Kategori

Sweet Eve With You







Author :Aiia
Main Cast :Park Shin Hye, Jung Yong Hwa
OC : Find Your Self
Lenght :OneShoot
Genre : Romance
Rating :+17
Credit Poster :@Aimuris Art
Disclaimer : Seluruh cerita yang ada di Fanfiction ini murni hasil kerja dan imajinasi author tanpa ada campur tangan atau menjiplak dari karya orang lain, jika ada kesamaan dalam penulisan atau kejadian itu hanya kebetulan semata. Cast sepenuhnya hanya milik Tuhan dan author hanya meminjam nama mereka saja untuk keperluan cerita. Kesempurnaan hanya milik Tuhan sementara ke-typo-an milik author!!! Don’t copy paste and bash. cukup sekian Happy Reading (^°^)√. dan Typo adalah sebuah rasa yang pasti selalu hadir dalam sebuah cerita 😂

****

Warna-warni kembang api yang terpendar di langit malam Seoul seirama dengan meletupnya rasa dalam hati, semua terasa indah saat kau ada disampingku.

*** Sweet Eve With You ***
*
*
Story Begin..
Hiruk Pikuk kota Seoul yang penuh dengan lalu lalang manusia tidak merubah untuk membuat seorang gadis yang tengah termenung sambil menatap layar ponsel yang hanya mampu menahan desahan nafasnya, bahkan embun dari nafas itu terlihat memutih dilayar ponsel yang kini tengah dalam keadaan tidak menyala. Salju yang turun semakin banyak dan menumpuk di kepala gadis yang kini tengah membolak-balikkan ponselnya dan tidak memperdulikan dinginnya hari itu. Pasalnya, sudah beberapa hari sejak hari natal berlalu kekasihnya tak kunjung memberikannya kabar. Satu kalimat yang selalu dia dengar setiap menanyakan kapan kekasihnya itu kembali dan kata itu selalu terngiang di kepala gadis tersebut. Sebuah kata yang selalu membuatnya menarik dan menghembuskan nafas dengan cepat dan kata itu adalah 'tunggu aku akan kembali' pertanyaannya kapan kembali? Natal sudah berlalu, bahkan saat White day pun tidak ada menunjukkan batang hidungnya.

 "Sebenarnya dia kemana?". Desah gadis tersebut sambil menyalakan ponsel dan mengecek apakah nama keramatnya itu menghubunginya. Ahh, jangankan menghubunginya mengiriminya pesan saja tidak.
 "Menyebalkan". Ucap gadis tersebut dan kembali berjalan meninggalkan tempat yang sudah mencetak bekas pijakan kakinya.

*
*



"Aku pulang". Ucap gadis ini sambil mencopot sepatu dan juga jaket tebal yang menyelimutinya sejak tadi.
"Kau sudah pulang Shin". Ucap seorang wanita paruh baya yang datang dari arah dapur.
"Ne, Eomma! Hmm, Eomma kapan Oppa pulang?". Tanya gadis yang bernama lengkap Park Shin Hye. "Mungkin minggu depan, Wae?". Tanya Ny. Park sambil duduk dan mulai menyalakan TV.
"Lama sekali eoh". Ucap Shin Hye sambil menghempaskan tubuhnya di sofa samping tempat duduk Eommanya.
"Tadi Yong Hwa menghubungi Eomma". Ucap Ny. Park tiba-tiba sambil mengganti Channel TV.
"Jinjja? Apa yang dikatakannya? Mengapa dia tidak menghubungiku?". Tanya Shin Hye dengan tubuh yang ditegakkan.
"Tidak ada, hanya bertanya kabar Eomma saja". Jawab Ny. Park yang membuat Shin Hye mendesah dan kembali merebahkan tubuhnya diatas sofa.
"Yong Hwa napeun, kenapa dia tidak menghubungiku? Sedangkan Eomma di hubungi. Ahhh, aku kesal sebenarnya Eomma atau aku yang tunangannya?". Teriak Shin Hye yang mulai merasa kesal sementara Ny. Park hanya tersenyum melihat kelakuan anak gadisnya itu.

Jung Yong Hwa seorang pemuda yang memang sudah 6 tahun ini menjalin hubungan dengan Shin Hye bahkan hubungannya ini sudah naik setahap lebih tinggi dari sekedar hubungan sebatas pacaran saja dan rencananya tahun depan hubungan mereka akan diresmikan namun beberapa minggu belakangan ini sikap Yong Hwa sedikit berubah, dari komunikasi yang mulai kurang, intensitas pertemuan yang juga mulai jarang, bahkan sekedar menanyakan kabar Shin Hye saja tidak. Janji merayakan natal bersama yang harus dibatalkan karena sebuah pekerjaan yang katanya sangat penting dan tidak bisa diwakilkan, ugh Yong Hwa lebih memilih bekerja dibanding menghabiskan waktu bersama dengan Shin Hye.

'Klik'

Sebuah nada yang Shin Hye ketahui dari kamera ponsel itu mengganggu lamunan Shin Hye dan saat melihat ke arah dimana Ny. Park berada Shin Hye melihat jika Ny. Park tengah bergaya selfi tapi tunggu mengapa tangannya melambai seperti sedang berbicara dengan orang lain dan suara itu? Bukankah?. "Yong Hwa? Eomma, apa Eomma sedang Video Call dengan Yong Hwa?". Tanya Shin Hye yang mulai menyadari suara yang dikenalnya.
"Bukan, Eomma sedang berbicara dengan Appa dan Oppamu Chagi". Jawab Ny. Park.
"Jinjja?". Tanya Shin Hye yang tidak percaya dengan ucapan ibunya, karena dia yakin jika itu suara Yong Hwa bukan Yoo Chun.
"Kau tidak percaya? Ayo kemarilah". Ucap Ny. Park yang meminta Shin Hye mendekat padanya. Shin Hye pun mendekati Ny. Park dan mengambil ponsel yang diberikan Ny. Park. Di layar selebar 5 inc itu terpampang jelas wajah tampan kakak yang juga musuh terbesarnya tengah tersenyum lebar. "Anyeong, uri dongsaeng. Hmm, kenapa kau tambah jelek dan gendut eoh". Ucap Yoo Chun yang membuat kesal Shin Hye, ohh ayolah 4 bulan tidak bertemu dan kini berkesempatan ber Video Call kenapa malah memilih kata-kata yang memicu peperangan seperti ini?.
"Yya, Oppa. Aku tidak gendut dan aku ini cantik kau tidak lihat apa penglihatanmu sudah memburuk selama disana?". Tanya Shin Hye yang menjawab dengan kesal. Sementara Yoo Chun hanya tertawa dengan jawaban Shin Hye.
"Ne.. Ne.. Ne.. Tapi kau yakin kau cantik? Bahkan Yong Hwa saja menjauhimu karena kau sudah mulai keriput hahaha". Ledek Yoo Chun.
"Yya, Oppa. Yong Hwa tidak meninggalkanku, aku malas berbicara denganmu". Ucap Shin Hye yang langsung memberikan ponsel kembali pada Ny. Park dan setelah itu berlari menuju kamarnya.
"Kau ini, hobby menjahili adikmu itu tidak pernah berubah eoh". Ucap Ny. Park pada anak sulungnya tersebut.
"Eomma, apa semuannya baik-baik saja?". Tanya Yoo Chun saat Shin Hye sudah berlari menuju kamarnya.
"Ne, kau jangan khawatir". Jawab Ny. Park.
"Syukurlah, ahh ya apa Yong Hwa sudah menghubungi Eomma?". Tanya Yoo Chun lagi.
"Sudah baru saja, tapi sepertinya Yong Hwa belum menghubungi Shin Hye. Tolong beritahu dia untuk menghubungi Shin Hye sebentar saja". Ucap Ny. Park yang meminta Yoo Chun untuk menyampaikan pesannya pada Yong Hwa.
"Ne, Eomma". Jawab Yoo Chun dan setelah beberapa lama berbincang mereka pun memutuskan hubungan video call tersebut.

***Sweet Eve With You***

Mentari bersinar dengan sedikit malu-malu karena tertutup awan, udara musim dingin yang membuat siapapun mengencangkan kembali jacket yang dipakainya berbanding terbalik dengan seorang namja yang kini tengah sibuk berjibaku dengan kegiatannya. Tumpukkan dokumen yang sudah menghalangi pandangannya, ponsel yang tidak pernah berhenti berdering dan juga tangan yang tidak pernah lepas dari coretan untuk membubuhkan tanda tangan diatasnya.
"Huaaa, lelahnya". Ucap namja tersebut sambil menggoyangkan tangannya dan menghempaskan dirinya ke sandaran kursi.
"Hyung, istirahatlah". Ucap seorang namja yang mulai khawatir dengan namja yang memang menghabiskan harinya dikantor selain di tempat yang sering dirinya kunjungi.
"Tidak bisa karena semua dokumen ini harus selesai sebelum akhir tahun ini Hyukie". Ucap namja tersebut yang mulai kembali menandatangani berkas-berkas yang menutupi wajahnya bahkan dirinya berbicara dengan namja yang dipanggilnya Hyukie itu harus lewat ponsel.
"Tapi Hyung nanti kau sakit, lagi pula dokumen-dokumen ini masih bisa kau approved setelah akhir tahun ini kan?". Tanya namja tampan bernama lengkap Kang Min Hyuk.
"Tidak bisa, karena kau tau sendiri satu bulan setelah akhir tahun nanti aku akan mengosongkan waktuku untuk menebus kesalahanku". Jawab namja tampan yang kini masih berkutat dengan dokumen-dokumennya.
"Tapi, Yong Hwa Hyung bagaimana dengan kesehatanmu eoh? Bagaimana kalau Noona tau.." Ucap Min Hyuk yang menggantung diakhir kalimat karena terpotong oleh ucapan Yong Hwa.
"Jangan sampai Shin Hye tau, jika dia tau kau mati ditanganku". Ancam Yong Hwa.
"Hahahaha, baiklah. Tapi bisakan kalau hanya untuk makan siang? Aku sudah sangat lapar Hyung". Ucap Min Hyuk sambil menyibakkan dokumen yang menghalangi mereka sehingga Min Hyuk bisa melihat wajah lelah Yong Hwa. Yong Hwa pun melihat arloji yang melingkar di tangan, jam sudah menunjukkan untuk waktunya makan siang. Yong Hwa pun memisahkan dokumen yang sudah di tanda tanganinya ke atas meja Min Hyuk, beberapa dokumen dibawa Min Hyuk untuk di tanda tangani Yong Hwa pada saat makan siang nanti.
Tidak berapa lama Yong Hwa dan Min Hyuk sampai di kantin dengan beberapa dokumen yang lebih dulu mendarat di meja makan bahkan Min Hyuk sampai bingung untuk memesan makanan, bagaimana makanan itu akan disimpan dimeja kalau mejanya saja penuh oleh berkas dokumen yang harus Yong Hwa tanda tangani.
“Hyung, bisakah sebentar saja kau melepaskan bolpointmu dan mencoba memesan makanan?”. Tanya Min Hyuk.
“Kau pesankan saja untukku, kau tau apa yang aku suka bukan? Urusan ini harus secepatnya diselesaikan sebelum waktunya. Lagi pula tinggal beberapa berkas lagi yang belum aku tanda tangani”. Jawab Yong Hwa yang masih berkutat dengan berkasnya sementara Min Hyuk hanya menghela nafas melihat teman sekaligus atasannya itu.
“Beberapa? Maksudnya tinggal 20 berkas dengan ketebalan 10 inc itu hanya beberapa? Hah yang benar saja?”. Gumam Min Hyuk yang mulai stress karena ulah atasannya itu.
Tidak berapa lama makanan pun datang, awalnya pelayan merasa bingung harus menyimpan makanan dimana tapi karena Yong Hwa bos terbesar di perusahaan dengan mudahnya meja samping Yong Hwa digeser untuk menyimpan makanan yang sudah dipesannya tadi.
Min Hyuk yang melihat Yong Hwa lebih terlihat seperti mesin dibanding manusia hanya mampu menggelengkan kepala.
Min Hyuk mengambil Ponsel miliknya dan memotret apa yang tengah dilakukan Yong Hwa dan langsung mengirimnya pada Yoo Chun dengan judul “Lihatlah, aku seperti tengah makan dengan mesin pemberi tanda tangan dokumen dibanding dengan seorang Wakil Presdir”, tidak berapa lama Yoo Chun pun mengirimkan balasannya.
-Bisakah kau singkirkan dokumen itu? Aku tidak ingin Adikku sedih jika melihat kekasihnya kurus karena tidak makan-
From Yoo Chun Hyung

“Hyung, bisakah sebentar saja kau lepaskan tanganmu itu dari dokumen hanya untuk waktu 5 menit saja? Atau terpaksa aku harus menghubungi Noona?”. Ancam Min Hyuk yang langsung di respon oleh Yong Hwa dimana Yong Hwa langsung menyingkirkan dokumen yang sejak tadi belainya.
“Noona, kau memang obat paling ampuh hahahaha”. Bathin Min Hyuk.
Yong Hwa pun mulai melahap makanannya dengan tenang sementara Min Hyuk tersenyum menang.

*
*

“Arrgghhhh, Jung Yong Hwa Paboooo”. Teriak Shin Hye sambil melempar tasnya ke atas kasur begitu pun dengan tubuhnya yang dihempaskan juga. Sementara Ny. Park hanya dapat melihat anaknya hanya mampu tersenyum dan setelah itu meninggalkan kamar putrinya tersebut.
Shin Hye yang tengah tertidur dengan wajah mengembang karena menangis mencoba menggapai ponselnya yang berada di dalam tas, menggeser layar dan mencari nomer yang sudah dihafalnya.
“Yoboseo”. Ucap seseorang yang ada disebrang sambil makan apel.
“Hei, Jelek kau ini kenapa menghubungiku jika aku harus melihat kepalamu saja?”. Ucap namja yang tidak lain Yoo Chun dan jelas dari cara bicaranya Yoo Chun tengah memakan sesuatu.
“Yya, Oppa. Kau asik-asikan makan sementara aku sedang sedih”. Teriak Shin Hye tepat didepan wajah Yoo Chun membuat Yoo Chun menjauhkan layar ponselnya karena dari jarak itu lubang hidung Shin Hye terlihat jelas.
"Yya, jauhkan hidungmu itu pabo". Teriak Yoo Chun, sementara Shin Hye kembali menundukkan wajahnya di atas bantal.
"Ada apa? apa karena Yong Hwa?". tanya Yoo Chun dan Shin Hye hanya mampu mengangguk.
"Apa dia masih belum menghubungimu?". tanya Yoo Chun lagi dan Shin Hye hanya menggeleng.
"Baiklah, akan aku pecat dia jadi calon adik iparku. Kau tenang saja ne". Ucapan Yoo Chun berhasil membuat Shin Hye menengadahkan kepalanya dengan mata yang membulat  sempurna.
"Yya, apa maksudnya eoh? bukan kau tapi aku yang akan memecatnya. Arraseo!". Teriak Shin Hye dan Yoo Chun hanya tersenyum simpul.
"Aku akan bilang padanya untuk menghubungimu n. Jadi, diam dan cuci wajah kusutmu itu". setelah mengatakan hal itu sambungan Video call pun terhenti.
Shin Hye pun beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju kamar mandi, beberapa menit berlalu. Kini, Shin Hye sudah lebih baik dari sebelumnya.
Shin Hye berjalan menuju balkon untuk melihat langit malam.

'Tririring...Tririring...'

Sebuah nada yang cukup familiar terdengar dari ponsel Shin Hye, dengan cepat Shin Hye mencari keberadaan Ponselnya itu yang ternyata ada di bawah bantal.

Seorang pria tampan yang beberapa hari ini menjadi alasannya untuk emosi akhirnya menampakkan wajahnya dan dengan tampang tanpa dosa.

"Anyeong, apa kabarmu?". Tanya namja yan tidak lain Yong Hwa.
"Yya, kau menyebalkan. kemana saja kau? apa begitu sibuknya sampai tidak menghubungiku eoh?". Shin Hye yang sudah emosi langsung menyemburkan kekesalannya tanpa menjawab basa-basi yang di lontarkan Yong Hwa.
"Mianhe, aku harus membereskan semua pekerjaanku tepat waktu". Jawab Yong Hwa sekenanya.
"Tapi, apakah begitu sulit menghubungiku atau sekedar mengirimkan sms?". Tanya Shin Hye pada namja yang kini tersenyum manis padanya.
"Mianhe, bisakah kau bersabar sebentar lagi?". Ucap Yong Hwa.
"Sampai kapan pekerjaanmu selesai?". Tanya Shin Hye tanpa menjawab pertanyaan Yong Hwa.
"Aku sedang mengusahakannya hingga awal bulan depan". Jawab Yong Hwa.
"Berarti kita bisa merayakan tahun baru bersama?". Tanya Shin Hye dengan antusias.
"Ne, jadi bisakah kau bersabar sebentar lagi?". Tanya Yong Hwa.
"Hmm. Ne, jaga kesehatanmu dan makanmu juga. terlebih lagi selalu berikan kabar padaku, setidaknya satu atau dua kali pasti bisa kan?". Ucap Shin Hye yang meminta sedikit perhatian dari kekasihnya itu.
"Ne". Yong Hwa hanya menjawab dengan singkat, setelah mengucapkan salam perpisahan akhirnya mereka pun memutuskan saluran video call tersebut. Shin Hye yang tersenyum bodoh hanya mampu membayangkan hari dimana Yong Hwa akan pulang dan itu berarti tinggal beberapa minggu lagi.

*** Sweet Eve With You***

Hari pun berlalu dengan cepat, tanggalan dalam kalender Shin Hye sudah penuh dengan coretan dan berakhir dengan sebuah lingkaran merah di akhir bulan desember.
Hari demi hari Shin Hye habiskan untuk mengecek ponsel miliknya dan mencoret tanggalan yang sudah di laluinya. Setidaknya kali ini Yong Hwa memberikan kabar atau sedikit perhatian dengan menanyakan 'Apa kabar?' , 'Jangan Lupa untuk makan'. Hal yang sederhana bukan? tapi itu hal yang sangat luar biasa untuk seorang Shin Hye yang beberapa bulan belakangan ini jangankan mendapatkan satu pesan dari Yong Hwa, Ponselnya bergetar saja tidak.
Tanggal 31 sudah tinggal beberapa hari lagi dan itu membuat Shin Hye merasa tidak nyaman, bukan tidak nyaman dalam hal lain tapi karena terlalu senang. Akhirnya setelah beberapa bulan berpisah mereka akan berjumpa dan menghabiskan malam tahun baru bersama.
Shin Hye dan Ny. Park berjalan menuju sebuah toko di jalan Myeongdong. Semua jalanan terlihat berwarna warni sangat kontras dengan jalanan yang penuh dengan salju. Shin Hye mengeratkan jaketnya untuk sedikit mengusir rasa dingin yang menusuk tubuhnya.
"Selamat datang, silahkan anda mencari apa? bisa saya bantu?". Ucap penjaga toko dengan ramah.
Ny. Park pun berbincang dengan pelayan toko tersebut dan memilih meninggalkan Shin Hye. Sementara Ny. Park berbincang dengan pramuniaga toko, Shin Hye berjalan menyusuri rak-rak yang berisikan bermacam pernak pernik yang lucu, hingga akhirnya Shin Hye melihat sebuah pajangan boneka simson yang tengah memeluk gitar.
"Dia pasti suka". Gumam Shin Hye.
Shin Hye pun mengambil pajangan tersebut dan membawanya menuju kasir, saat Shin Hye tengah melihat-lihat benda lain sambil menunggu antrian, Shin Hye pun seperti melihat seseorang yang dikenalnya tengah berjalan melewati toko tempat Shin Hye berada. Shin Hye pun berjalan keluar dan membuka pintu.
"Hyukie". Panggil Shin Hye dengan sedikit berteriak karena orang tersebut sudah cukup jauh.
Namja yang merasa dipanggil namanya itu pun menoleh dan melihat Shin Hye berdiri dengan jarak sekitar 100meter.
Shin Hye berjalan mendekat kearahnya.
"anyeong Noona, kau disini?". Tanya namja yang tidak lain Min Hyuk itu dengan senyum khasnya.
"Nde, kau sedang apa disini?". Tanya Shin Hye. Shin Hye berpikir jika Min Hyuk sudah pulang ke Seoul itu berarti Yong Hwa pun sudah kembali.
"Aku sedang mencari sesuatu". Jawab Min Hyuk.
"Kau sendiri?". Tanya Shin Hye lagi.
"Ne". Jawab Min Hyuk singkat.
Setelah berbincang cukup lama akhirnya Min Hyuk berpamitan pada Shin Hye dan tepat saat itu juga Ny. Park keluar dari toko. setelah memberikan salam Min Hyuk pun melanjutkan kembali perjalanannya.
*
*
Shin Hye menggenggam erat ponsel miliknya dengan mata yang sembab, bayangan indah malam tahun baru harus terkubur begitu saja. Pasalnya beberapa menit yang lalu Yong Hwa baru saja mengiriminya pesan jika dirinya tidak jadi pulang akhir tahun ini. Sementara Min Hyuk mendapat konpensasi libur dan itu pun hanya satu hari sebelum tahun baru setelah itu Min Hyuk pun harus kembali ke Amerika.
"Jung Yong Hwa Napeun". Teriak Shin Hye sambil melempar bantal ke arah figura dirinya dan Yong Hwa yang berdiri manis di atas meja nakas.
Rencana tahun baru yang sudah di susun Shin Hye harus hancur berantakan karena sebuah kalimat dengan delapan suku kata.

'Mianhe, Akhir tahun ini aku tidak bisa pulang'

Shin Hye hanya mampu melihat jalanan yang sudah penuh dengan salju yang menumpuk, hadiah yang sebelumnya Shin Hye beli pun tergeletak begitu saja di atas meja, sebuah kado dengan bungkus berwarna biru, warna favorit Yong Hwa.

Akhirnya Tahun baru pun tiba, langit sudah penuh dengan hingar bingar suara letupan kembang api dan gemuruh terompet yang menandakan awal tahun baru sudah dimulai. Tapi bagi Shin Hye itu sama saja karena dirinya tetap sendiri.

Tepat malam tahun baru semua keluarga berkumpul, begitu pun dengan Yoo Chun dan Tn. Park yang sudah pulang semenjak tiga hari yang lalu.
Shin Hye hanya mampu memandangi langit yang penuh dengan warna-warni kembang api, tangannya tertumpu pada pembatas balkon.
"Ternyata kau disini, turunlah dan makan. Mungkin Yong Hwa sibuk jadi dia tidak bisa pulang sekarang". Ucap Yoo Chun sambil mengelus pundak Shin Hye dengan lembut.
"Ne, sibuk. terlalu sibuk kurasa sampai-sampai dia tidak memperdulikanku". Jawab Shin Hye sekenanya tanpa memandang Yoo Chun yang kini ikut menopangkan tangan di balkon.
"Pasti ada alasan yang kuat sehingga Yong Hwa melakukan hal ini padamu". Jawab Yoo Chun yang berusaha menenangkan Shin Hye.
"Ne, alasan kuat untuk menghindariku. mungkin saja disana dia sudah memiliki kekasih lain dan memilih menghabiskan malam tahun baru bersamanya dibandingkan denganku". Jawab Shin Hye dengan kesal. Yoo Chun hanya tersenyum mendengar ocehan adiknya tersebut.
"Itu tidak akan terjadi, jika dia berani melakukan hal itu. Dia akan mati ditanganku". Jawab Yoo Chun sambil mengelus rambut panjang Shin Hye.
"Oppa? apa kau yakin dia tidak akan berbuat hal aneh disana?'. Tanya Shin Hye memastikan. Dengan pasti Yoo Chun mengangguk sebagai jawabannya.
"Jinjja? Bagaimana kau bisa yakin?". Tanya Shin Hye, kali ini dirinya menatap lekat Yoo Chun.
"Karena, ya karena aku yakin. Sudah jangan berpikir yang macam-macam, sekarang turunlah dan makan. Kau belum makan sedikit pun sejak tadi siang". Jawab Yoo Chun sambil memutar tubuh Shin Hye setelah itu mendorong tubuhnya untuk maju dengan cara memegang kedua bahunya.
Sementara ditempat lainnya.
Yong Hwa yang juga merayakan pergantian tahun baru hanya berdua dengan terlihat lelah, kini repat dibawah matanya terdapat lingkaran hitam. Sudah dua botol soju yang Yong Hwa habiskan menjadikannya tampak seperti boneka yang dijadikan untuk pengusir burung di ladang.
"Hyung, istirahatlah. Lihat lingkaran hitam dibawah matamu itu sudah sangat terlihat". Ucap Min Hyuk yang merasa perduli dengan kesehatan Yong Hwa.
"Ne, sebentar lagi aku akan tidur. Ah, ya bagaimana? apakah semuanya berjalan dengan baik?". Jawab Yong Hwa sambil bertanya.
"Ne, semua sudah aku lakukan sesuai permintaanmu".Jawab Min Hyuk.
"Baguslah, kau tau aku benar-benar butuh istirahat sebelum semua itu terjadi". Jawab Yong Hwa yang kembali meneguk gelas Sojunya.
"Hyung, saat aku ke Seoul beberapa hari yang lalu. Tanpa sengaja aku bertemu dengan Noona". Ucap Min Hyuk yang membuat Yong Hwa menatapnya.
"Lalu apa yang dia tanyakan? dan apa jawabanmu?". Tanya Yong Hwa.
"Tentu saja dia bertanya tentangmu dan kenapa kau tidak pulang sementara aku pulang ke Seoul". Jawab Min Hyuk.
"Lalu kau jawab apa?". Tanya Yong Hwa lagi.
"Aku jawab aku pulang karena ada urusan dan kau akan pulang saat pergantian tahun  dengan sebuah kejutan yang sudah kau persiapkan tapi ternyata scedule mu berubah, mianhe". Jawab Min Hyuk dengan wajah polosnya.
"Yya, pantas Shin Hye begitu marah padaku. Kau ini, Haish". Yong Hwa melempar Min Hyuk dengan potongan roti yang ada dihadapannya dengan kesal. Pasalnya kini Shin Hye sama sekali tidak mau menjawab atau menerima panggilan dari Yong Hwa dan semua ini berpangkal dari pria yang kini ada dihadapannya.

*
*

Tahun sudah berganti dan bulan di tahun baru pun juga sudah berganti, kini bulan yang disebut-sebut sebagai bulan penuh cinta pun datang, tapi sejak pertemuan Shin Hye dengan Min Hyuk dua bulan yang lalu, Shin Hye merasa semua bulan itu sama saja.
Impian menghabiskan malam tahun baru bersama orang yang disayanginya harus hancur. begitu pun bayangan sebuah kejutan manis yang dikatakan Min Hyuk padanya pun harus berakhir dengan sebuah kejutan yang jauh lebih mengejutkan lagi yaitu pembatalan kepulangan Yong Hwa. Masih di musim dingin yang membuat beberapa orang lebih memilih menghangatkan tubuhnya di rumah dibandingkan harus berkeliaran di jalanan seperti yang kini dilakukan Shin Hye.
Shin Hye berjalan menuju kedai ramen yang biasa dia datangi bersama Yong Hwa dulu, Shin Hye memilih duduk di dekat jendela dimana dirinya dapat melihat para pejalan kaki yang lalu lalang di sampingnya.
Kedai yang bersebrangan dengan toko dimana dirinya bertemu dengan Min Hyuk waktu itu.

Flashback On

Shin Hye berjalan keluar saat dirinya melihat seseorang yang dikenalnya tengah melewati toko dimana dirinya bera, dengan penuh keyakinan Shin Hye pun memanggil nama orang tersebut.
"Hyukie". Panggil Shin Hye dengan sedikit berteriak karena orang tersebut sudah cukup jauh.
Namja yang merasa dipanggil namanya itu pun menoleh dan melihat Shin Hye berdiri dengan jarak sekitar 100meter.
Shin Hye berjalan mendekat kearahnya.
"anyeong Noona, kau disini?". Tanya namja yang tidak lain Min Hyuk itu dengan senyum khasnya.
"Nde, kau sedang apa disini?". Tanya Shin Hye. Shin Hye berpikir jika Min Hyuk sudah pulang ke Seoul itu berarti Yong Hwa pun sudah kembali.
"Aku sedang mencari sesuatu". Jawab Min Hyuk.
"Kau sendiri?". Tanya Shin Hye lagi.
"Ne". Jawab Min Hyuk singkat.
"Kau yakin?". Tanya Shin Hye tidak percaya.
"Ne, Waeyo? Ah, apa kau bertanya soal Hyung?". Tanya Min Hyuk yang mengerti dengan pertanyaan Shin Hye. Shin Hye hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Noona tenang saja, Hyung akan pulang akhir tahun ini dan dia bilang akan menghabiskan malam tahun baru berdua denganmu, mungkin dia akan memberikan kejutan saat malam itu sebelum menyelesaikan pekerjaannya". Jawab Min Hyuk yang membuat senyum terkembang diwajah cantik Shin Hye.
"Jinjja? apa kau yakin?". Tanya Shin Hye dengan memegang kedua tangan Min Hyuk.
Walaupun sedikit kurang yakin tapi Min Hyuk menganggukkan kepalanya.
Min Hyuk yang melirik jam ditangannya terlihat gusar.
"Mianhe, Noona aku harus pergi karena ada seseorang yang sedang menungguku". Jawab Min Hyuk dengan wajah yang dibuat menyesal.
"Ne, Gwaenchana". Jawab Shin Hye yang masih memasang senyumnya, hingga beberapa saat kemudian Ny. Park keluar dengan beberapa kantong belanjaan termasuk belanjaan Shin Hye yang dia tinggalkan begitu saja.
"Annyeong". Sapa Min Hyuk dengan sopan pada Ny. Park.
"Anyeong". Jawab Ny. Park.
Karena keterbatasan waktu yang dimiliki Min Hyuk akhirnya Min Hyuk berpamitan kepada mereka berdua, bukannya ingin berlaku tidak sopan dengan meningalkan percakapan namun ada hal lain yang harus Min Hyuk lakukan.
Setelah Min Hyuk dan Shin Hye berpisah, selama dalam perjalanan wajah Shin Hye tidak lepas dari senyum yang membuat dirinya seperti sebuah patung yang sama seperti yang dibelinya tadi., Namun senyum itu harus hilang dua hari sebelum akhir tahun tiba dimana sebuah pesan dengan awalan satu kata 'Maaf' terpampang jelas dilayar ponsel Shin Hye.
dan benar saja dugaannya jika Yong Hwa tidak bisa pulang tepat sesuai janjinya.
Flashback Off

Shin Hye meneguk Coffe late pesanannya dengan perlahan, menghembuskan nafasnya tepat di jendela kaca sampingnya yang membuat kaca itu berembun. Shin Hye mengusap dan membersihkan embun tersebut untuk melihat jelas orang-orang yang tengah berlalu lalang.
Shin Hye lagi-lagi menghembuskan nafasnya sebelum kembali meneguk habis Coffe Late nya. Setelah beberapa saat Shin Hye terdiam akhirnya Shin Hye pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar. Shin Hye merekatkan lagi jaket yang dipakainya setelah itu menyembunyikan kedua tangannya dibalik saku jaket, Shin Hye pun berjalan menjauhi kedai tersebut.

*** Sweet eve with you***

Sepanjang jalan Shin Hye melihat pernak pernik hiasan toko dengan nuansa merah muda, ya bahkan mall dan pusat perbelanjaan lain sudah memajang sebuah coklat dengan ukuran yang cukup besar. Kalian pasti tau untuk apa bukan? tapi untuk Shin Hye hal semacam itu hanya mimpi saja.
"Aku tidak butuh coklat, aku butuh kau datang".  Gumam Shin Hye saat melirik pasangan pemuda yang tengah memilih sebuah kado.
"Hah, menyedihkan". Gumamnya lagi namun kali ini untuk dirinya sendiri.
Shin Hye pun akhirnya sampai di pekarangan rumahnya, di lihatnya beberapa koper sudah tergeletak di ruang tamu.
"Eomma, apa Oppa dan Appa akan pergi lagi?". Tanya Shin Hye saat berpapasan dengan Ny.Park di dapur.
"Aniyo, bukan Oppa dan Appa". Jawab Ny. Park sambil menyendok air sup untuk di cicipi.
"Lalu?". Tanya Shin Hye.
"Kau dan Yoo Chun". Jawab Ny. Park santai.
"Jinjja? Odirokayo?". Tanya Shin Hye sambil mencomot cemilan yang ada di hadapannya dan langsung berpindah tempat ke dalam mulutnya.
"Paris". Jawab Ny. Park yang membuat Shin Hye menyemburkan setengah dari cemilan tersebut.
"Jinjja? tapi aku belum membuat passport, Eomma". Ucap Shin Hye.
"Sudah, kau hanya tinggal mempersiapkan dirimu sekarang.Jam keberangkatan pesawatnya sekitar jam 2 siang. jadi kau hanya punya waktu 4 jam dari sekarang". Jawab Ny. Park dengan tenang namun berbanding terbalik dengan Shin Hye yang mulai berlari menuju kamarnya.
Apa-apaan ini? ke Paris? Hari ini? tapi sama sekali tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Bahkan Yoo Chun hanya diam saja padahal sebelum Shin Hye pergi ke kedai mereka bertemu di ruang tamu. Dengan secepat kilat akhirnya Shin Hye menyelesaikan semuanya.
dan disinilah dia sekarang berada, Bandara International Korea Incheon.
Setelah bersusah payah mempersiapkan diri akhirnya Shin Hye harus rela menunggu beberapa jam karena ternyata pesawat menuju Paris mengalamai keterlambatan. Sudah dua gelas cup coffe Shin Hye habiskan sementara di ujung sana terlihat Yoo Chun yang tengah sibuk dengan seseorang yang tengah menghubunginya.
Shin Hye melirik ponselnya beberapa kali namun tidak ada satu pun pesan dari Yong Hwa yang masuk sebagai jawaban Sms dirinya yang mengatakan hari ini akan pergi ke Paris.
Shin Hye mendesar gusar, Seoul - Amerika saja Yong Hwa pelit kabar bagaimana jika Shin Hye ke paris?

Tidak berapa lama informasi kedatagan pesawat pun terdengar.
"Kajja, sudah saatnya kita pergi". Ucap Yoo Chun sambil menarik troli yang berisi koper miliknya dan Shin Hye.
Penerbangan menuju Paris pun bisa dikatakan lancar, pesawat Airbus A380 Korean Air akhirnya sampai di Charles de Gaulle Airport dengan waktu tempuh kurang lebih tujuh jam penembangan,
Mobil jemputan sudah bertengger di luar bandara untuk membawa Shin Hye menuju hotel yang sudah dipesan keluarga Park sebelumnya, sementara Yoo Chun memilih pergi ke tempat lain, Shin Hye lebih dulu tiba di Hotel.
Dua hari menuju hari kasih sayang apalagi kalau bukan 14 februari, sebenarnya untuk Shin Hye hari kasih sayang tidak harus terpatok di satu tanggal itu saja, karena masih bisa di hari-hari lainnya. Hanya saja budaya disini yang banyak mengagungkan tanggal tersebut.
"Dibanding memusingkan hari valentine lebih baik aku memikirkan bagaimana rasanya menjadi pengantin, Hahahha". Gumam Shin Hye sambil tertawa dengan pemikirannya yang absurb.
Hah jangankan menjadi pengantin mendapat kabar dari kekasihnya saja tidak.

sementara disisi lain.
"Hyung, kau sudah sampai?". Tanya seseorang pada seorang namja yang tengah menyeruput coffe Americano.
"Dimana Yong Hwa?". Tanya Namja yang tidak lain Yoo Chun.
"Sebentar lagi dia datang". Jawab namja yang tidak lain Min Hyuk.
tidak berapa lama orang yang ditunggu pun datang, masih dengan pakaian kebangsaannya yaitu pakaian kerja lengkap dengan dasi yang masih mencekik lehernya.
"Hyung". Sapa Yong Hwa dengan sedikit menundukkan wajahnya.
"Sudah malam seperti ini kau masih bekerja?". Tanya Yoo Chun yang melihat ke arah Yong Hwa yang tengah menarik dasi yang sudah mencekik lehernya itu.
"Hanya sedikt dan semuanya sudah selesai, aku tidak ingin merusak rencana yang sudah aku buat". Jawab Yong Hwa.
"Syukurlah, aku tidak ingin melihat adikku tambah kecewa karena rencana akhir tahun yang sudah dibuatnya harus hancur berantakan". Jawab Yoo Chun membuat Yong Hwa sedikit tersentak.
"Nde, tapi kau juga ikut andil tentang hal itu Hyung. Jangan menyalahkan aku saja dan Min Hyuk juga ikut bersalah dalam  hal ini". Ucap Yong Hwa yang tidak mau kalah dan juga disalahkan.
"Mwo? kenapa aku?". Tanya Min Hyuk sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Karena kau berkata yang tidak-tidak pada Shin Hye dan juga menemuinya". Jawab Yong Hwa.
"Ralat, bukan menemuinya tapi bertemu dengan tidak sengaja Hyung. Tolong dibedakan mana yang bertemu dan menemui". Jawab Min Hyuk dengan kesal dan di akhiri dengan mulut yang maju beberapa centi.
"Sudah, intinya lusa jangan sampai gagal. Ah, aku harus kembali ke hotel aku tidak bisa meninggalkan Sin Hye sendiri disana". Jawab Yoo Chun yang mulai berdiri dari sofa.
"Ne, tolong jaga dia sebentar lagi Hyung". Mohon Yong Hwa dan Yoo Chun hanya menepuk pundak Yong Hwa sebentar setelah itu pergi meninggalkan kedua namja itu.

*
*

Yoo Chun yang sudah sampai di hotel tidak menemukan keberadaan Shin Hye disana bahkan ponselnya saja tidak aktif.
"Kemana dia". Gumam Yoo Chun.
Yoo Chun pun berlari menuju receptionis dan menanyakan soal penghuni kamar A101 , apakah dia memberikan kunci padanya atau tidak namun jawabannya tidak. Yoo Chun pun kembali ke dalam kamar dan mulai mencari lagi, Saat Yoo Chun membuka pintu terlihat Shin Hye yang tengah menonton tv dengan mulut yang penuh dengan cemilan.
"Yya, Pabo. Kau darimana saja?". Tanya Yoo Chun yang sedikit memukul kening Shin Hye.
"Yya, Appo. Aku hanya dari lantai atas hotel ini". Jawab Shin Hye santai.
"Ke atas? malam-malam begini?". Tanya Yoo Chun tidak percaya.
"Ne, karena aku bosan disini". Jawab Shin Hye sekenanya.
"lalu kenapa ponselmu tidak aktif?". Tanya Yoo Chun lagi.
"Aku lupa mencharge-nya". Jawab Shin Hye yang sibuk menyingkirkan tubuh Yoo Chun di hadapannya.
"Yya, bisakah kau pergi dari hadapanku eoh". Teriak Shin Hye yang mulai kesal karena Yoo Chun menghalangi acara yang sedang di tontonnya.
Yoo Chun pun pergi meninggalkan Shin Hye sendiri dengan acara yang menurutnya tidak bermutu.

Pagi menjelang saat Shin Hye membuka sedikit demi sedikit kedua matanya, serpihan remah yang bertabur di atas perutnya di tepis begitu saja bahkan bungkus cemilan yang tadi malam berserakan dilantai. Di lihat dari kejadiannya jika Shin Hye tertidur di ruang televisi.
Sepertinya Yoo Chun belum bangun karena tidak terlihat kehidupan yang menggambarkan namja imut itu.
"Oppa, Kajja Ireona". Ucap Shin Hye sambil menggoncang bahu Yoo Chun, sementara Yoo Chun hanya menggeliat sebentar.
"Yya, Oppa cepat bangun. Kau harus memesan makanan untukku". Ucap Shin Hye lagi dan kali ini Yoo Chun terbangun dengan mata yang masih menyipit.
"Kau bisa menelpon layanan kamar Shin, apa itu harus aku contohkan?". Tanya Yoo Chun yang mulai berjalan menuju kamar mandi dengan sedikit menabrak benda di samping kanan dan kirinya karena mata yang belum terbuka sempurna.
"Aniyo, aku ingin makanan yang lain". Teriak Shin Hye karena Yoo Chun sudah lebih dulu menghilang dibalik pintu kamar mandi.

*
*
Sebuah kedai kecil dipilih Shin Hye untuk sekedar menghangatkan tubuhnya dengan memesan Coffe Late, begitu pun dengan Yoo Chun yang ikut meneguk Coffe Americano pesanannya.

"Setelah ini, bagimana kalau kita ke menara Eiffel Oppa". Pinta Shin Hye dengan senyuman manis yang tersungging di mulut kecilnya.
"Any, setelah ini kau ikut denganku ke suatu tempat". Jawab Yoo Chun membuat senyuman hilang dari bibir mungil Shin Hye.
"Eodi?". Tanya Shin Hye.
"Ikut saja, nanti kau juga tau". Jawab Yoo Chun sambil menyeruput Coffe.

Tidak berapa lama Yoo Chun mengajak Shin Hye berkeliling dan Shin Hye hanya mampu berdecak kagum dengan tempat-tempat yang dilaluinya.
"Yya, Hentikan. kau seperti gadis nora yang baru pertama kali ke kemari". Jawab Yoo Chun dan langsung menyeret Shin Hye saat dirinya terdiam di depan toko yang menjual tas favoritnya.
"Yya, memang aku baru pertama kali kemari. Selama ini aku hanya berkeliling Gangnam, Myeongdong atau Namsan Tower dan itu juga harus ditemani Eomma". Jawab Shin Hye kesal lalu berjalan mendahului Yoo Chun.
"Yya, Nona Park kau mau kemana?". Tanya Yoo Chun yang membuat Shin Hye terhenti dan menoleh ke arah belakang, dilihatnya Yoo Chun yang masuk ke dalam sebuah butik kecil. Shin Hye pun mengikuti langkah Yoo Chun dan masuk ke dalam butik tersebut.
"Silahkan masuk". Ucap penjaga butik tersebut.
"Silahkan duduk". Lanjutnya lagi.
"Oppa, kita sedang apa disini?". Bisik Shin Hye setelah beberapa saat terdiam.
"Diam saja". Jawab Yoo Chun yang sama berbisik pula.
Tidak berapa lama pegawai itu pun datang dengan sebuah tas kertas yang diberikan kepada Yoo Chun dan Shin Hye seperti kambing conge yang hanya mampu menatap Kakaknya tersebut tanpa bertanya.

*** Sweet Eve With You***
Tanggal 14 februari, yang katanya tanggal kasih sayang. Apakah kasih sayang harus diidentikan dengan sebuah angka? Bukankah seharusnya kasih sayang itu dilakukan setiap hari.
Hari ini entah kenapa Yoo Chun begitu menyebalkan dengan menyuruhnya berdandan, hal yang paling tidak disukai Shin Hye. Tidak berdandan saja sudah cantik koq hehehe.
Yoo Chun memberikan tas yang kemarin di terimanya di butik, yang ternyata isinya sebuah gaun cantik berwarna Peach.
Shin Hye pun mengenakan pakaian tersebut dan menggerai rambutnya yang panjang ditambah riasan yang senatural mungkin.
" Malam-malam seperti ini kita mau kemana Oppa? dan kenapa harus menggunakan pakaian seperti ini?". Tanya Shin Hye disela-sela perjalanannya.
"Kau akan makan malam". Jawab Yoo Chun.
"Dengan siapa?". Tanya Shin Hye lagi.
"Lihat saja nanti, jadi diamlah Ok?". Ucap Yoo Chun yang mulai menjalankan kendaraannya menuju sebuah tempat.
"Turunlah". Pinta Yoo Chun.
"Oppa, ini dimana? kenapa disini gelap sekali". Ucap Shin Hye yang mulai meraba tempat yang bisa digapainya.
"Kemari". Yoo Chun menarik tangan Shin Hye dan membopongnya menuju suatu tempat.
"Tunggu disini". Yoo Chun sedikit berbisik sementara Shin Hye sudah terlihat kebingungan.
"Yya, Oppa jangan tinggalkan aku". Teriak Shin Hye namun sayang Yoo Chun sudah tidak ada disampingnya.
Di kegelapan ini Shin Hye mulai kebingungan hingga sebuah lampu menyala satu persatu, tepat di paling ujung terlihat seorang namja yang berdiri dengan gagahnya. Shin Hye berjalan mendekati namja yang kini tengah tersenyum padanya itu.
"Yong". Panggil Shin Hye lirih.
"Kajja, duduklah". Yong Hwa menarik kursi untuk Shin Hye.
Sebuab dekorasi yang sangat cantik dengan warna putih yang mendominasi, disamping kanan dan kiri terdapat hiasan bunga-bunga yang indah membuat Shin Hye tidak bisa berkata-kata.
"Shin, Mianhe. karena selama ini aku sudah mendiamkanmu bahkan aku sudah menghancurkan malam tahun baru yang sudah kau rancang. ini aku buat sengaja untukmu, aku tau kau termasuk type gadia yang tidak suka dengan hal-hal seperti ini. Ya tentu saja karena kau tidak memiliki pasion dalam hal ini. aku bahkan  heran kenapa aku bisa membuat hal semacam ini selama berbulan-bulan". Ucap Yong Hwa yang mulai membuat Shin Hye kesal, awalnya Shin Hye sudah senang dengan acara yang romantis ini bahkan melupakan semua kesalahan yang sudah Yong Hwa buat padanya, tapi apa ini? kenapa dia malah merusak momentnya?
"Yya, kenapa kau berkata seperti itu? aku sudah tersentuh dengan semua ucapan juga semua yang kau lakukan. kau memang menyebalkan". Shin Hye berdiri dan membanting sapu tangan yang ada disampingnya dan mulai berjalanmenjauhi Yong Hwa namun Yong Hwa lebih dulu menarik tangan Shin Hye.
"Mianhe, aku tidak bermaksud berkata seperti itu". Ucap Yong Hwa sambil menahan pergelangan tangan Shin Hye dan tepat saat itu Yong Hwa mulai turun dan bersimpuh disamping Shin Hye.
"Yya, apa yang kau lakukan?". Taya Shin Hye panik dan berusaha membantu Yong Hwa untuk berdiri.
"Aku tidak tau harus berkata apa? selama ini mungkin kau berpikir tifak memperdulikanmu. Ya, jika bukan karena Yoo Chun Hyung, Min Hyuk serta kedua orang tua kita aku tidak akan berada disini sekarang. sebelum terlambat". Yong Hwa menggantung kalimatnta dan mengambil sesuatu dari kantong jasnya, sebuah tempat berwarna merah beludru dengan bentuk hati yang cantik.
"Park Shin Hye, Will You Marry Me?". Tanya Yong Hwa dengan membuka tempat benda berkilau itu berada.
Shin Hye hanya mampu menutup mulutnya dengan kedua tangan dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Yong Hwa hanya mampu mendesah saat Shin Hye tak juga mengatakan ya atau tidak.
"Apakah aku harus berkata 'Ya' agar kau senang?". Tanya Shin Hye.
Yong Hwa pun tersenyum dan mengangguk.
"Palli, pasangkan". Pinta Shin Hye sambil menyodorkan jari-jari tangannya, dengan cepat Yong Hwa memasangkan cincin itu di jari manis Shin Hye.
Yong Hwa pun menarik Shin Hye dan mengecupnya lembut, bersamaan dengan itu lampu-lampu menyala sangat cantiknya dan di ujung sana lampu dari Menara Eiffel pun tidak mau kalah memancarkan sinar lampu yang berkerlap-kerlip.
Disusul suara hingar bingar dari letupan kembang api.
"Apa ini kau yang rencanakan?". Tanya Shin Hye dan dijawab anggukan oleh Yong Hwa.
"Apa semua ikut membantumu?". Tanya Shin Hye lagi dan Yong Hwa lagi-lagi hanya mengangguk.
"Ish kalian menyebalkan".
Shin Hye pun berjalan menjauhi Yong Hwa membuat Yong Hwa mengikutinya dari belakang.
"Kau tau malam ini aku sangat bahagia". Ucap Yong Hwa yang memeluk erat Shin Hye dari belakang.

Fin



Cerita apa ini?? Entahlah hahaha, cerita ter-absurb yang aku buat, tadinya mau di post kemarin tapi apalah daya ternyata melenceng wkwkwk.. Yasudahlah  hihihi

Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Sweet Eve With You"

Post a Comment

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?