Kategori

Beloved Best Friend


BELOVED BEST FRIEND

Author : Aiia
Main Cast : Jung Yong Hwa, Park Shin Hye,
Other Cast : Cnblue member, Suzy Miss A, Lee Min Ho, Jung Soo Min, 
dan cast lainnya yang akan kalian temukan di dalam cerita
Lenght : Part
 Genre : Romance, Friendship
Rating : PG
Credit Poster : Aimuris Art
Disclaimer : Seluruh cerita yang ada di Fanfiction ini murni hasil kerja dan imajinasi author tanpa ada campur tangan atau menjiplak dari karya orang lain. Cast sepenuhnya hanya milik Tuhan dan author hanya meminjam nama mereka saja untuk keperluan cerita. Kesempurnaan hanya milik Tuhan sementara ke-typo-an milik author!!! Don’t copy paste and bash. cukup sekian
Happy Reading (^°^)√.


 *******
Story Begin

Terkadang Cinta itu lebih dekat dari urat nadi kita, berdetak bersama debaran jantung kita dan selalu bersama tanpa kita sadari, lebih mengenal seperti apa kita lebih bai dari diri kita sendiri.

Cinta juga tidak harus tentang dua orang yang harus saling memiliki tetapi cinta ada disetiap orang bahkan jika orang itu adalah sahabat kita sejak kecil.



*** BELOVED BEST FRIEND***



Dua orang namja yeoja berusia 6 dan 7 tahun tengah asyik bermain basket di depan halaman sebuah rumah terlihat keseruan dalam permainan tersebut saling rebut dan saling mencetak poin menjadi salah satu keseruan dalam permainan ini, dengan nafas yang terengah-engah yoeja berkuncir satu dengan riangnya melempar bola tepat ke ring yang tingginya beberapa centi di atas kepalanya.

"yeay, aku menang" teriak yeoja berkuncir satu dengan riang membuat ikatan rambutnya bergoyang ke kiri dan ke kanan.
"kau curang". ucap namja kecil kesal sambil melipat kedua tangannya di depan dada ditambah mulutnya yang di poutkan.
"aku tidak curang" balas yeoja kecil itu lagi dengan kedua tangan yang dilipatnya di depan dada sama seperti namja kecil di depannya.
"aku menang 3 poin darimu, jadi kau harus tepati janjimu arra". pinta yeoja itu lagi.
"arraseo, aku ini namja aku pasti menepati janjiku, mulai besok aku akan menggendongmu sampai sekolah." jawabnya dengan wajah yang di tekuk.
"jinjja ? horee, jinjja. . jinjja. ."
"ne yeoja cerewet". ucapnya sambil meleletkan lidahnya.
"mwoo, cerewet, kaauuu". teriak yeoja kecil tersebut dan langsung menghujani namja kecil di depannya dengan pukulan-pukulannya.
"yaa kau selain cerewet juga yeoja galak". Jawab namja kecil itu sambil melindungi tubuhnya dengan tangan kecilnya dari pukulan-pukulan yeoja kecil di depannya.

akhirnya pertengkaran kedua namja dan yeoja kecil itu pun tak terelakkan, , ya yeoja kecil itu paling tidak suka di bilang cerewet karena menurutnya yang cerewet itu seorang ahjuma seperti ahjumma yang berada di blok sebelum rumahnya saking cerewetnya suaranya itu sampai kerumah blok lain.
"aigoo, yongyong shinji kenapa selalu seperti ini" teriak seorang yeoja paruh baya yang keluar dari rumah kediaman keluarga jung.
"aigoo shinji, yongyong kalian ini selalu saja membuat kita pusing" lanjut seorang yeoja paruh baya lainnya yang tak lain adalah eomma dari yeoja kecil berambut kuncir tersebut.
"salah yongyong eomma dia bilang aku cerewet dan galak" adunya dengan mulut yang di poutkan.
"tapi dia memang yeoja galak eomma". Jawabnya tidak mau kalah sambil memeluk tubuh ibunya.
"ish, napeun" desisnya, mulutnya tak berhenti berputar-putar bergumam tak jelas sambil matanya masih menatap lurus ke mata namja yang di panggil yongyong itu dan tak jauh beda juga dengan namja di depannya yang bernama yongyong namja kecil itu balas menatapnya seakan ada semburat kilatan di sekitarnya.
"yasudah jangan bertengkar ne, " lerai ny. park yang melihat bahwa akan ada tanda-tanda kedua bocah kecil itu beradu pukul lagi.
“ayo baikan, kalian kan teman jadi harus rukun arra”. Pinta ny. Jung.
Bukannya berjabat tangan tapi kedua bocah kecil itu malah berlari masuk kedalam rumahnya masing-masing, meninggalkan eommanya yang dengan kompaknya menggelengkan kepalanya, tepat di dalam kamarnya di lantai dua, kedua bocah itu pun masih saja dengan kelakuannya.
"yongyong napeun" teriak yeoja kecil tersebut sambil menarik tirai kamarnya yang tepat di sebrang kamar namja yang dipanggil yongyong itu.
“Sinji Galak”. Namja kecil itu pun tidak mau kalah dan juga menutup tirai kamarnya yang sebelumnya meleletkan lidahnya ke arah yeoja diseberangnya.
begitulah tingkah kedua anak kecil tersebut selalu berakhir dengan perkelahian walaupun hanya dengan masalah kecil.


12 tahun kemudian.

'pletak' sebuah kerikil tepat mengenai jendela kamar, seorang yeoja yang tengah memakai baju kemeja terdiam sejenak setelah itu melanjutkan kembali aktifitasnya tersebut.
'pletak' kerikil kedua mendarat sempurna di jendela kamarnya dan ketika itu dirinya sedang mengikat  rambutnya yang sepundak dengan kuncir andalannya yaitu kuncir kuda.
'pletak' kerikil ketiga mengenai jendelanya lagi kali ini benar-benar sudah menaikkan emosinya yang tadi sempat terpendam, yeoja itu pun berjalan menuju jendela dan membuka tirai serta jendelanya tersebut, terpampanglah dengan jelas wajah seorang namja yang sedang tersenyum manis tanpa dosa.
"ya, kau namja napeun sampai kapan melempari jendelaku dengan kerikilmu itu eoh". Teriak yeoja manis itu pada namja diseberang.
"sampai kau bangun, ku fikir kau masih tidur hehe". jawabnya dengan cengengesan.
"ish napeun". jawab yeoja itu lagi, baru saja dirinya akan membuka mulutnya lagi untuk mengeluaran ‘sarapan pagi’ untuk namja di sebrang suara ny. Park terdengar membuat dirinya mengurungkan niatnya itu.
"shinji ayo sarapan dulu chagi" teriak eomma dari lantai bawah.
"ne eomma" jawab yeoja yang di panggil shinji tersebut, shinji panggilan sayang dari seorang yeoja cantik bernama park shin hye, cantik natural yang terpancar dari wajahnya, jangankan untuk memakai make up sekedar memakai bedak dan parfum pun tidak sedangkan untuk urusan fashion shinhye tidak seperti yeoja-yeoja kebanyakan dia lebih nyaman menggunakan busana yang simple dan sporti seperti saat ini baju kaos polos di tambah kemeja yang di biarkan terbuka tanpa satu pun kancing yang terpasang ditambah celana jeans yang tepat di lututnya terlihat robekan kecil dan tak lupa kuncir kuda yang menghiasi rambutnya, ya bisa dibilang dia yeoja cuek bahkan terkesan tomboy. shinhye pun berjalan menuju lantai bawah lengkap dengan tas ranselnya.

"ayo kita sarapan dulu" ajak eomma
"hmm appa dan oppa eodi eomma?" tanya shinhye sambil mengoles roti tawar dengan selai coklat kesukaannya yang sudah tersedia di meja makan.
"sebentar lagi mereka turun, nah itu mereka". jawab eomma saat melihat dua orang namja beda generasi tengah berjalan menuruni tangga dan menghampiri mereka di ruang makan.
"anyeong my princess" sapa yoo chun yang tak lain oppa dari shinhye sambil mengacak gemas rambutnya.
"yaa oppa jangan mengacak rambutku arra". marah shinhye.
yoo chun hanya tersenyum melihat dongsaengnya tersebut.
"anyeong, eomma. . appa, , hyung" sapa seorang namja yang tiba-tiba datang menginterupsi kegiatan keluarga park.
"anyeong yongyong-ah, kajja kita sarapan bersama" ajak eomma shinhye.
"aish, untuk soal makanan pasti nomer satu" dumel shinhye setelah itu memasukkan roti tadi kedalam mulutnya.

Tidak berapa lama mereka pun menyelesaikan sarapan pagi, namja yang di panggil yongyong itupun berdiri dan membantu menyimpan piring-piring kotor menuju dapur keluarga park. yongyong adalah panggilan kecil dari namja yang tak lain adalah jung yong hwa, dan dari sejak kecil yonghwa maupun shinhye memang memanggil orang tua mereka dengan sebutan 'eomma' dan 'appa' walaupun itu bukan orang tuanya, ,  akhirnya yonghwa dan shinhye pun berangkat ke kampusnya, ,
"siapa yang paling cepat sampai kampus dia harus menuruti semua keinginan pemenang, eotte ?" tantang yonghwa sambil bersiap-siap di atas sepedanya.
"ne, bersiap-siaplah untuk kalah tuan jung" jawab shinhye yang juga bersiap-siap di atas sepedanya dengan menyimpan tas di dalam ranjang yang terdapat di depan
"hitung sampai tiga, , mulai hana. . dul. ." belum selesai shinhye menghitung sepeda yonghwa sudah melaju dengan kencang,
"yaa kau curang" teriak shinhye sambil mengejar sepeda biru putih yang ada di depannya itu.
"aku tidak curang hanya saja dirimu yang kalah pintar dan cepat dariku" jawab yonghwa dengan berteriak dan meleletkan lidahnya.
Tak berapa lama namja yeoja itupun sampai disebuah universitas yang megah. .
korea national university of arts itulah nama universitas tempatnya menimba ilmu.
"aku menang. ." ucap shinhye saat sampai di area parkir khusus sepeda di kampusnya.
"ish kau curang tadi" gerutu yonghwa.
"yang terlebih dulu curang kan dirimu". bela shinhye, shinhye pun memarikirkan sepedanya dan mengambil tas ranselnya yang tadi dia simpan di keranjang sepedanya.

Shinhye pov
Kulihat dari jauh seorang yeoja tengah berlari dan menghampiri namja yang ada di depanku ini.
"yonghwa -ssi kau sudah sampai ? apa kau lelah ?" tanya yeoja itu.
'aish, kenapa setiap pagi aku harus menonton drama picisan seperti ini' fikirku.
"hei nona park mian aku duluan, yeojachinguku sudah datang" suara namja napeun itu membuyarkan lamunanku.
eh tunggu apa yg dia bilang ? yeojachingu ? kenapa berbeda lagi? ish dasar playboy napeun awas saja kalau dia menyusahkanku lagi.
"shinhye-ya, ,"
kudengar suara seorang yeoja tengah memanggilku, kulihat yeoja berwajah imut tengah berlari menghampiriku.
"suzy-ah, anyeong" sapaku sambil melambaikan tanganku.
"anyeong, bagaimana persiapan untuk pertandingan besok?" tanyanya sesampainya di depanku.
"kau tenang aja kita pasti menang" ucapku pasti.
"ne, aku percaya padamu, kajja kita ke kelas sebentar lagi kelas kim seosangnim dimulai" ajak suzy.
Selama pelajaran tidak ada satu mahasiswa pun yang berbicara mungkin saking heningnya jatuhnya setetes keringat ke lantai pun akan terdengar, tidak terasa akhirnya pelajaran pun berakhir dan berjalan lancar seperti biasa kim seosangnim selalu memberikan tugas di akhir kelasnya. tugas mengarang lagu, oh ayolah mengarang lagu itu kan sangat sulit, ani bukan sulit tapi aku memang malas mengerjakannya.
"omo kenapa aku sampai lupa, ," teriakku ketika sebuah ide cemerlang hadir begitu saja dalam otakku.

*di kantin
"yonghwa-ya, jeball bantu aku hmm". mohonku dengan wajah aegyoku dan mata yang ku kedipkan.
"yaa nona park apa-apaan wajahmu itu, , arra aku akan membantumu tapi dengan satu syarat" ucapnya dengan sedikit senyum yang menyebalkan dan aku tau apa arti dari senyuman itu, oh ayolah aku dan dia itu sudah sangat mengenal sejak lama jadi aku tau apa dibalik senyuman itu.
"aish, kau ini memang tidak pernah ikhlas membantuku". jawabku dengan sedikit kesal dengan sedikit memajukkan mulutku.
"mau aku bantu tidak ?" tanyanya lagi dengan sedikit nada yang membuatku sulit untuk menolak.
"ish, baiklah". Jawabku akhirnya.
Aku menghela nafas saat menjawab pertanyaan terakhirnya itu sabil menghempaskan tubuhku di kursi kantin.
shinhye pov end


yonghwa pov
"yaa nona park apa-apaan wajahmu itu, , arra aku akan membantumu tapi dengan satu syarat" ucapku pada yeoja yang kini berada tepat didepanku sambil tersenyum penuh arti, mulutnya semakin lama semakin maju, aish seandainya dia orang lain dan bukan teman dekatku lalu penampilannya lebih feminin sudah lama ku jadikan dirinya yoejachinguku.
masih ku lihat dirinya tanpa ada sedikitpun perubahan.
"aish, kau ini memang tidak pernah ikhlas membantuku" jawabnya dari nada bicaranya aku tau dia kesal.
"mau aku bantu tidak?" tanyaku lagi kali ini dengan nada yang sedikit memaksa yang membuat dirinya pasti mau tidak mau akan mengatakan ‘ya’.
"ish, baiklah" akhirnya kata-kata yang ku tunggu pun keluar dari mulutnya walaupun dengan helaan nafas yang panjang, tentu saja dia akan menghela nafas yang panjang karena dia pasti tau apa yang akan aku lakukan.
"baiklah kalau begitu jam 7 malam ini tunggu aku di balkon kamarmu ne!!"
kulihat yeoja itu hanya menganggukan sedikit kepalanya.
"jadi apa yang kau inginkan ?" tanyanya.
"bantu aku mencarikan sebuah kado, eotte?"
"untuk yeojachingu barumu ?"tanyanya lagi, terlihat sekali wajahny yang malas dan bola matanya yang berputar tidak tentu arah itu dan aku hanya menjawab dengan senyuman 1000watt ku.
"ne, setelah pulang kuliah aku antar kau, kalau begitu aku pergi dulu".
shinhye pun berdiri dan berjalan menjauh, masih kulihat langkahnya yang semakin lama semakin menjauh dan hilang dari pandangan.
yonghwa pov end

***
shinhye pov
'dasar namja napeun selalu saja aku, kenapa tidak pergi sendiri saja atau pergi saja dengan yeojachingunya itu'
"arrrgggggg" ku teriakkan semua kekesalanku disini di atas gedung kampusku, ah rasanya lega sekali.
pertandingan basket tinggal beberapa hari lagi aku harus semangat aku yakin aku pasti bisa tidak ada waktu memikirkan hal lain selain itu,
"shinhye kau pasti bisa, hwaiting" teriakku lagi sambil mengepalkan tanganku dan meninju udara, saat ku fikir hanya ada aku seorang tiba-tiba terdengar sebuah suara.
"yaaa, noona bisakah kau tidak teriak-teriak seperti itu, itu mengganggu tidur siangku".
suara seorang namja mengoreksi diriku.
"nuguseyo?" tanyaku sambil berbalik melihat ke arah asal suara, seorang namja di balik ruangan keluar dengan matanya yang sipit semakin tak terlihat tengah dipaksakan terbuka serta rambutnya yang sedikit acak-acakan, tangan kirinya mengucek (?) matanya dengan kasar.
"hyukie? mian mengganggumu, lagi pula mengapa kau malah tidur disini bukannya masuk kelas bukankah kelas sudah di mulai 15 menit yang lalu ?" ucapku sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal dan bertanya alasan mengapa dirinya di tempat ini.
"hmm. Aku sedang malas, semalam aku menonton bola hingga pagi jadi sekarang aku mengantuk, noona ada apa ? apa ada masalah ?" tanya namja berwajah cute yang ku panggil hyukie itu alih-alih menjawab pertanyaanku.
"aniyo, hyukie-ya hanya sedang kesal saja" jawabku sigkat.
"yonghwa hyung, benarkan?" tebaknya
" siapa lagi ? " alih-alih menjawab aku malah memberikan pertanyaan baru lagi.
shinhye pov end

author pov
"hmm. Aku sedang malas, semalam aku menonton bola hingga pagi jadi sekarang aku mengantuk, noona ada apa ? apa ada masalah ?" tanya namja sipit yang ada di depan shin hye itu alih-alih menjawab pertanyaan yang shin hye berikan.
"aniyo, hyukie-ya hanya sedang kesal saja" jawab shinhye dengan sedikit helaan nafasnya.
"yonghwa hyung, benarkan ?" tebaknya
"siapa lagi?" jaab shin hye dengan sebuah pertanyaan baru.
"yeoja mana lagi yang sedang dekat dengannya ?" bukannya menjawab hyukie panggilan akrab dari namja bernama lengkap kang min hyuk itu malah memberikan pertanyaan lagi pada shin hye.
" lee bo na, mahasiswi jurusan tari". Jawab shin hye sambil berjalan menuju tempat duduk yang berada tidak jauh dari tempatnya tadi berdiri di ikuti oleh min hyuk.
"aigo hyung benar-benar napeun" gerutu namja yang bernama kang min hyuk itu.
shinhye dan minhyuk pun berbincang lama di atas balkon gedung kampus, hari semakin sore hingga akhirmya mereka berdua pun turun dan berjalan beriringan.
"noona hwaiting untuk pertandingan nanti, kampus kita pasti menang" semangat minhyuk pada akhir perjumpaannya.
"ne gomawo".
"cheonma, baiklah sampai nanti noona". jawabnya lagi.
shinhye dan minhyuk pun berpisah di lobi kampus. shinhye berjalan menuju parkiran sepeda tempatnya menyimpan sepeda, terlihat seorang namja yang sedang bersedekap memandang dirinya dari jauh.
"waeyo?" tanya shinhye ketika sudah sampai di parkiran.
"kau darimana saja eoh?"
bukannya menjawab yonghwa malah balik bertanya.
"mianhae, kajja kita pergi" ajak shinhye tanpa mau menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu, dalam diam shin hye pun mengambil sepedanya dan mulai mengayuh meninggalkan kampusnya itu tentu saja dengan yong hwa yang berada di belakangnya.

@mall
Seperti yang tadi sebelumnya yong hwa katakan kepada shin hye yang meminta persyaratan kepadanya dan disinilah mereka disebuah pusat perbelanjaan di daerah myeongdong. Shinhye dan yonghwa yang tengah asyik memilih-milih barang yang akan di hadiahkan untuk yeojachingu yonghwa mulai dari pernak-pernik yang kecil hingga yang besar dan alasan mengapa yonghwa selalu meminta shinhye untuk menemaninya tak lain karena dirinya paling senang untuk menjahili shinhye dengan cara menyuruhnya memilih ini dan itu, karena menurutnya saat melihat wajahnya yang kesal entah kenapa yonghwa memyukainya dan menurutnya itu sangat lucu.
"aigoo, yonghwa-ya kau mau memilih yang mana lagi ?" gerutu shinhye sambil menghempaskan beberapa barang yang sampai saat ini masih belum juga yong hwa temukan dan sukai.
"molla, palli kau pilih yang lain, pilihanmu tidak ada yang ku suka" jawab yonghwa santai.
"kalau kau memang tidak suka kenapa selalu mengajakku" ucap shinhye dengan mulut yang di pout kan.
"begini saja kau pilih salah satu setelah itu kita pulang, eotte ?" tawar yonghwa sambil sedikit tersenyum melihat sahabatnya itu tengah menahan wajah kesalnya.
Dengan berat hati akhirnya shinhye pun memilihkan lagi hadiah yang menurutnya bagus dan lagi-lagi ditolak oleh yonghwa,
"aish kau bilang ini yang terakhir, kau buatku kesal saja tuan jung terserah kau mau pilih yang mana ? aku lelah". kesal shinhye matanya berputar kesal lengkap dengan wajahnya yang merah padam menahan marah.
"arraseo, aku pilih ini saja". jawab yonghwa santai sambil memeluk boneka panda dan membawanya menuju kasir, tunggu itukan boneka yang awal tadi ditunjukkan oleh shinhye, jika akhirnya benda itu yang dipilih untuk apa shin hye dengan susah payah mencari benda-benda lain yang ujung-ujungnya dia tolak dan malah memilih boneka itu.
'aish, napeun kalau dari awal memilih itu untuk apa dia menyuruhku memilih yang lain' batin shinhye.
akhirnya yonghwa dan shinhye pun berjalan pulang, sepanjang perjalanan wajah shinhye ditekuk dan mulutnya masih setia dengan posisinya yang maju kedepan.
"kau seperti seorang yeoja saja" ucap yonghwa membuka percakapan diantara keduanya.
"aku memang yeoja, sejak kapan aku berubah jadi namja" kesal shinhye.
"kau memang yeoja tapi aslinya kau itu seorang namja coba saja lihat penampilanmu tidak jauh berbeda denganku kan ? mana ada yeoja yang sepertimu cuek dan galak, aku sempat berfikir namja seperti apa yang akan menyukaimu ? aku penasaran" sindir yonghwa dan sukses menambah daftar kekesalannya pada namja yang berada disampingnya ini. shinhye tidak habis fikir ada namja yang menyebalkan sepertinya dan parahnya lagi namja itu teman bahkan sahabatnya, ya walaupun memang benar yang dikatakan yonghwa tentang penampilan shinhye dengannya tidak jauh berbeda tapi tidak seharusnya yonghwa bicara seperti itu kan ? itu sangat menyakitkan.
"awh, appo" ucap yonghwa dengan tangan yang mendekap kepalanya, dengan kesal shin hye melayangkan pukulan ke atas kepala yong hwa hingga diriya mengaduh.
"rasakan".  Desisnya.
shinhye pun berjalan mendahului yonghwa dan meninggalkannya sendiri, shinhye tak memperdulikan yonghwa yang memanggil-manggil namanya.
saat sedang berjalan tiba-tiba seseorang menabrak shinhye hingga terjatuh.
"agashi, mianhae neo gwaencana ?" terdengar suara namja yang penuh penyesalan.
"ne nan gwaencana" jawab shinhye.
tangan namja itupun terulur untuk membantu shinhye berdiri, 'yepuda' gumam namja tersebut saat melihat wajah shinhye tanpa sadar.
"ne ?" tanya shinhye mencoba untuk memperjelas pendengarannya.
"aniyo, anda benar-benar tidak apa-apa agashi ?" tanya namja itu lagi.
"ne tuan" jawab shinhye sambil menerima uluran tangan namja di depannya. dari jauh yonghwa tengah berlari dan menghampiri ke tempat shinhye berada di lihatnya seorang namja yang tengah memegang tangan shin hye.
"neo waeyo ?". tanya yonghwa saat tiba didepan shinhye dan namja asing itu.
"mian tuan karena telah menabrak yeojachingumu aku tadi sedang terburu-buru , sekali lagi mianhae" ucapnya sambil membungkukkan sedikit badannya.
"dia bukan . ."
belum sempat shinhye melanjutkan perkataannya yonghwa sudah memotong ucapannya.
"gwaencana tuan, dia memang ceroboh"
"kalau begitu aku pamit ne" jawab namja yang menabrak shinhye tadi.
yonghwa dan shinhye pun berjalan meninggalkan namja tersebut, sesaat setelah namja asing tadi meninggalkan mereka tepat beberapa langkah namja asing itu berjalan dia pun berbalik memandang yonghwa dan shinhye.
"yeoja yang menarik" gumam namja tersebut saat melihat punggung shinhye yang berjalan menjauhinya masih terlihat pertengkaran diantara keduanya.




Hi ayeong, ini ff kedua ku di blog ini semoga alurnya gak kecepetan ya, aku lagi coba nih untuk membuat cerita ringan yang mengangkat tema sebuah persahabatan, semoga tulisan ku kali ini lebih baik dari yang sebelumnya ya, selamat membaca dan terima kasih sudah mengunjungi blog ini. ^.^

 




Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

4 Tanggapan untuk "Beloved Best Friend"

  1. Yonghwa plaboy?
    Apa karena cintanya terpendam pada shinhye hingga dia memilih playboy menjadi pelampiasan?

    ReplyDelete
  2. di tunggu lanjutannya aja ya chingu :-). .
    gomawo

    ReplyDelete
  3. Pasti yong hwa memendam perasaan nya kepada shin hye, karna yong hwa gak bisa jujur kepada shin hye. Shin hye adalah sahabat nya dari kecil, next author

    ReplyDelete
  4. Seru juga nih, pingin tau gmn klo mrk jatuh cinta

    ReplyDelete

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?