Kategori

PUZZLE


Terkadang kehidupan manusia itu jika dipikirkan bagai sebuah puzzle yang harus dirangkai menjadi suatu gambar yang utuh dan indah, mencari pola dan kepingan yang sesuai namun terkadang juga rangkaian puzzle itu tidaklah mudah disusun apalagi jika kepingan puzzle yang dibutuhkan hilang tercecer entah kemana ? Mencari dan berharap menemukannya entah dimana itulah yang harus dilakukan.


==========================================================================
Author : Aiia
Main Cast : Park Shin Hye, Jung Yong Hwa,

Other Cast : Lee Jong Hyun CNBLUE, Kang Min Hyuk CNBLUE, Han Ji Min
Lenght : Part
Genre : Sad
Rating : +17
Credit Poster : @Aimuris Art

Disclaimer : Seluruh cerita yang ada di Fanfiction ini murni hasil kerja dan imajinasi author tanpa ada campur tangan atau menjiplak dari karya orang lain. Cast sepenuhnya hanya milik Tuhan dan author hanya meminjam nama mereka saja untuk keperluan cerita. Kesempurnaan hanya milik Tuhan sementara ke-typoh-an milik author!!! Don’t copy paste and bash. Sekian

Happy Reading (^°^)√.

==========================================================================


PUZZLE 



Terkadang kehidupan manusia itu jika dipikirkan bagai sebuah puzzle yang harus dirangkai menjadi suatu gambar yang utuh dan indah, mencari pola dan kepingan yang sesuai namun terkadang juga rangkaian puzzle itu tidaklah mudah disusun apalagi jika kepingan puzzle yang dibutuhkan hilang tercecer entah kemana ? Mencari dan berharap menemukannya entah dimana itulah yang harus dilakukan.

Saat puzzle itu sudah mulai tersusun indah namun tiba-tiba  saat akan memajangnya puzzle itu terjatuh dan hancur apakah kau akan memasangnya kembali ? Dengan syarat kau harus bersabar dan membiarkan waktumu terbuang lagi untuk menyusunnya ? Jika pertanyaan itu untukku, aku jawab dengan tegas TIDAK.


*** PUZZLE ***

Seorang gadis manis memakai baju coat tengah duduk di sebuah kursi penumpang, terlihat sebuah kepulan asap dari mulutnya setelah dirinya menyesap coffee americano miliknya, dirinya kini tengah duduk disalah satu kursi tunggu penumpang di salah satu tempat di peron stasiun kereta api, berkali-kali gadis itu melirik arloji ditangannya melihat waktu yang terasa semakin cepat namun kereta yang ditunggunya masih belum juga tiba.

Station dong daegu yang terintegrasi dengan stasiun KTX kereta api super cepat korea selatan (shinkansen-nya korea nih) merupakan station yang cukup megah di daegu dimana dirinya kini berada. akhirnya setelah lama menunggu  kereta yang ditunggunya tiba, kereta yang akan membawanya ke kota seoul. Gadis itu pun beranjak dari duduknya dan mulai berjalan menuju kereta yang sedari tadi ditunggunya, cup coffee yang tadi di minumnya pun dibuang di salah satu tempat sampah yang tidak jauh dari tempatnya duduk tadi, setelah memasuki kereta gadis itu pun duduk menghadap jendela walau tidak banyak pemandangan indah yang bisa dilihatnya karena terlalu banyak tembok dan rumah warga namun ada beberapa tempat yang pemandangannya indah yang bisa dilihatnya, setelah hampir 50 menit (kira-kira segitulah hihi) gadis itu pun sampai di seoul station.




Berjalan keluar station setelah itu dirinya pun menyetop sebuah taksi yang akan mengantarkannya ke apartemen miliknya.Daegu-gwangyeoksi atau lebih dikenal kota metropolitan terbesar ke-4 di korea selatan, kota yang terletak di "basin" yang di kelilingi oleh pegunungan, disinilah gadis manis itu dulu tinggal dan bekerja disebuah perusahaan tekstil terbesar di daegu namun beberapa hari yang lalu dirinya harus dipindah tugaskan ke seoul, kota dimana sebenarnya dirinya tidak ingin kunjungi. Mengapa ? Karena seorang namja yang cukup membuat dirinya sakit hingga saat ini. Gadis manis itu pun menghempaskan tubuhnya ke ranjang miliknya saat sampai di kamar apartementnya beberapa menit lalu.




"Haahh, akhirnya aku kembali ke kota ini". Sebuah hembusan nafas terdengar berat keluar dari bibir mungilnya, gadis manis itu pun beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju balkon kamarnya terlihat jajaran gedung yang menjulang tinggi hampir mencakar langit.



"Semoga besok menyenangkan". Ujarnya sambil menatap langit yang terlihat temaram tanda mulai akan hujan dengan kedua tanganya yang ditopangkan menahan dagunya.




**


STARHYUN GROUP


Sebuah perusahaan tekstil terbesar di seoul dimana gadis itu hari ini mulai bekerja menjadi salah satu direktur di bidang desain.

Kasak kusuk mulai terdengar, berita akan kedatangannya ternyata sudah menyebar begitu cepat layaknya virus yang sudah mengkontaminasi.
Gadis manis yang bernama park shin hye, kini tengah berjalan menuju kantornya di salah satu bangunan megah yang dapat dilihatnya dari apartment tempatnya tinggal.




"Sillyehamnida, apakah nona ini nona park shin hye ?". Tanya seorang yeoja manis



"Ne, benar". Jawab shin hye dengan senyuman



"Ternyata benar sesuai berita, ah mianhe na neun han ji min imnida". Gadis manis bernama jimin itu pun menundukkan kepalanya.



"Ahh, park shin hye imnida, mianhe jimin ssi maksud dari sesuai berita itu apa ?".



"Mianhe, sajangnim maksudnya sesuai berita kalau direktur baru kami itu seorang perempuan yang cantik ternyata sajangnim lebih cantik dari berita yang aku dengar". Pujinya.



"Jinjja ? Apakah aku terlihat cantik ? Kau juga cantik jimin ssi, sudah kalau begitu bisakah kau antarkan aku ke ruanganku ?". 



"Ne, sajangnim mari aku tunjukkan". Jimin pun menunjukkan shin hye ruangan yang akan di tempatinya kali ini, sebuah posisi yang tidak terlalu lama shin hye dapatkan ya karena shin hye merupakan gadis yang memiliki nilai terbaik dalam dunia fashion dan design. 



"Silahkan sajangnim, apa ada yang bisa saya bantu lagi ?". Tanya jimin saat mereka sampai di ruangan tempat dimana shin hye akan mulai bekerja.
"Aniyo, jimin ssi gomawo sudah mengantarkanku silahkan anda bekerja kembali".




"Jika ada yang diperlukan lagi silahkan hubungi saya sajangnim, kalau begitu saya permisi". Jimin pun menutup pintu ruangan shin hye setelah mendapat jawaban dari shin hye.



Sebuah ruangan yang cukup besar dengan sofa yang melingkar tepat di depannya, jendela yang luas dan transparan sehingga jalanan serta gedung-gedung pencakar lainnya terlihat jelas.
"Seoul,,, aku berharap kita tidak akan bertemu lagi". Shin hye pun berjalan menuju kursi kerjanya.




Setelah lama berkutat dengan pekerjaan barunya shin hye mulai terasa lelah, sebuah ketukan di pintu menginterupsi pekerjaannya.



"Ne, silahkan masuk", ucap shin hye dari dalam.



Jimin sekretaris shin hye pun masuk dengan membawa berkas-berkas yang harus shin hye setujui.



"Mianhe sajangnim ini berkas-berkas yang tadi sajangnim minta silahkan dibaca terlebih dahulu". Jimin pun meletakkan berkas-berkas yang di minta shin hye di meja kerjanya.



"Apa ada lagi sajangnim ?". Tanya jimin



"Hmm, jimin ssi bisa aku minta sesuatu ?".



"Ne sajangnim".



"Bisakah kau panggil aku shin hye saja ? Kita sama kan ? Bahkan usia ku lebih muda darimu". Shin hye meletakkan berkas yang tadi sempat dibacanya.
"Tapi sajangnim.." 




"Tidak ada tapi-tapian, disini aku belum memiliki teman jadi mau kah kau menjadi temanku jimin ssi ? Kalau kau terlalu berat memanggil namaku saat jam kerja setidaknya panggil namaku saat seperti ini saja dan saat di luar kantor bagaimana ? Bisa ?". shin hye bertanya kembali. Terlihat kegelisahan dari jimin bukan berarti jimin tidak mau menerima permintaan shin hye hanya saja status dan latar belakang mereka pun berbeda, tapi berteman tidak harus melihat siapa, darimana dan apa pendidikannya kan ? Selama dia berbuat baik dan sopan mengapa tidak ?



"Ne.. Sajang.. Ah maksudku shin". Jawab jimin sedikit terbata.



"Nah begitu lebih baik kan ? Ahh, aku sungguh lelah jimin ssi apa kau tau tempat yang bisa membuatku relax ??". Tanya shin hye dengan sedikit menarik kedua tangannya menandakan kelelahannya.



"Mengapa memanggilku dengan sebutan 'ssi' ? Bukankah kita teman ? Panggil aku jimin saja, hmm ada tempat yang cukup menarik disini nanti setelah pulang aku akan mengajakmu". Jawab jimin



"Baiklah, setelah jam pulang nanti kita hang out,,". Akhirnya dihari pertama ini shin hye sudah mendapatkan teman, sebenarnya di kota seoul ini teman shin hye sangat banyak namun tidak ada satu temannya pun yang tau jika shin hye sudah kembali ke seoul.



Jam pulang pun akhirnya datang seperti yang tadi jimin janjikan pada shin hye selepas pulang kerja dirinya akan membawa shin hye menuju tempat yang jimin katakan.



Sebuah taman yang tidak terlalu jauh dari tempat kerjanya menjadi tempat relax yang di katakan jimin tadi siang, sebuah taman yang indah dengan berbagai macam jenis bunga, pepohonan yang rindang, kedai-kedai kecil  dan permainan anak-anak.



"Ternyata di seoul ada tempat seperti ini juga". Tanya shin hye sambil menyeruput americanonya.



"Ne, dan kau tau taman ini disebut taman cinta". Jelas jimin sambil menyeruput orange jus miliknya.



"Mwo ?? Taman cinta ?? Mengapa namanya seperti itu ? Apa karena banyak yang berpacaran ?". Tanya shin hye sambil diselingi sebuah tawa.



"Ne kau benar, disana ada semacam simbol. . Sepasang pohon yang dahannya membentuk tanda cinta sejak itulah taman ini disebut taman cinta, terkadang hal semacam ini terdengar lucu ya". Ucap jimin sambil menunjuk sebuah tempat yang cukup jauh dari tempat mereka kini berada.



Hari pertama yang cukup mengesankan untuk shin hye, hari semakin sore lembayung senja mulai terlihat indah sedikit demi sedikit cahaya meredup dan berganti menjadi langit  malam, shin hye dan jimin pun kembali pulang.







*** PUZZLE ***


Seperti hari sebelumnya shin hye berjalan memasuki gedung besar pencakar langit dimana dirinya bekerja kini, harapanya masih sama seperti sebelumnya terlewati dengan baik dan lancar.




Pekerjaannya kini sebagai direktur perusahaan tersebut bisa dikatakan lebih banyak dan waktu luang pun hanya sedikit yang dimilikinya, semua butuh proses dan penyesuaian kan ? Lagipula ini baru hari kedua.



Sebuah ketukan yang sudah sering didengarnya kini menjadi sapaan setiap harinya, han jimin pun masuk setelah mendengar jawaban dari shin hye, namun kali ini jimin tidak sendiri ada seseorang dibelakangnya, seorang namja tampan.
"Sajangnim, perkenalkan ini lee jong hyun CEO dari STARHYUN GROUP". Ucap jimin sambil memperkenalkan namja yang kini berada disebelahnya, ohh shin hye betapa beruntungnya dirimu seorang CEO mendatangimu, seharusnya dirimu yang mendatanginya bukan sebaliknya.




"Ahh, Ne silahkan duduk kwajangnim", shin hye mempersilahkan namja bermarga lee itu untuk duduk.



"Permisi sajangnim, kwajangnim saya kembali bekerja lagi jika ada yang diperlukan lagi silahkan hubungi saya, terima kasih".ucap jimin dengan membungkukkan sedikit tubuhnya.



"Ne, gomawo jimin ssi". Ucap shin hye dan anggukan dari namja bermarga lee itu.



"Mianhe kwajangnim karena tidak sempat menemui anda". Sesal shin hye
"Gwaenchana shin hye ssi, bagaimana hari kedua mu di STARHYUN GROUP SEOUL ?". Tanya Jong hyun sambil membuka minuman kaleng yang sudah disediakan shin hye sebelumnya.




"Disini sangat menyenangkan kwajangnim, dan aku juga sudah mulai bisa beradaptasi dengan baik". Jawab shin hye.



"Jangan terlalu canggung seperti itu, ku dengar saat di daegu kau juga sangat berbakat dalam design, ternyata appa tidak salah mengirimmu ke seoul". Puji jong hyun sambil melihat ke arah shin hye.



"Gomawo, berita itu hanya dibesar-besarkan saja kwajangnim, aku tidak sehebat itu".



"Benarkah ? Appa bukan orang yang dengan gampangnya memilih seseorang yang memang tidak memiliki keistimewaan apapun, apalagi untuk jabatan setinggi ini dan aku dengar juga selama kau menjadi manajer design di daegu sudah banyak karya yang kau buat, apa itu masih terlalu di besarkan ??". Jong hyun masih saja memuji hal-hal yang ada pada shin hye, mendengar pujian seperti itu shin hye tersenyum malu,dalam fikirannya hal itu cukup wajarkan jika memang ingin mengembangkan perusahaan dimana dirinya bekerja ? Tapi apa pujian itu tidak terlalu berlebihan ??



"Hahaha, kwajangnim terlalu berlebihan memujiku nanti kalau aku terbang bagaimana ? Oh,iya apa yang membawa kwajangnim kemari ? Apa ada suatu masalah ?". Jawab shin hye dengan pertanyaan yang berentet.
"Tentu saja untuk bertemu denganmu, seorang direktur baru kebanggaan appa". Jawan jonghyun singkat.




"Jinjja ? Apakah tidak ada yang lain ?".



"Ada.."



"Apakah soal perusahaan ??"



"Tentu saja masih tentangmu, aku masih penasaran denganmu, sepertinya sudah jam makan siang bagaimana kalau kita pergi untuk makan siang ?". Tanya jonghyun sambil melirik arloji yang melingkar pada tangan kanannya.
Saat shin hye melirik arlojinya ternyata benar ini sudah waktunya untuk makan siang.





"Baiklah, mari".



Jong hyun dan shin hye pun berjalan keluar kantor dan berangkat menuju sebuah kedai sederhana yang cukup familiar untuk shin hye, saat mobil berhenti di area parkir shin hye sedikit enggan beranjak dari dalam mobil.
"Wae ? Ayo kita masuk". Ajak jong hyun saat melihat shin hye tidak bergeming dari tempat duduknya.




"Apakah ada tempat makan lain selain ini kwajangnim ?". Tanya shin hye.
"Memangnya ada apa ? Apa kau tidak suka dengan tempatnya ?". Tanya jong hyun heran.




"Ah ani kwajangnim hanya saja..."Kalimat shin hye tergantung begitu saja.
"Hanya saja kenapa ? Apa kau tidak suka ? Baiklah kita cari tempat makan lain". Ucap jonghyun.




"Tidak usah, disini saja". Tolak shin hye tepat saat jonghyun akan menyalakan kembali mobilnya.



Hal itu sudah lama berlalu kan ? Dan dia tidak akan bertemu namja itu disini, semua itu sudah berubah ya berubah jadi untuk apa shin hye takutkan ? 
Pertanyaan yang sulit terjawab untuk shin hye, jauh di dalam hatinya masih ada rasa takut, takut akan perasaan yang dengan mati-matian dia hilangkan.



"shin hye ssi, jadi masuk atau tidak ?". Tanya jong hyun mengagetkan shin hye.
"Ne, ah mianhe kwajangnim". Shin hye pun turun dari mobil dan mulai memasuki kedai tersebut.




Saat mereka masuk sambutan khas kedai itu terdengar sama seperti beberapa tahun yang lalu, tempat yang sama namun kini shin hye datang ke kedai itu dengan namja yang berbeda.



"Kau mau pesan apa ?". Tanya jong hyun saat mereka sudah duduk dan melihat berbagai macam menu di buku menu.



"Aku americano, jabchae tanpa seledri dan air mineral itu saja".Jawab shinhye seraya menyerahkan  kembali buku menu kepada pelayan kedai.



" Untuk makanannya aku pesan  katsu dan minumannya samakan saja dengan nona ini". Sambung jong hyun sambil memberikan buku menu pada pelayan.Setelah mengulangi menu yang dipesan pelayan itu pun mulai meninggalkan meja dimana jong hyun dan shin hye berada.



"Jadi bagaimana ? Apa kau suka dengan tempat kerjamu yang baru ini ?". Tanya jong hyun.



"Ne kwajangnim".



"Aku juga dengar dulu sebelum di daegu kau pernah tinggal di seoul apa benar ?". Tanya jong hyun lagi.



"Ne kwajangnim, itu dulu saat sekolah menengah atas dan kuliah saja setelah itu aku ke daegu". Jawab shin hye.



Tidak lama pesanan pun datang,mereka pun mulai makan dan suasana sangat hening hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling bertabrakan sehingga menimbulkan bunyi.



"Sepertinya sudah mulai siang, aku harus kembali ke kantor kwajangnim". Ucap shin hye sambil melihat arloji di tangan kanannya.



"Ah, ne kau benar ternyata sudah melebihi jam istirahatmu, ayo". Ajak jong hyun. Akhirnya mereka pun kembali ke kantor shin hye.



Detik berganti menit, menit berganti jam dan ternyata satu hari ini sudah shin hye lewati, tadi setelah mengantar shin hye kembali ke kantor jong hyun juga langsung kembali ke ruangannya.



Hari pun mulai sore dan akhirnya hari ini pun terselesaikan.
"Mau aku antar ?". Tanya seorang namja dari balik jendela mobil.
"Ahh, kwajangnim gomawo tapi aku bisa naik taksi atau bis". Tolak shin hye saat melihat siapa namja yang menyapanya.




"Sudahlah aku antar saja, sekalian aku juga ingin tau tempat tinggalmu ayo cepat naik". Pinta jong hyun, akhirnya mau tidak mau shin hye pun naik dan duduk di kursi penumpang samping jong hyun.



"Jadi, kau disini tinggal sendiri ?". Tanya jong hyun di sela-sela perjalanan.
"Ne kwajangnim, kedua orang tuaku tinggal di amerika dan aku anak satu-satunya".




"Kenapa kau ingin tinggal di korea ? Bukankah amerika itu tempat yang menarik ? Disana kau bisa berkembang lebih dari ini kan ?". Tanya jong hyun lagi namun matanya masih terfokus dengan jalanan yang di depannya.



"Ne kau benar kwajangnim, tapi aku tetap mencintai korea walau sebenarnya seoul bukan tempat yang ingin aku kunjungi". Jawab shin hye di bagian akhirnya suara shin hye terdengar lemah namun masih bisa di dengar oleh jong hyun.



"Wae ? Apa ada masalah ? Atau kau memiliki seseorang yang special di seoul ?". Kali ini jong hyun menatap gadis di sampingnya.



"Ahahaha, ani kwajangnim hanya saja seoul tempat yang terlalu banyak kenangan untukku". Jawab shin hye dengan sedikit tertunduk.



"Hmm, sudahlah jangan dibahas lagi ne,, oh ya di depan sana belok kiri gedung pertama itu apartment tempatku tinggal kwajangnim". Sambung shin hye.
"Ohh ne baiklah".




Tidak berapa lama shin hye dan jong hyun pun sampai di sebuah gedung yang cukup besar, seharusnya dengan seperti ini shin hye memiliki kendaraan pribadi kan ? Ya  Mungkin nanti..



"Apa kau mau mampir dulu kwajangnim ?". Tanya shin hye sekedar berbasa-basi sesampainya di pintu gerbang apartment.
"Tidak, lain kali saja baiklah kalau begitu aku pergi ne," jawab jong hyun sambil melambaikan tangan dan setelah itu berlalu dari tempat shin hye.
Shin hye pun berjalan menuju kamar apartment miliknya, setelah sampai di depan pintu kamarnya shin hye pun menekan beberapa digit angka sebagai kata sandi.





**

Di suatu tempat di seoul terlihat seorang namja tengah berdiri menatap langit dari balik kaca dinding kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya, terkadang terlihat hembusan nafas yang terpantul pada dinding kaca tersebut, terlihat dari wajahnya sebuah penyesalan yang amat mendalam.
Dari luar terdengar suara mengetuk pintunya.




"Ne, silahkan masuk". Ucapnya.



Seorang gadis cantik berambut sepundak masuk dengan gemulainya, terdengar ketukan sepatu setiap kali dirinya berjalan.



"Oppa, ada apa ? Kau terlihat murung". Tanya gadis cantik itu sambil melingkarkan tangannya di tangan kanan namja yang tengah berdiri tadi.
Namun tangan gadis itu di tepisnya.




"Oppa".



"Yoon shinae, ada apa kau kemari ?". Tanya namja itu tanpa melihat wajah gadis di sampingnya.



"Yaa, apakah itu pertanyaan untuk tunanganmu eoh oppa". Dengan kesal shinae berjalan menuju tempat duduk namja yang tidak lain adalah jung yong hwa.
"Aku hanya bosan di rumah dan kau oppa aku sudah menunggumu sejak tadi". Shinae menjawab sambil menggoyang-goyangkan kursi yang tengah di dudukinya kursi tempat yong hwa bekerja.




"Memang ada apa kau harus menungguku ?". Tanya yong hwa sambil berjalan dan duduk di sofa tamu tepat di depan shinae.



"Pasti kau lupa lagi, hari ini kita ada janji kencan oppa". Ucap shinae kali ini dirinya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri yong hwa.
"Ah, mianhae aku terlalu sibuk jadi aku tidak ingat". Ucap yong hwa setelah itu meneguk minuman kalengnya.




"Selalu seperti itu alasanmu oppa". Shinae mendekap kedua tangannya dan sedikit membuang muka.



"Mau bagaimana lagi memang itu alasanku tidak ada yang lain, seperti yang kau tau aku memiliki posisi penting di perusahaan ini jadi aku tidak bisa dengan seenaknya berbuat semauku bisa-bisa appa akan marah".



"Baiklah, tapi entah mengapa aku merasa kau tidak pernah mencintaiku oppa apa kau yakin dengan pertunangan kita ini eoh ?".



"Itu hanya perasaanmu saja buktinya sekarang aku denganmu kan ? Sudahlah shinae pertanyaan ini sudah sering kau ucapkan, mau bagaimana pun juga aku harus jadi tunanganmu kan ?". Jawab yong hwa dengan penuh penekanan.
"Yaa, kau benar oppa kau memang harus jadi tunanganku apapun yang terjadi, seberapa kali pun kau menolakku kau tetap jadi milikku oppa tidak untuk yeoja lain". Jawab shinae sambil beranjak dari duduknya.




"Hmm, apa pekerjaan oppa sudah selesai ?". Tanyanya lagi.



"Belum, wae ?".



"Aku bosan, kalau begitu aku tunggu kau lobby cepat selesaikan pekerjaanmu ne oppa". Ucap shinae setelah itu mengecup lembut bibir yong hwa, gadis cantik itu pun berjalan menuju pintu ruangan yong hwa namun sebelum benar-benar menutupnya gadis itu membalikkan tubuhnya.



"Ingat Jangan lama-lama menyelesaikan pekerjaanmu oppa". Setelah itu pintu pun tertutup rapat. Setelah kepergian gadis cantik itu yong hwa dengan kasarnya mengelap bibirnya dengan ibu jarinya seakan ciuman itu adalah sebuah noda.



"Kau bisa memilikiku shinae tapi tidak dengan hatiku".ucap yong hwa sambil berjalan menuju kaca jendela tempat dimana tadi dia berdiri, nafasnya di hembuskan ke kaca dinding tersebut sehingga meninggalkan uap yang mengembun, ujung jarinya perlahan naik dan menuliskan sesuatu disana.
'Park shin hye, bogoshipeo'




**

Setelah satu jam akhirnya yong hwa turun dari ruangannya dan berjalan menuju lobby, terlihat disana seorang gadis cantik tengah duduk sambil membaca sebuah majalah.



"Kau masih disini ?". Tanya yong hwa.
"Tentu, hmm satu jam baiklah belum terlalu lama aku menunggu, ayo kita berangkat aku sudah lapar". Ucap gadis itu sambil bangkit dari duduknya dan mulai menggandeng tangan yong hwa, dengan terpaksa yong hwa diam saja saat tangannya di tarik.

Mobil silver metallic yang dikemudikan shinae berhenti disebuah kedai tradisional, kedai dimana beberapa saat yang lalu shin hye kunjungi juga, tempat yang menjadi kenangan terakhir antara dirinya dan gadis itu.
Namun yong hwa masih berharap jika suatu saat nanti dirinya masih bisa bertemu dengan gadis yang begitu disayanginya gadis yang sudah disakitinya.

"Kau mau pesan apa oppa ?". Tanya shinae sambil membuka-buka buku menu.
"Aku americano, jabchae tanpa seledri dan air mineral itu saja". Pesanan yang sama seperti pesanan yang shin hye pesan tadi siang dan dengan kebetulan pula pelayan yang tadi sempat melayani shin hye serta jong hyun kini tengah melayani yong hwa dan shinae.




"Wae ? Apa pesananku sudah habis ?". Tanya yong hwa saat melihat guratan wajah bingung pada pelayan tersebut.



"Ani tuan, menu yang anda pesan masih ada hanya saja dalam satu hari ini saya menerima pesanan yang sama persis". Jawab pelayan tersebut.
"Maksud anda bagaimana ?apakah ada orang lain yang memesan sama persis seperti pesananku ?". Tanya yong hwa lagi, mungkinkah shin hye tadi datang kemari ??




"Sudahlah oppa,menu disini kan sama pasti pesanan pun ada yang sama jangan terlalu di lebih-lebihkan, apalagi harus di hubungkan dengan park shin hye". Ucap shinae mempertegas kata park shin hye seolah-olah shinae mengetahui apa yang difikirkan yong hwa.



"Ne, kau benar". Jawab yong hwa pasrah, benar apa yang di katakan shinae pengunjung kedai ini banyak dan pesanan yang sama pun pasti banyak tapi kenapa pelayan itu bilang hanya dua orang yang sama persis pesanannya ? Ahh sudahlah. Setelah menulis pesanan shinae pelayan itu pun meninggalkan yong hwa dan shinae.tidak berapa lama pesanan pun datang, shinae dan yong hwa pun makan dalam diam.



"Oppa, setelah ini kita mau kemana ?". Tanya shinae di sela makannya.



"Pulang" jawab yong hwa singkat.



"Ish, kalau begitu aku ikut ne". Pinta shinae.



"Tidak, aku ingin sendiri". Tolak yong hwa.



"Baiklah, tapi nanti kita jalan-jalan lagi dan setelah itu kau tidak boleh menolakku lagi arra ?".



Yong hwa hanya terdiam tanpa menjawab apapun.



Akhirnya mereka pun pulang setelah mengantarkan yong hwa kembali ke kantor shinae langsung menjalankan mobil silver metalicnya, karena mobil yong hwa ada di kantor tadinya shinae akan mengantar yong hwa menuju rumahnya namun di tolak karena kendaraan yong hwa masih ada di kantor.
Yong hwa yang tidak langsung pulang mengendarai kendaraannya menuju pantai yong hwa pun keluar dan menyandarkan tubuhnya pada kap mobil dengan tangan yang bersedekap di dada, angin dengan nakalnya memainkan rambut yong hwa suara deburan ombak terdengar memecah kesunyian malam itu.




Flashback on
Terlihat dua orang yang sedang berlari sambil saling mengenggam tangan, deburan ombak menjadi background diantara pasangan itu.




"Shin, ," panggil namja yang berada di sampingnya.
"Ne oppa ?".




"Saranghae shin". Ucapnya sambil mengecup tangan yeojanya.



"Nado oppa". Jawab yeoja yang tidak lain shin hye, terlihat semburat merah pada wajahnya.



"Oppa.." Panggilnya lagi



"Ne".



"Oppa tidak akan menyakitiku kan ? Tidak akan meninggalkanku ?". Tanya shin hye lagi.



"Tentu saja tidak karena kau yeoja satu-satunya yang aku sayangi tidak ada yeoja lain".



"Janji ?? Tidak akan meninggalkanku ?". Ucap shin hye sambil mengangkat jari kelingkingnya.



"Ne, janji dan kau juga jangan melirik namja mana pun selain aku, karena kau hanya milikku, milik jung yong hwa arra ?". jawab yong hwa sambil mempautkan jari kelingkingnya.
Flashback off

Janji yang dulu diucapkannya seperti melebur bersama ombak, janji tidak akan ada orang lain dalam hubungannya bersama orang yang dicintainya telah dia khianati, melukai hati gadis yang disayanginya hingga akhirnya dirinya harus merasakan sakitnya di tinggalkan dan di kecewakan, dikecewakan ?? Bukankah dirinya yang sudah mengecewakan gadisnya ? Mengecewakan park shin hye ?.
"Maafkan aku shin, mianhe jeongmal mianhe".




Entah sudah berapa batang rokok yang yong hwa hisap dan sudah berapa juga minuman yang dia teguk entahlah, hanya itu yang bisa dia lakukan karena entah kapan dirinya akan bisa dimaafkan karena kesalahannya, akhirnya setelah menghabiskan beberapa batang rokok yong hwa pun membuang puntung rokok terakhirnya ke tanah dan menginjaknya.



"Arrrrgggghhhhhh".



Sebuah teriakan yang mungkin menjadi pelampiasan kekesalannya. Setelah berteriak yong hwa pun berbalik dan kembali ke dalam mobilnya meninggalkan pantai dengan suara deburan ombaknya.





*** PUZZLE ***

Suara lembut disertai getaran terdengar mengalun dari sebuah benda panjang pipih berwarna biru yang tergeletak tidak jauh dari tempat tidur.
Sebuah tangan meraba dan mengambil benda tersebut, menjawab panggilan yang dialamatkan untuknya.




"Yoboseo, ,". Ucapnya lemah, selimut yang masih menutupi seluruh tubuhnya membuatnya menjawab dengan sedikit menyembunyikan benda panjang pipih tersebut.



"Baiklah, aku akan siap-siap".
Sambungan itu pun terputus, dengan perlahan dirinya bangun kepalanya sedikit pusing akibat minuman yang sebelumnya dia minum, setelah beberapa saat merendam kepalanya dibawah guyuran shower, namja yang tidak lain yong hwa itu pun keluar dan berganti pakaian, bergaya seperti biasa seakan dirinya bukan seorang peminum, ya yong hwa adalah peminum yang hebat seberapa banyak pun botol minuman yang diteguknya tidak akan membuatnya mabuk jika hanya sedikit pusing itu masih wajar kan ?.




Dalam keheningan yong hwa melajukan mobil sport merah miliknya menuju sebuah gedung yang tidak lain tempatnya bekerja.





*** PUZZLE ***

Seperti hari-hari sebelumnya shin hye memulai harinya dengan sebuah harapan, harapan dimana dirinya tidak akan pernah bertemu dengan namja yang bernama jung yong hwa. Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa shin hye begitu tidak ingin bertemu dengan yong hwa begitu benci kah shin hye pada yong hwa ? Jawabannya tentu saja YA, apa alasannya ? Alasannya adalah wanita mana yang tidak akan sakit hati dan terluka jika melihat namja yang menurutnya akan menjadi namja satu-satunya namja terakhir dalam hidupnya namja yang akan menjadi pendamping hidupnya menghianatinya sedang bercumbu dengan seorang yeoja yang di kenalnya, yeoja yang sebut sebagai SAHABAT nya. Sahabat ? Apa pantas yeoja itu di panggil sahabat ?? Sahabat yang seperti apa yang dengan tega merampas pacar sahabatnya dengan cara menjijikan seperti itu ?



"Hai nona mau sampai kapan kau diam seperti itu ?". Tanya sebuah suara khas namja.



Shin hye pun tersadar dari lamunannya dan melihat ke arah asal suara.
"Ah, kwajangnim anyeong". Shin hye sedikit menundukkan tubuhnya.
"Mianhe aku langsung masuk karena sejak tadi aku mengetuk tidak ada jawaban apapun aku takut kau pingsan di dalam jadi aku langsung saja, dan ternyata kau malah jadi patung". Ucap namja yang tidak lain jong hyun itu sambil tersenyum.




"ahh mianhe kwajangnim bukan maksudnya untuk tidak memperdulikan tapi aku memang tidak mendengar mianhe jeongmal mianheyo". Sesal shin hye, ugh paboya shin sempat-sempatnya dia melamun di saat jam kerja.



"Gwaenchana shin hye ssi, jangan terlalu canggung seperti itu, apa kau terbebani dengan tugasmu ? Atau ada masalah ?". Tanya jong hyun sambil duduk di bangku tepat di depan shin hye.



"Ani kwajangnim, mungkin hanya sedikit lelah saja mianhe".



"Sudahlah sepertinya kau harus menghirup udara segar bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu agar kau sedikit fresh". Tawar jonghyun.



"Tapi bagaimana dengan pekerjaanku kwajangnim ?". Tolak shin hye.



"Jadi kau menolak ajakan atasanmu nona park shin hye ssi ?baiklah, ,". Jong hyun bangkit dari tempat duduknya.



"A.. Ani, baiklah". Jawab shin hye



Jong hyun pun tersenyum melihat reaksi dari jawaban shin hye.
Akhirnya mereka pun berjalan keluar ruangan shin hye tersebut, mereka menaiki lift hingga ke lantai paling atas sedikit berjalan menuju atap gedung.
"Ternyata kantor kita punya tempat yang seperti ini ?". Shin hye berjalan menuju pembatas gedung disana dirinya bisa melihat gedung-gedung lainnya serta jalanan yang berada dibawahnya sedangkan disisi kiri kanannya terdapat berbagai macam tumbuhan dan bunga, lebih terlihat seperti taman kecil lengkap dengan tempat duduk untuk sekedar bersantai.




"Jika sedang bosan biasanya aku kemari, tempat ini hanya aku yang punya". Jawab jong hyun seakan menebak isi fikiran shin hye.



"Jinjja ? Tidak ada yang lain ? Berarti aku ?"



"Ne, kau orang pertama yang aku bawa kemari, bagaimana ? Apa kau suka ? Disini sangat tenang, jika kau merasa jenuh dengan pekerjaanmu kemarilah aku yakin kau pasti akan tenang". Jelas jong hyun sambil berjalan mendekati shin hye dan melihat beberapa kendaraan yang berlalu lalang di bawah.
"Ne kau benar kwajangnim, disini juga anginnya cukup segar".




"Ayo, kita duduk dulu apa kau tidak panas berdiri di sini terus, oh iya kau mau coffe ?". Jong hyun bertanya sambil berjalan menjauhi shin hye.



"Kau mau kemana kwajangnim ?". Tanya shin hye.



"Aku mau mengambil coffee kau mau ?" Tanya nya lagi dan shin hye pun mengangguk.



Tidak lama jong hyun pun beranjak dari atap gedung dan pergi meninggalkan shin hye sendiri.



"Seoul, , masih sama seperti dulu, jalanan, gedung bahkan langitnya pun masih sama hanya kita yang berbeda, kau dan aku". Sebuah helaan nafas terdengar begitu berat keluar dari mulut shin hye.
Shin hye pun berjalan menuju tempat duduk yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri tadi.




Matanya sedikit menutup dan wajahnya yang sedikit menengadah sebuah senyuman sedikit mengembang di bibir mungilnya, merasakan udara segar dan hembusan angin.



"Kwajangnim, sejak kapan anda disini ?". Shin hye terkejut saat melihat jong hyun yang sudah ada tepat di depannya ketika shin hye buka mata.
Jong hyun hanya tersenyum mendapat pertanyaan dari shin hye.
"Ah, mianhe kwajangnim". Shin hye terlihat salah tingkah.
"Ige, untukmu, , sepertinya kau menyukai tempat ini ya, jangan sungkan tempat ini boleh kau kunjungi setiap kau jenuh atau bosan, oh ya mulai saat ini jangan panggil aku kwajangnim lagi panggil saja aku jong hyun anggap saja aku ini temanmu".




"Tapi kwajangnim ?". Pertanyaan yang sama seperti yang shin hye katakan pada jimin saat meminta dirinya untuk memanggil namanya tanpa sebutan 'sajangnim'
"Wae ? Kenapa diam ?". Tanya jong hyun.
"Ah ani, tapi apa itu sopan ? Kita bahkan belum terlalu dekat dan kita baru kenal beberapa hari saja lagi pula kwajangnim itu atasanku dan . ."
"Sudah tidak ada penolakan, panggil saja jong hyun setidaknya saat kita bersama, arrachi". Potong jong hyun.




"Ne, arraso". Jawab shin hye akhirnya sambil menyesap coffee yang dibawa jong hyun.






***

Akhirnya yong hwa sampai di gedung tempatnya bekerja, tadi pagi dirinya mendapat kabar jika perusahaannya akan mengadakan kerja sama dengan salah satu perusahaan terbesar di seoul.



"Masuk". Ucap seseorang dari dalam ruangan.
Yong hwa pun memasuki ruangan dan menemui namja paruh baya yang merupakan atasannya.




"Ini, kau baca dan pelajari dan sebisa mungkin kerja sama ini harus terjalin agar perusahaan kita jadi lebih baik dan produk kita lebih di kenal di seoul". Ucap namja paruh baya tersebut.



"Ne appa, aku akan berusaha yang terbaik untuk perusahaan ini". Jawab yong hwa pada namja paruh baya di hadapannya.
"Bagus, hmm. . Bagaimana hubunganmu dengan shinae ? Apa berjalan lancar ?". Tanya Tn. Jung




"Ne appa".
"Ingat yong perusahaan ini masih berdiri karena bantuan keluarga shinae dan kau sebagai penerus keluarga harus berbaik hati pada shinae".jelas Tn. Park dengan penekanan dalam setiap kata-katanya.




"Tapi appa.."
"Tidak ada tapi-tapian yong, ingat banyak karyawan yang harus kau perhatikan". Potong Tn. Jung.




"Ne, appa aku mengerti". Yong hwa pun berjalan menjauhi ruangan Tn. Jung.
"Mianhe yong". Terlihat kesedihan di wajah Tn.Jung saat melihat kepergian yong hwa.








**

"Arrrggghhhh, mengapa harus seperti ini". Teriak yong hwa sambil melempar map yang tadi diberikan Tn. Jung ke atas meja, dengan kasarnya yong hwa mengacak rambutnya dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Terlihat sebuah map dengan beberapa surat perjanjian kerja sama dengan salah satu perusahaan terbesar di seoul, ya benar apa yang di katakan Tn. Jung, yong hwa harus mendapatkan kesan baik agar kerja sama antar perusahaan berjalan lancar jika tidak maka berapa keluarga yang akan menderita akibat phk belum lagi hutang balas budi pada keluarga yoon.




"Nona jang tolong katakan pada siapa pun hari ini aku tidak ingin di ganggu, sekali pun itu nona shinae kau mengerti ?". Ucap yong hwa pada sekretarisnya dengan menekan tombol telp miliknya.



"Ne, kwajangnim". Jawab nona jang.
Setelah menutup sambungan telp yong hwa berjalan menuju jendela berdinding kaca dan membuka sebagian tirainya.




"Aku merindukanmu shin, apa kau begitu membenciku hingga selama ini tidak ada satu pun kabar darimu ? Mianhe jeongmal mianhe".

Flashback on
Seorang gadis manis dengan riang berjalan di salah satu jalanan di gangnam, langkahnya yang riang serta Senyuman yang tidak pernah lepas dari bibirnya, gadis manis bernama park shin hye, saat akan menyebrang shin hye melihat penjual bunga shin hye pun membeli sebuket bunga mawar dan membungkusnya dengan cantik setelah itu berjalan menuju toko kue, setelah selesai shin hye pun melihat sebuah benda yang selama ini namjanya inginkan sebuah jam tangan rolex, ya hari ini adalah hari jadinya yang ke 5 thn suatu hubungan yang cukup lama dan hari ini juga bertepatan dengan ulang tahun yong hwa, maka dari itu shin hye berusaha membuat kejutan untuknya. Setelah dirasa semuanya sudah cukup shin hye pun berjalan menuju apartment milik yong hwa, senyum selalu terpasang di wajah cantiknya dan berkali-kali shin hye mencium wangi bunga yang dibawanya bayangan wajah yong hwa yang terkejut membuatnya tersenyum. Tidak lama shin hye pun sampai di apartment yong hwa mengetik digit angka untuk membuka pintu setelah terbuka shin hye pun masuk kedalamnya, apartment yong hwa cukup bersih namun terlihat sepi.
"Apa yong hwa belum pulang ?". Fikir shin hye.




"Ah sudahlah lebih baik aku bersiap-siap". Shin hye pun berjalan ke dapur sambil membawa kue yang akan disajikannya nanti tapi saat shin hye melewati kamar yong hwa yang sedikit terbuka betapa terkejutnya shin hye melihat sesuatu yang terjadi di dalamnya.



"Yong. ." Panggil shin hye saat pintu kamar yong hwa terbuka lebar kue serta buket bunga yang dibawa shin hye pun jatuh ke lantai sehingga membuatnya hancur berantakan, tanganya reflex menutupi mulutnya dan sebulir air mata jatuh di wajah cantiknya.



"Shin.. Shin hye tunggu". Yong hwa pun bangkit dari ranjangnya saat melihat shin hye pergi menjauh.
Saat yong hwa pergi yeoja yang bersamanya tersenyum puas sambil sedikit mengelap bibirnya.

"Shin tunggu aku bisa jelaskan". Ucap yong hwa sambil menarik tangan shin hye.




"Apa yang perlu kau jelaskan yong ? Semua sudah jelas, aku melihat semuanya". Jawab shin hye dengan menepis tangan yong hwa.
"Kau salah faham, apa yang kau lihat tidak sepenuhnya benar, shin ku mohon dengar penjelasanku dulu". Yong hwa masih menahan tangan shin hye.




"Cukup yong, apa yang aku lihat itu sudah cukup, apalagi yang akan kau jelaskan ? Apa kau akan katakan jika kau dijebak ? Hah ? Aku lihat kau menikmatinya yong, menikmati ciuman yeoja itu, aku berfikir kau akan terkejut dengan hadiah yang aku berikan tapi kau yang membuatku terkejut dengan kelakuanmu padaku,, jadi apa yang mau kau jelaskan lagi padaku ? Apa ?". Teriak shin hye tangisnya semakin kencang.
"Shin.."




"Kau sudah mengkhianatiku,, bahkan kau mengkhianatiku dengan yeoja itu,, bahkan kau tau siapa dia,, dia sahabatku yong sahabatku". Teriak shin hye.



"Shin dengarkan aku dulu".



"Tidak, sudah cukup. . Sudah sejauh mana kalian bermain dibelakangku ? Apa saja yang sudah kau lakukan ? Apa kau juga sudah melakukannya ?".



"Plak", sebuah tamparan yang mendarat tepat di pipi mulus shin hye.



"Yong, kau menamparku ?". Lirih shin hye.



"Shin.. Mi.. Mianhe.. A.aku tidak sengaja aku mohon maafkan aku". Jawab yong hwa sambil menarik tangan shin hye namun shin hye tepis begitu saja.



"Kita putus, jangan pernah mencariku lagi". Ucap shin hye dan berlari menjauhi yong hwa begitu saja.



"Shin mianhe, jeongmal mianhe". Ucap yong hwa tubuhnya terjatuh di lantai meratapi kepergian shin hye.



Memang sudah berkali-kali yong hwa bermain di belakang shin hye namun setiap kali shin hye marah shin hye akan memaafkannya karena shin hye tidak mempunyai bukti apapun namun kali ini kesalahannya cukup besar dirinya telah bermain dengan sahabatnya sendiri. Kali ini yong hwa kehilangan shin hye kehilangan yeoja yang baik dan menerima apa pun dirinya.



Flashback off



"Shin, mianhe".



"Jadi, kau masih mengingatnya oppa ? Aku fikir kau sudah melupakannya", ucap seorang yeoja dari arah belakang.



"Kau, mau apa kau kemari ?". Tanya yong hwa saat tau siapa yeoja yang berada di belakangnya.



"Hmm, aku hanya bosan. . Aku fikir kau sedang sibuk hingga kau tidak mau ditemui siapa pun ternyata kau sibuk memikirkan wanita itu eoh". Ucap yeoja yang tidak lain shinae itu sambil duduk menyilang kaki di atas sofa.



"Cukup shinae, apa kau tidak cukup puas melihat shin hye seperti itu ? Aku salah telah melukainya, dan lebih salah lagi karena aku masuk dalam perangkapmu".



"Hahahaha, apa kau tidak salah ? Bukankah kau sendiri yang bermain api di belakangnya eoh ? Dulu kau bilang shin hye itu gadis yang membosankan lalu berpaling padaku, jadi itu bukan sepenuhnya salahku oppa, itu salah mu juga". Jawab shinae dan berbisik di telinga yong hawa pada akhir kalimatnya.



Dengan geram yong hwa mengepalkan tangannya, wanita ini begitu licik dan betapa bodohnya dulu yong hwa sudah masuk dalam perangkapnya dan benar yang shinae katakan ini salahnya karena sudah bermain api di belakang shin hye.



"Sudahlah oppa, untuk apa kau fikirkan gadis bodoh itu lagi eoh ? Lebih baik kau fikirkan saja bagaimana hubungan kita selanjutnya !" Ucap shinae sambil berjalan menuju sofa lagi



"Oh, iya aku dengar perusahaan ini akan kerja sama dengan perusahaan tekstil terbesar di korea apa benar ?" Lanjut shinae sambil membaca majalah yang ada di depannya.



"Ne kau benar".



"Kapan rencana kalian bertemu ?".



"Aniyo, aku masih mempelajari dokumen kerjasamanya, wae ?". Tanya yong hwa.



"Aniyo, bagus kalau begitu, ahh aku pulang saja ne, silahkan kau lanjutkan kembali kerjamu chagi". Ucap shinae sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu ruang kerja yong hwa.



Sepeninggalnya shinae, yong hwa mulai membuka berkas-berkas perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaanya.





**



"Shin, ayo kita makan sudah jam makan siang kan ?". Jimin mengajak shin hye, setelah mengobrol beberapa lama dengan jong hyun shin hye pun kembali ke ruangannya dan mulai bekerja, saking larutnya dengan pekerjaannya shin hye sampai lupa dengan waktu.



"Ah, jimin,, ne ayo kita makan". Ucap shin hye.



Shin hye dan jimin pun berjalan menuju kantin kantor.



"Shin, aku lihat beberapa hari ini jong hyun kwajangnim semakin dekat denganmu, apa kalian ada hubungan special ?". Tanya jimin.



"Ani, hanya hubungan pimpinan dan pekerja saja". Jawab shin hye.



"Jinjja ? Tapi posisimu dengannya cukup seimbang shin, berbeda denganku yang hanya rakyat jelata". Jawab jimin sambil mengunyah katsu miliknya.



"Hahaha, kau lucu, kita ini sama jimin ah aku juga hanya rakyat jelata". Jawab shin hye.



Tawa pun menghias acara makan siang shin hye dan jimin, mereka pun berbagi cerita dan saling meledek akhirnya shin hye mendapatkan teman barunya semoga temannya kali ini tidak mengecewakannya seperti dulu.







Sementara itu

Sedang asyiknya mempelajari berkas kerjasamanya sebuah ketukan pintu menginterupsi kegiatan yong hwa.



"Masuk".



"Mianhe, kwajangnim Tn. Kang dari MS Group ingin bertemu". Ucap yeoja bermarga jang yang tidak lain adalah sekretarisnya.



"Biarkan dia masuk". Jawab yong hwa.



Setelah itu seorang namja masuk ke ruangan yong hwa dan langsung duduk di kursi depan meja yong hwa.



"Hyung, gwaenchana ?". Tanya namja itu.



"Ne, ada apa kau kemari ? Tumben sekali, biasanya kau langsung masuk begitu saja". Ucap yong hwa



Namja yang ada di depannya hanya tersenyum simpul.



"Ani, aku hanya sedang bosan saja". Ucapnya singkat.



"Bosan ? Aku juga".



"Bagaimana kalau kita keluar saja hyung, lagi pula ini sudah jam istirahat kan ?". Ajak namja itu lagi.



"Kau benar, ayo kalau begitu kita makan" ajak yong hwa.
Mobil yang dikendarai yong hwa pun melaju membelah jalanan seoul pada siang hari ini. Mobil itu pun berhenti di sebuah cafe.




"Kau mau pesan apa ?". Tanya yong hwa



"Aku ice mochacino saja".



"Ice mochacino satu dan americano satu". Ucap yong hwa pada pelayan.
"Jadi, ada apa kau menemuiku ? Biasanya jika ada sesuatu kau langsung ke ruanganku tanpa harus diantar seperti tadi". Tanya yong hwa.




"Ani, aku hanya ingin seperti tamu-tamu mu yang lain hyung hahaha, oh ya aku dengar perusahaanmu akan bekerjasama dengan perusahaan tekstil terbesar di korea apa benar ?". Tanya namja yang bernama kang min hyuk.



"Ne, kau benar rencananya bulan depan aku akan ke perusahaannya untuk presentasi".



"Hmm begitu, itu bagus hyung semoga ini awal yang baik untuk perusahaanmu ne". Jawab min hyuk sambil menyesap ice mochacino nya yang datang beberapa saat lalu.



"Ne, semoga, , oh ya bagaimana kabar ahbonim dan eommonim ? Apa mereka sehat ?". Tanya yong hwa.



"Mereka baik, hmm hyung apa kau sudah dapat info mengenai noona ?". Tanya min hyuk.



"Aniyo, sejak terakhir bertemu dengannya aku sama sekali tidak ada kabar darinya". Jawab yong hwa dengan raut wajah yang lesu.



"Ini sudah 5 thn berlalu, sebenarnya apa yang terjadi antara kalian hyung ?". Tanya min hyuk.



Namun yong hwa hanya diam, ya kepergian shin hye dari yong hwa sama sekali tidak di ketahui alasannya oleh min hyuk, yang dia ketahui hanya saat itu shin hye dan keluarganya harus bertolak ke amerika.



Tentu saja hal itu tidak akan yong hwa katakan, apa yang akan difikirkan min hyuk jika dia ceritakan ? Mungkin min hyuk akan berfikir jika yong hwa laki-laki brengsek yang dengan tega mengkhianati seorang gadis sebaik shin hye.



"Hyung.." Panggil min hyuk



"Ne ?"



"Kenapa diam ? Memang apa yang terjadi diantara kalian ?" Ulang min hyuk



"Molla, mungkin dia sudah bosan denganku,, sudahlah hal itu jangan di bahas lagi, aku masih berharap untuk bertemu dengannya".



"Ne, semoga kalian cepat bertemu lagi,, hyung sepertinya aku harus pergi". Ucap min hyuk sambil melirik arlojinya



"Ne, aku juga harus kembali ke kantor masih banyak berkas yang harus aku pelajari".



Akhirnya mereka pun berpisah, sebelumnya min hyuk menelpon supirnya untuk menjemput dirinya di cafe.







*** PUZZLE ***




Satu bulan sudah berlalu, semakin lama hubungan shin hye dengan jong hyun semakin dekat, namun shin hye tidak semudah itu juga membuka hatinya untuk namja lain, karena hatinya masih terlalu terluka dan itu juga menjadi alasannya lebih menutup diri dari perasaan terhadap namja manapun alasannya tentu karena trauma, memang salah jika dirinya menganggap semua namja itu sama tapi luka hatinya masih belum bisa terobati, apa salah jika dirinya takut disakiti lagi ?



"Shin, , kau sudah siapkan proposal dari YH GROUP ?" Tanya jong hyun di sela-sela pertemuannya.



"Ne, jong hyun ah semua dokumen sudah dipersiapkan, dan nona han jimin juga sudah mempersiapkan ruangan untuk pertemuannya". Jelas shin hye.



"Ini meeting kerjasama pertamamu kan ? Semoga berjalan lancar, , tetap semangat". Jong hyun memberikan semangat pada shin hye.
Sebuah ketukan terdengar dari balik pintu




"Ne, silahkan masuk". Ucap jong hyun



"Maaf, ruang meeting sudah di siapkan dan sebentar lagi perwakilan dari YH GROUP akan datang". Ucap jimin saat di depan shin hye dan jong hyun.



"Baik, sebentar lagi kita kesana gomawo jimin ssi". Jawab jong hyun.



Setelah berpamitan jimin pun kembali ke ruangan meeting, setelah itu shin hye dan jong hyun pun berjalan menuju ruang meeting.



"Ah, mianhe jong hyun-ah aku harus ke toilet dulu silahkan kau duluan saja nanti aku menyusul" ucap shin hye saat dipertengahan jalan.



"Baiklah, kalau begitu aku duluan".



Jong hyun pun berjalan menjauhi shin hye.

#ruang meeting
Jong hyun dan beberapa staff sudah berada di ruangan meeting tidak berapa lama perwakilan YH GROUP pun datang, jong hyun menyambut hangat mitra kerjanya tersebut, seorang namja berkharisma, tampan dan juga masih muda ya dialah jung yong hwa.




"Selamat datang di STARHYUN GROUP Tn. Jung". Ucap jong hyun seraya menjabat tangan yong hwa.



"Gomawo untuk sambutannya senang berkenalan dengan anda Tn. Lee". Yong hwa menyambut uluran tangan jong hyun.



"Silahkan duduk, sebentar lagi direktur akan segera datang dan jangan sungkan anggap saja ini kantor anda sendiri Tn. Jung". Sambung jong hyun.



"Ne, gomawo". Yong hwa pun duduk sejajar dengan jong hyun, sementara sekretaris masing-masing menyiapkan bahan untuk proposal dan presentasi jong hyun mulai menjelaskan beberapa point dalam perjanjiannya tidak lama pintu ruang meeting di ketuk dan seorang yeoja masuk ke ruangan tersebut.



"Ah, ini perkenalkan direktur design perusahaan kami". Ucap jong hyun pada yong hwa, dan yong hwa pun berbalik melihat siapa yang di perkenalkan jong hyun, dengan sedikit terkejut yong hwa menatap gadis di hadapannya.
"Shin". Tanya yong hwa terkejut

To Be Continue

Puzzle Part 2



Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

4 Tanggapan untuk "PUZZLE"

  1. Ternyata yonghwa selingkuh?
    Astaga!!

    ReplyDelete
  2. gomawo cingu sudah mampir dan baca. . .
    maaf jika tulisannya kurang rapi dan feelnya juga berantakan. .

    ReplyDelete
  3. akhir nya yongshin bertemu juga, eonni ditunggu kelanjutan ff nya

    ReplyDelete
  4. Mngetahui yonghwa selingkuh kok q jd g ign shinhye memaafkn dia, Hikz

    ReplyDelete

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?