Kategori

09:00 PM

Ingat aku? Ingat wajahku atau suaraku?
Kini aku kembali dan kau harus siap dengan semua yang akan aku lakukan kepadamu…


09:00 PM

Author : Aiia
Main Cast : Jung Yong Hwa, Park Shin Hye, Jung Il Woo.
Other Cast : Cn Blue Member, Yoon Eun Hye
dan cast lainnya yang akan kalian temukan di dalam cerita.
Lenght : 2 Shoot
 Genre : Romance, horror thriller
Rating : 18+
Credit Poster : Aimuris Art
Disclaimer : Seluruh cerita yang ada di Fanfiction ini murni hasil
kerja dan imajinasi author tanpa ada campur tangan atau menjiplak dari
karya orang lain. Cast sepenuhnya hanya milik Tuhan dan author hanya
meminjam nama mereka saja untuk keperluan cerita. Kesempurnaan hanya
milik Tuhan sementara ke-typo-an milik author!!! Don’t copy paste and
bash. cukup sekian

Happy Reading (^°^)√





*** 09:00 PM ***

"Arrrrggggghhhhh"
Sebuah teriakan menggema memecah keheningan malam yang sunyi, terlihat ceceran darah yang mulai menggenang di lantai dengan sebuah tali yang menjuntai, diatasnya terlihat tubuh menggantung seorang gadis, di tangannya pun terlihat sayatan bekas luka, sepertinya sudah ada sebelum dirinya menggantung diri, ia mencoba memutuskan urat nadi di pergelangan tangannya.

Keesokan harinya, ruangan itu sudah tergarisi garis polisi dan beberapa polisi mulai melakukan olah TKP dengan memberikan angka-angka sebagai nomer dan barang bukti berupa tali serta pisau kecil yang dipakai korban untuk mengakhiri hidupnya.

"Dilihat dari caranya menghilangkan nyawa, ini murni bunuh diri, namun kami masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk kasus ini". Ucap seorang pria yang terlihat dari pangkatnya bahwa dia seorang polisi dengan pangkat irjen polisi.

Rumah megah dengan taman yang luas dan asri kini resmi ditinggalkan, bahkan sejak kejadian itu tidak ada seorang pun yang mau tinggal di rumah tersebut, rumah yang dulu terlihat indah dan penuh keceriaan kini hanya tinggal rumah besar yang gelap dan kosong.

20 tahun kemudian.
Musim semi di kota sibuk korea selatan, hilir mudik orang yang memenuhi jalanan membuat siapapun akan berfikir jika kota yang dikenal sebagai ibu kota korea selatan ini sebagai salah satu kota tersibuk, hingga malam menghampiri pun kota ini masih penuh dengan manusia.

Begitu pun dengan seorang namja, di jam malam seperti ini masih asyik berkeliaran di daerah Myeongdong dimana pusat perbelanjaan berada disini. Dirinya pun berhenti di salah satu selter tunggu untuk bis, Tubuhnya yang disandarkan ke tiang yang berada di belakangnya dengan kaki yang di hentak-hentakan, matanya tidak lepas dari arloji yang melingkar di tangannya, karena bosan namja itu pun merogoh kantong celana dan mulai mengeluarkan sebungkus rokok setelah itu mengambil satu batang dan menyalakannya.

"Lama sekali". Dumelnya, asap rokok terlihat membubung di hadapannya, membuat wajah tampannya sedikit kabur karena tertutup asap.
Tidak berapa lama mobil hitam metalik berhenti tepat di hadapannya, namja ini pun membuang rokoknya ke lantai dan menginjaknya setelah itu membuka pintu mobil, di dalam sana terlihat seorang namja yang tidak kalah tampan yang tengah tersenyum.

"Janjimu jam 7, ini jam 9 bagaimana kau ini". Ucapnya seraya memasang seatbealt miliknya.
"Mianhe, itu karena Jung Shin dan Minhyuk yang mandi terlalu lama". Jawab namja disampingnya sambil menunjuk kedua orang yang kini tengah duduk di kursi belakang sambil berpaling muka,

"Ada apa dengan kalian? Seharusnya yang kesal itu aku". Tanya namja tampan yang bernama lengkap Jung Yong Hwa.
"Ini gara-gara Jung Shin, dia terlalu lama di dalam kamar mandi". Ucap namja sipit tepat di belakangnya sambil melirik namja jangkung disampingnya.
"Bukan aku, tapi Jong Hyun Hyung yang mengunciku di dalam kamar mandi". Ucap namja jangkung bernama Jung Shin tidak mau kalah.
"Pantas saja kau di kunci, kau itu kalau sudah di kamar mandi seperti orang mati". Balas Min Hyuk, sedangkan Jung Shin hanya mencibir kesal.

"Berisik kalian berdua". Bentak Yong Hwa yang melihat pertengkaran kedua temannya itu.
Sementara Jong Hyun hanya fokus dengan jalanan walau sesekali matanya melirik ke arah belakang dengan menggunakan kaca spion, terlihat olehnya dua orang namja yang seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar di belakang. Jong Hyun hanya bisa tersenyum menyamping dengan mulut yang sedikit ditutup oleh tangan kirinya.

Jalanan Seoul pada malam hari sangatlah indah, selain langit yang penuh dengan bintang, kanan kiri jalanan pun penuh dengan lampu-lampu yang menyala dengan warna-warni yang indah, mobil hitam metalik itu pun menerobos malamnya Seoul dengan meninggalkan kepulan asap yang membumbung tinggi.

Akhirnya setelah beberapa lama Yong Hwa dan yang lainnya berkendara mereka sampai disebuah café, tempat dimana dirinya dan ketiga temannya ini akan bertemu dengan seseorang yang sudah sangat dikenal Yong Hwa.

"Anyeong, tuan Jung! Kalian sudah di tunggu direktur di dalam". Sapa seorang receptionist manis dengan senyumannya, kepalanya sedikit di tundukkan saat menyapa keempat namja itu, setelah menyapa gadis itu pun mengajaknya menuju ruangan orang yang sudah menunggunya.

Setelah mendapatkan izin dari penghuni yang didalam, Yong Hwa, Jung Shin, Jong Hyun dan Min Hyuk pun masuk dan bertemu dengan seorang namja tampan.
"Yong kau sudah datang". Sapanya sambil memeluk tubuh Yong Hwa.
"Ne, paman". Jawab Yong Hwa seraya menyambut pelukan samchonnya.
"Silahkan, duduklah". Ucap namja tampan bernama Jung Il Woo.
"Ne, gomapta". Jawab ketiga namja lainnya setelah itu duduk di sofa panjang yang menghadap ke arah Ilwoo.

"Jadi, mulai malam ini kalian resmi masuk dalam label-ku, sebelum kalian go public dan come back masih ada beberapa bulan untuk mempersiapkan semuanya, selama beberapa bulan ini apa yang akan kalian lakukan?". Tanya Ilwoo sambil membuka kaleng bir yang ada di hadapannya.

"Mungkin kami akan sedikit refreshing sebelum benar-benar go public dan come back paman". Jawab Jong Hyun mewakili Yong Hwa.
"Hmm, refreshing! Boleh juga, jadi kemana kalian pergi? Amerika? Eropa? Atau mungkin indonesia?". Tanya Ilwoo lagi.
"Any, kami hanya ingin ke tempat sejuk yang mungkin tidak terlalu banyak orang". Kali ini Min Hyuk yang menjawab.
"Owh Begitu, jadi kemana kalian pergi?". Tanya Ilwoo.
"Villa milik keluarga Jung di Gwanak-gu" jawab Yong Hwa membuat Ilwoo tersedak bir yang tengah diminumnya.

"Ke,, kenapa kau pilih tempat itu?". Tanya Ilwoo pada Yong Hwa.
"Aku penasaran dengan vila itu, bukankah disana tempatnya sangat indah? Tapi kenapa harus dikosongkan?". Tanya Yong Hwa lagi.
"Lebih baik tempat yang lain saja". Ucap Ilwoo sambil berjalan menjauhi ke empat pria yang sedang duduk dibelakangnya.
"Wae?". Tanya Jung Shin.
"Aku bilang cari yang lain saja". Bentak Ilwoo membuat ketiga namja itu terlonjak kaget namun tidak dengan Yong Hwa.
"Kenapa kau begitu menolak paman?? Memang ada apa disana?". Tanya Yong Hwa.
"Ani, tidak ada apa-apa, vila itu sangat kotor dan sudah lama tidak di gunakan, bagaimana mungkin bisa kalian pakai untuk refreshing?". Jawab ilwoo kali ini menatap lekat wajah Yong Hwa.

"Gwaenchana paman, itu bisa kami atur, lagi pula masih bisa di bersihkan sebelum kami datang bukan?". Jawab Yong Hwa yang masih kuat dengan pendiriannya.
"Baiklah terserah kalian". Jawab Ilwoo pada akhirnya. Setelah itu ke empat pria ini pun kembali ke apartment mereka yang berada di daerah gangnam.

*
*

Seminggu pun berlalu, semenjak pertemuannya dengan Ilwoo, ada saja yang di lakukan Yong Hwa untuk segera melihat seperti apa villa yang berada di Gwanak, villa yang dikatakan indah dan nyaman karena udara serta pemandangannya, villa tersebut tepat berada tidak jauh dari pegunungan Gwanaksan.

"Bagaimana? Sudah semua? Jangan sampai ada yang tertinggal". Ucap Yong Hwa sambil bertanya kepada ketiga temannya yang masih sibuk dengan tas dan packing barang.
"Aku sudah selesai, tidak terlalu banyak barang yang harus aku bawa". Jawab Jong Hyun sambil menutup resleting tasnya dan membawanya ke ruang tamu,
"Lalu bagaimana dengan kalian?". Tanya Yong Hwa pada Min Hyuk dan Jungshin.
"Selesai". Jawab mereka bersamaan.

Setelah packing mereka pun mulai berjalan menuju parkiran dan mulai memasukkan semua barang menuju bagasi mobil. Pada awalnya Yong Hwa lah yang menyetir namun saat mereka akan sampai Jung Shin yang ambil alih.
Mobil hitam metalik itu pun sampai di villa yang bisa dikatakan sangat besar, karena dulunya ini bukanlah sebuah villa namun hunian utama keluarga jung.

"Woaaa, luas sekali!". Seru jungshin saat melihat bangunan di depannya.
"Silahkan masuk tuan, jika ada yang dibutuhkan hubungi saya saja". Ucap seorang pelayan yang memang bekerja sebagai penjaga villa ini.
"Ne, gomawo". Jawab Yong Hwa.

Pintu besar itu pun terbuka, ruangan bergaya Italy terlihat saat pintu utama rumah ini dibuka, jam klasik yang berdiri kokoh menghalang satu ruangan yang memang sengaja ditutup.

Villa atau rumah ini memiliki banyak ruangan dan ada lima kamar tidur namun salah satunya sudah dijadikan gudang dan satu lagi terhalang oleh jam dinding klasik yang sebelumnya Yong Hwa lihat. Sementara kamar satunya lagi dipakai oleh penjaga villa ini, karena selama Yong Hwa ada disini mau tidak mau penjaga itu pun harus tinggal disini. Jadilah kamar tidur tersisa dua kamar yang saling berhadapan, tidak jauh dari villa utama ada sebuah paviliun kecil.

"Woaaa, rumah ini besar sekali tapi sayang kamarnya sedikit dan aku harus satu kamar denganmu, sangat sial". Ucap Min Hyuk sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk yang sangat besar.

"Ish, memang siapa yang mau sekamar denganmu? Kalau kau mau pergi, pergi sana". Jawab Jungshin yang mulai mengeluarkan baju dan memasukkannya kedalam lemari.

"Sudah, dari pada kita bertengkar bagaimana kalau kita makan?". Ucap Min Hyuk sambil berdiri dan merangkul pundak Jungshin yang kini dirinya tengah berjongkok.
"Baiklah, kajja". Jawab Jungshin.

Sementara itu
Yong Hwa dan Jong Hyun yang mulai mengeluarkan barang-barangnya dari dalam tas juga langsung membereskan semuanya. Jong Hyun yang mulai lapar berjalan meninggalkan Yong Hwa yang kini tengah berdiri di balkon memandang keluar.

"Sejuknya".gumam Yong Hwa.
"Hyung, ayo kita makan". Ajak Jong Hyun sambil menyembulkan kepalanya di sela-sela pintu kamar.
Yong Hwa pun hanya mengangguk dan berjalan menuju ruang makan yang disana sudah ada jungshin dan Min Hyuk.
"Ahjussi". Panggil Yong Hwa kepada penjaga villa sebelum dirinya sampai dimeja makan.
"Ne, tuan ada yang bisa saya bantu?". Tanya Ahjussi yang terlihat dari usianya sekitar 50 tahunan.
"Kenapa jam besar itu disimpan disana? Dan ruangan apa itu?". Tanya Yong Hwa pada jam besar yang menghalang ruangan dibelakangnya, sejak awal masuk jam besar itu menjadi perhatian untuknya.
"Hmmm, bukan ruangan apa-apa tuan, baiklah saya permisi dulu". Jawab Ahjussi tersebut dengan tergesa-gesa membuat Yong Hwa semakin bertanya-tanya dengan ruangan dibalik jam besar tersebut.

Yong Hwa pun akhirnya ikut makan bersama ketiga temannya yang lain.
Tidak terasa langit mulai temaram, jalanan terlihat terang dengan lampu-lampu yang terpasang, walaupun langit Gwanak dengan Gangnam sama hanya saja suasananya yang berbeda, disini sangat sepi dan hening sangat belum lagi udaranya yang sejuk membuat siapa saja akan suka dengan tempat ini.

*** 09:00 PM ***

Langit kembali cerah, mentari menyapa keempat namja yang masih terlelap, villa besar ini walaupun tersinari matahari namun entah mengapa cahayanya seolah tidak masuk ke dalam villa tersebut, sangat kontras dengan suasana di luar villa.

Yong Hwa yang terbangun lebih dulu berjalan menuju jam besar yang masih membuatnya penasaran. Saat Yong Hwa melihat jam besar tersebut dirinya melihat sesuatu yang aneh disana.

"Hyung, sedang apa?". Tanya Min Hyuk yang juga sudah bangun, di pundaknya tersampir handuk. Dilihat dari penampilannya Min Hyuk akan pergi mandi.
"Any, aku hanya heran kenapa ruangan ini di tutup jam sebesar ini, dan ini aku menemukan ini disini". Jawab Yong Hwa sambil menyerahkan sebuah benda yang ternyata sebuah kalung dengan bandul hati besar khas kalung lama.
"Woaa, klasik sekali, semua hal di villa ini sangat klasik". Jawab Min Hyuk saat menerima kalung dengan bandul besar tersebut.
"Hyukie, bisa kau bantu aku?". Tanya Yong Hwa.
"Bantu? Bantu apa?". Jawab Min Hyuk bertanya balik.
"Geserkan jam besar ini, aku penasaran dengan ruangan di balik jam besar ini". Jawab Yong Hwa.
"Sebentar". Min Hyuk pun berjalan mendekati Yong Hwa dan menyimpan handuk di kursi yang ada tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Pindahkan kesana saja". Pintaa Yong Hwa dengan menunjuk tempat kosong yang ada disampingnya. Mnin hyuk pun mengangguk dan mulai membantu Yong Hwa untuk menggeser jam besar tersebut, saat jam itu bergeser debu-debu yang menempel ikut berjatuhan.

"Selesai". Ucap Min Hyuk setelah menggeser jam tersebut sambil menepuk tangannya yang kotor.
Begitu pun dengan Yong Hwa, setelah menggeser jam tersebut terlihat jelas pintu ruangan yang sebelumnya tidak terlihat.

"Itu ruangan apa?". Tanya Min Hyuk.
"Molla, kita lihat saja". Jawab Yong Hwa.
Yong Hwa pun selangkah lebih maju ke pintu yang ada dihadapannya, tangannya menggapai knop pintu. Saat pintu terbuka debu menghambur membuat Yong Hwa dan Min Hyuk terbatuk dan disaat bersamaan angin kencang berhembus entah dari mana? Karena kamar ini bisa dikatakan seperti gudang dibanding sebuah kamar.

"Uhuk.. Uhuk.. Debunya sangat banyak sekali, Hyung apa kau merasa disini sangat dingin?". Tanya Min Hyuk sambil menutup mulutnya dari debu.
"Any, itu hanya perasaan mu saja". Jawab Yong Hwa, padahal apa yang dirasakan Min Hyuk, dirinya pun sama.
"Tidak ada yang aneh? Tapi kenapa di tutup seperti itu?". Gumam Yong Hwa.
"Sudahlah, hanya gudang biasa". Ucap Yong Hwa sambil berbalik dan mengajak Min Hyuk keluar, saat yang bersamaan tanpa Yong Hwa sadari ada seseorang yang melintas dibelakangnya membuat bulu kuduk Yong Hwa berdiri.

*
*

Tepat pukul 9 malam jam besar yang ada di ruang tengah berdentang sangat keras, berbeda dengan hari sebelumnya, seakan jam itu mati tanpa ada detak dari jarum jam, bunyi itu berdentang memecah kesunyian dan disaat yang bersamaan pula seorang gadis melintas di antara langit-langit kamar dan ruangan yang ada disana.

"Ada apa dengan jam besar itu? Kemarin tidak berbunyi kenapa sekarang berbunyi?". Tanya Jong Hyun yang mendengar bunyi yang cukup keras.

Jong Hyun pun berjalan menuju ruang tengah dan melihat jam besar yang sudah berpindah tempat, disebelahnya terlihat ruangan dengan pintu yang terbuka.


"Sejak kapan ada ruangan disini? Dan kenapa dibiarkan terbuka seperti itu?". Tanya Jong Hyun pada dirinya sendiri karena selain dirinya tidak ada siapapun disana.

Jong Hyun pun mendekati ruangan yang pintunya terbuka, saat Jong Hyun sampai terlihat ruangan yang rapi dengan ranjang yang besar serta banyak vas bunga dengan beraneka ragam bunga. Dilihat dari tatanan kamar jelas jika kamar ini milik seorang yeoja, tapi Jong Hyun yakin dia tidak melihat ada ruangan seperti ini di villa ini.
Saat Jong Hyun akan masuk, selintas terlihat seorang gadis yang melintas di belakangnya.
"Nugu?". Tanya Jong Hyun sambil berbalik, namun tidak ada siapa-siapa disana. Tanpa pikir panjang Jong Hyun pun meninggalkan ruangan tersebut.

Tanpa dia sadari seorang gadis tengah menatapnya tajam dari dalam kamar tersebut dan tepat saat Jong Hyun menjauhi kamar itu, pintu kamar pun tertutup.

*** 09:00 PM ***

Malam bergulir dengan cepat, langit kembali cerah. Yong Hwa yang bangun lebih dulu memilih berjoging keluar villa, suasana sangat sepi dan tentram, angin berhembus dengan sejuknya, Yong Hwa pun mengeratkan jaket yang di pakainya, Yong Hwa berkeliling villa dan menyapa beberapa orang yang ditemuinya, saat Yong Hwa sampai di villa terlihat seorang gadis tengah membersihkan pekarangan, gadis yang baru pertama kali dilihatnya.

"Hei, Kau siapa?". Tanya Yong Hwa pada gadis yang membelakanginya. Gadis itu pun berbalik wajahnya yang cantik membuat sesuatu terjadi dihatinya.
"Anyeong, naneun hana, Lee Hana tuan! Aku keponakan Park Ahjussi yang menjaga tempat ini". Jawabnya dengan senyum manis.
"Lee Hana? Lalu kemana Park Ahjussi?". Tanya Yong Hwa pada gadis bernama Hana itu.
"Dia sakit tuan, jadi aku yang menggantikannya". Jawab Hana dengan senyum manisnya. Tanpa menjawab Yong Hwa pun masuk ke dalam villa, disana sudah ada Min Hyuk, Jong Hyun dan Jung Shin yang tengah berkumpul.
"Hyung, hari ini Ahjussi ... " Ucap Min Hyuk menggantung.
"Ne, dia sakit". Jawab Yong Hwa memotong pembicaraan Min Hyuk.
"Dari mana kau tau hyung?". Tanya Min Hyuk.
"Tadi keponakannya yang mengabariku", jawab Yong Hwa.
Namun di balas dengan tatapan aneh dari Min Hyuk.
Tanpa menjawab apa-apa lagi Yong Hwa pun masuk ke dalam kamarnya.

Yong Hwa yang sudah berganti pakaian berjalan menuju dapur dan melihat hana yang tengah memasak, dengan tersenyum Yong Hwa pun menghampiri gadis manis itu.
"Masak apa?". Tanya Yong Hwa sambil memakan buah apel.
"Kare". Jawab hana tanpa melihat ke arah Yong Hwa.
Kare adalah makanan yang paling disukai sebagian besar keluarga Jung, terutama Ilwoo dan Yong Hwa. Namun sepertinya selain kare ada masakan lain yang dibuat hana.
"Itu apa?". Tanya Yong Hwa lagi.
"Sundubu jjigae". Jawab hana lagi.
"Kau ternyata pintar memasak, tapi kenapa aku baru melihatmu ?". Ucap Yong Hwa sambil bertanya lagi.
"Ne, karena aku tinggal di busan, karena Ahjussi sakit jadi akulah yang menggantikannya". Jawab hana sambil meletakan kare di atas mangkuk dan mulai menata makanan di atas meja.

"Sudah selesai, silahkan kalian makan". Ucap Hana setelah itu berjalan menjauhi Yong Hwa dan tanpa disadari seseorang tengah menatapnya dari jauh.

Yong Hwa yang berjalan untuk memanggil ketiga temannya melihat aneh ke arah kamar yang sebelumnya dipaksa untuk di buka olehnya, aneh karena disana Jong Hyun berdiri mematung dengan wajah yang terlihat pucat lebih pucat dari biasanya.

"Hyun, gwaenchana?". Tanya Yong Hwa sambil menepuk pundak Jong Hyun.
"Ahh, any, , nan gwaenchana". Jawab Jong Hyun setelah itu pergi meninggalkan Yong Hwa. Disaat yang bersamaan Jung Shin memanggil Yong Hwa untuk makan, Jong Hyun yang pergi berlainan arah membuat Yong Hwa bingung antara memanggil Jong Hyun atau ke tempat Jung Shin berada akhirnya Yong Hwa mengejar Jong Hyun tapi Jong Hyun sudah tidak terlihat.
"Hyung, ayo kita makan". Ajak Jung Shin sambil menepuk pundak Yong Hwa. Jung Shin mengikuti apa yang dilakukan Yong Hwa yang saat itu tengah melihat ke kiri dan kekanan.

"Hyung, mencari apa?". Tanya Jung Shin.
"Any, sudahlah". Jawab Yong Hwa dan berjalan masuk ke dalam villa, saat Yong Hwa masuk ke ruang makan disana sudah ada Min Hyuk dan Jong Hyun yang tengah berdiri menghadap kulkas.
"Jong Hyun, kau disini?". Tanya Yong Hwa.
"Ne, aku sejak tadi disini! Wae?". Tanya Jong Hyun sambil berjalan dan duduk di kursi sebrang Min Hyuk.
"Bukankah kau tadi keluar?". Tanya Yong Hwa.
"Any.. Sejak tadi Jong Hyun Hyung bersamaku disini, memang siapa yang kau lihat?". Tanya Min Hyuk.
"Any, lupakan saja". Ucap Yong Hwa dan berjalan menuju ketiga temannya dan menarik bangku di samping Jung Shin.
"Hyung, kau tau darimana aku suka makanan ini?". Tanya Jong Hyun pada Yong Hwa.
"Makanan apa?". Jawab Yong Hwa sambil bertanya.
"Sundubu jjigae, dulu appa sering sekali memakan ini bersamaku, ini rasanya tidak terlalu pedas sesuai dengan seleraku". Jawab Jong Hyun.
"Bukan aku, tapi hana yang buat". Jawab Yong Hwa.
"Hana??". Tanya Jong Hyun.
"Ne, hana keponakan Lee Ahjussi". Jawab Yong Hwa sambil tersenyum.
Sedangkan Jong Hyun, Jung Shin serta Min Hyuk hanya saling menatap heran.

Sementara itu di seoul
Ilwoo yang tengah sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba terkejut dengan angin yang menerbangkan beberapa berkas yang ada di meja kerjanya.
Saat Ilwoo mengecek tidak ada jendela yang terbuka yang memungkinkan angin masuk, Ilwoo pun kembali ke tempatnya duduk namun saat berbalik seorang yeoja dengan tampang yang seram berdiri menggantung dihadapannya, matanya yang menyiratkan kekecewaan dan dendam membuat Ilwoo terduduk dengan suara yang tertahan.

"Shi.. Shin..." Ucap Ilwoo terbata.
"Kenapa?". Tanya gadis yang kini melayang dihadapannya.
"Tidak.. Kau sudah mati.. Jangan.. Jangannnnnn". Teriak Ilwoo saat hantu wanita itu mulai mendekati Ilwoo dan tidak berapa lama hilang saat seseorang membuka pintu.

"Chagi? Gwaenchana?". Tanya seorang wanita cantik dengan pakaian kerja yang sangat sexy, wanita itu berlari saat melihat Ilwoo yang tengah terbaring di lantai dengan keadaan yang bisa dikatakan tidak baik.

"Ne, nan gwaenchana". Jawab Ilwoo sambil berdiri di bantu gadis yang ada di depannya.
"Bagaimana bisa kau ada di lantai dengan posisi seperti itu?". Tanya gadis bermarga yoon yang kini menjadi kekasihnya.
"Tadi aku melihat.." Jawab Ilwoo menggantung.
"Kau lihat apa?". Tanya gadis itu lagi.
"Shin hye, , park shin hye, , tadi aku melihatnya". Jawab ilwoo.
"Neo micheseo,, jangan gila,, Shin Hye sudah mati,, apa kau sedang mabuk? jangan asal bicara mana ada hantu siang-siang begini, ," Ucap yeoja itu tidak percaya.
"Terserah! Jika kau tidak percaya, tapi tadi aku memang melihatnya, kau tau selama 20tahun ini aku dibayang-bayangi rasa bersalah dan semua karena teman-teman dan juga dirimu yoon eun hye" jawab ilwoo sambil menatap tajam wanita di hadapannya.

"Aku? Kenapa aku? Tentu saja kau merasa bersalah, karena kau juga ikut andil dengan kematiannya". Jawab Eun Hye tidak kalah sinis.
"Sudahlah, dia sudah mati alamnya dengan alam kita sudah berbeda,, dan jangan terlalu banyak minum, jika kau tidak mau mengalami halusinasi seperti itu". Ucap Eun Hye sambil bangkit dari kursinya dan berjalan menjauhi Ilwoo yang tengah duduk menyandar di kursinya.

"Shin, , mianhe". Gumamnya.
Tepat saat itu angin berhembus membuat bulu kuduk Ilwoo kembali naik, Ilwoo pun segera membereskan berkas-berkasnya dan pergi meninggalkan ruangannya.

"Kalian harus mati". Seorang gadis berlumuran darah yang berdiri di sudut ruangan berkata dengan lirihnya,




*** 09:00 PM ***



Hari berlalu dengan cepat, semenjak jam besar yang berada di ruang depan di geser dan kamar yang tertutup jam besar itu di buka banyak hal-hal aneh yang terjadi di villa besar ini, seperti saat dimana Min Hyuk berjalan malam hari tepat jam 9 malam jam berdentang dengan kencang.

Min Hyuk yang berjalan menuju dapur di kejutkan dengan sesosok wanita yang berdiri melayang di hadapannya dengan wajah yang seram.
"Pergi.. Pergi..". Ucapnya pada Min Hyuk darah segar mengalir dari mulut gwinshin tersebut.
"Arrrggggggggghhhhhh". Teriakan Min Hyuk menggema dari dapur membuat ketiga namja lainnya berlari menuju tempat Min Hyuk berada.
"Waeyo hyung?". Tanya Jung Shin saat melihat Min Hyuk yang tengah terduduk dengan tangan yang menangkup kepalanya.
"Arrgghh". Teriak Min Hyuk saat tangan Jung Shin menyentuh pundaknya.
"Hyung ini aku Jung Shin". Jawab Jung Shin.
Min Hyuk pun melihat ke arah dimana Jung Shin berada, disana juga ada Yong Hwa dan Jong Hyun yang tengah berdiri dengan wajah khawatir.
"A. . Aku. . Melihat gwinshin". Jawab Min Hyuk terbata.
"Gwinshin?". Yong Hwa dan Jong Hyun saling memandang.
"Jangan bodoh, disini tidak ada hantu! Kau masih percaya hal-hal semacam itu?". Jawab Jong Hyun tidak percaya.
"Tapi tadi aku melihatnya hyung, seorang yeoja dengan wajah yang seram". Jawab Min Hyuk membuat Jung Shin tersentak namun Jong Hyun hanya tersenyum mengejek.
"Sudah, kembali ke kamarmu saja, Jung Shin antarkan dia mungkin dia sedang mabuk". Jawab Yong Hwa yang ikut-ikutan tidak percaya.
"Wae? Wae hyung? Kau pun tidak percaya kepadaku? Dan kau Jung Shin? Kau juga sama dengan mereka? Menganggapku hanya berhalusinasi?". Tanya Min Hyuk pada ketiga namja di depannya.
"Aku percaya hyung". Jawab Jung Shin sambil mengangkat tubuh Min Hyuk dan membawanya ke kamar.

Yong Hwa yang berjalan keluar villa bertemu dengan Hana yang tengah duduk di taman, Yong Hwa pun tersenyum dan menghampiri Hana.
"Kau sedang apa?". Tanya Yong Hwa pada gadis disampingnya itu.
"Melihat bulan". Jawab hana sambil menengadah ke arah langit.
"Di dalam ada apa?". Tanya Hana pada Yong Hwa tanpa melihat kearahnya.
"Min Hyuk melihat gwinshin, hahaha aku rasa dia mabuk". Jawab Yong Hwa.
"Kau tidak percaya". Tanya Hana kali ini melihat ke arah Yong Hwa.
"Any, aku tidak pernah melihat hal seperti itu, menurutku itu hanya ada di film horor saja". Jawab Yong Hwa dan gadis disampingnya hanya tersenyum.
"Sejak tadi pagi aku tidak melihatmu, kau kemana saja?". Tanya Yong Hwa.
"Hari ini, hari paling bersejarah untukku dan aku tidak ingin melewatkannya". Jawab Hana.
"Apa? Kau berulang tahun?". Tanya Yong Hwa.
Tapi Hana hanya menggeleng setelah itu bangkit dari tempat duduknya.
"Aku ke dalam dulu, ini sudah malam". Jawab hana setelah itu masuk kedalam villa.
Saat Hana masuk ke dalam Jung Shin keluar dan menghampiri Yong Hwa yang tengah duduk sendiri.
"Hyung". Panggil Jung Shin.
"Jung Shin, bagaimana keadaan Min Hyuk?". Tanya Yong Hwa.
"Dia baik". Jawab Jung Shin.
"Hyung, apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan villa ini? Sejak kau dan Min Hyuk hyung memindahkan jam besar itu ada hal-hal yang aneh terjadi, begitu pun denganmu". Ucap Jung Shin
"Aku? Apa yang aneh denganku?". Jawab Yong Hwa balik bertanya.
"Entahlah, tapi ada sesuatu di rumah ini". Jawab Jung Shin namun tidak ada jawaban apapun dari Yong Hwa.

Sementara itu di seoul

Ilwoo yang tengah bergoyang di bawah bola kristal yang memutar diatasnya dengan hentakan-hentakan lagu yang membuat bising siapapun mulai berjalan gontai menuju kursi di depan bartender, tubuhnya terkulai dengan tangan yang menopang kepalanya, setengah matanya tertutup. Saat kedua matanya terbuka dirinya melihat seseorang yang dikenalnya membuat tubuhnya berjengit dan berdiri dari tempat duduknya.

"Shin Hye??". Gumamnya.

Ilwoo bangun dan menegakkan duduknya, mengusap matanya dengan kasar berusaha memperjelas apa yang tengah di lihatnya. Disana tepat didekat pintu ada seorang gadis dengan pakaian polkadot selutut tengah berdiri memandang dirinya, wajahnya yang muram tampak terlihat kesedihan dalam dirinya. Dengan keyakinan dan rasa penasaran Ilwoo pun mendekati gadis tersebut, namun saat Ilwoo hampir sampai Shin Hye gadis yang di panggilnya itu berjalan keluar club, dengan berjalan gontai Ilwoo mengikuti gadis yang dipanggilnya tadi,
"Shin hye, Park Shin Hye tunggu". Teriak Ilwoo pada gadis berbaju polkadot yang berjalan menjauhi dirinya.
"Shin.. Aku mohon tunggu aku..." Teriak Ilwoo lagi namun gadis yang dipanggil Shin Hye itu tidak juga berhenti.

Tepat di sebuah taman Shin Hye berhenti dan berbalik memandang Ilwoo, wajahnya yang cantik tampak muram dan sendu.
"Wae? Wae oppa?". Tanya Shin Hye dengan lirih.
"Shin, apa benar ini kau Shin?". Tanya Ilwoo mendekati gadis tersebut.
Namun saat di dekati Shin Hye yang tadinya berwajah murung berubah seram.
"Kenapa oppa? Kenapaaaaaaa?". Teriak Shin Hye, sambil melayang mendekati Ilwoo membuat Ilwoo berjalan mundur dan Shin Hye pun semakin lama semakin dekat setelah itu  menembus tubuh Ilwoo hingga terjatuh dan hilang begitu saja.

"Tidak.. Tidak.. Tidaaaaakkkkkkkk". Teriak Ilwoo membuat beberapa orang melihat ke arahnya, lalu lalang orang yang hilir mudik di hadapannya melihat aneh pada dirinya yang kini tengah duduk bersujud tepat di tengah-tengah keramaian.


*** 09:00  PM***


Villa keluarga Jung yang kini tengah ditempati ke empat namja yang sedang refreshing sebelum melakukan come back dalam dunia music ini mulai terjadi kejanggalan-kejanggalan sejak jam besar di ruang depan dipindahkan, jam yang sebelumnya tidak berdentang, kini tepat setiap jam 9 malam jam tersebut berdentang sangat keras. Keanehan demi keanehan terjadi, kali ini Jong Hyun yang mengalaminya. Orang yang paling menentang dan tidak percaya dengan hal-hal gaib seperti hantu sebelum dirinya sendiri yang melihat.

Jong Hyun tengah berjalan menuju ruang depan, saat dirinya melewati ruangan yang dulu pernah dilihatnya, tiba-tiba seseorang memanggil dirinya, seorang gadis cantik dengan rambut panjang sepundak, tampak anggun dengan dress putih yang menutupi tubuhnya.

"Sejak kapan ada yeoja cantik seperti ini? Apa dia Hana?". Gumam Jong Hyun saat dirinya melihat gadis itu masih memanggil.
"Jong Hyun oppa, kajja kemarilah". Ajak gadis cantik itu.
Jong Hyun pun mendekati gadis yang tengah berdiri dan mengulurkan tangannya tersebut.
"Siapa kau ?". Tanya Jong Hyun.
"Shin Hye, namaku Park Shin Hye". Jawab gadis tersebut dengan tersenyum, sangat cantik.

Jong Hyun yang tersenyum ikut masuk ke dalam ruangan tersebut, namun tiba-tiba pintu tertutup dan lampu di ruangan tersebut mati.
"Shin, eodi?? Kenapa lampunya dimatikan?". Tanya Jong Hyun.
Namun tidak ada jawaban sama sekali. Jong Hyun yang berjalan di kegelapan menabrak sesuatu benda keras.
"Shin, jangan bercanda". Ucap Jong Hyun lagi.
Tidak berapa lama lampu pun menyala namun betapa terkejutnya Jong Hyun saat melihat keadaan ruangan dimana dirinya berada, sebuah ruangan kotor bahkan bisa dibilang gudang dengan bau amis yang menyengat, Jong Hyun pun berjalan menuju pintu tapi pintu tertutup dan terkunci,
"Mau kemana?". Tanya suara dari belakang.
Jong Hyun pun berbalik dan melihat seorang gadis yang membelakanginya.
"Shin, tempat apa ini?". Tanya Jong Hyun pada Shin Hye.
"Apa kau percaya hantu itu ada?". Tanya Shin Hye tanpa menjawab pertanyaan Jong Hyun.
"Any, kau seperti Min Hyuk saja, hantu itu tidak ada". Jawab Jong Hyun sambil tersenyum.
"Benarkah?". Jawab Shin Hye dan saat itu juga kepalanya berputar menghadap Jong Hyun tanpa diikuti tubuhnya, wajahnya yang tadi terlihat cantik kini penuh dengan darah, dari tangannya darah mengalir serta jalan yang terseok-seok mendekati Jong Hyun, sedangkan Jong Hyun hanya terdiam di tempat tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

"Cukup lama aku menunggu hari, akhirnya kau sendiri yang datang kemari, aku bersumpah keluarga Lee akan mati ditanganku". Ucap Shin Hye dengan keras.
"A.. Apa maksudmu? Kau siapa? Kenapa kau ingin aku mati?". Tanya Jong Hyun dengan bergetar.
"Karena keluargamu aku jadi menderita, kau harus matiiiiiii". Teriak Shin Hye.
"Tidakkkkkkkkk". Jong Hyun pun ikut berteriak saat tubuh melayang Shin Hye menghampiri dirinya dan tepat saat itu pintu terbuka, disana sudah ada Yong Hwa, Min Hyuk dan Jung Shin.

"Hyung, gwaenchana?". Tanya Jung Shin saat melihat kondisi Jong Hyun yang hampir sama dengan Min Hyuk tempo hari.
"Tidakk,, tidakkkkk,, aku tidak mau mati, aku tidak tau apa-apa". Racau Jong Hyun.

Akhirnya Jung Shin pun membawa Jong Hyun keluar diikuti Min Hyuk dan Yong Hwa, namun sebelum benar-benar keluar ruangan Yong Hwa memastikan sesuatu tapi tidak ada yang aneh dengan ruangan ini, lalu untuk apa Jong Hyun berada di ruangan yang seperti gudang ini?.

Sementera di Seoul
Seorang namja paruh baya tengah duduk dengan rokok yang menempel di bibirnya, sesekali kepulan asap terlihat saat namja tersebut mengeluarkannya. Tiba-tiba sebuah lagu mengalun dari benda pipih yang tergeletak di meja.
Namja itu pun berjalan dan melihat siapa yang tengah menghubunginya itu, sesaat wajahnya terlihat pucat karena melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

'Park Shin Hye calling'

Begitulah tulisan itu tertulis dilayar ponselnya, namja itu pun meletakkan kembali ponsel miliknya di meja, namun ponselnya kembali berdering dan nama itu muncul kembali, satu kali, dua kali hingga beberapa kali nama itu muncul di layar ponselnya membuat namja ini kesal.

"Siapa malam-malam seperti ini menggangguku?". Ucapnya kencang.
Ponsel pun kembali berbunyi namun hanya bunyi yang pendek, menandakan sebuah pesan telah masuk di kotak pesan. Namja itu pun membuka pesannya dan betapa terkejutnya saat melihat nama pengirim pesan.

'Oppa, bogoshipeo'
Park Shin Hye

Sebuah pesan yang sering dia dapatkan dulu saat dirinya masih berhubungan dengan yeoja bernama Park Shin Hye.

"Orang ini? Siapa orang ini? Siapa yang menggunakan ponsel Shin Hye?". Ucap namja itu lagi.

'Oppa, mengapa kau tidak menjawab panggilanku, apa kau tidak merindukanku? Lee Gyu Man oppa??'

Lagi-lagi sebuah pesan masuk, membuat namja bernama gyu man membanting ponsel miliknya dengan keras. Namun, ponsel itu kembali berdering membuat gyu man meninggalkan tempat dimana dirinya berada. Tepat saat itu shin hye berdiri di ruangan dimana tadi gyu man berada.

"Brengsek". Umpatnya.
Tangannya terkepal di atas kemudi, berkali-kali tangannya itu memukul keras kemudi.

Gyuman mengendarai kendaraannya menuju suatu tempat, difikirannya terlintas sebuah tanda tanya siapa sebenarnya orang yang tengah mengerjainya, tapi disatu sisi dirinya bertanya dari mana orang tersebut mendapatkan nomer ponselnya karena hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang mengetahuinya. Dan yang lebih menjadi pertanyaan adalah nama yang tertera di layar ponselnya, nama yang sudah lama tidak pernah dia lihat lagi.

"Ilwoo". Gumamnya lagi saat mengingat nama yang mungkin bisa memberikan penjelasan kepadanya.

Mobil tersebut melaju dengan kencang di jalanan seoul, saat tepat di perempatan jalan tiba-tiba seseorang melintas di jalan dan gyu man tanpa sengaja menabrak orang tersebut, suara decitan ban terdengar saat gyu man mengerem mobilnya dengan keras. Gyu man pun keluar untuk melihat kondisi orang yang sudah di tabraknya namun saat gyu man keluar tidak ada seorang pun yang berada disana bahkan tidak ada sedikit pun darah yang mungkin tersisa disana, tapi dengan jelas tadi gyu man menabrak seseorang bahkan mobilnya berbunyi keras saat dirinya menabrak seseorang itu. Tanpa pikir panjang gyu man pun masuk ke dalam mobilnya lagi, gyu man menjalankan lagi kendaraannya meninggalkan tempat tadi.

Gyu man yang fokus dengan jalanan sesekali melihat ke arah spion yang tergantung di hadapannya, disaat itulah sebuah bayangan terpantul, seorang gadis berambut sebahu tengah menatapnya tajam dengan pakaian polkadot yang penuh dengan lumuran darah, saat gadis itu menyeringai aliran darah keluar dari mulutnya. Gyu man pun melihat ke arah belakang namun tidak ada siapa-siapa disana, saat gyu man menatap spion lagi gadis itu berada disana lagi.

"Apa kau merindukanku oppa?". Ucapanya dingin sambil menatap gyu man tajam.
"Shi, Shin, Shin Hye??". Tanya gyu man tergagap membuat kendaraannya oleng tidak beraturan membuat beberapa kendaraan dibelakangnya membunyikan klakson dengan kencang.

"Wae? Kenapa kau mengacuhkanku?". Tanya Shin Hye lagi.

"Tidak, kau sudah mati! Keluar,,,, cepat keluar!". Teriak gyu man dengan satu tangan yang mencengkram kepalanya.
"Aku disini oppa, aku dan juga anak kita". Jawab shin hye sambil membelai perutnya.
"Tidak, kau sudah mati, kau sudah matiiiii". Teriak gyu man dan saat itu juga sebuah mobil truck melintas, karena gyu man tidak bisa memprediksi kedatangan truck tersebut dengan cepat cahaya lampu menghalang pandangan gyu man, dengan cepat gyu man pun membanting stirnya kekiri dan menabrak pohon besar disana.

"Tidakkkkkk". Teriak gyu man sebelum kendaraannya menabrak pohon besar tersebut, kepulan asap keluar dengan cepat begitu kap mesin terbuka.

Beberapa orang yang menyaksikan hal itu berhenti dan berlari untuk menyelamatkan gyu man dan membawanya ke rumah sakit.

*
*

"Bagaimana? Apa Jong Hyun baik-baik saja?". Tanya Hana ketika dirinya bertemu dengan Yong Hwa sama seperti sebelumnya ketika kejadian itu terjadi pada Min Hyuk.
"Dia baik-baik saja, hana-ya boleh aku bertanya sesuatu?". Tanya Yong Hwa.
"Ne, tanya lah". Jawab hana.
"Selama ini kau tinggal dimana? Mengapa kita hanya bisa bertemu disaat malam seperti ini? Atau pagi hari saat semua belum bangun". Tanya Yong Hwa.
"Aku, tinggal didekat sini, wae? Kau ingin tau rumahku ne?". Tanya hana dengan senyuman manisnya.
"Kalau kau tidak keberatan". Ucap Yong Hwa dengan sedikit menggaruk kepalanya, jujur saja sejak awal Yong Hwa melihat hana ada desiran hangat dihatinya, dan Yong Hwa mengerti apa rasa itu? Rasa bahwa dirinya sudah jatuh cinta pada hana.
"Kau namja yang baik yong, suatu hari nanti aku pasti memberitahukan dimana aku tinggal". Jawab hana sambil tersenyum.
"Kau janji?". Tanya Yong Hwa dan hanna hanya menganggukan kepalanya.
Sebuah senyuman tersungging di wajah tampan Yong Hwa.

Saat Yong Hwa menutup mata untuk menghirup udara tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.
"Min Hyuk". Panggilnya, Yong Hwa pun melihat berkeliling namun tidak ada hana disana.
"Hyung sedang apa malam-malam disini?". Tanya Min Hyuk.
"Tadi aku sedang berbincang dengan hana, tapi sepertinya dia sudah pergi". Jawab Yong Hwa.
Namun tidak ada jawaban dari Min Hyuk, suasana hening seketika, entah apa yang ingin Min Hyuk katakan namun hilang begitu saja.
"Sebenarnya ada apa kau kemari?". Tanya Yong Hwa seolah tau apa yang sebenarnya ingin Min Hyuk katakan.
"Any, aku hanya ingin mengajakmu cepat pulang ke seoul saja". Jawab Min Hyuk.
"Untuk apa? Kita belum genap dua minggu disini, apa kau ingin merusak suasana?". Tanya Yong Hwa yang entah mengapa dirinya sangat berat meninggalkan villa ini, jika boleh memilih lebih baik dia tidak jadi come back di music dibandingkan harus berpisah dengan hana.

Hana, itulah alasan Yong Hwa bertahan di tempat ini, tapi siapa sebenarnya Hana?

*** 09:00 PM ***

Dua minggu berlalu, suasana villa semakin menyeramkan, jam berdentang lebih keras dibanding sebelumnya, hawa pun semakin dingin itulah yang dirasakan ketiga namja lainnya tapi tidak dengan Yong Hwa, Yong Hwa yang selalu bercerita tentang gadis bernama hana namun tidak seorang pun dari Min Hyuk, Jong Hyun atau Jung Shin yang pernah melihat gadis tersebut.

Seolah-olah nama itu hanya ada dalam khayalan Yong Hwa saja.

"Apa kalian tidak percaya padaku ? Jadi, kalian sekarang berfikir aku yang gila?". Ucap Yong Hwa sambil berdiri dari bangku tempatnya duduk, saat itu mereka tengah sarapan.
"Bukan begitu hyung, hanya saja gadis yang kau sebutkan itu kami tidak pernah melihatnya". Jawab Jong Hyun disambung dengan anggukan Min Hyuk dan Jung Shin.
"Sudahlah jika kalian tidak percaya, akan aku ajak hana menemui kalian". Ucap Yong Hwa setelah itu pergi meninggalkan ketiga temannya.

Yong Hwa yang kesal akhirnya berjalan menuju tempat dimana dirinya dan hana sering bertemu dan tepat saat itu juga seorang gadis tengah duduk membelakangi dirinya.

"Hana". Panggil Yong Hwa,
Gadis itu pun menoleh dan tersenyum padanya, hana berdiri dari kursi tempatnya duduk dan melihat ke arah Yong Hwa, dengan tersenyum dan berlari kecil Yong Hwa pun menghampiri hana.
"Ada apa? Sepertinya kau sedang kesal?", tanya hana.
"Ne, aku kesal kepada ketiga temanku". Jawab Yong Hwa.
"Wae?". Tanya hana.
"Karena mereka bilang tidak pernah melihatmu di villa ini, sedangkan setiap malam kau ada disini". Jawab Yong Hwa namun hanya dijawab senyuman oleh hana.
"Mau ikut denganku?". Tanya hana sambil mengulurkan tangannya.
"Kemana?". Tanya Yong Hwa.
"Ikut saja, hmm". Jawab hanna.
Tanpa berfikir dua kali Yong Hwa pun menyambut tangan hana, menggenggamnya dengan erat.

Hana dan Yong Hwa berjalan kesebuah tempat yang tidak terlalu jauh dari villa Yong Hwa menginap. Mereka sampai disebuah rumah sederhana penuh dengan tanaman dan bunga-bunga yang beraneka ragam.
"Ini rumahku". Ucap hana seolah menjawab pertanyaan yang akan diajukan Yong Hwa.
"Kenapa sepi sekali? Dimana orang tuamu?". Tanya Yong Hwa.
"Appa sudah meninggal sejak aku kecil, sedangkan eomma sedang ke busan untuk beberapa hari". Jawab hana.
"Ohh begitu kah? Jadi ini alasanmu kenapa kau hanya datang saat malam hari?". Tanya Yong Hwa.
"Ne, karena siang hari aku harus bekerja dikedai paman lee sedangkan malam aku harus menjaga rumah, tapi semenjak paman sakit aku yang harus menggantikannya di villa". Jawab hana menjelaskan mengapa dirinya tidak pernah dilihat Min Hyuk, Jong Hyun atau pun Jung Shin.
"Seharusnya kau bertemu dengan temanku, setidaknya aku tidak berbohong jika lee ahjussi memiliki keponakan yang cantik sepertimu". Ucap Yong Hwa memuji hana dan hana hanya tersenyum malu.
"Apakah aku cantik?". Tanya hana.
"Ne, kau cantik". Jawab Yong Hwa dengan memandang lekat wajah hana, entah siapa yang lebih dulu kini kedua bibir mereka saling bertemu.

"Mian". Ucap Yong Hwa saat mereka melepaskan pagutan keduanya,
"Ne". Jawab hana dengan wajah yang memerah.

Tidak berapa lama sebuah pesan masuk dalam ponsel Yong Hwa, disana tertulis jika Jong Hyun menyuruhnya untuk kembali ke seoul sekarang juga.
"Hana-ya, sepertinya aku harus kembali ke villa, ada sesuatu yang terjadi dengan Jong Hyun". Ucap Yong Hwa yang mulai berjalan keluar rumah.
"Yong, hati-hati". Ucap hana dengan sedikit berteriak dan Yong Hwa hanya tersenyum setelah itu melambaikan tangannya.

Yong Hwa yang berjalan menuju villa dan melihat wajah cemas dari Jung Shin mempercepat jalannya dan menghampiri Jung Shin.
"Wae? Kenapa terburu-buru?". Tanya Yong Hwa.
"Paman lee kecelakaan, sekarang dia ada di rumah sakit". Ucap Jung Shin pada Yong Hwa.
"Bagaimana bisa?". Tanya Yong Hwa lagi.
"Molla, sebaiknya kita langsung ke sana saja hyung". Ucap Jung Shin lagi.
Yong Hwa dan Jung Shin pun masuk kedalam villa dan melihat beberapa tas yang sudah selesai di packing begitu pun dirinya yang mulai mengemas pakaiannya, setelah selesai Yong Hwa, Jung Shin, Min Hyuk dan Jong Hyun pun meninggalkan villa besar itu, saat mobil hitam metalik itu meninggalkan villa, shin hye tengah berdiri di tempat dimana Yong Hwa dan hana bertemu.

*
*

Jong Hyun yang berlari menuju ruang rawat ayahnya di RS. Ilho, melihat beberapa ruangan yang mungkin menjadi tempat dimana ayahnya dirawat, saat sudah yakin dengan tempat dimana ayahnya berada akhirnya Jong Hyun pun masuk dan mendapati keadaan ayahnya yang bisa dikatakan tidak baik.

"Shin, , pergi, , kau sudah mati. . Jangan ganggu aku". Teriak namja yang tidak lain ayah Jong Hyun, tertera nama Lee Gyu Man di label nama yang menempel di papan ranjang miliknya.

"Ada apa dengan ayahku uisa?". Tanya Jong Hyun saat melihat wajah histeris gyu man.
"Dia mengalami syok setelah kecelakaan malam kemarin, hampir saja dia kehilangan nyawanya namun karena cepat dibawa kemari masa kritisnya sudah lewat hanya saja sejak tuan Lee siuman hanya itu yang dikatakannya, kalau boleh saya tanya siapa itu Shin?". Tanya dokter paruh baya yang merupakan dokter pribadi keluarga Lee.
"Molla uisa, aku baru mendengar nama itu hari ini". Jawab Jong Hyun sambil memandang wajah ayahnya, gyu man terbaring dengan kain kassa yang melingkar di kepalanya serta kaki tangannya yang di perban, sedangkan satu tangannya yang bebas melayang di udara seakan mengusir sesuatu.

Semetara itu
Gyu man yang tengah melihat shin hye tepat diatasnya, melayang dengan rambut yang menjuntai serta tangan yang penuh darah, ,

"Oppa, kau tidak merindukan anak kita? Kau tidak merindukanku?". Tanya Shin Hye.
"Tidak, itu bukan anakku, kau sudah matiii.. Pergii.. Pergiiii". Teriak Gyu Man.
"Kenapa? Kenapa kau tidak mengakui anak ini?". Tanya Shin Hye dengan raut wajah yang sedih.
"Karena itu anak dari Seo In Guk, bukan anakku". Teriak Gyu Man.
"Tidak, tapi kalianlah yang membuatku seperti ini". Ucap Shin Hye.
"Tolong, menjauh dariku, aku mohon Shin,". Ucap Gyu Man kali ini dengan deraian air mata.
"Tidak, sebelum kalian mati aku tidak akan melepaskan kalian". Teriak Shin Hye dengan melayang mendekati Gyu Man.
Gyu Man pun menutup mata sambil berteriak dan menghalangi matanya dengan tangan yang bebas dari peralatan dokter.

"Appa, gwaenchana". Sebuah tangan terulur, dilihatnya Jong Hyun yang sudah berada disampingnya.
Gyu man hanya terdiam dan menatap kosong langit-langit kamar rumah sakit dengan mata yang menerawang tanpa sedikit pun berkedip membuat Jong Hyun hanya bisa mengusap tangan ayahnya dengan lembut. kini hanya ada ayahnya yang dia punya setelah Ibunya meninggal karena kecelakaan pesawat beberapa tahun yang lalu, sementara penglihatan Gyu Man terfokus pada satu titik dimana hanya ada satu subyek yang kini tengah melayang dengan mata yang juga memandang tajam dirinya, mata yang sarat akan kebencian dan dendam.


to be continued


anyeong! Ini cerita bergenre Horror Thriller pertama aku disini semoga feelnya dapet ya, tapi sepertinya gk terlalu seram sih hahahha semoga saja bisa dinikmati oleh para reader ya, terima kasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalkan komentar ya -aiia-

Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "09:00 PM"

Post a Comment

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?