Kategori

SARANGHANEUN SSAEM



SARANGHANEUN SSAEM
Author : Aiia
Main Cast : Jung Yong Hwa, Park Shin Hye, Kim Kyu Ri 
Other Cast : Find Your Self
Lenght : Two Shoot
Genre : Romance, Family
Rating : PG
Credit Poster : Aimuris Art
Disclaimer : Seluruh cerita yang ada di Fanfiction ini murni hasil kerja dan imajinasi author tanpa ada campur tangan atau menjiplak dari karya orang lain. Cast sepenuhnya hanya milik Tuhan dan author hanya meminjam nama mereka saja untuk keperluan cerita. Kesempurnaan hanya milik Tuhan sementara ke-typo-an milik author!!! Don’t copy paste and bash. cukup sekian Happy Reading (^°^)√.

****

'Eonni cantik itu guruku, aku ingin dia selalu bersamaku'.

*** Saranghaneun Ssaem***

'Kriiiiiiinggggggggg'

Terdengar dengan kencang bel tanda berakhirnya pelajaran, semua anak yang notabene masih sekolah dasar ini langsung merapikan semua peralatan belajarnya setelah itu memberikan salam pada gurunya, anak-anak pun berlari menghambur ke arah guru yang kini setengah berjongkok dengan tangan direntangkan di depan kelas.

"Aku sayang ssaem". Celoteh anak-anak itu sambil memeluk guru kesayangannya itu, setelah memeluk mereka pun langsung berlari keluar kelas dimana semua wali murid sudah menunggunya.

Namun masih ada satu murid yang masih duduk terdiam di pojokan kelas, rambutnya yang panjang tergerai indah, wajahnya yang cantik terlihat murung.

"Kyu Ri, kau masih belum pulang? Apa, Appamu belum menjemput?". Tanya guru tersebut sambil mendekati gadis kecil yang kini tengah menatap ke arah jendela. Kim Kyu Ri, gadis kecil itu pun langsung pergi saat gurunya tersebut berjalan mendekatinya.

"Kyu Ri, Kim Kyu Ri". Teriak guru tersebut sambil mengejar gadis kecil itu menuju gerbang sekolah dan disana sudah ada beberapa orang dengan pakaian serba hitam lengkap dengan kaca mata hitam dan sebuah mobil yang terparkir di depan gerbang sementara mobil lain sekitar 3 mobil sudah berbaris dengan rapi, satu di depan dan dua di belakang mobil yang menjemput gadis kecil tersebut.

"Anyeong, Kami permisi dulu Nyonya". Pamit pria berbadan tegap tersebut.
"Ne, Hati-hati di jalan". Jawab guru yang diketahui bermarga Choi tersebut.
Guru muda nan Cantik, selain di sayangi murid-muridnya dirinya pun sangat di hormati oleh beberapa rekan kerjanya. Namun sayang bagi para namja single di sana karena mereka tidak bisa bermanis-manis atau mengambil simpatinya sebab guru cantik bernama lengkap Choi Mi Ran tersebut sudah berkeluarga dan memiliki anak yang juga tidak kalah cantik dan imut.

Mi Ran terkenal sebagai wanita tangguh yang mampu berdiri sendiri di atas kakinya setelah kepergian Suami karena kecelakaan tiga tahun yang lalu dan saat itu dirinya tengah mengandung buah hati pertamanya dengan sang suami. Sepeninggalnya suami, Mi Ran lebih memilih menjadi seorang Single Parent yang mengurus langsung putri satu-satunya itu tapi selain putrinya dirinya juga memiliki satu orang adik yang tidak kalah cantik dengan dirinya yang kini masih duduk di salah satu universitas di korea.



*
*

"Aku pulang". Mi Ran membuka pintu rumah dan langsung melepas sepatu setelah itu menyimpannya di rak samping pintu.
"Nana, sayang.. kamu dimana nak?". Panggil Mi Ran namun tidak ada jawaban sama sekali, biasanya setiap Mi Ran pulang Nana panggilan sayang dari gadis kecil berusia tiga tahun itu langsung berlari ke arah pintu dan merengek meminta gendong pada Mi Ran. Tapi kali ini rumah terasa sepi, tidak ada teriakan atau rengekan Nana.

"Kemana dia?". Gumam Mi Ran.

Saat Mi Ran akan berjalan menuju halaman samping, ponsel yang berada di saku jasnya bergetar. Mi Ran pun melihat layar ponsel yang ternyata telah masuk sebuah pesan dari adiknya.

-Eonni, hari ini aku pulang telat jadi jangan tunggu aku untuk makan ne-

Begitulah isi pesan yang dibaca oleh Mi Ran, namun belum sempat Mi Ran menutup ponselnya sebuah pesan kembali masuk.

-Aku lupa, Nana ikut bersamaku jadi kau tidak perlu mencarinya ke halaman samping ne
tenang dia aman bersamaku ^^-

Akhirnya Mi Ran bernafas lega saat membaca pesan singkat kedua yang diterimanya itu. Mi Ran pun berjalan kembali meuju rumah dan mulai mengganti pakaiannya.

Sementara di tempat lain.
@Kids Zone

Terlihat seorang anak kecil yang cantik tengah bermain mandi bola yang terkadang tenggelam tertumpuk bola-bola berwarna warni dan terkadang juga berdiri, terlihat dari wajahnya jika gadis kecil itu sangat menikmati permainan tersebut.

Setelah puas bermain mandi bola dirinya pun mulai beranjak ke tempat yang lain dan begitu seterusnya hingga akhirnya dirinya berlari menuju tempat seorang gadis muda yang tengah meneguk coffe.

"Imo, Nana ingin es cream". Pinta gadis kecil tersebut dengan wajah menggemaskan.
"Nana ingin es cream apa?". Tanya gadis yang bernama lengkap Park Shin Hye.
"Strawberry, hmmmm". Jawab Nana dengan lidah yang di keluarkan sambil menjilat ujung bibirnya (bahasanya apa ya? 😂).

"Arra, kajja kita beli". Ajak Shin Hye sambil menggandeng tangan mungil Nana.

Nana panggilan akrab dari gadis kecil nan cantik dengan nama lengkap Choi Yoona.
setiap berjalan ikatan rambut yang sengaja dibuatnya bertumpuk itu bergoyang ke kiri dan ke kanan. Nana tidak pernah bertanya kemana ayahnya pergi dan kenapa dia tidak memiliki seorang ayah.

Karena baginya Eomma adalah nomer satu, lagi pula ada Shin Hye yang terkenal tomboy yang melebihi seorang namja sudah cukup bisa melindungi dirinya. Mungkin baginya sosok ayah belum dia mengerti seperti apa pengaruh dalam hidupnya.

Shin Hye mengajak Nana masuk ke salah satu supermarket dan berjalan menuju rak es cream.

"Imo, Nana tidak bisa lihat". Ucap Nana dengan tangan dan wajah yang menempel di rak es sementara kaki mungilnya sudah berjinjit.

Shin Hye pun tersenyum dan mengangkat tubuh kecil itu.

"Nana mau yang mana?". Tanya Shin Hye sambil mengangkat sedikit tubuh kecil Nana dengan posisi rak es yang sudah terbuka.

"Ige, bolehkah?". Tanya Nana sambil menunjuk sebuah es berbentuk persegi panjang berwarna merah muda.

"ambilah". Shin Hye tersenyum saat sepasang mata kecil itu terlihat berbinar dan akhirnya mereka pun membeli es cream tersebut.

*

Shin Hye yang hanya mampu tersenyum saat melihat wajah gadis tersebut penuh dengan warna pink yang kontras dengan kulitnya yang putih. Shin Hye pun mengelap ujung bibir Nana dengan ibu jarinya 

"Apa itu enak?". Tanya Shin Hye
"Hmm". Jawab Nana dengan anggukan dan tangan yang sudah berlumuran lelehan es cream.

"Sudah habis". Gadis kecil itu langsung berlari menuju wastafel yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada sekarang.

Nana yang sedikit tergelincir terjatuh dengan tangan bertumpu pada tas seorang anak kecil lainnya. Shin Hye pun berlari ke arah dua gadis kecil berbeda usia tersebut.

"Adik kecil kau baik-baik saja? maafkan Nana ne". Ucap Shin Hye pada anak kecil dengan wajah muram tersebut.
Setelah mengangguk gadis kecil itu pun pergi menjauh, kepalanya melihat ke kiri dan ke kanan setelah itu kembali berjalan.

*** Saranghaneun Ssaem ***

"Apa sudah ketemu?". Terdengar suara seseorang tengah berteriak panik.
"Belum tuan". Jawab pengawalnya dengan lemah.
"Kau ini hanya menjaga anak kecil saja tidak bisa". Ucap namja itu dengan menggebrak meja kerjanya.

*
Kim Kyu Ri gadis kecil yang terlihat murung itu kini tengah berdiri di depan pagar sebuah rumah yang cukup besar. Wajahnya sedikit menunduk sebelum dirinya benar-benar melangkah masuk.

Tanpa mengucapkan salam Kyu Ri langsung berjalan menuju kamarnya, menyimpan tas di atas meja belajar setelah itu memandang kosong ke arah jendela.

"Eomma". Gumamnya.

Kyu Ri tiba-tiba teringat tentang seorang gadis dan anak kecil beberapa saat yang lalu saat dirinya berjalan di pusat perbelanjaan seorang diri.

Flashback On.

Kyu Ri yang saat itu sedang berjalan di sebuah pusat perbelanjaan tersentak saat melihat seorang gadis kecil tengah memakan es cream dengan kaki yang digoyang-goyangkan sementara seorang wanita muda yang mungkin ibunya itu tengah tersenyum ke arah anak gadis tersebut, tangan wanita itu naik untuk mengelap es cream yang belepotan di wajah anak kecil itu.

"Apa itu enak?". Tanya Wanita tersebut, lembut.  Suaranya sangat lembut, walaupun gayanya seperti seorang namja dengan pakaian sporty seperti itu tetap saja pancaran kasih sayang itu begitu jelas terlihat.

"Hmm". Jawab gadis kecil itu dengan anggukan dan tangan yang sudah berlumuran lelehan es cream.

"Sudah habis". tiba-tiba gadis kecil itu turun dan langsung berlari menuju wastafel yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada sekarang.dan Kyu Ri yang kaget karena dirinya kini berdiri tidak terlalu jauh dari wastafel tersebut hanya terdiam.

Mungkin karena tidak hati-hati gadis kecil itu sedikit tergelincir terjatuh dengan tangan bertumpu pada tas Kyu Ri yang dia bawa tepat dihadapannya dan tanpa sempat untuk menghindar, dengan raut wajah yang khawatir wanita itu pun berlari ke arah dua gadis kecil berbeda usia tersebut.

"Adik kecil kau baik-baik saja? maafkan Nana ne". Ucap wanita tersebut .
Kyu Ri hanya mampu menatap wanita itu dengan wajah muram dan rasa rindu pada sosok seorang ibu, hangat itulah yang kini dia rasakan saat tangan wanita itu menyentuh tangannya dan wajahnya tersenyum lembut. Akhirnya Kyu Ri pun mengangguk dan setelah itu dia pun pergi menjauh, sebelum benar-benar pergi dirinya sempat menoleh dan melihat betapa ibu itu menyayangi putrinya dengan cara membersihkan kedua tangannya setelah itu menggendongnya dan membatu mencuci kedua tangannya. Kyu Ri berjalan dengan pandangan yang melihat ke kiri dan ke kanan setelah itu kembali berjalan.

"Flashback Off

"Eomma, Bigoshipda". Kyu Ri merebahkan tubuhnya dan memeluk boneka yang menjadi hadiah terakhir dari ibunya dan mulai terlelap.

*
*

Malam pun mulai menjelang, Shin Hye mematikan lampu dan menutup pintu kamar Nanasetelah ituberjalan menuju ruang keluarga. Dari arah dapur terlihat Mi Ran yang tengah berjalan membawa makan malam yang tadi sudah dibuatnya.

"Apa Nana sudah tidur?'. Tanya Mi Ran sambil menyimpan beberapa mangkuk kecil yang berisi sayuran serta daging untuk pelengkap makan malam mereka di atas meja berukuran sedang.
"Ne". Jawab Shin Hye sambil mencomot bulgogi kesukaannya.

"Kalian kemana saja?". Tanya Mi Ran lagi sambil memukul tangan Shin Hye karena akan mengambil makanan yang lainnya.

"Hanya ke tempat permainan anak-anak dan berjalan-jalan di mal saja". Jawab Shin Hye lagi.

"Eonni, Aku merasa Nana itu anakku bukan anakmu". Lanjut Shin Hye.

"Hahaha, kau benar! karena sejak Hae Jin Oppa meninggal hanya kau yang memberikan kasih sayang sama seperti Oppa. Mianhe, aku tau. Aku hanya seorang kakak ipar untukmu, tapi aku merasa kau adik kandungku Shin". Jawab Mi Ran yang mulai menitikkan air mata.

"Yya, kenapa kau melow seperti ini eoh? apa aku pernah menyinggung soal status kita? akulah yang harusnya bersyukur memiliki kakak ipar sepertimu yang tidak lantas meninggalkanku setelah kepergian Oppa, sejak awal aku sudah menyukaimu dan aku yakin kau memang wanita yang baik. Penilaianku padamu tidak ada yang salah kan? kau tidak meninggalkan ku sendiri seperti kebanyakan wanita-wanita lain saat ada di posisimu, di dunia ini selain Nana aku hanya memilikimu saja dan aku sudah bahagia". Jawab Shin Hye yang membuat Mi Ran sedikit tersenyum lega dan mulai menarik tubuh adik ipar yang sudah di anggap adik kandungnya sendiri itu.

"Kau bilang aku melow, tapi kau lebih melow. dasar pabo". Ucap Mi Ran dengan sedikit menepuk pundak Shin Hye di sela pelukannya.

"Sudah, kajja makanlah". Ajak Mi Ran seelah melepas pelukannya dan menyeka air matanya begitu pun dengan Shin Hye.

"Mari makan". Teriak mereka bersamaan dan mulai mengambil beberapa macam sayuran dan dengan cepat memasukkannya kedalam mulut.

Mi Ran tersenyum melihat cara makan Shin Hye yang tidak jaub berbeda dengan mendiang suamjnya dulu. Ya, Mi Ran dan Shin Hye nyatanya tidak memiliki hubungan darah apapun mereka bersama dengan ikatan yang dulu dibuat bersama dalam sebuah ikatan pernikahan dengan kakaknya Park Hae Jin, setelah kecelakaan yang merenggut nyawa Hae Jin kini Nana lah pengikat sekaligus penguat diantara keduanya terlebih untuk Shin Hye yang memang sudah hidup tanpa merasakan kasih sayang dari kedua orang tuannya sejak kecil dan betapa hancurnya saat dirinya mendengar kabar tentang kematian kakak satu-satunya tersebut, beruntung keluarga Mi Ran yang juga menyayangi Shin Hye mengijinkan Mi Ran untuk terus bersama Shin Hye, walaupun jelas terlihat kesedihan yang sama mendalamnya di wajah Mi Ran saat itu terlebih saat itu dirinya tengah mengandung.

***Saranghaneun Ssaem***

Seorang namja tampan berjalan menuju sebuah sekolah SD dan mulai mengunjungi ruang guru.

"Mianhe, apa anda Ny. Choi Mi Ran". Tanya Namja itu dengan sopan.
"Ne, Mianhe anda siapa? apa ada yang bisa saya bantu?". Tanya Mi Ran dengan sopan.
"Perkenalkan namaku Lee Hongki, wakil dari wali untuk gadis kecil bernama Kim Kyu Ri". Jawab Hongki dengan tersenyum.

"Ah, mianhe silahkan duduk". Ucap Mi Ran dengan tersenyum dan mempersilahkan Hongki untuk duduk.
Hongki mulai menceritakan apa tujuannya datang kesekolah, awalnya Mi Ran cukup terkejut dengan cerita Hongki tentang perubahan Kyu Ri beberapa bulan terakhir.

"Jadi, apa anada bersedia?". Tanya Hongki pada akhirnya setelah lama berbincang dengan Mi Ran.
"Baiklah akan aku pertimbangkan". Jawab Mi Ran.
"Okeh, aku tunggu berita yang baik dari anda Ny. Choi". Ucap Hongki.
"Ne". Mi Ran mengangguk dengan senyum yang tersemat manis di wajahnya.
"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu. Kamsamhamnida untuk waktu luangnya". Ucap Hongki lagi dan mulai berpamitan.
"Ne, kamsamhamnida". Jawab Mi Ran dengan sedikit menunduk.

Hongki pun mulai meninggalkan ruang guru. sepeninggal Hongki, Mi Ran menatap kartu nama yang sempat ditinggalkan Hongki.

*
*

Shin Hye berlari saat dirinya melihat jam yang sudah berputar dengan cepat dan arah Jarum panjang yang sudah tepat diangka jam 10 siang, sementara Nana dititpkan di rumah bibi Gong dirinya berlari dengan cepat menuju kampus tapi kesialan sepertinya enggan pergi dari sisinya saat ini.

Karena tergesa-gesa Shin Hye yang berusaha menghindari kotoran malah limbung dan menabrak seseorang yang berjalan berlainan arah dengannya dan tanpa Shin Hye tau orang itu tengah memegang segelas kopi hitam pekat dan karena kecrobohan Shin Hye kopi itu mendarat cantik di wajah serta membasahi kemeja putihnya yang kini berubah warna menjadi hitam.

"Yya, kau tidak punya mata eoh?". Teriak orang yang ternyata seorang namja itu.
"Ah, Mianhe Ahjussi aku benar-benar tidak sengaja. Mianhe , Jeongmal mianheyo". Ucap Shin Hye dengan sangat menyesal bahkan berkali-kali membungkukkan tubuhnya.
"Kau? Yeoja? Aku kira kau Namja". Ucap Namja itu lagi sambil melihat ke arah Shin Hye dari atas hingga bawah dan begitu sebaliknya.
"Yya, Namja mesum apa yang kau lihat?". Tanya Shin Hye sambil menyilangkan tangan dikedua dadanya. Siapa pun tidak akan ada yang mengira jika Shin Hye seorang namja jika saja rambut panjangnya itu tidak diikat dan tertutup oleh hodie, belum lagi pakaian yang dikenakannya. Jeans yang robek tepat di bagian lututnya, jaket gombrong dengan hodie yang besar, ditambah sepatu cats dan juga tas ransel yang selalu dia bawa saat pergi kuliah.

"Hah, aku tidak nafsu melihat tubuh kermpengmu itu nona.. tapi kau lebih cocok dipanggil tuan dibandingkan dengan sebutan nona". Cibir namja tersebut yang masih menatap Shin Hye dalam.

Jika saja Ahin Hye punya waktu lebih lama ingin rasanya Shin Hye melayangkan tinju ke wajah so inocent namja di hadapannya itu, tapi mau bagaimana lagi dosen di kampusnya lebih kejam dibanding ibu tiri jika saja 10 menit lagi Shin Hye tidak sampai di kampus.

"Aku tidak punya cukup waktu untuk meladenimu Ahjussi, jika saja aku punya waktu 2 menit saja kau pasti tidak akan selamat". Jawab Shin Hye setelah itu kembali berlari, namun dalam posisi berlari Shin Hye tetap melayangkan tinjunya di udara pada namja yang kini tengah tersenyum mengejek tersebut.

"Yeoja aneh". Gumamnya.
"Aish". Namja itu pun menatap ke arah kemejanya yang sudah berubah warna dan mulai mengeras tersebut. Namja itu mengibaskan tangannya di atas kemeja berharap kerak kopi tersebut menghilang walau hal itu tidak akan merubah apapun bahkan dengan cara dicuci.

*

2 menit sebelum dosen bertubuh tambun yang terkenal galak mengalahkan galaknya ibu tiri di cerita Cinderella datang, Shin Hye sudah duduk manis di bangkunya dengan tangan yang di rentangkan ke depan dan kepala yang menempel sempurna di atas meja.
"Shin, kau sudah datang?". Tanya seorang gadis.
"Yubi". Gumam Shin Hye dengan sedikit mendongak ke arah asal suara.
"Ne, dengan susah payah. Akhirnya aku sampai lebih dulu dari Ahn Chae Yoon Ssaem". Jawab Shin Hye lemah.
Yu Bi terlihat mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Shin Hye.
"Ahn Ssaem?". Tanya Yubi dan di jawab anggukan oleh Shin Hye.
"Ahn Ssaem hari ini tidak masuk dan hanya memberikan kita tugas kelompok sebanyak dua orang dan kau satu kelompok denganku". Jawab Yubi yang membuat Shin Hye terperanjat.
"MWO?? tidak masuk? Aish, Jinjja?'. Tanya Shin Hye dengan berteriak.
Jika dia tau kalau Ahn Ssaem tidak masuk dia tidak akan berlari seperti orang kesetanan dan harus bertemu dengan namja menyebalkan atau kalau dia tau Ahn Ssaem tidak datang setidaknya Shin Hye bisa memberikan perhitungan pada namja yang tadi bertemu dengannya.

"Sudahlah, daripada kau seperti ini lebih baik kita ke kantin saja. Kajja". Yubi menarik tangan Shin Hye dengan paksa sementara Shin Hye mengikuti langkah Yubi dengan lemah. Karena kakinya cukup lelah untuk berjalan.

Shin Hye duduk dengan slebornya, kedua kakinya terbuka begitu lebar melewati sisi kaki meja sementara kedua tangannya direntangkan sejajar dengan kepalanya yang disandarkan diatas meja. Hingga indra penciumannya menangkap bau gurih yang memaksanya untuk mengangkat kepala.

"Pesananmu sudah datang, Palli makan mumpung masih panas". Ucap Yubi dengan mulut penuh dengan makanan.
Shin Hye pun merapatkan kursinya dengan meja dan mulai melahap makanan yang dipesannya.

"Kau tau, saat tadi aku berlari lemari aku tidak sengaja menabrak seorang ahjusii dan tubuhnya terguyur dengan kopi yang dipegangnya". Ucap Shin Hye mulai bercerita.
"Apakah dia tampan?". Tanya Yubi dengan mata berbinar.
"Aniyo, aku tidak begitu jelas. Lagi pula untuk apa tampan jika tidak punya sopan santun!". Kesal Shin Hye saat mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.
"Setidaknya dia tampan, orang tampan sih melakukan apa saja tidak masalah hehehhe". Jawab Yubi yang mendeskripsikan tampan menurutnya sendiri.

Shin Hye hanya mendesis sebal mendengar ucapan Yubi sementara Yubi hanya terseyum ke arahnya.

Sementara Shin Hye menatap aneh pada temannya utu seseorang di tempat yang lain malah tengah di tatap aneh oleh orang terdekatnya karena penampilannya yang bia dikatakan absrak.

"Hyung, kau keren sekali. Mandi menggunakan kopi". Ledek namja yang tidak lain Hongki.
"Berisik, cepat ambilkan aku handuk. Tubuhku sudah lengket". Jawab namja tersebut.
Hongki pun berjalan menuju rak dan mulai mengambil handuk.
"Jangan ada yang masuk setelah aku menganti pakaian, arraseo". Ucap namja itu lagi sebelum membenamkan tubuhnya dibalik pintu kamar mandi.

selang beberapa menit berlalu namja tampan itu pun keluar dengan stelan jas yang baru dan bersih, tercium wangi sabun dari tubuhnya. Tidak ada lagi wajah cemong penuh kopi. Jung Yong Hwa itulah nama namja yang kini tengah merapikan dasi yang mulai mencekik lehernya untuk beberapa jam kedepan. Perusahaan sekaligus rumah kedua bagi Yong Hwa jadi tidak heran jika ada beberapa pakaian yang tersimpan di rak baju samping meja kerjanya.

Ruangan yang cukup besar memberikan sebuah ruangan lain dibalik lemari besar yang memisahkan ruang kerjanya dengan ruang pribadinya.

"Bagaimana? apa kau sudah ke sekolah hari ini?". Tanya Yong Hwa pada Hongki yang kini duduk berhadapan dengannya.
"Sudah". Jawab Hongki singkat.
"Apa dia mau?". Tanya Yong Hwa lagi.
"Masih di usahakan, karena dia juga memiliki putri yang usianya bahkan lebih muda dari nona kecil". Jawab Hongki yang mulai bercerita.
"Baiklah tidak apa-apa". Jawab Yong Hwa singkat.

"Kenapa kau tidak cari istri saja bukankah itu lebih baik? aku lihat Kyu Ri lebih membutuhkan seorang Eomma dibanding seorang guru tambahan untuknya". Ucap Hongki yang mulai memancing Yong Hwa.

"Istri? Eomma? Kau ini, mencari istri tidak semudah itu apalagi jika dia tau kondisi keluargaku dan untuk Kyu Ri aku masih bisa untuk menjaganya... asalkan.... ah sudahlah". Ucap Yong Hwa terhenti.

"Bagaimana dengan acara Blind Date? Apa kau tertarik?". Tanya Hongki lagi yang mulai mengarah ke satu arah yang Yong Hwa sudah tau betul.
"Sudahlah, jika sudah tiba waktunya aku pasti menikah oke". Ucap Yong Hwa kesal.
"Sekali ini saja, setelah itu jika kau tidak suka sudah selesaikan saja. Eotte?". Tanya Hongki yang masih dengan pendiriannya.
Yong Hwa mendesis sebal mendengar bujukan setan dari Hongki, kini wajah tanpa cela dan dosa itu tengah menyunggingkan senyum evilnya.
"Eotte?". Tanya Hongki lagi.
"Ne, Baiklah hanya untuk malam ini saja. Jika aku tidak suka aku boleh memutuskannya hari itu bukan?". Tanya Yong Hwa akhirnya dan Hongki membuat gerakan pada tangannya dengan aebuah desisan yang terdengar dengan ucapan 'Yes' pada akhir kalimatnya.

"Ne, tentu saja." Jawab Hongki.
"Dia masih kuliah, dia teman dari adik sepupuku. sedikit unik tapi dia cukup cantik". Ucap Hongki yang mulai mempromosikan gadis yang bahkan dirinya saja belum pernah bertemu.

"Unik?". Tanya Yong Hwa dengan ked alis yang saling beraut.
"Ne, kau kan tau setelah bertemu dengannya nanti". Jawab Hongki dengan senyumannya yang mencurgakan.

*
*

"Berdandanlah sedikit Shin". Pinta Yubi untuk yang kesekian kalinya pada temannya yang kini tengah asyik merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar Yubi debgan tangan yang tidak lepas dari ponselnya yang di dalamnya terdapat permainan game yang disukainya.

"Aku seperti ini atau tidak sama sekali". Ucap Shin Hye tanpa mengalihkan pandangannya pada benda berlayar 5 inch itu.

"Baiklah terserah kau saja". Yubi yang sudah tidak tu harus berkata apa lagi akhirnya memilih menyerah dengan permintaan Shin Hye jika tidak Shin Hye tidak akan menyetujui ajakan Yubi untuk mendatangi kencan buta dengan seorang namja yang belum dikenalnya.

"Kenapa tidak kau katakan sejak tadi saja eoh, kalau sejak tadi kita sudah sampai. Kajja kita pergi". Shin Hye mengesave permainannya sebelum menyimpan ponselnya ke dalam tas dan mulai menarik atangan Yubi sementara Yubi hanya mengehela nafas pajang dengan kelakuan temannnya itu.

Shin Hye dan Yubi akhirnya sampa disebuah cafe yang sudah dijandikan tempat pertemuan antara Shin Hye dengan namja yang belum dikenalnya itu.

"Ciri-ciri namja itu dia membawa bunga merah di kantong saku jasnya kau ingat ituya". Ucap Yubi sebelum pergi meninggalkan Shin Hye seorang diri.

Beberapa saat berlalu namun belum ada tanda-tanda namja yang datang dengan bunga di saku jasnya hingga akhirnya seorang namja tampan masuk ke dalam cafe dengan setangkai bunga ditangannya.

"Mwo? Namja itu?". Ucap Shin Hye saat melihat seorang namja tampan yang tengah berjalan ke arahnya.
"Kau, sedang apa disini?". Tanya Namja namja yang tidak lain Yong Hwa.
"Kau sendiri? Jangan bilang kau kemari karena kencan buta?". Tanya Shin Hye yang menebak alasan Yong Hwa daag ke cafe yang sama dengannya.
"Bagaimana kau tau? Jangan bilang kau?". Ucap Yong Hwa yang menggantung kalimatnya.

"Aish, aku sudah mengira pilihannya akan gagal. Aku mana mungkin mau dengannya". Ucap Yong Hwa sambil memandang ke arah Shin Hye sama seperti awal pertama mereka bertemu.

"Yya, kau pikir aku mau eoh? aku juga tidak. Lebih baik aku pulang saja dibandingkan berlama-lamadengan Ahjussi mesum sepertimu". Ucap Shin Hye yang mulai beranjak meninggalkan Yong Hwa.

"Dasar wanita aneh". Gumam Yong Hwa.
Shin Hye menarik tangan Yubi dan membawanya untuk pergi dari cafe secepatnya.
"Aku bilang juga apa? pasti akan gagal". Protes Shin Hye yang masih betahmenarik tangan Yubi.
"Bukankah dia tampan? kenapa kau bilang gagal?". Tanya Yubi disela-sela perjalanannya.
Shin Hye pun menghentikan langkahnya dan berbalik memandang Yubi.
"Dia Ahjussi yang kemarin aku ceritakan". Jawab Shin Hye.
"Jinjja? Woaaa, kebetulan yang baik sekali". Jawab Yubi.
"Bauk sekal dengkulmu. Kajja naik,kita pulang sekarang". Ucap Shin Hye sambil membuka pintu penumpang.

sementara di dalam cafe suasana yang sama pun terjadi pada Yong Hwa.
"Unik? Hah? yang benar saja? bodohnya aku mau mengikuti saran si bodoh itu". Ucap Yong Hwa sambil melempar bunga yang sedari tadi dibawanya ke dalam tong sampah yang terdapat di sisi pintu kamar mandi dan setelah itu berjalan keluar.

selang beberapa saat kemudian seorang namja dengan bunga di jasnya datang dan masuk ke dalam cafe setelah itu duduk di tempat duduk dimana Shin Hye sebelumnya menunggu.

TBC



Annyeong, tadinya aku mau buat cerita ini langsung selesai tapi berhubung terbatas
jadinya aku buat menjadi dua bagian hehehe, tadinya juga ff ini mau di publish kemarin 
tapi ada kendala jadi yasudahlah mau bagaimana lagi.
sebelumnyaa aku mau ucapun selamat ulang tahun untuk ury angel Shin Hye 
( Mianhe telat huhuhu) 
Tetap selalu seperti sekarang ne dan tetap berkarya.
Saengil Chukkae Park Shin Hye 021817
#HappyShiHyeDay

Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

2 Tanggapan untuk "SARANGHANEUN SSAEM"

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?