yong hwa di akhir presentasinya.

Jong hyun pun berdiri dan memberikan apresiasi pada presentasi yang yong hwa berikan.
"Aku sangat menyukainya ini sangat luar biasa aku harap produk kita akan di terima masyarakat seoul apalagi soal fashion seperti ini, benarkan shin ?". Tanya jonghyun sambil bertanya pada yeoja manis disebelahnya.

"Ne, pasti produk fashion seperti ini akan sangat diminati oleh semua kalangan". Jawab shin hye.
"Ah, ya sepertinya sudah waktunya makan siang bagaimana kalau kita makan siang dulu saja". Sambung jong hyun.
Dan disambut antusias oleh semua, disaat semua akan keluar shin hye lebih dulu berjalan menjauhi yong hwa yang sebelumnya berpamitan kepada mereka untuk berjalan lebih dulu.
"Sepertinya kau tertarik padanya". Ucap jong hyun
"Ne ? Ah, mianhe apa maksudnya ?". Jawab yong hwa kaget.
"Shin hye, dia gadis yang cantik bukan ? Sejak awal aku melihatnya aku sudah tertarik dengannya, sepertinya kau juga tertarik dengannya Tn. Jung". Sambung jong hyun sambil melirik ke arah shin hye pergi.

"Ya, dia gadis yang menarik dan baik namja yang mendapatkannya sangat beruntung dan hanya namja bodoh yang menyia-nyiakannya". Lirih yong hwa dan berkata lemah di akhirnya.
"Ne kau benar namja yang mendapatkannya sangat beruntung, ah mengapa jadi membahas ini ayo kita makan siang dulu, silahkan". Ajak jong hyun
"Mianhe, aku ke toilet dulu nanti aku menyusul" ucap yong hwa.

"Baiklah", jong hyun pun berjalan menjauhi yong hwa dan mendekati yang lain menuju tempat makan yang tidak jauh dari kantor.
Shin hye yang tadi berjalan lebih dulu berbelok arah menuju toilet dan saat keluar tanpa di duga dirinya bertemu dengan yong hwa.
"Shin". Panggil yong hwa


"Kau, mianhe permisi". Ucap shin hye sambil berjalan melewati yong hwa, namun langkah shin hye terhenti karena tangan yong hwa menahan pergelangan tangannya.
"Shin, mianhe apa kau tidak bisa memaafkanku ?". Tanya yong hwa, namun tidak ada satu jawaban apapun dari shin hye.

"Shin, jebal ini sudah 5 tahun berlalu apa kau tidak merindukanku ? Aku tau kesalahanku sungguh membuatmu terluka, dengan melihat sikapmu yang seolah-olah tidak mengenalku setelah 5 tahun kita tidak bertemu rasanya sangat sakit shin". Terdengar sebuah penyesalan dan rasa sakit dalam setiap katanya

"Sakit ? Kau bilang sakit ? Lebih sakit mana yong perasaan seorang wanita yang di khianati oleh pasangannya sendiri ? Dia bahkan menutup mata dan telinganya saat mendengar bahwa pasangannya itu tengah bermain dibelakangnya, bukan hanya sekali tapi berulang kali yong,dengan berpura-pura tidak terjadi apa-apa,, apa kau tau rasa sakit itu hah ?".shin hye begitu emosi saat mengenang seperti apa perlakuan yong hwa dulu padanya.

"Aku tau shin aku bersalah tidak seharusnya aku bermain dibelakangmu aku menyesal".lirih yong hwa tangannya yang tadi menahan tangan shin hye terlepas.
"Menyesal ? Terlambat jika kau ucapkan sekarang, apa dulu kau menyesal ? Terlebih lagi kau bermain dengan teman yang sudah aku anggap saudaraku sendiri yong, seharusnya aku memukulmu saat itu juga tapi aku tidak bisa dan tidak akan pernah"

"Mengapa ? Lebih baik kau memukulku shin, mungkin itu lebih baik".

"Aku tidak ingin mengotori tanganku yong, hanya untuk memukul namja brengsek yang dengan teganya berselingkuh bahkan berbuat seperti itu dengan sahabatku sendiri, ah ani dia bukan sahabatku tidak mungkin seorang sahabat seperti itu, kalian berdua sama saja menjijikan".ucap shin hye dan berlalu meninggalkan yong hwa dengan segala penyesalan yang ada pada dirinya.
Flashback on

Musim semi yang indah tepat dengan hari ulang tahun serta hari jadi yong hwa dengan shin hye, yong hwa yang sedang sibuk membersihkan apartementnya tiba-tiba terhenti dengan suara bel yang berbunyi.

"Shinae, kenapa kau kemari ?", tanya yong hwa saat melihat seorang yeoja cantik tengah berdiri di balik pintu,
Terlihat matanya yang sembap habis menangis tiba-tiba shinae memeluk yong hwa dan terisak disana.


"Wae ? ada apa denganmu ?". Tanya yong hwa lagi

"Aku tidak ingin kita putus oppa". Jawab shinae disela tangisannya.

Ya yong hwa dan shinae menjalin hubungan tanpa sepengetahuan shin hye, namun yong hwa sadar gadis sebaik shin hye tidak seharusnya mendapatkan perlakuan seperti itu, berkali-kali yong hwa menghianati shin hye namun shin hye masih berbuat baik padanya, awalnya yong hwa bosan dengan sikap shin hye yang menurutnya terlalu mengatur yong hwa dan hubungannya yang monoton membuat dirinya berpaling pada yeoja lain dan parahnya kali ini pada yeoja yang merupakan sahabatnya shin hye sendiri.

"Tidak shinae ini sudah kelewatan, aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita lagi ternyata aku tidak sanggup jika harus kehilangan shin hye". Ucap yong hwa sambil melepas pelukan shinae.

"Oppa, kau tega ingat karena siapa kau bisa seperti ini eoh, dan jika bukan karena keluargaku shin hye juga tidak akan mendapat beasiswa serta keluarganya tidak akan hidup lebih baik dari in.

"Cukup shinae, aku tau karena bantuan keluargamu perusahaan appa kembali bangkit, tapi aku sudah tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi aku tidak ingin menyakiti shin hye lagi ternyata aku salah, aku tidak ingin menyesal lagi". Ucap yong hwa sambil berjalan menuju kamar

Tiba-tiba dari belakang shinae memeluk yong hwa sambil menangis dan tetap dengan pendiriannya yang tidak ingin melepaskan yong hwa, akhirnya yong hwa yang tidak tega melihat yeoja menangis berbalik dan memeluk shinae.

"Baiklah, jika memang oppa ingin kita berpisah untuk terakhir kalinya cium aku". Pinta shinae

Awalnya yong hwa menolak namun akhirnya yong hwa mencium shinae saat yong hwa mulai menikmati ciumannya dengan shinae tanpa yong hwa sadari shin hye tengah melihat hal itu, kue serta buket bunga yang di bawanya jatuh berserakan dilantai dengan tangan yang menutup mulutnya, telihat butiran air mata yang lolos di pipi shin hye, dengan kasar yong hwa mendorong shinae dan pergi mengejar shin hye yang langsung berlari saat melihat yong hwa, shinae pun tersenyum dan menghapus air mata palsunya.
Flasback off

"Ya, aku akui shin aku salah tapi kau salah faham saat itu aku dan shinae memang berjanji untuk memutuskan hubungan kita shin". Jawab yong hwa.
"Memutuskan hubungan ? Jadi ternyata benar kau dengannya memiliki hubungan dibelakangku, tsk ! Sudahlah oppa, aku sudah mengubur semua itu anggap kita tidak pernah saling mengenal". Ucap shin hye akhirnya dan pergi meninggalkan yong hwa dengan segala rasa di benaknya.

Tidak berapa lama shin hye pun sampai di tempat makan dimana jong hyun dan yang lain berada dan dari belakang yong hwa juga menyusulnya.
"Apa sudah pesan makan ?". Tanya shin hye saat sampai di kursi dekat jong hyun.

"Yang lain sudah tinggal kau dan Tn. Jung yang belum". Ucap jong hyun sambil melirik ke arah yong hwa yang saat itu juga menarik kursi tepat di sebrang shin hye.
"Jadi silahkan kalian pesan apa ?". Tanya jong hyun lagi.

"Aku americano, jabchae tanpa seledri dan air mineral itu saja". Ucap shin hye dan yong hwa bersamaan. Dan hal itu sukses membuat shin hye menolehkan wajahnya pada yong hwa.

"Woaa, kalian bisa memesan makanan yang sama daebak, oh ya bukankah itu juga makanan yang kau pesan saat di kedai waktu itu ?". Tanya jong hyun sambil mengingat pertemuan awalnya dulu.

"Mian, makanannya aku ganti saja aku pesan nasi goreng kimci saja". Jawab shin hye akhirnya.

'Kedai ? Ternyata memang benar, shin hye sempat datang ke kedai itu, karena tidak mungkin pesanan seseorang itu sama persis seperti itu' bathin yong hwa.
"Maaf tuan, apakah pesanannya akan di rubah juga atau tetap dengan pesanan awal ?". Tanya pelayan

"Ah, mianhe aku pesan katsu dan mochacino saja".

Akhirnya mereka pun berbincang dan tidak lama makanan yang di pesan pun datang, mereka makan dengan diam, hening tanpa ada seorang pun yang berbicara. Tidak lama acara makan siang itu pun selesai dan yong hwa serta staff yang dibawanya berpamitan untuk pulang, yong hwa hanya bisa melihat wajah shin hye sekilas. Shin hye benar-benar menganggapnya orang lain seakan mereka tidak pernah mengenal.

Hari pun berganti, lembayung senja mulai menampakan sinarnya yang sangat cantik, shin hye yang bersiap-siap akan pulang dikejutkan dengan kedatangan jong hyun.
"Mau pulang ? Ayo aku antar". Ucap jong hyun

Shin hye dan jong hyun pun berjalan menuju parkiran dimana mobil jong hyun berada.

"Mianhe shin apa kau sibuk ? Atau kau ingin cepat pulang ?". Tanya jong hyun mengalihkan pembicaraan

"Ani, wae ?".

"Bagaimana kalau kita kepantai dulu ?sepertinya kita butuh udara segar". Usul jong hyun.

"Boleh saja".

"Baiklah, kalau begitu". Jong hyun pun memutar arah menuju pantai.

Akhirnya mereka pun sampai di pantai, deru ombak serta buih-buih air laut terlihat seakan berkejaran, cahaya matahari yang mulai tenggelam sangat indah serta awan yang putih menambah suasana hangat saat itu.

"Sebenarnya ada apa antara kau dengan Tn. Jung ?" Tanya jong hyun memecah keheningan diantara mereka.

"Ne ? Maksudnya ?". Tanya shin hye sambil melihat ke arah jong hyun.

"ani. . Aku hanya merasa tatapan yong hwa padamu berbeda, seperti tatapan seseorang yang merindukan kekasihnya, jadi aku fikir jika di antara kalian pasti ada sesuatu, sebelumnya mianhe karena aku sudah dengan lancang bertanya mengenai masa lalumu". Ucap jong hyun sambil berjalan dan duduk di atas pasir pantai.
Shin hye pun mengikuti jong hyun untuk duduk tanpa alas apapun.

"Kau benar, yong hwa itu mantan kekasihku alasan mengapa aku tidak ingin kembali ke seoul salah satunya itu karena dia". Jawab shin hye akhirnya.

"Apa begitu parah apa yang dilakukannya hingga kau begitu membencinya ?".

"Ya".
"Sesakit itukah ?" Tanya jong hyun lagi.
"Sangat sakit, orang yang selama ini tak ingin aku temui, orang yang selama ini berusaha aku lupakan namun takdir malah mempertemukanku dengan cara seperti ini".
"Tapi cepat atau lambat kita pasti bertemu karena saat ini aku dengannya di tempat yang sama di kota yang sama, namun tidak aku sangka akan secepat ini" sambung shin hye sambil melempar pasir ke arah laut.
"Apa kau begitu mencintainya ?".
"Dulu ya,"
"Sekarang ?".
"Molla, aku tidak ingin kecewa lagi hyun luka hatiku masih belum kering". Jawab shin hye matanya menerawang entah kemana.
"Jika ada namja yang ingin mengobati lukamu ? Apa kau bisa membuka hatimu ?". Tanya jong hyun lagi.
"Molla, sepertinya tidak".
"Jadi kalau begitu aku tidak punya harapan ?". Pertanyaan jong hyun sukses membuat shin hye menatap wajah jong hyun.
"Maksudmu ?"
"Aku menyukaimu shin sejak pertama kita berjumpa, saat melihatmu bekerja bahkan sejak pertama kali appa memperlihatkan proposal tentang dirimu aku sudah menyukaimu shin, apa kau bisa membuka hatimu untuk namja lain ?". Tanya jong hyun penuh harap
"Mianhe, hyun kau sangat baik aku senang mendapatkan pengakuan darimu tapi mianhe untuk saat ini aku belum bisa membalas rasamu, luka itu masih terlalu sakit dan aku masih takut untuk di kecewakan lagi, jadi maafkan aku". Terdengar penyesalan dalam setiap kata yang keluar dari mulut shin hye.
"Ne aku mengerti, aku terima keputusanmu tapi aku tidak akan menyerah aku akan buktikan jika aku tidak akan menyakitimu shin". Ucap jong hyun dengan penuh keyakinan.
"Gomawo". Shin hye pun hanya bisa tersenyum.

Langit mulai berganti bintang bertaburan angin laut terasa dingin.
"Sepertinya kita harus pulang". Shin hye bangkit dari duduknya dan membersihkan pasir yang menempel pada roknya.
"Ne kau benar, ayo kita pulang".

Shin hye dan jong hyun pun meninggalkan pantai dan segala hal yang terjadi tadi, selama di perjalanan tidak ada satu pun suara yang keluar dari bibir masing-masing, suasana sangat Hening, akhirnya tidak berapa lama apartment shin hye pun sudah terlihat.
"Gomawo sudah mengantarkanku". Ucap shin hye sambil membuka seat belt namun seat belt yang dipakainya malah macet. Jong hyun yang melihat itu mencoba membantu shin hye, tepat saat itu wajah shin hye dan jong hyun sangat dekat,jong hyun pun mendekati wajah shin hye hingga nafasnya begitu terasa di wajah shin hye dan saat jong hyun akan mencium shin hye..
"Ah Sudah terbuka,gomawo". Shin hye pun buru-buru keluar dari dalam mobil jong hyun meninggalkan jong hyun dengan pemikirannya sendiri, jong hyun hanya melihat bagian belakang shin hye yang berlari menuju pintu apartment setelah itu jong hyun pun melajukan kendaraannya menjauhi gedung tersebut.

Shin hye yang sampai di kamarnya langsung merebahkan tubuhnya di kasur miliknya.
"Mianhe, jeongmal mianhe jong hyun ah". Sesalnya
Hati shin hye memang masih sakit walaupun sudah 5 tahun berlalu namun hal itu bagaikan baru terjadi kemarin, saat dirinya bertemu dengan yong hwa kejadian itu terlintas begitu saja bagaikan sebuah video yang dengan lancar memutar kembali adegan yang dulu pernah dilihatnya. Shin hye yang sedang larut dengan fikirannya tiba-tiba di kagetkan dengan suara yang terdengar dari hp nya.
"Yoboseo".sapa shin hye
"Yoboseo, kau belum tidur ?". Tanya suara di seberang,
Dari suaranya shin hye sangat kenal, bagaimana tidak sudah beberapa tahun dirinya dulu mendengar suara itu, suara namja yang dulu pernah dicintainya.
"Darimana kau dapat nomerku ?". Tanya shin hye sambil bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju balkon kamarnya.
"Itu tidak penting, yang penting saat ini aku hanya ingin mendengar suaramu, begitu sulit aku mencari keberadaanmu shin, apa setelah bertemu hanya seperti itu saja ?", ucap namja di seberang yang tidak lain jung yong hwa
"Karena sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan yong". Jawab shin hye dingin.
"Baiklah, setidaknya beri aku kesempatan untuk menjelaskan shin, kesempatan untuk bertemu secara langsung, berdua". Jelas yong hwa dengan penekanan dalam setiap katanya.
"Penjelasan apalagi ? Semuanya sudah jelas untukku yong, sudah aku mau siap-siap untuk bekerja jadi mian". Shin hye pun memutuskan hubungan telp itu tanpa memperdulikan yong hwa yang masih akan berbicara.
'Mianhe yong aku masih belum bisa menerima kehadiranmu lagi' ucap shin hye dalam hati.
Sementara itu
"Shin, halo shin. ." Namun sambungan sudah terputus, dengan kesalnya yong hwa membanting hp miliknya ke lantai.
"Arggghhh," yong hwa mengacak rambutnya. Mengapa yong hwa terlalu babo dengan memilih wanita lain ? Mengapa dulu dirinya harus mengecewakan gadis sebaik shin hye ? Mengapa dirinya bermain di belakang shin hye ? Mengapa harus sahabatnya ? Ahh terlalu banyak kata mengapa dalam fikirannya dan penyesalan itu selalu datang di akhir cerita.



To Be Continue
Puzzle Part 3

Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

7 Tanggapan untuk "PUZZLE Part 2"

  1. Dan yongshin ketemu lagi...
    Yonghw harus menjelaskan semuanya

    ReplyDelete
  2. sekali lagi gomawo cingu sudah mampir di blog q. .
    :-)

    ReplyDelete
  3. sekali lagi gomawo cingu sudah mampir di blog q. .
    :-)

    ReplyDelete
  4. Sama2 ...
    Aku senang kok baca ff yongshin d manapun berada... hihihi

    ReplyDelete
  5. hihihi. . .

    ne q jg sk baca ff yongshin. .
    jdi ikutan nulis juga walaupun gk sebagus author yang lain sih. .

    karena q masih baru untuk nulis :-(
    feelx juga msh berantakan n typo dimana2. . .

    cm akhir2 ini emng lagi seneng nulis yang sad ending hahaha
    (jahatnyaaa -_- ). .

    oh, ya terima kasih juga sudah baca karya2 q di blog yongshinners. . .

    cukup dengan tinggalkan jejak seperti ini loh yang buat qt sebagai author jadi semangat untuk nulis :-D. .

    ReplyDelete
  6. Rupa nya shin hye meninggalkan yong hwa karna yong hwa selingkuh di belakanh shin hye, author gpp lah buat yong hwa menderita dulu. Tapi pas ending yongshin harus happy ending dan yongshin harus kembali bersama

    ReplyDelete
  7. Tidak segampang itu yong,sdh trll dalam sakit yg km berikn

    ReplyDelete

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?