Kategori

Puzzle - Part 4 (END)



 

Puzzle Part 4


Perhatian!! Sebelum Melanjutkan Baca FF ini, Silahkan Baca cerita sebelumnya: 

Puzzle Part 1

Puzzle Part 2

Puzzle Part 3



***PUZZLE***
Sebulan sudah berlalu hubungan shin hye dan jong hyun pun semakin baik, seperti yang jong hyun katakan jika dirinya tidak akan mundur dan akan membuat shin hye berpaling kepadanya.
Sejak kerjasama antara perusahaan STARHYUN GROUP dengan YH GROUP berjalan sejak itu pula shin hye harus bertemu dengan yong hwa, membahas sudah sejauh mana prospek yang dijalankan dan juga sudah sejauh mana design produk yang akan diluncurkan dan hal itu juga membuat yong hwa dengan jelas dapat melihat perlakuan jong hyun pada shin hye yang menurutnya bukan perlakuan antar atasan dan bawahan atau bahkan hanya sebatas rekan kerja. Seperti saat dimana dirinya melihat perlakuan jong hyun pada saat meeting kali ini.

"Nona park shin hye sebelum makan siang nanti harap datang keruanganku ne". Ucapnya sesaat setelah acara meeting selesai.
"Ne, kwajangnim". Jawab shin hye sambil membungkuk dan berjalan jauh, tepat saat shin hye melangkahkan kaki dari pintu ruang meeting tiba-tiba pergelangan tangannya ditahan seseorang dan saat shin hye melihat tangannya tengah di tahan oleh orang yang dikenalnya shin hye pun menepis tangan itu.

"Wae Tn. Jung ?". Tanya shin hye dingin tanpa memandang wajah namja yang berada disampingnya.
"Shin, aku lihat hubunganmu dengan Tn. Lee begitu dekat apa kalian memiliki hubungan yang special ?". Tanya yong hwa.
"Ani, kami hanya memiliki hubungan profesional antara sesama rekan kerja saja, sebagai atasan dan bawahan, wae ?"Tanya shin hye lagi.
"Ani, aku hanya melihat sesuatu yang berbeda jika Tn. Lee sedang memandangmu, jika pun itu benar aku ikut senang setidaknya kau bisa membuka hatimu untuk namja lain yang lebih baik dariku".
"Lebih baik darimu ? Apa kau tau ? Dia jauh lebih baik darimu yong, dan untuk urusan apakah ada hubungan antara kami apa itu menjadi suatu keharusan untukmu mengetahuinya ? Sudahlah yong pekerjaanku masih banyak, dan juga banyak berkas-berkas soal kerjasama ini yang masih belum aku pelajari, jadi mohon pengertiaanya Tn. Jung". Shin hye pun membungkuk ke arah yong hwa dan pergi berlalu meninggalkan yong hwa yang terngah terdiam di belakangnya.
Tidak berapa lama setelah itu yong hwa beserta staff nya kembali keperusahaannya dan shin hye berjalan menuju ruangan jong hyun.

'Tok, , Tok, ,' shin hye mengetuk pintu di depannya dan setelah mendapat jawaban dari dalam shin hye pun membuka pintu itu dan masuk ke dalam dan duduk di kursi tepat di depan seorang namja tampan yang memakai jas hitamnya.

"Ada apa kau memintaku datang kemari ?". Tanya shin hye to the point.
"Hmm, kau sudah berusaha sangat keras beberapa bulan belakangan ini dan juga aku sudah memperhatikan cara kerjamu yang jauh diatas ekspektasiku jauh diatas bayanganku biasanya hal ini akan menjadi suatu nilai plus untukmu berjalan selangkah lebih maju dan lebih baik dari ini". Jelas jong hyun berbelit-belit.

"Maksudnya ?".


"Jadi begini melihat cara kerjamu yang aku rasa dapat mengembangkan bahkan memajukan perusahaan dengan posisi yang lebih dari apa yang kau dapat sekarang menjadi tolak ukur dirimu untuk mendapat tempat yang lebih baik, dan kau tau perusahaan STARHYUN GROUP yang memiliki cabang di tempat lain sangat membutuhkan seseorang seperti dirimu".
"Mianhe, maksudnya bagaimana aku tidak mengerti". Ucap shin hye, ayolah pembahasan ini terlalu berbelit untuk shin hye yang mengharuskan dirinya untuk berfikir lebih banyak disamping pekerjaannya akhir-akhir ini belum lagi hal lain seperti yong hwa misalnya.

"Baiklah-baiklah, karena aku sudah melihat seperti apa cara kerjamu selama beberapa bulan terakhir ini seperti yang aku katakan tadi aku dengan jelas memilihmu sebagai kandidat yang akan maju untuk memimpin perusahaan STARHYUN di Paris sebagai CEO". Jelas jong hyun yang dengan sempurna membuat tubuh shin hye membeku di tempatnya.
"C. E. O ? Di P. A. R. I. S ?" Ulang shin hye terbata lebih tepatnya mengeja.

"Ne wae ?? Ada masalah ?" Tanya jong hyun setelah melihat reaksi shin hye.

Aigoo, paris ? Tempat yang selalu ingin shin hye kunjungi, kota yang dimana semua mode berkiblat kearahnya, tempat paling romantis yang sejak dulu hanya ada dalam angan-angannya saja tapi sekarang hampir dalam genggamannya, selain itu juga dirinya maju sebagai kandidat CEO perusahaan terbesar di seoul perusahaan fashion terbesar, aigoo ! Apakah dia harus senang ? Atau bagaimana ? Apakah ini jawaban atas doa-doanya selama ini ? Apa ini cara tuhan untuk membuat dirinya lebih tersibukkan di tempat barunya nanti ? "Jadi ? Apa kau terima tawaranku ini ?". Tanya jong hyun mengagetkan lamunan shin hye.

Shin hye sedikit berfikir akankah impiannya yang sudah di depan mata diambilnya ataukah harus dia buang jauh begitu saja ? Aigoo, terlalu bodoh jika harus membuang kesempatan besar seperti itu, bahkan kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kalinya kan ?.

"Jika kau ingin berfikir dahulu silahkan namun jangan sampai kau menyesal kesempatan ini hanya sekali dan hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkannya karena appa bukan orang yang dengan mudahnya memberikan suatu kepercayaan besar kepada seseorang jika akhirnya harus mengorbankan perusahaan dan membuat beberapa pegawai kehilangan pekerjaannya kepad orang yang memang tidak kompeten dibidangnya, tapi kau harus ingat waktumu berfikir hanya satu bulan dimulai dari sekarang". Sambung jong hyun sambil meletakkan kedua tangannya di meja dan melihat reaksi yang di timbulkan shin hye.

"Mwo ? 1 bulan ?". Tanya shin hye terkejut dan hanya di jawab anggukan oleh jong hyun,
Aigoo, kesempatan emas itu tidak boleh shin hye sia-siakan.


***
Shin hye yang sudah kembali ke ruangannya tampak frustasi dengan segala macam fikiran yang terlintas liar di kepalanya. Kesempatan yang tidak akan datang lagi jika shin hye menolak dan tentunya itu akan menjadi alasan dirinya tidak akan pernah bertemu lagi ( mungkin ) dengan namja yang bernama jung yong hwa. Karena fikirannya yang kacau akhirnya shin hye memutuskan untuk keluar ruangan dan keluar gedung tempatnya bekerja sambil sedikit merentangkan kedua tangannya.

"AhHh segar". Ucap shin hye sesaat setelah dirinya meregangkan otot yang membuat dirinya lelah di suatu tempat yang tidak jauh dari kantornya dimana dirinya dan jimin dulu pernah datang kemari.
"Kau disini juga". Ucap suara berat khas namja yang dengan sangat dikenalnya.

"Sedang apa kau disini ? Apa kau mengikuti ku eoh ? Kantormu dengan taman ini kan cukup jauh". Tanya shin hye beruntun tanpa melihat wajah orang yang ada disampingnya.
" Ani, , aku hanya kebetulan saja lewat kemari dan tidak sengaja juga melihatmu yang sedang berjalan kemari, apa aku mengganggu ?". Tanya yong hwa.
'Tentu saja kau mengganggu aku kemari itu untuk meri-fresh-kan otakku dari semua masalah termasuk tentang dirimu juga yong' fikir shin hye.
"Ani, ini tempat umum Tn. Jung jadi tidak ada alasanku untuk mengusirmu". Jawab shin hye akhirnya.

"Sepertinya begitu banyak masalah yang sedang kau pikul shin, mianhe karena aku menambah daftar masalahmu". Sesalnya lagi !
"Sudahlah, tidak usah kau bahas itu lagi seakan aku orang terjahat di dunia ini dengan menghakimi dirimu lebih parah daripada seorang algojo yang menebas kepala tersangkanya Tn. Jung".
"Mungkin menebas kepalaku lebih baik shin".

Shin hye pun menghela nafasnya dalam dan lagi shin hye seakan terpojokkan, bukankah shin hye datang kemari untuk refreshing ? Tapi apa ini bukannya fresh malah menambah keruh suasana dan benar yang dia katakan tadi jika dirinya menambah daftar masalah untuk shin hye. Sepertinya tidak harus menunggu sampai 1 bulan untuk shin hye mengatakan 'YA' pada jong hyun atas tawarannya beberapa saat lalu.

"Hah ! Sepertinya aku harus pergi, mianhe Tn. Jung permisi". Ucap shin hye penuh rasa hormat.
Yong hwa yang mendapat perlakuan seperti itu serasa dirinya orang lain yang sama sekali tidak di kenal shin hye dan itu lebih sakit daripada di pukul puluhan preman sekalipun, kau tau rasanya di acuhkan oleh orang yang sangat disayangi ? Bukankah itu sakit ?, shin hye yang dulu menyayanginya berlaku seolah dirinya bukan siapa-siapa bahkan lebih parah dari orang yang baru dikenalnya, ah yong ingat itu 'dulu' sebelum kau sia-siakan bahkan kau khianati bukan sekarang, 'dulu' masa yang sudah kau buang begitu saja.
Yong hwa pun menatap nanar punggung yeoja yang sampai saat ini masih mengisi hatinya.




*** PUZZLE ***
Seperti biasa shin hye melangkahkan kaki dari apartment nya selalu dengan senyuman dan sebuah harapan, harapan yang selalu baik dan kali ini harapan itu akan segera dia wujudkan, setelah memikirkannya baik-baik shin hye dengan keyakinannya akan menerima tawaran yang akan mengantarkannya ke gerbang kesuksesan selanjutnya, berbeda dengan dulu dimana dirinya dengan berat hati harus pindah dari daegu ke seoul kota yang sangat tidak ingin dia datangi bahkan menetap hampir satu tahun lamanya. Kali ini shin hye berjalan mantap menuju ruangan jong hyun, mengetuk dan masuk setelah suara keramat datang dari dalam.

"Ada apa ? Apa ada sesuatu yang terjadi ?". Tanya jong hyun saat dirinya bertemu shin hye.

Jong hyun pun mempersilahkan shin hye duduk di sofa panjang yang terdapat di ruangan itu, memberikan sedikit camilan dan minuman kaleng.
"Apa tawaranmu ke paris masih berlaku ?". Tanya shin hye.

"Tentu saja, bahkan ini belum genap seminggu setelah pembicaraan kita waktu itu, waktu untuk berfikir masih ada beberapa minggu lagi dari sekarang jika memang ingin berfikir ulang". Jawab jong hyun sambil meneguk minuman kaleng bersodanya.

"Ani, aku terima tawaranmu tapi bagaimana dengan proyek kerjasama dengan perusahaan yong hwa ? Selain diriku apa ada yang bisa handle lagi ?". Tanya shin hye khawatir, ya selain dirinya dan jong hyun pastinya tidak ada orang lain lagi yang mengerti seperti apa konsep yang akan diluncurkan pada produk fashion keluaran YH GROUP itu.
"Kau yakin ?". Tanya jong hyun sambil menegakkan sedikit tubuhnya.
Dengan mantap shin hye menganggukkan kepalanya.

"Baiklah, untuk hal handle meng-handle pekerjaanmu kau tidak perlu takut aku sudah mendapatkan penggantimu". Jawab jong hyun santai seolah tau jika shin hye pasti akan menyetujui tawarannya.
"Pengganti ? Secepat itu ?".
Jong hyun pun mengangguk pasti.
"Baiklah jika seperti itu keputusanmu tiga minggu dari sekarang persiapkan dirimu di tempat yang baru". Sambung jonghyun sambil menjabat tangan shin hye.

3 minggu kemudian
Setelah beberapa hari sibuk mengurus paspor serta dokumen penting lainnya akhirnya hari yang ditunggu pun tiba, semua berkas-berkas mengenai perjanjian kerjasama dengan perusahaan YH GROUP sudah di pelajari seorang gadis cantik bernama jessica dan memperkenalkannya pada staff YH GROUP sebagai pengganti shin hye, yong hwa yang mendengar hal itu tentu saja kaget dan tidak percaya setelah 5 tahun dirinya kehilangan shin hye dan akhirnya dia di pertemukan lagi karena sebuah perjanjian kerjasama kini dirinya harus berpisah lagi dan kali ini entah akan sampai kapan ? Dan berapa lama lagi ?

Saat shin hye sibuk mengepak pakaiannya ke dalam tasnya tiba-tiba bel apartment berbunyi membuat dirinya berhenti sejenak. Shin hye pun berjalan dan membuka knop pintu apartment dan melihat sesosok namja yang sangat di kenalnya.
"Yong ada apa kau kemari ?". Tanya shin hye pada namja yang kini tengah berdiri tepat didepannya. Bukannya menjawab yong hwa malah maju mendekat dan langsung memeluk tubuh kecil shin hye sehingga membuat shin hye kaget.
"Apa kau akan meninggalkanku lagi ?". Tanyanya di sela-sela pelukan mereka ani pelukan yong hwa.
"Lebih baik kau masuk dulu". Ucap shin hye sambil melepaskan pelukan namja di depannya ini. Tidak baik kan jika orang yang lewat berfikiran aneh dan macam-macam ? Setelah melepas pelukannya yong hwa pun mulai masuk ke dalam apartment shin hye dan duduk di salah satu sofa disana.

"Minumlah". Shin hye memberikan sebuah kaleng minuman setelah itu duduk tepat di sampingnya.
"Apa kau akan meninggalkanku lagi ?" Yong hwa mengulang pertanyaan yang tadi belum sempat di jawab shin hye.
"Hmm, sepertinya". Jawab shin hye datar sambil menyilangkan kakinya.
"Kenapa ? Shin, tidak bisakah kita mulai dari awal lagi ?". Tanya yong hwa terlihat raut wajahnya yang sangat lelah dan dari nadanya terdengar lemah.
"Molla yong aku masih belum bisa, lagi pula bagaimana dengan shinae ? Bukankah kalian sudah bertunangan ?". Tanya shin hye lagi sambil memandang namja disampingnya.
"Shinae ? Sejak kerjasama dengan perusahaan starhyun group yang berjalan lancar jauh dari perkiraanku sejak saat itu pula hubunganku dengannya sudah berakhir dan sebenarnya hal itu memang sudah berakhir hanya saja shinae yang menggunakan cara liciknya untuk tetap menahanku seperti halnya waktu itu shin". Yong hwa menjelaskannya dengan lancar.
"Jinjja ? Tapi maaf yong hatiku masih belum bisa menerimamu".

"Apa karena namja itu ? Lee jong hyun ?".
"Ani, bukan karena dia tapi karena luka yang masih aku rasakan sangat sakit yong". Shin hye menghela nafasnya kasar.
"Kau tau puzzle ?". Tanya shin hye
"Ne, wae ?". Jawab yong hwa dengan sebuah pertanyaan lagi.
"Seperti itulah hatiku kini yong, hancur berkeping-keping berserakan bagai puzzle yang kepingannya tercecer hilang entah kemana ? Menunggu untuk mengumpulkan kepingan-kepingan itu satu demi satu agar menjadi utuh".

"Mianhe" hanya itu yang dapat di ucapkan yong hwa, yong hwa tau persis seperti apa perasaan shin hye saat ini dan saat dimana dirinya melihat adegan yang memang bukan karena keinginannya, hancur ! Itu pasti, dia benar seperti puzzle yang satu deni satu harus dirangkai kembali, tapi hati yang hancur apakah bisa dirangkai kembali ?
"Besok jika kau mau kau boleh mengantarku ke bandara karena mungkin setelah itu entah kapan lagi takdir akan mempertemukan kita". Ucap shin hye sambil tersenyum manis.
"Ne, besok pasti aku akan mengantarmu".

Akhirnya setelah beberapa bulan pertemuan mereka selalu berakhir buruk baru kali ini shin hye dan yong hwa bisa duduk bersama tanpa ada tatapan bahkan perkataan yang menyakiti hati, bahkan yong hwa dengan senang hati membantu shin hye untuk mengepak barang-barangnya.
Akhirnya hari keberangkatan shin hye pun tiba, setelah berpamitan dengan seluruh staff tempat shin hye bekerja shin hye pun mulai berjalan meninggalkan ruangan yang selama satu tahun lebih itu di tempatinya.

"Shin hye, jangan lupakan aku ne selalu berikan kabar, jangan lupa Makan yang baik, tidur yang nyenyak dan hiduplah lebih baik". Ucap jimin dengan isakan yang setia mengantarkan shin hye.
"Yaa, jimin-ah masih ada Hp eoh, ada teknologi yang dinamakan internet, kau bicara seolah aku akan pergi sangat jauh". Jawab shin hye sambil terkikik.
"Paris itu lumayan jauh shin hye-yaa". Protes jimin

"Ne, kapan-kapan aku bawa kau kesana ne".

"Jinjja ? Ah, sudahlah jangan menghiburku, pokoknya jaga kesehatanmu disana eoh". Jawab jimin yang merupakan sekretaris, teman, sahabat, bahkan seorang kakak bagi shin hye, orang pertama yang menerima shin hye tanpa syarat, tersenyum bahkan bercanda.
"Ne, kau juga baik-baik disini aku pasti merindukanmu". Shin hye pun memeluk jimin untuk terakhir kalinya dan itu sukses membuat jimin kembali menangis.
"Nado" ucapnya disela-sela tangisnya.

"Yaa, apa itu ingusmu keluar eonni". Ucap shin hye yang kali ini dengan lancar memanggil jimin dengan sebutan 'eonni'.
Setelah acara tangis-tangisan itu berakhir shin hye benar-benar melangkah pergi keluar gedung tersebut awalnya jong hyun menawarkan diri untuk mengantarnya ke bandara namun di tolak halus oleh shin hye dengan alasan yong hwa yang akan mengantarnya dan benar saja mobil merah marun milik yong hwa sudah terparkir manis di depan lobby perusahaan sedangkan dirinya berdiri menyender pada bagian sisi mobil miliknya.

"STARHYUN GROUP, aku pasti merindukan kalian". Ucap shin hye sekilas sambil menatap bangunan megah dihadapannya yang beberapa jam lagi akan ditinggalkan, walaupun shin hye bekerja di perusahaan yang sama dengan nama yang sama namun sambutan serta kehangatan yang shin hye rasakan tetap berbeda. Tidak lama shin hye pun menaiki mobil merah marun itu dan yong hwa langsung tancap gas meninggalkan gedung pencakar langit itu, selama perjalanan tidak ada sedikit pun kata yang keluar, Hening. Itulah yang terjadi.
Tidak berapa lama yong hwa dan shin hye pun sampai dibandara, sambil menunggu shin hye dan yong hwa pun berbincang di bangku panjang rest area.
"Kau yakin akan pergi ?". Tanya yong hwa lagi

"Ne, tentu saja". Seulas senyuman tersungging di wajah cantik shin hye.
"Andaikan waktu itu tidak pernah terjadi semua tidak akan seperti ini kan ? Aku pasti akan jadi orang yang paling bahagia". Yong hwa masih saja menyesal dengan apa yang terjadi dulu.
"Sudahlah yong yang lalu biarlah berlalu, aku saja sudah tidak mau mengingatnya lagi, berjalanlah kedepan jangan kebelakang selalu menatap masa depanmu, sesekali boleh kau menengok kebelakang tapi itu untuk sebuah cambukan dan penyemangatmu yong bukan malah membuatmu pesimis". Shin hye menepuk pelan punggung yong hwa dengan tangan kanannya.
"Dan jika hal dulu tidak terjadi maka aku tidak akan seperti sekarang kan ? Dan kau juga tidak seperti sekarang juga kan ? Disetiap badai pasti akan ada pelangi yang indah yong". Sambung shin hye lagi.
Tidak berapa lama terdengar dari pengeras suara bahwa penerbangan menuju paris akan segera take off dan meminta penumpang untuk segera bersiap.
"Pesawatku sudah akan take off yong sepertinya aku harus segera masuk jika tidak nanti aku tertinggal". Ucap shin hye seraya bangkit dan bersiap menggiring koper yang berada di samping kanannya, dengan sigap yong hwa memeluk tubuh shin hye mendekap erat tubuh mungil itu yang entah kapal lagi dirinya bisa merasakan hangatnya tubuh shin hye, tangan shin hye pun naik ke atas punggung yong hwa dan membalas pelukan itu setitik air jatuh di atas pipi mulus shin hye.

"Jangan lupakan aku ne". Bisik yong hwa.

Dan diberikan anggukan sebagai jawaban dari shin hye.
"Sudah, pesawatku tidak bisa menunggu kau baik-baik ne jangan lupa jaga kesehatanmu dan makanmu, jika ku perhatikan kau terlihat kurus dibanding terakhir kali kita bertemu sudah ya aku pergi". Ucap shin hye akhirnya.

"Kau memperhatikanku disaat-saat terakhir dasar yeoja babo, hati-hatilah cepat sana nanti kau tertinggal". Ucap yong hwa sambil mengacak rambut shin hye.
"Yaa, jangan mengacak rambutku". Teriak shin hye. Setelah itu mereka pun tertawa dan akhirnya waktu juga yang harus memisahkan mereka, lagi waktu dan jarak akan memisahkan mereka.
Shin hye yang berjalan menjahi yong hwa hanya bisa memandang yong hwa dari jauh serta melambaikan tangannya begitu pun yong hwa yang sekali lagi melihat kepergian gadis yang disayanginya untuk entah berapa lama, semakin lama bayangan punggung shin hye pun menghilang.

#Shin hye side
Akhirnya korea negara berjuta kenangan, tangis, tawa, suka, senang, bahkan teriakkan, negara yang sebentar lagi akan aku tinggalkan, entah kapan lagi aku bisa menginjakkan kaki ku di negara tercinta ku ini disana juga tinggal orang yang masih aku cintai orang yang sudah menorehkan luka yang sangat dalam yang selalu menghantuiku.
Akhirnya pesawat yang aku tumpangi ini sedikit demi sedikit meninggalkan bandara incheon bandara kebanggaan warga seoul, korea ! Aku yang duduk tepat disamping jendela hanya bisa menatap nanar negara yang aku tinggalkan. Meninggalkan berjuta kenangan. Menata kembali kepingan-kepingan puzzle kehidupannya lagi dengan orang baru, tempat baru juga suasana baru, dan terlebih lagi menata hati yang sempat hancur beberapa tahun yang lalu menjadi kesatuan utuh walaupun butuh proses yang lama. mianhe yong

#yong hwa side
Akhirnya gadis itu pergi untuk kedua kalinya dan untuk kedua kalinya juga aku tidak bisa berbuat apa-apa ! Semakin lama bayanganya semakin hilang tertutup pintu penghubung antara pesawat dengan bandara.

Dari luar aku bisa melihat pesawat itu terbang meninggalkan landasan dan membawa separuh jiwaku yang ada di salah satu penumpangnya dan kini pesawat itu sudah tidak terlihat lagi.
Kau benar park shin hye terkadang kehidupan manusia itu jika dipikirkan bagai sebuah puzzle yang harus dirangkai menjadi suatu gambar yang utuh dan indah, merangkai satu persatu kepingan yang terkadang tercecer entah kemana sama seperti hatimu yang sudah aku hancurkan berkeping-keping dan dirimu mulai merangkai kepingan itu satu persatu, mianhe shin

Yong hwa yang sudah di luar bandara menengadahkan wajahnya melihat ke atas langit disana terlihat sebuah pesawat yang semakin lama semakin kecil namun deru suaranya masih terdengar kencang.
"Suatu hari nanti kita pasti bertemu lagi dengan suasana yang lebih baik dan disaat semua kepingan puzzle ini terkumpul". Gumam yong hwa dan tepat saat itu juga shin hye menggumamkan kata yang sama di atas bangku pesawatnya.

            FIN

Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

10 Tanggapan untuk "Puzzle - Part 4 (END)"

  1. Shinhye belum bisa melupakan kejadian itu, tapi mereka udah deket jadi itu peluang untukmu yonghwa

    ReplyDelete
  2. terima kasih udah baca semua ff disini dan juga meninggalkan jejak. .

    bisa singgah dan baca saja q udah seneng. .
    apalagi ninggalin jejak seperti ini. . .

    ahh, gomawo. . .
    :-D

    ReplyDelete
  3. Sama2....
    Ini belum end kan?
    Masih ada kelanjutannya dong ya...

    ReplyDelete
  4. untuk judul ini udah end hihi. .

    mian jika akhirnya mengecewakan :'-(. . .

    ReplyDelete
  5. Yaaa...
    Kecewa berat dong aku...hihihi

    Tapi mungkin sesuai dengan judulnya X ya?

    Semangat terus ya...

    ReplyDelete
  6. Apa ff ini udah ending, kok yongshin gak bersatu sih. Kecewa banget, author tolong buat sequel nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi. . mian. . tapi ada kq yang happy end . . lagi seneng sad story nih wkwkwk (jahatnya aku). .

      Untuk squel belum ada ide nih chingu. .

      Bdw, gomawo sudah mampir di blog ini, , baca cerita yang lain juga ya chingu. .

      Delete
  7. bagus bgt ceritanya kak.. walaupun yongshin gak bersatu.. aq harap bs dibikin sequel lagi biar yongshin bersatu n bahagia.. krn tetep ajah ngarep nya bs happyending.. maap ya thor.. salam kenal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  8. Gomawo saeng, semoga dapet feelx ya untuk buat squel. . tapi gk bisa janji sih hehehe. . .

    Ada kq yang happy ending di tunggu aja ya. .
    Salam kenal juga, , selamat membaca. . :-)

    ReplyDelete

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?