Kategori

Mermaid In Love Part 7



MERMAID IN LOVE 
Author : Aiia
Main Cast : Jung Yong Hwa, Park Shin Hye,
Other Cast : Lee Jong Hyun Cnblue, Park Jieon, Kim Kibum SUJU
dan cast lainnya yang akan kalian temukan di dalam cerita
Lenght : Part
 Genre : Romance, Fantasy
Rating : PG
Credit Poster : Aimuris Art
Disclaimer : Seluruh cerita yang ada di Fanfiction ini murni hasil
kerja dan imajinasi author tanpa ada campur tangan atau menjiplak dari
karya orang lain. Cast sepenuhnya hanya milik Tuhan dan author hanya
meminjam nama mereka saja untuk keperluan cerita. Kesempurnaan hanya
milik Tuhan sementara ke-typo-an milik author!!! Don’t copy paste and
bash. cukup sekian
Happy Reading (^°^)√


***
Kau??
Ada apa dengan kakimu? Mengapa tubuhmu seperti itu?
Siapa kau sebenarnya?

Story Begin......

Pagi yang cerah membuat siapapun bersemangat, tidak terkecuali kelima pemuda yang kini tengah membersihkan peralatan ‘pesta’ mereka tadi malam. Kibum dengan sengaja membantu Shin Hye sementara Jiyeon dan Jong hyun pergi ke dapur untuk menata perabotan ke tempatnya semula sedangkan Yong Hwa yang juga membantu Shin hye hanya mampu memandang tubuh Shin Hye dari belakang.

Sekarang sudah tidak ada lagi jeritan histeris atau bayangan berkelebat mengenai Gyuwon walaupun rasa bersalah masih menghantui Yong Hwa.
Semua tampak mudah namun tentu saja itu sangat sulit dilakukan, melupakan seseorang yang karena dirinya yang tidak mampu menjaganya dengan baik. Walaupun itu bukan kesalahannya, karena keadaan alam saat itu bukan dirinya yang meninginkan adanya badai melainkan memang sudah kehendaknya.
Yonghwa yang berjalan mendahului Kibum dan Shinhye mendapat tatapan penuh tanya dari Shinhye.
“Shin, gwaenchana?”. Tanya Kibum saat melihat Shinhye terdiam.
“Ne, nan gwaenchana. Kajja”. Shinhye pun kembali berjalan menuju ruang makan dan menata beberapa sayuran dan masakan yang semalam dibuat.
“Aku akan menghangatkan sayur dan bulgogi ini, apa ada yang kalian mau lagi?”. Tanya Jiyeon sesaat dirinya sampai di tempat Shinhye dan kedua temannya berada.
“Jiyeon-ah, aku harus mandi. Bisakah aku ke atas lebih dulu?”. Tanya Shinhye yang mulai merasa pusing.
“Ne, cepatlah”. Ucap Jiyeon sambil berbisik.
Kibum yang merasa aneh kini menatap Shinhye yang tengah berlari menuju lantai atas, apakah Shinhye begitu ingin mandi sehingga terlihat seperti orang sakit? Baru kali ini Kibum melihat orang sangat antusias untuk mandi.
**
Kibum dan Jong Hyun lebih dulu berpamitan untuk pulang, sementara Yong Hwa masih betah menetap di rumah Jiyeon.  Berkali-kali dia menatap kearah dimana Shinhye akan muncul pasalnya sudah dua jam dia tidak juga muncul setelah mengatakan dirinya mau mandi. Apakah selama itu Shinhye mandi?.



“Eonni pasti tidur”. Ucap Jiyeon yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Yonghwa.
“Maksudmu?”. Tanya Yonghwa.
“Eonni biasanya setelah mandi dia tidur jadi kemungkinan kau tidak akan melihat dia beberapa jam kedepan, kau tau? Eonni sangat sulit jika dibangunkan”. Jawab Jiyeon sambil menyalakan televisi.
“Kenapa membahas Shinhye? Bahkan aku tidak bertanya”. Ucap Yonghwa yang ikut duduk disamping Jiyeon.
“Karena wajahmu sudah menjawab apa yang tidak kau tanyakan Yong, ingat aku mengenalmu bukan hanya hari ini”. Jawab Jiyeon santay.
“Kau”. Umpat Yonghwa. Jiyeon hanya memamerkan deretan gigi putihnya saat mendengar desisan suara Yonghwa.
“Akhir-akhir ini aku perhatikan kau sudah tidak histeris jika bertemu Eonni”. Ucap Jiyeon lagi.
“Ne, karena dia Park Shin Hye bukan Lee Gyuwon. Awalnya setiap aku memandang Shinhye yang ada di hadapanku bukanlah dia tapi Gyuwon, butuh waktu untuk meyakinkan diriku jika Gyuwon sudah pergi,,, aku tau ini terlalu berlebihan hanya saja kau tidak akan mengerti apa yang aku alami”. Ucap Yonghwa yang mulai menjelaskan tentang perubahan dirinya.
“Aku mengerti, aku sudah katakan padamu tadi. Aku mengenalmu bukan hanya hari ini saja, lagi pula yang merasa sedih kehilangan Gyuwon bukan hanya dirimu tapi juga Jonghyun. Aku malah sudah melihat bagaimana rasa kehilangan yang lebih besar darimu. Ya, aku mengerti bagaimana perasaanmu saat itu karena Gyuwon menghilang tepat di depan matamu sendiri tapi tetap saja luka itu bukan hanya kau yang merasakannya Yong”. Jiyeon menepuk pelan bahu Yonghwa dan setelah itu tersenyum.
“Ne, kau benar. Aku malah tidak berfikiran ke arah sana, karena rasa bersalahku pada Jonghyun juga keluarganya terlebih pada Gyuwon yang saat itu terlepas dari genggamanku”. Ucap Yonghwa dengan menundukan wajahnya, sebulir air mata lolos saat Yonghwa kembali mengenang peristiwa itu, peristiwa dimana separuh dari jiwanya terenggut paksa dan menghilang tanpa sisa.
“Gyuwon dan Shinhye itu orang yang berbeda, Gyuwon itu manusia sementara Shinhye itu..”. Ucap Jiyeon yang hampir saja membongkar identitas asli Shinhye.
“Shinhye apa? Apa maksudmu?”. Tanya Yonghwa yang merasa aneh dengan kalimat Jiyeon.
“Ah any, mungkin kau salah dengar”. Jawab Jiyeon sambil menolehkan wajahnya kesamping dan mengumpat dalam hati.
“Park Jiyeon pabo, apa yang sudah kau lakukan”. Gumam Jiyeon dalam hati.
“Park Jiyeon jawab, apa maksudmu itu hah?”. Tanya Yonghwa.
“Maksudku, Shinhye itu seperti seorang dewi yang menggantikan Gyuwon. Karena di dunia ini jarang sekali ada manusia yang begitu mirip tanpa ada ikatan darah. Yang aku tau jika mereka tidak kembar berarti Shinhye itu titisan dewi yang turun dari langit dengan wujud seperti Gyuwon”. Jawab Jiyeon yang entah apa itu jawaban yang benar, karena Jiyeon sendiri tidak tau apa yang sudah dia ucapkan pada Yonghwa barusan.
“Sebenarnya aku bicara apa?”. Gumam Jiyeon lagi.
“Kau benar, tidak mungkin ada dua orang yang sama persis selain mereka itu saudara kembar”. Jawab Yonghwa yang mulai bangkit berdiri dan mulai meninggalkan Jiyeon yang kini terdiam dengan wajah bodohnya dan mulut menganga.
“Apa yang dia katakan? Atau apa yang aku katakan?”. Jiyeon langsung berlari ke kamar dan mengambil sebuah benda pipih yang dia simpan di atas meja nakas setelah itu mulai men-dial nomer yang sudah dia hafal diluar kepala.
Tidak berapa lama sebuah suara menyapa indra pendengarannya.
“Yoboseo”. Ucap Jiyeon setelah orang disebrang menjawab panggilannya.

***
Langit tampak indah dengan semburat warna keperakan di ujung mega, beberapa burung kecil terbang dengan kawanannya menuju mentari yang mulai turun dan segera digantikan rembulan. Yonghwa menatap cakrawala indah itu dengan sebuah benda yang kini ada di tangannya.
Berkali-kali dirinya memandang benda yang beberapa lalu dia dapatkan, benda yang dulu dia fikir sudah tenggelam bersama sang pemiliknya.
“Apa itu kau Gyuwon? Apa hubunganmu dengan Shinhye?”. Gumam Yonghwa yang kembali menatap benda yang ada di genggamannya tersebut.
Yonghwa berjalan memasuki kamarnya saat lampu jalanan sudah mulai menerangi sekitar, tubuhnya dihempaskan dengan lenguhan yang terdengar saat dirinya kembali menatap benda yang digenggamnya tersebut.
Sekali lagi kilasan balik tentang peristiwa itu kembali bergulir diingatannya.
Flashback On
“Oppa jangan lepaskan”. Teriak Gyuwon saat tangannya mulai terasa menjauh, terjangan badai malam itu meluluh lantakan semuanya.
Yonghwa dan Gyuwon akhirnya berpisah saat dirinya mulai tenggelam kedalam laut yang gelap.
“Oppaaaaaaa”. Teriakan pilu terdengar begitu menyayat hati, mata Yonghwa masih terbuka dan sadar akan ketidak beradaan Gyuwon disisinya, saat dirinya akan berenang melawan rasa keterkejutannya sebuah benda menghantam kepalanya dan memaksanya jatuh lebih dalam dan tepat saat itu sebuah benda jatuh tepat dihadapannya, benda berkilau dengan surai biru berbentuk setengah hati yang disampingnya terdapat sebuah ukiran patung manusia namun tepat di bagian tangannya pahatan itu patah seolah ada lagi benda yang sama sebagai pasangannya. Tepat saat Yonghwa akan menutup kedua matanya wajah serupa Gyuwon menghampirinya dan setelah itu gelap bahkan dirinya tidak akan mengira jika akan selamat.
“Gyuwon”. Gumam Yonghwa dengan tangan yang menggenggam sebuah benda.
Beberapa minggu kemudian Yonghwa sadar dan mendapati dirinya disebuah kamar bernuansa putih dengan bau yang menohok hingga ke paru-paru dan benda itu tidak ada di genggamannya lagi.
Sebuah benda yang ternyata kini berada di rumah keluarga Lee, dimana Jonghyun yang menemukan Yong Hwa saat itu melihat sebuah benda yang dia yakini milik Gyuwon tergeletak beberapa meter dari tempat Yonghwa ditemukan.
Yonghwa sempat melupakan benda tersebut dan mulai membentuk dunianya sendiri dengan mengurung diri serta menyiksa diri. Trauma akan laut, kapal serta kilat yang menyambar membuatnya harus dirawat lebih intensif ditambah duka kehilangan orang yang dicintainya membuat dirinya seakan hidup tanpa nyawa.
Flashback Off

Akhirnya benda yang dulu pernah digenggamnya kini sudah ada dihadapannya, tinggal mencari tau apa hubungan antara Gyuwon dengan Shinhye.
Kedua mata Yonghwa mulai terpejam saat detik jam yang didengarnya perlahan menghilang, benda peninggalan Gyuwon kini melekat erat dileher Yonghwa, menemani malam yang akan segera berlalu.

*** Mermaid In Love***

Gemericik suara air membangunkan Jiyeon yang tanpa disadarinya terlelap dengan posisi yang tidak nyaman, kedua kakinya ditekuk dengan posisi tubuh yang menempel pada meja nakas di kamarnya. Jiyeon memutar tubuhnya ke kiri dan kekanan hingga menimbulkan bunyi kerotak di sela-sela tulangnya. Mulutnya menganga lebar saat kedua tangannya dia tarik keatas untuk mengendurkan otot-otot tubuhnya yang kaku karena posisi tidurnya yang tidak benar.
Saat Jiyeon berjalan menuju kamar Shinhye, Jiyeon melihat Shinhye yang tengah bermain air dengan ekornya yang mengepak di udara, Jiyeon yang mengulum senyumnya mulai membuka bajunya dan menyisakan hot pants dan Sport bra.
“Eonni, Aku datang”. Teriak Jiyeon sebelum dirinya terjun dan ikut berenang bersama Shinhye.
“Yya,,”. Teriak Shinhye saat cipratan air mengenai wajahnya.
“Jiyeon ayo kita lomba siapa yang bisa ke ujung sana paling cepat dia yang menang”. Ucap Shinhye dengan menunjuk ujung kolam.
“Baik, siapa takut. Silahkan hitung kita mulai dari tiga”. Jiyeon berenang lebih dulu mendahului Shinhye, Shinhye hanya tersenyum melihat kecurangan Jiyeon padanya. Tapi kecurangan apapun tidak berlaku bagi Shinhye karena dengan mudah Shinhye menyusul Jiyeon dan berhenti lebih dulu di ujung sebelum Jiyeon tiba beberapa saat kemudian.
“Kau curang”. Ucap Jiyeon.
“Yya, kau yang curang. Menghitung dari awal saja tidak”. Jawab Shinhye dengan bibir yang dipoutkan, terlihat sangat menggemaskan.
“Sudah ya, aku selesai”. Shinhye berenang menuju pinggir kolam dan naik ke permukaan dengan sedikit susah payah dan dibantu oleh Jiyeon. Shinhye menarik tubuhnya menuju tempat yang kering dan dekat dengan kursi dimana sudah ada handuk kecil disana. Shinhye mengelap ekor serta bagian tubuhnya yang lain hingga beberapa saat kemudian ekor Shinhye berubah menjadi kaki. Handuk kecil yang Shinhye pakai untuk mengeringkan badannya itu dililitkan disekitar pinggulnya, rambutnya tergerai indah sepundak berbeda saat dirinya menjadi mermaid rambut Shinhye sangat cantik. Rambut panjang dengan sebuah hiasan kerang kecil dibagian kirinya serta beberapa mutiara yang menjuntai indah disekeliling rambut bagian atasnya seperti sebuah mahkota. Dengan ekor dan pakaian berwarna biru terang.
“Jiyeon kau mau makan apa?”. Tanya Shinhye sambil duduk berselonjor kaki di kursi panjang.
“Pesankan aku bulgogi dan jinggae saja”. Ucap Jiyeon dari dalam kolam, kepalanya menyembul dipinggir kolam dengan kedua tangan yang dilipatnya di depan dada sementara sebagian tubuhnya masih terendam air kolam.
“Baiklah”. Ucap Shinhye yang mulai mengetik nama makanan pada ponselnya, sekarang Shinhye sudah mengerti bagaimana menggunakan benda pipih tersebut bahkan Shinhye bisa belajar lebih cepat dari dugaan. Sekarang Shinhye layaknya ‘manusia’ yang mengerti akan kecanggihan benda disekitarnya tapi tetap saja baginya hal itu tidak lebih keren dibanding membuat pusaran air di laut dengan sekali kipasan tangan atau membuka palung hanya dengan menjentikan jari.
Tidak berapa lama Jiyeon ikut merebahkan tubuhnya di kursi samping Shinhye dengan memasang earphone pada kedua telinga, Jiyeon pun mulai kembali memejamkan matanya. Kepalanya mengangguk mengikuti irama.
“Apa kalian menunggu makanan?”. Tanya sebuah suara yang begitu familiar bagi Shinhye akhir-akhir ini.
“Kibum”. Panggil Shinhye.
“Kau ada apa kemari?”. Tanya Jiyeon yang kini pandangannya melirik ke arah makanan yang dibawa Kibum.
“Hanya berkunjung dan tadinya aku mau pulang karena aku fikir kalian tidak di rumah hanya saja aku melihat petugas pengantar makanan jadi aku yang ambil, sebelumnya aku sudah mengirimimu pesan dan juga menekan bel jadi aku bukan masuk seenaknya”. Ucap Kibum yang mengerti kerlingan mata Jiyeon.
“Jinjja? Ah, mianhe sejak tadi kami berenang dan aku mendengarkan music jadi aku tidak tau jika ada pesan masuk”. Jawab Jiyeon yang mulai mengecek ponselnya dan benar saja ada beberapa pesan yang masuk ke ponselnya dan semua dari Kibum.
“Kajja, kita makan”. Ajak Jiyeon yang lalu bangkit mendekat ke arah Kibum yang duduk di sebrang Shinhye.
Jiyeon dan Shinhye menyantap makanan yang tadi di pesan Shinhye sementara Kibum memandang Shinhye sejak tadi, bibirnya membentuk simpul membentuk huruf U saat melihat cara makan Shinhye yang masih belum berubah -berantakan layaknya anak kecil-, tangan Kibum terangkat dan mengelus ujung bibir Shinhye dengan lembut hingga Shinhye tersentak.
“Ada saus di bibirmu”. Ucap Kibum saat melihat tatapan tanda tanya dari mata Shinhye.
“Ah, Gomapta”. Jawab Shinhye yang langsung mengambil tisu dan menyapukan kembali ke arah bibirnya, sementara Jiyeon hanya memperhatikan keduanya lebih tepatnya ke arah Kibum.
“Kibum-ah, ngomong-ngomong kau tidak bersama Yonghwa atau Jonghyun?”. Tanya Jiyeon yang sejak tadi hanya terdiam melihat pasangan di depannya, seolah tersadarkan jika bukan hanya ada dirinya dan Shinhye ditempat itu Kibum pun sedikit berdeham dan menyeruput Cola yang tadi dibelinya sebelum ke rumah Jiyeon.
“Yonghwa, sejak kemarin aku hubungi ponselnya mati sementara Jonghyun ada urusan dengan keluarganya. Sebelumnya aku sudah bilang jika aku akan kemari padanya dan dia bilang akan segera menyusul, mungkin sebentar lagi dia datang”. Jelas Kibum sambil mencomot bulgogi milik Jiyeon, Jiyeon yang mengangguk saat Kibum bercerita seolah membenarkan jawaban Kibum.
Tapi tunggu sejak kemarin Yonghwa tidak bisa dihubungi? Dan Jonghyun dengan keluarganya? Jadi benar kemarin Yonghwa pergi ke rumah keluarga Lee??
Jiyeon seolah berfikir tentang apa yang ditakutkannya, mencari tau siapa sebenarnya Shinhye sama seperti apa yang sebelumnya Jiyeon lakukan waktu pertama kali Shinhye datang kerumahnya.
Sejak awal Jiyeon merasa jika Shinhye memang punya hubungan dengan kelurga Lee karena tidak mungkin wajah Shinhye dan Gyuwon begitu mirip bahkan tidak ada bedanya sedikit pun kecuali satu fakta yang dia ketahui beberapa waktu lalu, terlebih saat Jiyeon melihat kalung yang dipakai Shinhye saat itu.

Flashback On
Tanpa disadari jiyeon masuk ke kamar shinhye dan melihat jendela kamar yang terbuka, jelas saja sinar matahari dan angin langsung masuk karena kecerobohan shinhye yang lupa menutup jendela tadi malam. Jiyeon berjalan mengendap untuk mengagetkan Shinhye, namun saat Jiyeon akan mendekati Shinhye tiba-tiba sebuah benda berkilau tepat dihadapannya. Benda surai biru berbentuk setengah hati yang disampingnya terdapat sebuah ukiran patung manusia namun tepat di bagian tangannya pahatan itu patah seolah ada lagi benda yang sama sebagai pasangannya, benda yang juga dulu pernah Jiyeon lihat. Benda yang menggantung tepat di leher sahabatnya Lee Gyuwon dan dengan posisi yang berbeda dengan kalung milik Shinhye saat ini.
Kalung yang Jonghyun temukan saat  itu tepat ketika dirinya juga berada di samping Jonghyun. Jiyeon akhirnya kembali ke rencana awalnya untuk membangunkan Shinhye yang terlihat meringkuk karena kedinginan. Dengan senyum terkulum Jiyeon pun menarik selimut Shinhye.
"Eonni bangunnnnn". Selimut yang dipakai shinhye ditarik paksa jiyeon.
"Yaa, dingin jangan ditarik". Pinta shinhye.
"Aigo, eonni ini sudah siang ayo bangun" jiyeon makin menarik selimut yang dipakai shinhye.
"Baiklah aku bangun". Dengan malas shinhye bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.
 Jiyeon yang masih memikirkan kalung yang Shinhye gunakan itu pun hanya dipendamnya sendiri hingga akhirnya dirinya memberanikan diri untuk bertanya pada Jonghyun seminggu kemudian.
Flashback Off

“Jiyeon, Gwaenchana?”. Panggil Shinhye dengan kedua tangan yang melambai tepat dihadapan Jiyeon.
“Ah, ne. Waeyo?”. Jawab Jiyeon dengan gelagapan.
“Sejak tadi aku memanggilmu, tapi kau malah melamun. Apa kau sakit?”. Tanya Shinhye dengan wajah khawatir.
“Aniyo, aku baik-baik saja hanya ada sedikit yang aku fikirkan. Ah ya, kapan Jonghyun datang?”. Tanya Jiyeon yang mengubah topik pembicaraan.
“Mungkin sebentar lagii”. Jawab Kibum dan benar saja setelah Kibum mengatakan hal tersebut bel pintu rumah Jiyeon berbunyi, dengan segera Jiyeon mengetikan sesuatu di ponsel dan mengirimnya pada si penerima. Selang beberapa saat Jiyeon mengirim pesan Jonghyun terlihat dengan wajah yang cerah. Jiyeon langsung berlari ke arah Jonghyun dan menariknya dari tempat tersebut.
“Ada apa dengan mereka?”. Tanya Shinhye.
“Molla”. Jawab Kibum acuh dengan menaikkan bahunya.
“Sudahlah”. Shinhye kembali memasukkan bulgogi kedalam mulutnya dengan sekali suapan membuat kedua pipinya mengembung.

Sementara di tempat lain.
Jiyeon yang menarik tangan Jonghyun langsung melepaskannya saat Jiyeon rasa sudah jauh dengan Shinhye juga Kibum.
“Apa kemarin Yonghwa menemuimu?”. Tanya Jiyeon langsung.
“Ne, beberapa saat setelah kau menelponku, dan kau benar Yonghwa datang padaku menanyakan tentang kalung yang waktu itu aku temukan”. Jawab Jonghyun.
“Ternyata apa yang aku fikirkan benar”. Gumam Jiyeon.
“Waeyo? tapi pertanyaanku adalah bagaimana kau bisa tau jika Yonghwa kerumahku untuk menanyakan kalung yang sebelumnya dipakai Gyuwon Noona?”. Tanya Jonghyun.
“Sebenarnya, tapi janji kau rahasiakan ini”. Ucap Jiyeon.
“Ne, aku janji”. Jawab Jonghyun.
“Aku melihat kalung yang sama seperti kalung yang di pakai Gyuwon namun posisi dari bandul kalung itu kebalikan dari bandul kalung yang dimiliki Gyuwon”. Jawab Jiyeon.
“Dimana kau menemukannya?”. Tanya Jonghyun.
Akhirnya Jiyeon menceritakan apa yang sebelumnya dia lihat pada Jonghyun, awalnya memang Jonghyun tidak percaya bahkan hingga membuat Jiyeon melakukan hal yang diluar perkiraannya.
“Shin Hye? Kau yakin?”. Tanya Jonghyun pada akhirnya.
“Ne”. Jiyeon mengangguk membenarkan.
Memang sejak awal Jonghyun melihat Shinhye seperti ada hal yang lain, tiba-tiba sebuah kerinduan teramat sangat dialaminya pada Shinhye. Secara sadar Jonghyun memang mengatakan jika itu bukan Gyuwon karena Jonghyun mengenal bagaimana dan seperti apa Gyuwon. Bahkan Shinhye tidak memiliki apa yang Gyuwon miliki yaitu bekas luka di punggungnya akibat tertimpa lampu gantung saat merek kecil dulu dimana Gyuwon menyelamatkan Jonghyun, awalnya mereka kira tidak ada yang terluka ternyata ujung lampu mengait di punggung Gyuwon dan Gyuwon yang tidak merasa apapun menarik tubuhnya dengan paksa hingga akhirnya darah segar mengalir di punggugnya dan sejak saat itulah Gyuwon memiliki tanda yang tidak akan Joghyun lupakan.
“Bagaimana kau bisa berfikir jika Yonghwa akan menanyakan benda itu padaku?”. Tanya Jonghyun.
“Karena kesalahanku berbicara”. Jawab Jiyeon.
“Maksudnya?”. Tanya Jonghyun.
“Aku berbicara jika tidak mungkin jika dua orang dengan wajah yang sama tidak ada hubungan darah”. Jawab Jiyeon.

Flashback On
“Kau benar, tidak mungkin ada dua orang yang sama persis selain mereka itu saudara kembar”. Jawab Yonghwa yang mulai bangkit berdiri dan mulai meninggalkan Jiyeon yang kini terdiam dengan wajah bodohnya dan mulut menganga.
“Apa yang dia katakan? Atau apa yang aku katakan?”. Jiyeon langsung berlari ke kamar dan mengambil sebuah benda pipih yang dia simpan di atas meja nakas setelah itu mulai men-dial nomer yang sudah dia hafal diluar kepala.
Tidak berapa lama sebuah suara menyapa indra pendengarannya.
“Yoboseo”. Ucap Jiyeon setelah orang disebrang menjawab panggilannya.
“Jonghyun-ah, nanti Yonghwa akan datang ke tempatmu tolong kau ceritakan apa saja tentang Gyuwon padanya yang tidak dia tau dan satu lagi kalau aku tidak salah ingat dulu saat kita menemukan Yonghwa terdampar di pantai ada sebuah benda yang di temukan. Tolong jangan ceritakan apapun mengenai hal itu padanya cukup berikan saja benda itu padanya setelahnya biar itu menjadi urusanku, arraseo”. Ucap Jiyeon yang membuat Jonghyun berfikir keras.
“Benda? Gyuwon? Yang Yonghwa tidak tau? Apa yang kau maksud Jiyeon?”. Tanya Jonghyun yang membuatnya bingung.
“Sudah, pokoknya kau ikuti saja apa yang aku minta”. Jawab Jiyeon dan setelah itu memutuskan sambungn jarak jauh tersebut.
Sementara itu.
Jonghyun yang bingung dengan ucapan Jiyeon hanya menatap layar ponselnya dengn kedua alis yang tertaut, Jonghyun memikirkan tentang apa yang baru saja Jiyeon katakan.
“Benda yang ditemukan?”. Fikir Jonghyun.
Sejenak Jonghyun berfikir dan setelah itu dia pun berjalan menuju meja kerjannya dan membuka laci di sisi kirinya dan mengambil sebuah benda yang dia yakini itulah benda yang Jiyeon maksud, sebuah kalung dengan bandul yang cukup unik. Kalung peninggalan terakhir Lee Gyuwon kakaknya.
Tidak berapa lama setelah Jiyeon menelponnya bel rumahnya berbunyi dan kemudian seorang namja tampan berjalan menghampirinya.
“Bisakah kau berikan beda itu padaku? Dan apa ada hal yang aku tidak ketahui tentang kakakmu Lee Gyuwon?”. Tanya Yonghwa.
Seperti dugaan Jiyeon jika Yonghwa akan datang dan bertanya tentang Gyuwon padanya tapi apa yang kan Jonghyun ceritakan jika semua sudah Yonghwa ketahui? Namun Jonghyun salah karena ada sesuatu yang belum dia ketahui tentang kakaknya tersebut dan hal itu berhubungan dengan Shinhye.
Flashback Off.
“Lalu bagaimana dengan Yonghwa sekarang? Apa dia menghubungimu?”. Tanya Jiyeon.
“Any, sejak kemarin dia tidak ada kabar padaku. Lalu bagaimana denganmu?”. Tanya Jonghyun.
“Tidak ada”. Jawab Jiyeon lemah dan diakhiri dengan desahan nafasnya.

*** Mermaid In Love***

Setelah beberapa hari Yonghwa berdiam diri akhirnya dia pun keluar untuk mencari udara segar. Yonghwa berjalan menuju pusat perbelanjaan dan membeli beberapa bahan makanan untuk dirinya. Selama dalam perjalanan fikirannya penuh dengan pertanyaan siapa sebenarnya Shinhye dan apa hubungannya dengan Gyuwon.
Saat Yonghwa akan berjalan menuju parkiran tiba-tiba pupil matanya menangkap sosok yang di kenali tengah berjalan menuju sebuah toko yang berjarak beberapa meter dari tempatny, Yonghwa pun mengikuti ke arah dimana orang itu masuk dan benar saja dugaanny jika itu adalah orang yang beberapa saat lalu difikirkannya.
“Shin, sedang apa kau disini?”. Tanya Yonghwa pada Shinhye yang tengah melihat-lihat sebuah benda berwarna-warni yang menarik perhatiannya.
“Aku mau membeli ini, lihat bukankh ini indah?”. Tanya Shinhye sambil menunjuk sebuah benda yang menyala dan setiap nyalanya mengeluarkan warna yang berbeda dengan bentuk yang berbeda juga.
“itu namanya lampu hiasan untuk tidur”. Ucap Yonghwa.
“Ne, aku akan membelinya”. Jawab Shinhye.
“Ambilah biar aku yang membelikannya untukmu anggap saja ini hadiah dariku sebagai permintaan maafku padamu”. Ucap Yonghwa.
“Maaf? Untuk apa?”. Tanya Shinhye.
“Karena mengacuhkanmu dan selalu berteriak kepadamu”. Jawab Yonghwa.
“Baiklah, aku terima”. Jawab Shinhye dengan senyumannya yang mengembang.
Akhirnya Yonghwa dan Shinhye pun berjalan bersama mengisi harinya, tertawa bersama untuk pertama kalinya, melakukan hal yang mungkin jika orang lain lihat mereka seperti sedang berkencan. Membeli gulali hingga membeli es cream kesukaan Shinhye hingga waktu bergulir begitu cepat.
Saat Shinhye dan Yonghwa berjalan tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya dan minuman yang dibawa orang tersebut tumpah mengenai kaki Shinhye, dengan panik Shinhye mengibaskan roknya dan mengelap kakinya yang basah namun sial kakinya tiba-tiba panas. Shinhye terlihat tidak memperdulikan orang yang meminta maaf padanya itu yang Shinhye fikirkan sekarang dia harus pergi dari tempat itu dan menemukan tempat lain untuk sembunyi. Shinhye berlari meninggalkan Yonghwa, Yonghwa pun mengejar Shinhye dan memanggil dirinya, hingga Yonghwa melihat Shinhye berbelok di tempat yang begitu sepi dari pengunjung.
“Shin Gwaenchana?”. Tanya Yonghwa dengan wajah yang khawatir namun raut wajah itu berubah seketika saat melihat sesuatu yang telah terjadi dihadapannya.
“Kau?? Ada apa dengan kakimu? Mengapa tubuhmu seperti itu? Siapa kau sebenarnya?”. Tanya Yonghwa yang melihat sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan, kakinya melangkah mundur dari tempat dimana dirinya berdiri dengan tatapan yang sulit diartikan. Antara takjub, bingung, terkejut, atau malah takut.

TBC



Akhirnya cerita ini berlanjut ahahaha dan entahlah sepertinya malah aneh, tadinya mau hiatus aja karena feel menulis sudah menguap tapi masih berfikiran untuk lanjut sampai selesai. walaupun part ini aneh semoga saja masih ada semangat untuk menulis cerita yang lainnya.
terima kasih untuk yang mau membaca ff ini happy reading ya. 

Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Mermaid In Love Part 7"

Post a Comment

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?