Kategori

Hey! Don't Hurt Me Again

Cukup, hatiku hanya satu dan sejak awal kau lah pemiliknya. Aku terima siapa kau tanpa melihat dari mana kau berasal dan seperti apa keluargamu, aku tidak pernah mengekang dengan siapa kau berteman tapi hanya satu pintaku jangan pernah bermain api dibelakangku. Cukup!! Aku tidak ingin memperparah keadaan dengan terus melukai hatiku dengan semua sikapmu. Aku mohon jangan lukai perasaanku lagi.


Hey! Don't Hurt Me Again

Author : AIIA
MC : Jung Yong Hwa, Park Shin Hye.
OC : Yoon Shi Yoon as Park Shin Yoon, Jang Geun Suk, Seo Joo Hyun.
Lenght : One Shoot
Genre : Sad, Romance.
Rating : PG
Credit Poster : Aimuris Art
Disclaimer : 
Hai. . Hai. . Author datang lagi dengan cerita baru dan tetap dengan cerita yang seadanya, seluruh cerita yang ada di fanfiction ini murni hasil kerja dan imanjinasi penulis tanpa ada campur tangan atau menjiplak dari karya orang lain jika pun ada yang mungkin sama itu hanya kebetulan semata. Cast sepenuhnya hanya milik Tuhan dan penulis hanya meminjam nama mereka saja untuk keperluan cerita. Kesempurnaan hanya milik Tuhan sementara ke-Typo-an sepenuhnya milik Author. Don't Copy Paste and Bash!!! Cukup sekian, Happy Reading (*0*)





Story Begin. .
*
*

*** Don't Hurt Me Again ***


Mentari mulai turun dengan langit yang menguning sempurna, buih ombak terlihat menggulung dan saling berkejaran. Dari ujung terlihat gerombolan burung camar yang terbang menuju senjanya mega. Angin berhembus lembutnya menerbangkan beberapa helai daun yang kini jatuh tepat dikaki seorang gadis yang tengah diam, terpekur dengan tangan yang menutup sempurna wajahnya. Terdengar isakan yang semakin memilukan dan tubuhnya yang bergetar karena tangisannya mulai pecah kembali.

"Wae?". Gumamnya masih dengan tangis yang setia menemaninya.
Tidak ada jawaban dari pertanyaan yang dia lontarkan, karena jelas dia hanya seorang diri di tempat hening dan nyaman dimana tempat yang biasa dia kunjungi jika saat seperti ini.
"Waeeeeee?". Teriaknya memecah keheningan suasana pantai yang hanya terdengar riuh ombak di kejauhan.
"Shin, bersemangatlah dia bukan yang terbaik untukmu dan kau harus yakin itu, bersemangatlah". Ucapnya memberikan semangat kepada dirinya sendiri.
Langit mulai gelap saat akhirnya gadis ini memutuskan untuk kembali ke rumahnya dengan mata yang mengembang dan bengkak karena hampir seharian dirinya menangis.

"Kau darimana?". Tanya seorang pria saat melihatnya pulang sudah larut malam dengan kaca mata hitam yang melekat sempurna di atas hidung mancungnya.
Tanpa ada jawaban gadis ini pun hanya berjalan melewati pria yang tidak lain kakaknya.
"Yya, Park Shin Hye jawab jika ditanya apa karena namja brengsek itu lagi?". Teriaknya saat gadis yang ditanya itu hanya terdiam dan lebih memilih masuk kamar setelah itu menutup rapat kamarnya. Di dalam kamar tangisnya kembali pecah.

"Aku sudah bilang jangan pernah percaya dengan namja brengsek itu, buktinya kau selalu seperti ini setiap bertengkar dengannya Shin". Ucap namja tampan yang kini sudah ada disampingnya, mengelus lembut rambut adik kesayangannya itu.
"Tapi oppa aku mencintainya". Jawab gadis bernama Shin Hye itu dengan tubuh tertelungkup.
"Lalu dia? Apa dia mencintaimu? Jika dia benar-benar mencintaimu dia tidak akan selalu menyakitimu seperti ini terus". Jawab Park Shin Yoon namja tampan yang masih setia mengelus lembut adik satu-satunya ini.
"Keundeu Oppa". Shin Hye berbalik dan melihat ke arah Shin Yoon dengan mata yang lebih sembab dari sebelumnya.
"Aigo, mau sebesar apa matamu Shin? Sudah berhentilh menangisi pria seperti itu". Ucap Shin Yoon saat melihat kondisi adiknya.
"Dia pasti berubah Oppa, dia sudah berjanji padaku". Jawab Shin Hye lagi yang masih akan percaya dengan perubahan namjachingunya.
"Terserah kau, tapi jika aku melihatmu seperti ini lagi aku habisi dia". Jawab Shin Yoon setelah itu meninggalkasn Shin Hye yang hanya bisa terdiam diatas ranjangnya.

*
*

Mentari mulai kembali bersinar saat Shin Hye membuka matanya, tangan mungilnya meraba meja nakas yang ada disamping tempat tidurnya dan melihat jam weaker yang berdiri tegak dengan bunyi nyaring yang terdengar. Shin Hye menyipitkan matanya yang perih akibat menangis, setelah mematikan jam weaker Shin Hye pun bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


Tidak berapa lama Shin Hye keluar dengan pakaian yang sudah berganti setelah itu berjalan menuju meja rias dan melihat pantulan wajahnya yang bisa dikatakan tidak baik.
"Aigo, mataku". Desisnya sambil menepuk kedua pipi yang dulu chubby kini terlihat lebih tirus.

Shin Hye memberikan beberapa shading dibawah matannya serta polesan natural yang membuat matanya terlihat lebih segar dari aslinya, namun tetap saja tidak menghilangkan sembab dimata cantiknya.
"Aku rasa seperti ini cukup". Gumamnya pada cermin yang memantulkan dirinya sambil memakai kacamata hitam gaya andalannya.
Setelah berkutat dengan alat riasnya akhirnya Shin Hye turun dari kamarnya dan melihat sudah ada kakak serta ayahnya yang sedang sarapan di meja makan.
"Chagi ayo sarapan". Ucap Shin Hye Eomma.
"Ne, eomma". Jawab Shin Hye.
"Ada apa dengan mata mu Shin?". Tanya Eomma saat melihat kedua mata cantik Shin Hye tertutup kaca mata hitam.
"Aniyo Eomma hanya sedikit iritasi". Jawab Shin Hye bohong.
"Kau yakin? Apa perlu ke dokter?". Tanya Eomma lagi.
"Nae Gwaenchana Eomma, nanti juga sembuh". Jawab Shin Hye lagi.
"Ahh, ya hari ini Eomma dan Appa akan terbang ke America untuk mengurus produk kita disana selama satu minggu. Jadi, Eomma titip rumah kepada kalian ne dan jangan bertengkar". Ucap Eomma sambil menyuangkan minuman ke gelas suaminya.
"Eomma, kalian kan baru sampai kenapa harus pergi lagi eoh". Jawab Shin Hye kesal.
Ya, Tn dan Ny. Park memang tidak sepenuhnya tinggal bersama kedua anaknya karena alasan sibuk untuk mengurus produk kecantikan dengan brand terbaru di beberapa negara yang membuat mereka tidak lama berada di rumah, seperti saat ini yang baru saja beberapa jam yang lalu mereka sampai tapi harus pergi lagi.
"Kapan Eomma dan Appa pergi?". Tanya Shin Hye.
"Besok". Kali ini Tn. Park yang menjawab membuat Shin Hye menoleh ke arah ayahnya.
"Besok? Secepat itu?". Tanya Shin Hye yang kaget dengan jawaban Tn. Park.
"Ne, Chagi karena kita harus sampai tepat waktu sebelum acara launching dimulai". Jawab Eomma.
"Baiklah". Dengan lemah Shin Hye hanya mampu menghembuskan nafasnya dalam.

*** Don't hurt me again ***


Shin Hye yang sudah memasuki area kampus langsung berjalan menuju kelasnya tanpa melihat ke arah mana pun, Shin Hye akhirnya sampai depan pintu kelas hingga seseorang menarik tangannya dan membawanya menjauh dari depan pintu kelasnya.

"Wae?". Tanya Shin Hye saat orang yang menariknya berhenti tepat di hadapannya.
"Aku minta maaf". Satu kalimat yang sering Shin Hye dengar saat mereka bertengkar dan berakhir dengan Shin Hye yang berlari sambil menangis.
"Untuk apa?". Tanya Shin Hye dingin.
"Semua, aku janji Shin tidak akan mengulangi hal itu lagi". Ucapnya sambil memegang kedua pundak Shin Hye dan menatap mata boneka yang tertutup kacamata hitam itu.
"Lalu nanti kau lakukan lagi? Begitu?". Jawab Shin Hye yang membalas menatap namja dihadapannya.
"Aku sedang berusaha Shin! Apa kau tidak percaya?". Tanya namja itu dengan lemah.

"Aku percaya, sungguh! Bahkan kau bohong pun aku percaya Yong". Jawab Shin Hye dan bergegas meninggalkan namja dihadapannya, namun Yong namja yang dipanggilnya itu menarik tangan Shin Hye dan langsung mendekapnya dengan erat.

"Aku mohon beri aku waktu". Ucap namja bernama lengkap Jung Yong Hwa.
Shin Hye hanya bisa terdiam dan merasakan hangatnya dekapan namja yang sudah enam tahun bersamanya, waktu yang tidak sebentar untuk menjalin sebuah hubungan dengan macam hal yang sudah di lalui keduanya. Waktu yang lama bukan berarti keduanya mampu memahami sifat masing-masing dengan baik, setidaknya Shin Hye dan Yong Hwa berperan sebagai mana mestinya mereka jalani tapi jarak dan pekerjaan lagi-lagi menjadi alasan klasik untuk melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan dan memberikan ruang serta jarak yang lebih jauh dari sebelumnya

*
*

Lembayung senja mulai kembali menyapa sepasang pemuda dan pemudi yang kini tengah bergenggaman tangan melewati gerbang kampus, walau pun tangan keduanya terpaut namun tidak ada senyuman yang menghiasi wajah si gadis.
"Chagi, kau masih marah?". Tanya namja disampingnya.
"Aniyo Oppa, wae?". Jawab gadis yang tidak lain Shin Hye tanpa menoleh ke arah namja disampingnya.

Yong Hwa namja yang disamping Shin Hye hanya bisa merengkuh pundak gadisnya dan mengelus lembut puncak kepala Shin Hye.
"Mianhe hari ini Oppa tidak bisa mengantarmu pulang". Ucap Yong Hwa tepat saat mereka sampai di halte bus.
"Ne, Oppa gwaenchana". Jawab Shin Hye.
"Shin". Panggil Yong Hwa.
"Hmm".
Yong Hwa pun menarik wajah Shin Hye untuk menoleh ke arahnya.
"Kau masih marah?". Tanya Yong Hwa sama seperti sebelumnya.
"Any, Oppa. Aku sudah bilang aku tidak marah untuk apa Oppa tanyakan lagi?". Jawab Shin Hye balik bertanya.
"Karena kau sejak tadi mengacuhkanku Chagi". Jawab Yong Hwa.
Shin Hye pun hanya menghembuskan nafas panjang dan memperbaiki cara berdirinya untuk menghadap ke arah Yong Hwa.
"Oppa, aku tidak marah hanya saja aku lelah. Lelah dengan sikap yang kau berikan kepadaku Oppa, kalau Oppa benar-benar menyayangiku dengan tulus tolong jaga hatiku". Jawab Shin Hye sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Yong Hwa.

"Ne Chagi, Mianhe! Apa yang kau lihat itu tidak sepenuhnya benar". Jawab Yong Hwa.
"Ne, tapi sebagian dari itu berarti benar kan?". Tanya Shin Hye yang membuat Yong Hwa terdiam.

Flashback On

Seorang gadis tengah berjalan riang menuju gerbang kampus, matanya berbinar dengan senyum manis yang mengembang memikirkan sebentar lagi dirinya akan bertemu kekasih yang sudah 6 tahun ini bersamanya. Mereka berjanji bertemu di sebuah tempat yang sudah sering mereka kunjungi, akhirnya setelah lelah berjalan dan duduk menunggu bus yang di tunggu pun datang, dengan segera gadis ini pun naik dan duduk di samping jendela di kursi bagian belakang.

Tidak berapa lama gadis ini sampai di sebuah cafe yang menjadi tempat bertemu dengan kekasihnya yang ternyata kekasihnya itu sudah sampai lebih dahulu.
"Oppa, kau sudah lama?". Tanya gadis yang menghampiri dirinya.
"Any, baru 5 menit yang lalu. Kau mau pesan apa Shin?. Tanya Namja yang ada di hadapannya setelah gadis yang di tunggu sejak tadi duduk dihadapannya.
"Samakan saja denganmu Oppa". Jawab gadis yang tidak lain Shin Hye.
Shin Hye pun menyimpan tasnya di kursi samping.
"Chagi aku tinggal ke toilet dulu sebentar". Ucap Namja yang tidak lain Yong Hwa dan Shin Hye hanya mengangguk.

Yong Hwa pun meninggalkan Shin Hye sendiri, selama Yong Hwa pergi Shin Hye sibuk dengan ponsel miliknya dengan mencari berita di akun medsosnya. Saat Shin Hye tengah asyik berselancar di dunia maya tiba-tiba terdengar lantunan lagu, Shin Hye pun menghentikan sebentar kegiatannya dan melihat ke asal suara namun ponsel itu tidak lagi berbunyi membuat Shin Hye hanya sepintas untuk melihatnya dan kembali memandang ponsel yang sejak tadi dia genggam. Lantunan lagu terdengar berkali-kali setelah beberapa saat Shin Hye diamkan dan membuat Shin Hye penasaran siapa yang menghubungi Yong Hwa sedangkan Yong Hwa belum kembali dari toilet sejak 5 menit yang lalu.

Shin Hye pun melihat ponsel Yong Hwa takut jika telpon itu penting namun pemikiran itu hilang saat sebuah nama yang dikenalnya muncul di layar ponsel Yong Hwa, Shin Hye pun menekan tombol hijau dan menempelkan telingannya ke benda pipih tersebut.

"Yoboseo, Oppa besok kita jadi pergi nonton kan? Aku sudah merindukan Oppa. Sejak tadi aku hubungi kenapa baru di angkat eoh". Ucap seorang yeoja dari sebrang. Sedangkan Shin Hye hanya terdiam tanpa berniat menjawab.

"Oppa, kenapa kau diam? Apa kau sakit?". Tanya yeoja itu lagi dengan nada khawatir.

Tidak berapa lama Yong Hwa sampai dan melihat Shin Hye yang tengah menggunakan ponselnya dengan air mata yang sudah mengembang siap untuk jatuh.
"Shin?". Tanya Yong Hwa dan Shin Hye hanya menoleh setelah itu berdiri dan langsung memberikan ponsel ke tangan Yong Hwa tanpa ada perkataan apapun yang keluar dan langsung pergi meninggalkan Yong Hwa.
Yong Hwa pun melihat siapa yang sudah menghubunginya, tertera Seo Hyun di panggilan masuknya. Setelah membaca nama yang tertera itu Yong Hwa langsung mengejar Shin Hye dan beruntungnya Yong Hwa karena Shin Hye belum terlalu jauh dan Yong Hwa pun menggapai tangan Shin Hye dan menariknya untuk lebih dekat dengannya.
"Lepaskan". Ucap Shin Hye dengan air mata yang sudah membuat aliran sungai kecil di pipinya.
"Aku jelaskan dulu Shin". Jawab Yong Hwa.
"Apa yang harus dijelaskan lagi Yong?". Tanya Shin Hye.
"Kau bilang sudah tidak ada hubungan lagi dengan wanita itu, tapi apa? Dia masih menghubungimu bahkan kau besok sudah janji berkencan dengannya. Mengapa kau begitu jahat Yong?". Sambung Shin Hye dengan air mata yang lebih banyak keluar dari sebelumnya.
"Ya, dengarkan dulu penjelasanku". Ucap Yong Hwa.
"Tidak perlu di jelaskan lagi". Jawab Shin Hye yang kini sudah lepas dari genggaman Yong Hwa.
"Jangan mengikutiku". Sambung Shin Hye saat melihat Yong Hwa yang mulai melangkah untuk mengikuti kemana Shin Hye pergi.
Akhirnya Yong Hwa hanya mampu melihat kepergian gadis yang disayanginya tanpa memberikan penjelasan.

Flashback Off


"Wae? Kenapa diam?". Tanya Shin Hye sambil memandang Yong Hwa.
"Aniyo, aku harus jelaskan apa lagi? Agar kau percaya padaku?". Jawab Yong Hwa dengan balik bertanya.
"Tidak ada". Singkat Shin Hye.
"Shin, aku dan SeoHyun sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi". Jawab Yong Hwa berusaha menjelaskan.
"Lalu sebelumnya? Aku kan sudah katakan aku tidak suka kau masih berhubungan dengannya Oppa, tapi kenapa kau seolah-olah tidak mendengar dan tidak perduli denganku?". Tanya Shin Hye yang kembali teringat dengan hubungan Yong Hwa dan Seo Hyun sebelumnya.
"Mianhe, karena aku pun kesal dengan sikap mu yang tidak mengerti keadaanku dan saat itu Seo Hyun yang bisa mengerti bagaimana keadaanku". Jawab Yong Hwa.
"Ne, kau benar aku tidak pernah mengerti dirimu dan hanya Seo Hyun yang mengerti dirimu. Jadi, untuk apa kau masih diam dihadapanku? Pergilah dan temui kekasihmu itu". Jawab Shin Hye dengan sinisnya. Yong Hwa terdiam seakan salah melontarkan perkataan yang mungkin menurutnya itu suatu pembelaan. Tapi pada dasarnya seorang wanita tidak pernah mau mengalah atau disalahkan jadi jangan pernah coba-coba membuat alasan yang malah akan berbalik padamu sendiri, layaknya sebuah bumerang yang dilemparkan.
"Lalu aku harus bagaimana?". Tanya Yong Hwa pasrah.
"Tinggalkan dia! Apa itu sulit?". Jawab Shin Hye.
"Sudah Shin, aku dan dia hanya teman tidak lebih dari itu". Jawab Yong Hwa lemah.
"Sudahlah Oppa aku tidak ingin membuat suasana hatiku lebih buruk dari ini, bus nya sudah datang aku pulang". Jawab Shin Hye dan langsung berjalan menaiki tangga bus dan langsung duduk menghadap jendela tanpa melihat Yong Hwa yang ada di luar sedangkan Yong Hwa hanya mampu melihat gadisnya dalam diam dan akhirnya pergi meninggalkan dirinya sendiri.

*** Don't Hurt Me Again ***

Suasana sangat hening di sebuah ruangan yang hanya berukuran ( x ) dan hanya ada dua ruangan untuk tidur serta satu tempat mandi, sebuah kontrakan kecil yang di huni dua orang. Di lihat dari tempatnya walau pun sempit tapi cukup untuk tempat tidur yang digelarnya di atas lantai serta beberapa alat makan yang tersusun rapi di dekat kamar mandi, serta lemari kecil yang berada di ujung setiap ruang tidur yang menandakan milik dari penghuni kontrakan tersebut.

Dari arah luar terdengar derap langkah kaki yang mendekat dan bunyi knop pintu yang akan dibuka.
Seorang namja tampan masuk dengan kantong plastik yang berukuran cukup besar tengah dibawanya.
"Yong, kau tidak bekerja hari ini?". Tanya namja tersebut sambil menggantungkan jaket yang dipakainya saat melihat Yong Hwa masih tertidur dengan selimut yang menutup setengah tubuhnya.
"Aku libur". Jawab Yong Hwa malas.
"Biasanya kau tidak pernah ada di rumah jika hari libur, apa kau bertengkar lagi dengan Shin Hye?". Tanya Namja tampan itu lagi.
"Hmm". Deham Yong Hwa.
Namja itu hanya menghela nafas panjang melihat keadaan sahabatnya itu.
"Pasti SeoHyun lagi". Tebak namja tampan itu sambil berjalan mengambil alat makan dan kembali ke tempat dimana Yong Hwa masih bergumul dengan selimutnya.
"Ne, siapa lagi?". Jawab Yong Hwa kali ini menegakkan tubuhnya dan duduk di samping temannya.
"Aku kan sudah katakan jangan pernah bermain api saat kau memiliki seorang kekasih, apalagi aku lihat Shin Hye gadis yang baik, cantik dan juga setia. Kau bodoh jika menyakitinya apalagi sampai kehilangannya".
"Tapi, aku juga butuh perhatian dan pengertian dirinya Tn. Jang. Dan, perhatian serta pengertian itu aku malah dapatkan dari yeoja lain dan yeoja itu Seo Hyun". Jawab Yong Hwa yang berusaha membela diri.
"Terserah kau saja, jika suatu hari kau kehilangan Shin Hye aku tidak akan heran dan kau pasti akan menyesalinya". Ucap Namja tampan bernama lengkap Jang Geun Suk.
"Ingat kau akan merasa membutuhkannya saat kau benar-benar kehilangannya dan sebelum itu terjadi coba fikirkan lagi." Sambung Geun Suk.
Dan Yong Hwa hanya diam meresapi semua perkataan Geun Suk, memang benar apa yang dikatakan Geun Suk padanya tapi Yong Hwa pun tidak salah karena hanya ingin merasa diperhatikan dan di mengerti bagaimana posisinya saat ini.
"Sudahlah, sekarang kau makan saja! Ayo, nanti dingin". Ucap Geun Suk lagi.
Yong Hwa pun mulai makan nasi goreng kimchi yang tadi di bawa Geun Suk dengan malas.
Sesudah selesai makan Yong Hwa pun mencuci semua peralatan sedangkan Geun Suk mengambil beberapa pakaian kotor untuk dicuci.

*
*

Seorang yeoja cantik dengan rambut yang diikatnya menyerupai ekor kuda tengah berjalan menuju sebuah tempat, langkahnya yang kecil selalu menimbulkan suara saat sepatu ber'Hak'nya menempel lantai. Terlihat tas tangan yang tersampir di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya membawa sebuah keranjang makanan yang dibuatnya di rumah.

Sesampainya di tempat tujuan dia pun mulai mendekati salah satu pintu yang berjejer rapi yang ada di hadapannya, tangan mulus dan ramping itu pun mengetuk perlahan pintu rumah yang ditujunya.
"Nugu?". Tanya orang yang ada didalam.
"Anyeong, Geun Suk Oppa apakah Yong Hwa Oppa ada?". Tanya gadis cantik ini dengan sedikit menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat saat seorang namja tampan membuka pintu.

"Oh Seo Hyun-ssi Anyeong, Yong Hwa sedang mandi. Silahkan kau duduk dulu saja sebentar lagi dia selesai". Ucap namja yang tidak lain Geun Suk pada gadis manis yang ada dihadapannya dengan menunjukkan kursi yang ada di depan kontrakannya.
Seo Hyun, Gadis itu pun duduk dan meletakkan tas tangan serta keranjang makanannya di atas meja dan mulai menunggu Yong Hwa selesai mandi, tidak berapa lama Yong Hwa pun membuka pintu dan melihat Seo Hyun yang tengah menatap layar ponselnya.
"Seo Hyun". Panggil Yong Hwa.
Gadis yang di panggil itu pun menoleh dan tersenyum saat melihat orang yang sudah ditunggunya sejak tadi.
"Oppa". Seo Hyun pun berdiri dan langsung memeluk Yong Hwa dan saat itu juga Seo Hyun dapat menghirup aroma maskulin dari tubuh Yong Hwa.
"Ada apa kau kemari?". Tanya Yong Hwa yang aneh melihat Seo Hyun yang sudah datang ke kontrakannya.
"Aku merindukan Oppa". Jawab Seo Hyun dengan manja.
"Oppa pasti tidak merindukanku eoh". Ucap Seo Hyun lagi sambil mencolek hidung mancung Yong Hwa.
"Tentu saja aku merindukanmu, mianhe karena aku tidak memberikan kabar". Jawab Yong Hwa yang kali ini membalas pelukan Seo Hyun sedangkan Seo Hyun tersenyum dibalik punggung Yong Hwa.
"Gwaenchana Oppa, mungkin Oppa sedang sibuk dan aku bisa mengerti itu Oppa". Jawab Seo Hyun.

Inilah yang Yong Hwa cari seorang gadis yang bisa mengerti dirinya yang tidak selalu menaruh curiga apapun bahkan setiap bertemu Seo Hyun selalu memasang wajah ceria sehingga tidak pernah ada perasaan tidak enak yang selalu Yong Hwa temukan tidak seperti ketika bertemu dengan Shin Hye. Jangankan untuk tersenyum, menoleh pun tidak jika mereka bertemu dan membuat suasana semakin runyam dan hambar.
Tapi tanpa Yong Hwa sadari pula sikap Shin Hye seperti itu pun karena dirinya.
"Hari ini Oppa tidak kerja? Apa Oppa sakit?". Tanya Seo Hyun sambil menempelkan punggung tangan ke kening Yong Hwa.
"Aniyo, Chagi aku sedang Free Hanya saja aku sedang malas kemana-mana, wae? Kau ingin pergi?". Tanya Yong Hwa yang dibalas anggukkan oleh Seo Hyun.

"Kau mau pergi kemana?". Tanya Yong Hwa.
"Seperti Janjimu sebelumnya, bagaimana kalau kita nonton? Sebelumnya gagal bukan karena kau ada urusan". Jawab Seo Hyun.
Yong Hwa pun terdiam, Urusan yang dimaksud tidak lain urusan tentang dirinya dan Shin Hye.
"Baiklah, Tunggu sebentar aku ambil jaket dulu". Jawab Yong Hwa dan masuk ke dalan kontrakan.
Sementara Seo Hyun menunggunya di luar, Geun Suk yang tengah mendengarkan lagu menoleh ke arah Yong Hwa.
"Kau akan pergi dengan Seo Hyun lagi?". Tanya Geun Suk.
"Ne". Jawab Yong Hwa sambil membenarkan tatanan rambutnya.
Geun Suk pun menghela nafasnya sekejap dan kembali menghirup oksigen baru guna mengganti oksigen yang dikeluarkannya tadi.
"Kau masih ingin bermain api? Kau lupa dengan perkataanku tadi?". Tanya Geun Suk yang tidak tau harus bagaimana lagi berbicara dengan temannya itu.
"Entahlah, sekarang aku jalani saja dulu yang ada lagi pula Shin Hye tidak tau apa yang aku lakukan". Jawab Yong Hwa yang membuat Geun Suk lebih frustasi. Andai saja namja yang ada dihadapannya ini bukan sahabatnya sudah dia pukul wajah tampannya itu, tapi untuk apa? Suatu hari nanti, cepat atau lambat Yong Hwa akan menyesali apa yang sudah dilakukannya tinggal waktu yang menentukan tapi dengan catatan jika dia benar-benar menyesalinya.
"Terserah kau saja Yong". Ucap Geun Suk malas dan melanjutkan kembali mendengarkan lagu favoritnya.

Yong Hwa dan Seo Hyun pun akhirnya pergi berkencan setelah berpamitan dengan Geun Suk dan memberikan keranjang makanan yang tadi dibawanya. Senyum terukir saat jari lentiknya digenggam hangat oleh Yong Hwa, sementara Geun Suk yang melihat itu hanya mampu menggelengkan kepalanya setelah itu menutup pintu dengan cepat.

*** Don't Hurt Me Again ***

Seorang namja berjalan dengan tergesa-gesa, terlihat matanya yang merah menahan amarah. Sesampainya di tempat yang dituju dia pun membuka pintu kamar tanpa persetujuan dari pemiliknya. Sedangkan orang yang ada di dalam kamar terlonjak kaget saat mendengar suara pintu yang dibuka paksa.
"Yya, Oppa kenapa tidak ketuk pintu dulu eoh, bagaimana jika aku sedang berganti baju?". Tanya gadis yang tidak lain Shin Hye.

"Tapi nyatanya kau baru saja bangun dari tidur mu kan? Aku sudah hafal jadwal mandimu Shin dan ini waktunya kau berselancar di dunia mimpimu mengharapkan pangeranmu datang untuk segera menikahimu tapi sayangnya pangeran itu brengsek dan tidak patut untuk dicintai". Jelasnya Kasar tanpa perduli dengan tatapan bingung dari Shin Hye.
"Apa maksud Oppa?". Tanya Shin Hye bingung.
"Lihat ini". Shin Yoon pun memberikan Ponsel miliknya pada Shin Hye, awalnya Shin Hye bingung ada apa di ponsel Shin Kyung yang mengharuskan Shin Hye untuk melihatnya namun matanya terbelalak saat melihat seorang Namja dan Yeoja yang sudah dikenalnya terlebih Namjanya. Di foto itu terlihat sang Namja tengah memeluk pinggang gadis disampingnya erat sedangkan yeojanya tengah mencium pipi namja itu dengan mesra dan semua itu dilakukan saat berada di bioskop.

"Itu aku ambil saat aku dan Mirae pergi menonton hari ini, apa itu namja yang kau ingin pertahankan? Namja yang katanya akan berubah? Dia tidak akan berubah Shin, sekali brengsek tetap saja brengsek". Ucap Shin Yoon dengan nada kesal yang tertahan, ingin rasanya dirinya memukul wajah namja yang ada di foto itu namun Shin Hye selalu membela dengan mengatakan kekasihnya itu akan berubah dan dia itu namja yang baik.
Shin Hye hanya mampu menutup mulutnya menahan isakan yang keluar bersamaan dengan air matanya. Namja di foto itu tidak lain adalah Yong Hwa bersama Seo Hyun yang katanya Yong Hwa sudah tidak lagi berhubungan dengan Seo Hyun tapi apa ini? Kenapa Yong Hwa berbohong lagi?.

Flashback On


"Oppa kita akan menonton apa?". Tanya seorang gadis cantik dengan rambut sebahu.
"Bagaimana kalau itu saja ?". Tanya namja disampingnya sambil menunjuk film Ouija (hadehhh gk ada film lain apa ya? Hahahaha)
"Yya, itu kan film Horror Oppa". Protes gadis cantik itu.
"Gwaenchana Chagi, kita nonton itu saja jadi jika kau takut kau bisa memelukku, Eotte?". Jawab namja disampingnya dengan mengerling nakal.
"Yya, Shin Yoon Oppa kau yadong". Teriak gadis itu sambil memukul tangan Shin Yoon.
"Hahaha, yadong dengan kekasih sendiri, apa ada yang salah? Cho Mirae?". Tanya Shin Yoon yang lagi-lagi mengerling nakal.
"Yya, hentikan kerlinganmu itu Oppa". Ucap Mirae yang sejak tadi dijahili Shin Yoon.

Saat melihat Mirae yang mulai merajuk dan berjalan menjauhi Shin Yoon karena ulah jahilnya, Shin Yoon pun mengejar Mirae hingga siluet seseorang yang dikenalinya melintas dihadapannya. Shin Yoon yang penasaran dengan orang yang tadi di lihatnya langsung mengikuti kemana orang itu pergi dan ternyata dugaannya benar orang itu tidak lain adalah Yong Hwa dan Seo Hyun yang tengah bejalan masuk ke bioskop dan mulai mengantri untuk membeli tiket dan tepat saat itu juga Shin Yoon melihat Yong Hwa yang merangkul mesra pinggang gadis disampingnya sementara gadisnya mencium pipi Yong Hwa tepat di hadapannya dengan posisi membelakangi dirinya.
"Gomawo Oppa". Ucap gadis disampingnya.
"Ne, Chagi". Jawab Yong Hwa yang lebih memeluk erat kekasihnya itu dan mengelus sayang puncak kepala gadis disampingnya.
Dengan kesal Shin Yoon pergi setelah memotret kedua pasangan di depannya itu dan mencari kemana perginya Mirae.

Flashback Off


"Sudahlah Shin namja seperti itu tidak layak kau pertahankan, apa kau ingin terus tersakiti seperti ini hah?". Tanya Shin Yoon yang malah membentak Shin Hye sedangkan Shin Hye hanya terdiam.
"Aku sudah katakan padamu, namja seperti itu tidak akan pernah berubah sekali brengsek tetap saja brengsek". Lagi-lagi Shin Yoon meluapkan emosinya pada Shin Hye yang masih terdiam dengan deraian air mata yang sudah tidak mampu lagi dibendungnya.

"Cukup Oppa, Cukup! Aku memang bodoh karena percaya dengannya tapi apakah aku tidak boleh berharap jika dia akan berbuat baik dan merubah perilakunya?". Teriak Shin Hye yang akhirnya meledak juga.
"Sampai kapan Shin? Sampai kau mati karena sakit hati? Begitu?". Tanya Shin Yoon yang membuat Shin Hye menutup telinganya.
"Wae? Kenapa kau menutup telingamu? Apa perkataanku salah?". Tanya Shin Yoon lagi.
"Sudah aku bilang Cukup Oppa, Jika Oppa hanya ingin menambah luka lebih baik Oppa keluar". Teriak Shin Hye sambil menunjuk arah pintu.
"Sadarlah Shin, aku hanya tidak ingin kau selalu menderita karena sikap namja itu". Ucap Shin Yoon lagi sambil merengkuh bahu adik kesayangannya itu, bagaimana pun juga Shin Yoon tidak ingin adik satu-satunya ini selalu menangis jika setiap kali selesai bertemu Yong Hwa walaupun sekarang intensitas pertemuan mereka sudah berkurang karena kesibukan masing-masing dan itulah alasan mengapa Yong Hwa memilih bermain api dibelakang Shin Hye.
"Aku bilang KELUAR". Teriak Shin Hye dan mendorong tubuh Shin Yoon untuk keluar kamarnya.
"Jika kau mau seperti itu terus silahkan tapi jangan pernah kau tunjukkan wajah seperti sekarang lagi kepadaku dan jika aku melihatmu seperti ini lagi akan aku habisi namja yang kau banggakan itu, lihat saja nanti". Teriak Shin Yoon dari balik pintu kamar Shin Hye sedangkan Shin Hye yang sudah terjatuh dari posisinya hanya bisa menangis dengan wajah tertelungkup di atas kakinya.

*
*

Yong Hwa dan Seo Hyun yang sudah pulang berkencan akhirnya berjalan menuju halte bis dan Yong Hwa berencana untuk mengantarkan Seo Hyun ke rumahnya.
"Gomawo untuk hari ini Oppa". Ucap Seo Hyun setibanya mereka di depan pintu pagar rumah Seo Hyun.
"Apa kau senang?". Tanya Yong Hwa.
"Ne, Oppa. Apa Oppa mau mampir dulu?". Jawab Seo Hyun sambil menawarkan Yong Hwa untuk masuk kedalam rumahnya.
"Aniyo, nanti apa kata Eommamu jika melihatku disini. Bukankah Eommamu tidak menyukaiku?". Tanya Yong Hwa yang membuat Seo Hyun menundukkan kepalanya.
"Ne, kau benar Oppa. Andai saja aku dijodohkan denganmu kita tidak akan seperti ini eoh". Jawab Seo Hyun lemah.
"Gwaenchana Chagi, jika kita memang harus bersama kita pasti bisa bersama". Jawab Yong Hwa sambil menggenggam tangan gadis dihadapannya seakan melupakan akan ada hati yang terluka jika mendengar perkataannya pada gadis yang kini tengah tersenyum.
"Baiklah, Oppa pulang ne". Pamit Yong Hwa.
"Heem, hati-hati Oppa. Kabari aku jika sudah sampai". Ucap Seo Hyun. Setelah dirasa Yong Hwa sudah jauh Seo Hyun pun menutup pintu pagar rumahnya dan berjalan menuju pintu utama.

Yong Hwa pun kembali ke kontrakan dengan disambut wajah malas Geun Suk namun Yong Hwa tidak memperdulikannya dan mulai berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah itu keluar dan mulai merebahkan tubuhnya serta memejamkan kedua matanya untuk beristirahat.

*** Don't Hurt Me Again ***


Suasana kampus yang selalu ramai setiap harinya kini terasa sangat hening bagi seorang gadis yang tengah duduk memandang ke luar jendela, matanya tidak fokus dengan pelajaran yang tengah di sampaikan oleh dosen yang berdiri di depan.
Selama pelajaran pula Soo Hwa teman sebangkunya dibuatnya seperti tengah berbincang dengan patung manusia layaknya mannequin.
Pelajaran terasa begitu cepat berlalu saat Shin Hye tersadar karena Soo Hwa menyenggol tangan Shin Hye.
"Apa sudah selesai?". Tanya Shin Hye saat melihat beberapa orang sudah mulai hilang.
"Sudah sejak tadi, kau ada apa? Hari ini kau seperti sedang melakukan mannequin challenge, tidak berkedip dengan waktu yang lama bahkan aku kira kau tertidur dengan mata terbuka". Jelas Soo Hwa yang aneh melihat teman disampingnya ini.
"Aniyo Soo Hwa-ya, Gwaenchana". Jawab Shin Hye dengan senyuman yang dipaksakan.
"Kau yakin?". Tanya Soo Hwa yang merasa tidak yakin dengan jawaban temannya itu. Jika memang baik-baik saja tidak mungkin Shin Hye diam mematung selama 1 pelajaran penuh dan melewatkan pelajaran favoritnya.
"Ne, Soo Hwa-ya". Jawab Shin Hye.
Soo Hwa hanya mengangkat bahunya saat melihat apa yang dikatakan temannya itu berbeda dengan apa yang ditunjukkannya karena dengan jelas jika Shin Hye sedang baik-baik saja.

Waktu berlalu dengan cepat dan akhirnya Shin Hye pun pulang tanpa sekali pun bertemu dengan Yong Hwa, sedangkan Yong Hwa mencari Shin Hye dikelasnya.
"Apa kau melihat Shin Hye?". Tanya Yong Hwa pada gadis di depannya.
"Dia sudah pulang, ahh ya ada apa lagi dengan kalian? Apa yang kau perbuat padanya?". Tanya gadis yang tidak lain Soo Hwa.
"Memang ada apa dengan Shin Hye? Kami baik-baik saja". Jawab Yong Hwa.
"Kau yakin? Aku harap kalian baik-baik saja". Jawab Soo Hwa yang seakan tau apa yang tengah dialami temannya itu sambil berjalan meninggalkan Yong Hwa, sedangkan Yong Hwa terdiam dengan ucapan Soo Hwa yang baru saja dia dengar, apa maksud Soo Hwa berbicara dengan nada seperti itu? Apa mungkin Shin Hye tau jika dirinya berkencan dengan Seo Hyun malam sebelumnya? Tapi darimana? Itu tidak mungkin.

*
*

Yong Hwa yang berjalan menuju sebuah rumah yang dulu sering dia kunjungi, pagar biru yang menutupi rumah tersebut sedikit terbuka dan terlihat seorang namja yang tengah mencuci mobil kesayangannya.
"Anyeong, Hyung". Sapa Yong Hwa pada namja yang tengah menyiramkan air ke atas body mobilnya. Namja itu pun menoleh dan langsung membuang slang air yang sejak tadi dipegangnya.
"Kau? Masih berani datang kemari?". Tanya namja yang tidak lain Shin Yoon yang langsung melayangkan tinjunya ke arah wajah Yong Hwa sementara Yong Hwa yang tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi langsung terjatuh di lantai.

Sementara itu
Shin Hye yang tengah asyik membaca buku di kamarnya mendengar keributan yang berasal dari halaman rumahnya, Shin Hye pun bangun dan melihat ke arah jendela kamarnya.

"Yya, Oppa hentikan". Teriak Shin Hye dari balkon kamarnya saat melihat Shin Yoon yang berada di atas Yong Hwa dengan tangan yang berkali-kali memukul wajah Yong Hwa hingga menimbulkan memar dan darah di ujung bibirnya. Shin Hye pun berlari dan melerai perkelahian antara Kakaknya dan Yong Hwa.
"Apa yang Oppa lakukan Eoh?". Tanya Shin Hye sambil membantu Yong Hwa berdiri dan memegang wajah Yong Hwa yang sudah babak belur.
"Aku sudah tidak tahan melihat namja brengsek sepertinya, Shin cepat masuk dan kau pergi jangan pernah datang lagi". Ucap Shin Yoon yang memang sudah memendam kekesalan pada Yong Hwa sejak tau jika Yong Hwa bermain di belakang Shin Hye.

"Oppa". Teriak Shin Hye.
"Shin, cepat masuk". Shin Yoon menarik tangan Shin Hye dan membawanya masuk ke dalam rumah dengan meronta.
Yong Hwa yang tidak bisa berkata apapun langsung meninggalkan rumah bercat putih itu dengan banyak luka lebam diwajahnya.

*** Don't Hurt Me Again ***

"Aku kan sudah pernah bilang jangan bermain api, inilah akibatnya. Jika aku menjadi Kakak Shin Hye pasti akan melakukan hal yang sama juga". Ucap Geun Suk saat mengobati wajah memar Yong Hwa dengan air hangat, Geun Suk pun berjalan dan mengambil kotak P3K dan menempelkan obat merah hingga Yong Hwa mengaduh karena perih.

"Aku heran denganmmu, sebenarnya apa yang kau cari? Shin Hye itu gadis yang baik, cantik, pintar dan dia menerima apapun yang ada padamu tapi kau? Kau malah mengkhianatinya". Ucap Geun Suk sambil menempelkan plester di wajah dan dahi Yong Hwa.
"Gomawo". Ucap Yong Hwa.
"Aku hanya butuh perhatian dan pengertian". Sambung Yong Hwa.
"Shin Hye begitu perhatian padamu, lalu kurang kurang pengertian apa Shin Hye padamu? Kau ini aneh". Ucap Geun Suk sambil duduk disamping Yong Hwa.
"Kenapa kau cerewet seperti seorang yeoja eoh?". Tanya Yong Hwa yang mulai malas mendengar ocehan Geun Suk.
"Hah! Aku tidak mengerti lagi denganmu". Ucap Geun Suk yang mulai menyalakan game di ponselnya.

Yong Hwa yang baru selesai diobati Geun Suk lebih memilih tidur dibanding mendengar ocehan Geun Suk walaupun apa yang dikatakan Geun Suk memang benar.

*** Don't Hurt Me Again ***


Hampir satu minggu Shin Hye dan Yong Hwa tidak berkomunikasi setelah kejadian di rumah Shin Hye waktu itu, bukan karena Shin Hye tidak mau menghubungi Yong Hwa atau bertemu dengannya tapi sejak hari itu Shin Yoon selalu mengantar jemput Shin Hye ke kampus dan ponsel Shin Hye pun disita sedangkan jam pelajaran antara Shin Hye dan Yong Hwa berbeda sehingga keduanya selalu terpisah.
Tepat saat Shin Hye keluar kelas Yong Hwa sudah berdiri menyandar di tembok depan kelas Shin Hye.
"Yong?". Panggil Shin Hye.

Yong Hwa pun menoleh ke arah Shin Hye lalu menegakkan tubuhnya.
Tanpa bicara Yong Hwa pun menarik tangan Shin Hye.
"Ada apa?". Tanya Shin Hye saat mereka berada di atap kampus.
"Kenapa kau selama satu minggu ini menghindariku?". Tanya Yong Hwa.
"Sudah jelas apa alasannya". Jawab Shin Hye.
"Baiklah, aku memang berkencan dengan Seo Hyun karena aku sudah kesal dengan semuanya Shin". Jawab Yong Hwa.
"Kesal? Apa yang membuatmu kesal?". Tanya Shin Hye.
"Dengan semua sikapmu, aku juga butuh perhatianmu Shin. Aku tau antara diriku dan kau itu berbeda, aku hanya seorang mahasiswa biasa dan pegawai toko sedangkan kau memiliki apa yang tidak aku miliki". Jawab Yong Hwa.
"Apa aku pernah mempersalahkan hal itu Yong? Jika aku mempermasalahkan hal itu sudah sejak dulu aku tidak menerima dirimu, tapi mengapa sekarang kau bicara seperti itu eoh? Jika memang kau sudah bosan denganku katakan saja". Ucap Shin Hye yang mulai merasa kesal dengan ucapan Yong Hwa.
"Baiklah aku salah, aku ingin semua kita lupakan dan memulai semuanya lagi dari awal". Ucap Yong Hwa dengan menggenggam tangan Shin Hye.
"Terlalu banyak kesempatan yang kau sia-siakan Yong". Jawab Shin Hye.
"Aku mohon satu kali ini lagi, aku akan meninggalkan Seo Hyun dan tetap bersamamu Shin. Aku tidak mau kehilangan dirimu lagi". Ucap Yong Hwa.
Karena rasa cinta Shin Hye yang begitu besar akhirnya Shin Hye memberikan lagi kesempatan pada Yong Hwa untuk bisa mempercayainya lagi.

5 bulan kemudian

Setelah terakhir kali Yong Hwa bertemu Shin Hye hubungan mereka kembali baik-baik saja bahkan mereka menjadi lebih dekat dari sebelumnya hingga suatu hari Shin Hye kembali menemukan sesuatu yang membuat hatinya lagi-lagi merasa kecewa.
Nama itu masih ada dan tersimpan rapi disana.
"Apa ini?". Tanya Shin Hye sambil menyerahkan ponsel Yong Hwa saat mereka berada di kontrakan Yong Hwa, untung saja ponsel tidak Shin Hye lempar begitu saja.
Yong Hwa pun menerima dan melihat sebuah foto serta percakapan yang baru beberapa hari ini mereka lakukan kurang pengertian apa Shin Hye padamu? Kau ini aneh". Ucap Geun Suk sambil duduk disamping Yong Hwa.
"Kenapa kau cerewet seperti seorang yeoja eoh?". Tanya Yong Hwa yang mulai malas mendengar ocehan Geun Suk.
"Hah! Aku tidak mengerti lagi denganmu". Ucap Geun Suk yang mulai menyalakan game di ponselnya.
Yong Hwa yang baru selesai diobati Geun Suk lebih memilih tidur dibanding mendengar ocehan Geun Suk walaupun apa yang dikatakan Geun Suk memang benar.

*** Don't Hurt Me Again ***


Hampir satu minggu Shin Hye dan Yong Hwa tidak berkomunikasi setelah kejadian di rumah Shin Hye waktu itu, bukan karena Shin Hye tidak mau menghubungi Yong Hwa atau bertemu dengannya tapi sejak hari itu Shin Yoon selalu mengantar jemput Shin Hye ke kampus dan ponsel Shin Hye pun disita sedangkan jam pelajaran antara Shin Hye dan Yong Hwa berbeda sehingga keduanya selalu terpisah.

Tepat saat Shin Hye keluar kelas Yong Hwa sudah berdiri menyandar di tembok depan kelas Shin Hye.
"Yong?". Panggil Shin Hye.
Yong Hwa pun menoleh ke arah Shin Hye lalu menegakkan tubuhnya.
Tanpa bicara Yong Hwa pun menarik tangan Shin Hye.
"Ada apa?". Tanya Shin Hye saat mereka berada di atap kampus.
"Kenapa kau selama satu minggu ini menghindariku?". Tanya Yong Hwa.
"Sudah jelas apa alasannya". Jawab Shin Hye.
"Baiklah, aku memang berkencan dengan Seo Hyun karena aku sudah kesal dengan semuanya Shin". Jawab Yong Hwa.
"Kesal? Apa yang membuatmu kesal?". Tanya Shin Hye.
"Dengan semua sikapmu, aku juga butuh perhatianmu Shin. Aku tau antara diriku dan kau itu berbeda, aku hanya seorang mahasiswa biasa dan pegawai toko sedangkan kau memiliki apa yang tidak aku miliki". Jawab Yong Hwa.
"Apa aku pernah mempersalahkan hal itu Yong? Jika aku mempermasalahkan hal itu sudah sejak dulu aku tidak menerima dirimu, tapi mengapa sekarang kau bicara seperti itu eoh? Jika memang kau sudah bosan denganku katakan saja". Ucap Shin Hye yang mulai merasa kesal dengan ucapan Yong Hwa.
"Baiklah aku salah, aku ingin semua kita lupakan dan memulai semuanya lagi dari awal". Ucap Yong Hwa dengan menggenggam tangan Shin Hye.
"Terlalu banyak kesempatan yang kau sia-siakan Yong". Jawab Shin Hye.
"Aku mohon satu kali ini lagi, aku akan meninggalkan Seo Hyun dan tetap bersamamu Shin. Aku tidak mau kehilangan dirimu lagi". Ucap Yong Hwa.
Karena rasa cinta Shin Hye yang begitu besar akhirnya Shin Hye memberikan lagi kesempatan pada Yong Hwa untuk bisa mempercayainya lagi.

5 bulan kemudian

Setelah terakhir kali Yong Hwa bertemu Shin Hye hubungan mereka kembali baik-baik saja bahkan mereka menjadi lebih dekat dari sebelumnya hingga suatu hari Shin Hye kembali menemukan sesuatu yang membuat hatinya lagi-lagi merasa kecewa.
Nama itu masih ada dan tersimpan rapi disana.

"Apa ini?". Tanya Shin Hye sambil menyerahkan ponsel Yong Hwa saat mereka berada di kontrakan Yong Hwa, untung saja ponsel tidak Shin Hye lempar begitu saja.
Yong Hwa pun menerima dan melihat sebuah foto serta percakapan yang baru beberapa hari ini mereka lakukan dan saat itu Shin Hye tengah berada di busan untuk urusan keluarga.
"Bisa aku jelaskan Shin". Ucap Yong Hwa.
"Cukup, Tidak perlu kau jelaskan lagi! Hatiku hanya satu dan sejak awal kau lah pemiliknya. Aku terima siapa kau tanpa melihat dari mana kau berasal dan seperti apa keluargamu, aku tidak pernah mengekang dengan siapa kau berteman tapi hanya satu pintaku jangan pernah bermain api dibelakangku. Cukup!! Aku tidak ingin memperparah keadaan dengan terus melukai hatiku dengan semua sikapmu. Aku mohon jangan lukai perasaanku lagi". Ucap Shin Hye.
"Baik, okeh Shin. Aku memang masih berhubungan dengan Seo Hyun tapi cukup itu yang terakhir aku benar-benar tidak ingin lagi kehilanganmu". Ucap Yong Hwa kali ini menarik tangan Shin Hye namun Shin Hye tepis.
"Aku akan menghapus semua kontaknya di hadapanmu". Ucap Yong Hwa namun terlambat Shin Hye sudah menarik ponsel Yong Hwa dan melemparkannya dengan keras hingga hancur.
"Mungkin itu lebih baik, jika kau tidak terima silahkan saja. Sudah cukup aku menahan rasa sakit ini Yong". Teriak Shin Hye.

Sedangkan Yong Hwa hanya terdiam dengan semua ucapan serta ulah Shin Hye saat ini, entah apa yang kini Yong Hwa rasakan.
Yong Hwa pun menarik tubuh Shin Hye dan merengkuhnya erat, menyembunyikan kepalanya disela-sela leher Shin Hye.
"Ne, aku terima dan aku tidak akan marah. Apapun yang kau lakukan memang pantas aku dapatkan Shin tapi aku mohon jangan tinggalkan diriku". Ucap Yong Hwa.

Sementara Shin Hye hanya terdiam dengan deraian air mata yang sudah membasahi pipi.
Bagaimana pun tetap saja perasaan yang dimiliki Shin Hye begitu tulus pada Yong Hwa tapi apa yang di lakukan Yong Hwa begitu sangat menyakitkan bagi Shin Hye. Karena kekesalan dan kemarahan yang Shin Hye pendam inilah panggilan yang biasanya begitu enak di dengar Yong Hwa dengan panggilan 'Oppa' menghilang begitu saja dan Shin Hye lebih memilih memanggil namanya langsung. Awalnya Yong Hwa kaget namun hal itu menjadi terbiasa untuknya.
"Aku mohon jangan sakiti hatiku lagi. Jika kau benar-benar mencintaiku aku mohon jaga hatiku Yong". Ucap Shin Hye dalam dekapan Yong Hwa.
"Ne, Shin aku akan berusaha mengikuti semua permintaanmu tapi aku mohon jangan tinggalkan aku". Pinta Yong Hwa.

Shin Hye pun hanya mengangguk dan mencoba berdamai dengan hatinya serta mencoba kembali percaya dengan apa yang Yong Hwa katakan walaupun jauh didasar hatinya perasaan takut itu tetap ada.

Jagalah dia yang kini selalu ada disampingmu jangan pernah sia-siakan keberadaannya walaupun jarak menjadi penghalang dan jangan pernah jarak menjadi alasan untuk dirimu berpaling kepada orang lain. Jika kau ingin menduakan hati coba berfikirlah kembali akan ada hati yang terluka dengan semua yang kau lakukan. Ingat kepercayaan itu sangatlah mahal siapa pun yang menodai kepercayaan itu akan sangat sulit kembali seperti semula bagaikan kertas yang diremas yang tidak akan pernah kembali mulus.

FIN


Baca Juga FF 09:00 PM


Anyeong, setelah seminggu tidak update akhirnya author gaze kembali lagi dengan mempersembahkan ff yang lagi-lagi membuat uri yongpa menjadi pria menyebalkan yang bermain api dibelakang Shin Hye. Mianhe untuk alurnya yang kecepetan dan typo yang bertebaran juga feel yang tidak sampai huhuhu. Happy reading untuk kalian, hmm jika readers mau berbaik hati mungkin bisa tinggalkan jejak ya untuk koreksi dari penulis juga. Gomawo 😉

Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

4 Tanggapan untuk "Hey! Don't Hurt Me Again"

  1. Apa perhatian shinhye kurang sehingga yonghwa bermain d belakangnya ?

    Nice story

    ReplyDelete
  2. Bagus....
    Sequel? Bolehkah, author?

    ReplyDelete
  3. anyeong chingu, gomawo sudah mampir di blog ini. Silahkan baca yang lainnya juga, mianhe jika feel dan typo yang bertebaran hehehe.

    ReplyDelete
  4. Menarik.. unik krn yong berani selingkuh.. apa mungkin memang shin yg salah?? Msh ada tanda tanya nih.. bikin sequel boleh kyk nya author.. gumawo

    ReplyDelete

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?