Kategori

Beloved Best Friend Part 7










BELOVED BEST FRIEND
Author : Aiia
Main Cast : Jung Yong Hwa, Park Shin Hye,
Other Cast : Cnblue member, Suzy Miss A, Lee Min Ho, Jung Soo Min,
dan cast lainnya yang akan kalian temukan di dalam cerita
Lenght : PartGenre : Romance, Friendship
Rating : PG
Credit Poster : Aimuris Art
Disclaimer : Seluruh cerita yang ada di Fanfiction ini murni hasil kerja dan imajinasi author tanpa ada campur tangan atau menjiplak dari karya orang lain. Cast sepenuhnya hanya milik Tuhan dan author hanya meminjam nama mereka saja untuk keperluan cerita. Kesempurnaan hanya milik Tuhan sementara ke-typo-an milik author!!! Dont copy paste and bash. cukup sekianHappy Reading (^°^).


***

Sahabat dan Cinta, jika kau dihadapkan dengan dua hal itu. Mana yang akan kau pilih?

*
*

Terik mentari siang ini tidak menyurutkan seseorang untuk berolah raga mengelilingi lapangan bola yang lebarnya melebihi bundaran HI di indonesia, seorang namja tampak mengelap peluh di dahi serta wajahnya karena olah raga dadakan yang tengah di jalaninya kini.

Dari jauh terlihat seorang yeoja yang sedari tadi memperhatikan orang tersebut berlari mengitari lapangan tanpa henti bahkan teriakannya di acuhkan, padahal hukuman karena terlambat sudah selesai dari beberapa saat yang lalu, sampai akhirnya yeoja dan namja tersebut kembali ke kelas. Ada yang beda dengan namja yang tidak lain Yong Hwa itu, sejak terakhir bertemu. Yong Hwa seakan menjaga jarak dengan yeoja yang tidak lain Shin Hye. Hmmm, jika di hitung sudah tiga hari berturut-turut Yong Hwa menghindari Shin Hye. Padahal dalam agama dijelaskan tuh gak boleh mendiamkan sodara seiman lebih dari tiga hari, iya kan?

Yong Hwa selalu ada cara untuk menghindari Shin Hye, kapan pun dan dimana pun. Hingga Shin Hye berpikir jika Yong Hwa mulai membencinya, tapi apa alasan Yong Hwa untuk membenci Shin Hye?


Langit mulai temaram saat Shin Hye berjalan menuju rumahnya, selama perjalanan pulang Shin Hye merasa seperti ada yang mengikuti namun saat Shin Hye berbalik tidak ada siapa-siapa disana. Hingga akhirnya terlihat sebuah bayangan tepat di belakang Shin Hye.
"Yya, mau apa kau?". Teriak Shin Hye sambil membalikkan tubuh dan mulai memukul orang yang mengikutinya itu dengan tas ranselnya yang super berat.

"Ouch, Appo". Rintih namja itu sambil menggosok tangannya yang tadi kena pukul saat melindungi tubuhnya.

"Mi.. Minho Oppa? Yya, kau membuatku takut.sedang apa kau disini?". Tanya Shin Hye saat mulai mengenali pria yang sejak tadi mengikutinya.
"Any, aku hanya khawatir saja padamu".Ucap Min Ho.
"Khawatir? Wae?". Tanya Shin Hye yang masih belum melihat jelas wajah namja tersebut karena gelap.

"Beberapa hari ini kau terlihat murung, aku fikir kau sakit". Ucap Min Ho yang kini berjalan bersisian dengan Shin Hye.
"Any, nan Gwaenchana". Shin Hye tersenyum lembut ke arah Min Ho dan mulai lembali berjalan menuju halte, entah kenapa dirinya malah berjalan menjauhi jalanan utama dan meninggalkan sepedanya begitu saja.

*
*

Sebuah ruangan serba putih dengan bau menyengat menjadi hal pertama yang dilihat dan di rasakan oleh gadis yang sudah beberapa minggu tertidur di ranjang lori tersebut.
Matanya berkedip untuk pertama kalinya dan di lihatnya di sebelah kanannya terpasang selang infus yang menusuk tajam tangannya sementara di samping kirinya terlihat seorang namja yang tengah tertidur dengan dua kursi yang di satukan.

Jung So Min, gadis itu mulai bangun dari ranjangnya dan membuat sedikit suara membuat namja yang tidak lain Hyun Joong itu tersentak kaget.

"So Min-ya, kau sudah bangun?'. Hyun Joong bangkit dan berjalan menuju tempat So Min berada dan membantu So Min untuk berdiri namun So Min menepis tangan Hyun Jong dan mulai berjalan menuju kamar mandi dengan tertatih sambil membawa tempat infusan.

"So Min-ya". Gumam Hyun Joong

*** Beloved Best Friend ***

Shin Hye berjalan menuju sebuah pusat perbelanjaan, tidak seperti para remaja wanita kebanyakan yang menghabiskan waktunya untuk berbelanja pakaian, kosmetik atau lainnya yang pastinya sudah penuh dengan tas-tas plastik atau kertas yang menggenggam erat tangannya, Shin Hye lebih memilih membeli sebuah buku super tebal dengan judul yang sudah cukup di kenal masyarakat luar dengan penulis yang juga tidak kalah populer siapa lagi kalau bukan J.K. Rowling.
sebuah buku Merah di tambah warna gold dengan tulisan besar yang bertuliskan Fantastic Beasts and Where to Find Them menjadi teman perjalanannya. kini Shin Hye tengah duduk disalah satu kursi cafe dengan tangan dan mata yang setia pada paris-baris hitam di hadapannya hingga sesuatu menggelitik indra pendengarannya.
Shin Hye pun memperjelas pendengarannya, takut-takut nama yang baru saja di dengarnya itu salah.

sementara itu sekitar dua meja dari tempat Shin Hye berada terlihat dua orang gadis dengan tampilan bak seorang model kw dengan tangan penuh dengan belanjaan yang entah apa saja dan berapa uang yang sudah dihabiskannya untuk hal itu.

seorang gadis yang lainnya sibuk membereskan pakaian serta rambutnya.
"Bagaimana? apa kau sudah berhasil mendekati namja yang kau incar itu?". ucap salah satu diantaranya.
"Any, dia sudah masuk ke pelukan gadis desa itu". Jawab wanita yang ada di hadapannya tersebut.
"Gadis desa? maksudmu Jung Soo Min?" Tanya temannya tersebut.
"Ne".
"Apa kau bercanda? dia tidak buta atau gila kan? apa bagusnya gadis itu?". Ucap temannya sambil mengibaskan rambut panjangnya.

Shin Hye yang merasa kesal saat mendengar nama sahabatnya disebut langsung berjalan dan menumpahkan isi dari dua botol yang kini ada di tangannya ke atas kepala kedua gadis tersebut.

"Yya, apa yang kau lakukan? apa kau gila?". Teriak wanita berbaju pink tersebut.
"Ups, Sorry tanganku tiba-tiba gatal".Jawab Shin Hye sekenanya.
"Yya, perempuan sialan. bagaimana bisa tanganmu gatal dan menumpahkan air itu di atas kepala kami hah?". Ucap teman sebelahnya.
"Tanganku gatal karena memang ingin menyiram air kolam disana ke tubuh kalian tapi apa daya hanya ada minuman ini di meja kalian jadi ya itu cukup". Jawab Shin Hye santai, kedua tangannya di tepuk seperti membuang kotoran dan setelah itu berbalik untuk menjauh tapi tangan Shin Hye di tahan oleh salah satu wanita tersebut.
"Apa kau tau? ini sangat lengket, aku minta kau ganti semua biaya laundri baju kita". Pintanya.
"Hanya baju? jangankan baju, dirimu pun bisa aku bayar". Ucap Shin Hye sarkatis.
"Brengsek". Karena merasa terhina wanita itu pun mulai melayangkan tangannya tepat ke arah wajah Shin Hye namun dengan cepat Shin Hye menangkis tangannya dan memitingnya ke belakang.
"Jangan pernah coba-coba kepadaku nona Ahn Yoona, aku peringatkan padamu jika kau masih sayang dengan tangan cantikmu ini jauhi Kim Hyun Jong dan juga Jung Soo Min. Apa kau mengerti?". Ucap Shin Hye dengan sedikit berbisik sementara Yoona tengah meronta dan tidak menjawab pertanyaan Shin Hye.
"Apa kau tidak mendengarku?" Ucap Shin Hye yang mempererat pitingannya hingga Yoona menjerit kesakitan.
"Ne, aku akan menjauhi Hyun Jong. Lepaskan aku". Pinta Yoona.
Shin Hye pun melepaskan tangan Yoona sementara Yoona mengusap pergelangan tangannya yang sakit.
"Ingat, jika sekali saja aku mendengar kau mendekati Hyun Jong dan menyakiti Soo Min akan aku pastikan kau mengalami lebih dari hari ini". Ucap Shin Hye memperingatkan.
Dengan kesal Yoona serta temannya mengambil tas serta belanjaannya setelah itu pergi dari cafe dengan keadaan basah kuyup dan lengket akibat minuman yang Shin Hye siram.

*

Setelah mencuci tangan Shin Hye pun keluar dari cafe dan mulai berjalan, tepat saat Shin Hye akan menuruni tangga seseorang menghalang jalannya, karena sejak tadi Shin Hye hanya fokus dengan buku yang isinya terdapat kata-kata lucu yang seolah asli tulisan Harry dan temannya Weasley, Shin Hye jadi tidak begitu fokus menatap jalan.

"Bisakah tidak membaca sambil berjalan?". Sebuah suara yang sudah cukup familiar di telinga Shin Hye bertanya.
Shin Hye pun menatap orang yang kini ada di hadapannya.
"Yong, sedang apa kau disini?". Tanya Shin Hye.
Tanpa menjawab Yong Hwa hanya mengangkat tinggi tangan kanannya yang tengah membawa beberapa belanjaan.
"Kau belanja sebanyak ini?". Tanya Shin Hye bingung.
"Bukan punyaku tapi Seolhyun". Jawab Yong Hwa yang hanya di jawab 'Oh' olh Shin Hye. Tidak berapa lama mereka berbincang dari arah kiri Seolhyun keluar dengan menenteng tas belanjaan lainnya setelah itu memberikannya pada Yong Hwa.
Apakah Seolhyun tidak berfikir jika tangan Yong Hwa hanya ada dua dan dia harus membawa banyak belanjaan seperti itu. Benar-benar gadis yang tidak tau diri.
Tidak berapa lama Seolhyun keluar dengan sebuah kertas belanjaan lagi dan lagi-lagi belanjaanya itu dia berikan pada Yong Hwa.
“yya, Seolhyun apa yang kau lakukan eoh? Apa kau buta, tidak melihat berapa banyak belanjaan yang Yong Hwa bawa?”. Teriak Shin Hye sementara Seolhyun hanya mengernyitkan dahinya.
“Wae? Apa ada masalah? Sepertinya Yong Hwa baik-baik saja, kenapa kau yang marah-marah? Dan juga sedang apa kau disini? Tidak ada belanjaan yang kau beli?”. Tanya Seolhyun bertubi-tubi dengan mata yang melirik ke arah Shin Hye.
“Yya, apa yang kau lihat? Aku tidak perlu membuang-buang uangku hanya untuk hal-hal yang tidak perlu”. Jawab Shin Hye.
Seolhyun yang kesal hanya menarik tangan Yong Hwa untuk menjauh dari Shin hye dan Shin Hye hanya mendesis sebal.

*

Malam harinya Yong Hwa kembali bertamu ke rumah Shin Hye lewat balkon kamar Shin Hye.
Hubungan mereka akhirnya kembali membaik, dan Yong Hwa juga menjelaskan kenapa waktu itu dirinya mencium Shin Hye dan alasannya adalah karena wajahnya terlalu dekat dengan wajah Shin Hye sementara ucapan tentang menjauhi Min Ho karena Shin Hye lebih perduli kepada Min Ho dibanding dirinya saat itu, alasan yang sangat konyol dan tidak masuk akal memang tapi Shin Hye mempercayainya dengan mudah.

Seharusnya malam ini Yoo Chun sudah pulang hanya saja ada pekerjaan mendesak yang tidak bisa dia tinggalkan.
“Yong”. Panggil Shin Hye.
“Hmm”. Yong Hwa hanya berdeham tanpa memandang wajah Shin Hye.
“Bagaimana hubunganmu dengan Seolhyun? Aku rasa lebih baik kau sudahi saja”. Tanya Shin Hye yang memberikan sebuah penekanan diakhir kalimatnya.
“Wae?”. Tanya Yong Hwa.
“Dia bukan yeoja yang baik, sejak awal aku sudah katakan jika dia bukan yeoja yang baik. Buktinya dia dengan tega menyuruhmu membawa begitu banyak belanjaan seperti tadi siang. Walau aku akui sekarang kau hanya berfokus pada satu yeoja saja tapi aku malah lebih nyaman dengan Yong Hwa si playboy di banding Yong Hwa si Belboy”. Ucap Shin Hye yang membuat Yong Hwa menoleh kearahnya.
“Belboy? Apa maksudmu?”. Tanya Yong Hwa.
“Ya kau seperti Belboy yang ada di hotel dimana mereka membawakan tas untuk pelanggan atau customer hotel hanya saja bedanya mereka membawa koper dan kau membawa tas belanjaan Seolhyun”. Jawab Shin Hye tanpa dosa.
“Yya, kau ini”. Yong Hwa malah mengacak rambut Shin Hye saat mendengar asumsi dan penjelasan menurutnya itu.
“Kau tenang saja, saat itu tiba aku pasti akan melepaskan Seolhyun”. Jawab Yong Hwa yang kembali menatap langit.
“Saat itu tiba? Maksudmu apa?”. Tanya Shin Hye tidak mengerti.
“Saat seorang gadis yang aku sukai menerima perasaanku”. Jawab Yong Hwa santai.
“Kau? Menyukai gadis lain? Aigo, aku fikir kau sudah berubah”. Ucap Shin Hye.
“Untuk dia aku akan berubah”. Jawab Yong Hwa yang mulai memberikan teka-teki.
“Nugu? Seolhyun? Bukankah dia sudah menjadi yeojachingumu?”. Tanya Shin Hye bingung.
“Bukan, tapi seorang yeoja yang begitu dekat denganku namun terasa jauh untukku. Sebelumnya kau merasa jika dia pun memiliki perasaan yang sama denganku tapi belakangan ini aku malah sering melihatnya bersama Namja lain dan aku lihat namja itu juga menyukainya”. Jelas Yong Hwa.
“Apakah aku bisa membantumu untuk mencari tau hubungan mereka?”. Tanya Shin Hye yang tidak tau siapa yeoja yang tengah mereka bicarakan itu.
“Apa kau tidak keberatan?”. Tanya Yong Hwa.
“Tentu saja tidak”. Ucap Shin Hye.
“Aku rasa tidak perlu, biar aku sendiri saja yang cari tau lebih baik kau urus saja masalah percintaanmu sendiri”. Jawab Yong Hwa sambil memeletkan lidah.
“Yya, Napeun”. Shin Hye memukul pundak Yong Hwa dengan sangat keras hingga Yong Hwa mengaduh.
“Yong”. Panggil Shin Hye lagi.
“Ne”.
Sahabat dan Cinta, jika kau dihadapkan dengan dua hal itu. Mana yang akan kau pilih? Dan apa alasanmu?”. Tanya Shin Hye.
“Tentu saja sabahat, alasannya mudah karena Sahabat aku mengenal apa arti cinta”. Jawab Yong Hwa.
“Tapi kau menelantarkan sahabatmu demi cintamu”. Protes Shin Hye yang merasa minggu-minggu lalu merasa terabaikan oleh Yong Hwa.
“Hahahaha, Mianhe. Aku tidak bermaksud seperti itu, lagi pula kau kan sudah ada Min Ho. Aku lihat kalian semakin dekat, bahkan kali ini malah kau yang menjauhi kami terutama aku”. Jawab Yong Hwa dengan sedikit terkekeh.
“Mian, aku hanya ingin balas dendam padamu saja. Bagaimana? Bukankah tidak enak jika kita diacuhkan oleh sahabatmu sendiri?”. Tanya Shin Hye.
“Iya... Iya... Mianhe jika sebelumnya aku berbuat seperti itu padamu. Lalu jika pertanyaanmu itu aku tanyakan padamu apa jawabanmu?”. Jawab Yong Hwa yang kini balik bertanya.
“Aku jawab Cinta. Karena Cinta itu universal, dan karena Cinta juga aku bisa bersahabat denganmu, Min Hyuk, Jong Hyun, Suzy bahkan Min Ho Oppa. Namun seperti yang kau bilang tadi karena Cinta aku mengenal bagaimana sahabatku”. Jawab Shin Hye.
“Hei itu hanya kau membalik kalimatku saja pabo, lebih kreativ lagi”. Protes Yong Hwa sambil mengacak rambut Shin Hye.
“Yya, kebiasaanmu ini sama seperti Oppa, menyebalkan”. Ucap Shin Hye dengan kesal.
Sementara Yong Hwa hanya tertawa.
“Cinta dalam persahabatan, atau sahabat yang tercinta?”. Kini Yong Hwa yang bertanya.
“Tentu saja Cinta dalam persahabatan”. Jawab Shin Hye.
“Alasannya?”. Tanya Yong Hwa.
“Karena tanpa rasa cinta diantara persahabatan tidak akan terjalin suatu hubungan yang baik dan pasti hubungan yang sudah dibina itu akan hancur tanpa rasa cinta”. Jawab Shin Hye yang mulai diplomatis.
“Hubungan yang dibina dengan cinta? Seperti apa?”. Tanya Yong Hwa.
“Tentu saja seperti kau dan aku misalnya, kita berteman sudah sejak kecil bukan? Jadi rasa cinta yang tumbuh dihatiku ini setiap hari semakin berkembang dan...”. Shin Hye tidak melanjutkan ucapannya karena hampir saja dirinya mengutaran isi hatinya pada namja yang kini tengah menatapnya lekat.
“Dan???”. Tanya Yong Hwa.
“Dan bertambah setelah itu rasa cinta ini juga untuk Jong Hyun, Min Hyuk juga Suzy seperti kau tau, aku mencintai dan menyayangi mereka seperti seorang saudara, kau juga Yong”. Jawab Shin Hye dengan cepat dan terdengar desahan berat dari mulut Yong Hwa.
“Kalau kau pilih yang mana?”. Tanya Shin Hye.
“Aku pilih keduanya”. Jawab Yong Hwa.
“Ya itu tidak adil, kau harus memilih salah satunya Yong”. Protes Shin Hye.
“Aku hanya mengatakan ‘Cinta dalam persahabatan, atau sahabat yang tercinta?’ aku tidak mengatakan untuk memilih yang mana? Makanya jika orang berbicara dengarkan yang baik”. Ucap Yong Hwa yang membuat Shin Hye kesal. Memang benar apa yang dikatakan Yong
Hwa sejak awal dia tidak mengatakan harus pilih yang mana, tapi dengan tanda tanya dan penghubung ditengahnya bukankah itu pertanyaan pilihan? Tapi entahlah, orang ganteng mah sah-sah aja mau buat pertanyaan.
“Baiklah aku kalah, lalu apa alasanmu mengatakan kedua hal itu?”. Tanya Shin Hye.
“Dalam persahabatan yang tidak dilandasi rasa cinta tidak akan ada yang namanya kepercayaan dan sebuah kepercayaan melandasi sebuah hubungan yang mungkin berlanjut pada seorang sahabat yang akan kau cintai untuk selamanya. Apa kau mengerti penjelasanku?”. Tanya Yong Hwa dan dengan polosnya Shin Hye menggelengkan kepalanya.
“Haish, percuma aku jelaskan dasar pabo”. Ucap Yong Hwa yang kembali mengacak rambut Shin Hye sambil tertawa.
“Yyya, hentikan Jung Yong Hwa paboooo”. Teriak Shin Hye yang menggema menghiasi malam yang penuh dengan bintang.

*** Beloved Best Friend***

Kicauan Burung menyambut hari Shin Hye, dengan cepat Shin Hye berlari menuju kamar mandi dan setelah itu mengganti pakaiannya setelahnya bersiap untuk berangkat ke kampus, seperti biasa Yong Hwa sudah lebih dulu nangkring di depan meja makan dengan tangan dan mulut yang penuh dengan roti bakar buatan Eomma Shin Hye, tidak berapa lama Min Ho datang mejemput Shin Hye. Sejak beberapa minggu terakhir Min Ho sering datang ke rumah Shin Hye dan hubungan mereka pun semakin dekat tapi tetap saja status diantara mereka hanya sebatas sahabat tidak lebih setidaknya untuk saat ini.
Dan Yong Hwa sudah tidak merasa risih lagi dengan kehadiran Min Ho di rumah Shin Hye seperti ini, bahkan itu sudah menjadi suatu kebiasaan untuk Yong Hwa menatap wajah Min Ho di pagi harinya seperti saat ini.

Acara sarapan sudah selesai dan akhirnya mereka berangkat ke kampus bersama, kali ini Min Ho membawa mobilnya dengan Shin Hye yang duduk disampingnya sementara Yong Hwa duduk di belakang Shin Hye dan Min Ho. Yong Hwa bilang sekali-kali dia juga ingin merasakan bagaimana rasanya duduk di kursi mobil Min Ho, awalnya dia diminta untuk duduk di depan hanya saja Yong Hwa menolak dengan alasan dia ingin tidur di belakang. Hah, jika hanya ingin tidur kenapa harus berangkat kuliah?.

Mereka pun akhirnya sampai di kampus, dan jam pelajaran pun di mulai. Semua tampak kusyuk dengan tes yang diberikan oleh Min Ho saat ini, satu persatu mereka berjalan menuju meja Min Ho untuk menyerahkan lembaran tes yang sudah diisi yang pasti lebih dulu adalah Yong Hwa setelah itu Shin Hye di susul oleh Seolhyun, Suzy, Min Hyuk dan yang lainnya.

“Shin, nanti siang jam istirahat ada yang ingin aku sampaikan padamu”. Ucap Min Ho sebelum dirinya meninggalkan kelas.
“Ne, baiklah”. Jawab Shin Hye.

*

Suara derap langkah kaki terdengar sangat kencang ditambah deru nafas yang memburu akibat berlari. Yong Hwa berlari mencari dimana Shin Hye berada hingga dirinya merasa lelah, tinggal satu lagi tempat yang mungkin Shin Hye datangi yaitu atap kampus. Yong Hwa kembali mengatur nafasnya saat tangga terakhir dia pijak dan dengan cepat membuka pintu yang ada di hadapannya tersebut.
“Shin”. Teriak Yong Hwa yang saat itu Shin Hye tengah berdiri berhadapan dengan Min Ho yang sepertinya mereka habis membicarakan sesuatu. Yong Hwa pun membungkukkan sedikit tubuhnya di depan Min Ho begitu pun Min Ho.
“Wae?’. Tanya Shin Hye.
“Yoo Chun Hyung”. Ucap Yong Hwa dengan nafas yang masih memburu.
“Oppa? Ada apa dengannya? Apa dia sudah pulang?”. Tanya Shin Hye antusias.
“Ne, dan dia sekarang ada di rumah sakit”. Jawab Yong Hwa.
“Mwo?? Apa kau tidak sedang bercanda?”. Tanya Shin Hye dengan wajah terkejutnya.
“Untuk apa? Cepatlah kita kesana”. Ucap Yong Hwa yang menarik tangan Shin Hye menjauh dari Min Ho.
“Mianhe”. Ucap Shin Hye sesaat sebelum dirinya ikut berlari dan Min Ho hanya tersenyum hingga bayangan Shin Hye tidak terlihat lagi.

@hospital

“Eomma”. Teriak Shin Hye saat melihat ibu serta ayahnya yang tengah duduk menunggu di depan sebuah kamar rawat inap.
“Oppa. Ada apa dengan Oppa? Apa yang terjadi?”. Tanya Shin Hye dengan mata yang sudah tidak bisa membendung tangisnya.
“Oppamu mengalami kecelakaan saat akan pulang, tabrak lari. Untung saja Oppamu dibawa dengan cepat oleh orang-orang yang melihat kejadiannya sehingga nyawanya masih tertolong”. Jawab Tn. Park.
“Lebih baik Eomma dan Appa pulang saja biar aku yang menjaga Oppa disini”. Ucap Shin Hye.
“lebih baik kau saja yang pulang, biar aku dan Eommamu yang menunggu”. Tolak Tuan Park.
“Appa, tolonglah. Appa pasti lelah dan lihatlah Eomma juga sudah lelah jadi pulanglah biar aku yang menjaga Oppa. Jika, terjadi sesuatu pada Oppa, aku akan mengabari Eomma dan Appa”. Ucap Shin Hye yang masih bersikeras meminta untuk orang tuanya pulang dan beristirahat.
“Ne, Ahboeji. Biarkan Shin Hye dan Aku yang menunggu hingga Hyung sadar. Sebaiknya Eomma dan Ahboeji pulang saja”. Sambung Yong Hwa.
“Baiklah, kalau begitu kami pulang. Aku mohon bantuanmu ne Yong, kabari jika terjadi sesuatu”. Ucap Tn. Park. Yang akhirmya mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit.
Sepeninggalnya Tn. Dan Ny. Park, Shin Hye terlihat begitu khawatir. Berkali-kali dirinya melihat ke arah jendela yang terdapat dipintu kamar Yoo Chun. Disana masih ada beberapa dokter dan suster yang tengah menanganinya.
“Oppa akan baik-baik saja kan Yong?”. Tanya Shin Hye.
“Percayalah, Hyung itu kuat pasti sebentar lagi dia akan kembali sehat”. Jawab Yong Hwa dengan memeluk tubuh Shin Hye. Sementara jauh di ujung sana seseorang tengah memandang mereka dengan tersenyum setelah itu berbalik dan pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.

TBC


Annyeong, udah berapa lama ya gak update rasanya aneh hahahaha
entahlah, feel buat nulis jadi ilang karena banyak faktor.
tapi sebisa mungkin seminggu sekali ada update untuk blog. karena blog juga masih sepi
huhuhu dan untuk serial / chapter segera di selesaikan.
happy reading untuk kalian yang singgah di bloq YS ini. 

Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Beloved Best Friend Part 7"

Post a Comment

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?