Kategori

A second change! Let me be with you Part7



A Second Change ! LET ME BE WITH YOU
Author : Aiia
Main Cast : Jung Yong Hwa, Park Shin Hye, Lee Jong Hyun
Other Cast : Kim Myungsoo, Kang Min Hyuk Cnblue, Lee Jung Shin Cnblue,Seo Joo Hyun, dan cast lainnya yang akan kalian temukan didalam cerita
Lenght : Part
Genre : Romance, Sad
Rating : PG
Credit Poster : www.facebook.com/aprillovelydolphin.dolphin
Disclaimer : Seluruh cerita yang ada di Fanfiction ini murni hasil kerja dan imajinasi author tanpa ada campur tangan atau menjiplak dari karya orang lain. Cast sepenuhnya hanya milik Tuhan dan author hanya meminjam nama mereka saja untuk keperluan cerita. Kesempurnaan hanya milik Tuhan sementara ke-typo-an milik author!!! Don’t copy paste and bash. cukup sekian Happy Reading (^°^)√

***

Aku tidak pernah menyangka jika apa yang aku lihat ternyata lebih buruk dari apa yang aku rasakan, bila ada sebuah pertanyaan apakah wanita itu akan menjadi bodoh karena cinta? aku jawab mungkin saja iya.

Ada dua jenis wanita di dunia ini,
1. Wanita yang membuat pria bodoh karena jatuh cinta kepadanya
2. Wanita yang bodoh karena cintanya kepada seorang pria.

dan AKU adalah type wanita dengan jenis yang kedua, dimana aku menjadi bodoh karena sudah jatuh cinta kepada seorang pria yang dengan jelas hanya mempermainkanku saja dan bertambah bodohnya lagi jika AKU hanya sebagai LAMPIASAN DENDAM pria tersebut.

sampai kapan aku seperti ini?
entahlah, aku juga tidak tau.
Jika kau bertanya, mengapa kau masih bertahan dengan pria seperti itu? Bukankah ada pria lain yang menerimamu apa adanya? Yang mencintai dan menjaga diriku??

Jawabannya sederhana karena CINTA

Cinta yang membuatku buta dengan sosok pria lain selain dirinya.
Setuju atau tidak jika seorang wanita sudah jatuh cinta dia tidak akan pernah berpaling darinya walau sesakit apapun itu.



Bodoh??
Ya memang benar, aku memang bodoh. seperti yang aku bilang sebelumnya.
Karena percayalah wanita itu menggunakan perasaannya bahkan seluruh hati dan pikirannya untuk satu orang pria, tapi tidak untuk pria yang lebih memilih logika di banding perasaannya.

Maaf, bukan aku memojokkan kaum pria. Tapi memang itulah kenyataanya, seperti misalnya seorang wanita cantik memilih pria jelek, tapi tidak ada seorang pria tampan yang memilih wanita jelek.

Jadi, jelaslah jika aku wanita paling bodoh yang termakan dengan rayuan dan kata yang ku sebut MAGIC Syarat Cinta. Kenapa begitu? Karena jelas sudah berkali-kali aku tersakiti tapi aku masih bertahan hanya karena Cinta yang semakin lama semakin menyiksaku ini.

-Ya, Aku bodoh wanita paling bodoh yang mengatakan "iya" saat sebuah syarat bodoh itu di sampaikan dan betapa bodohnya aku yang mengira jika kau mencintaiku. Bahkan jika di pikirkan kau tidak pernah mengatakan mencintaiku. Sungguh aku... Aku memang sungguh menyedihkan bukan??-
*
*

Story Begin.......

Langit masih tampak gelap dengan sedikit petir yang menyambar, Deru rintik hujan yang semakin deras terdengar dari balik jendela. Seseorang dengan hati-hati berjalan menuruni ranjang tempatnya merebahkan tubuh, Di lihatnya seseorang tengah tertidur di sebrang ranjang tersebut dengan tenang di atas sofa, Tubuhnya menghadap ke dinding dengan selimut yang menutup hingga sebatas dagu.
Dengan perlahan dia berjalan untuk mengambil jaket dan sebuah tas kecil setelah itu berjalan turun. Di bawah terlihat seorang namja yang tengah tertidur sambil meringkuk di atas sofa yang ukurannya lebih kecil dari tubuhnya, terlihat jelas jika dirinya begitu tidak nyaman dan di lihat dari keadaannya jika dirinya tertidur setelah berjuang keras menahan rasa kantuknya karena terlihat begitu banyak soju dan remahan makanan di atas meja di sampingnya dengan televisi yang masih menyala.

Dia pun berjalan keluar dengan sebelumnya mengambil payung yang berada di rak samping pintu rumah.
"Mianhe, ". Ucapnya sebelum benar-benar membuka pintu setelah itu meninggalkan rumahnya.

Langit mulai terang, Mentari mulai menampakkan dirinya walau sedikit malu-malu dan tepat saat itu juga terdengar derap langkah kaki menuruni tangga dengan cepat.
"Shin". Teriak Min Young yang berlari menuju halaman belakang rumah dan setelah itu kembali masuk ke dalam rumah saat orang yang dicarinya tidak dia temukan.
Sementara itu Jonghyun yang baru terbangun terlihat bingung saat melihat Min Young yang berlari kesana- kemari dengan panik.
"Noona? Waeyo?". Tanya Jonghyun dengan menahan pundak Min Young saat dirinya kembali berlari ke tempat lainnya.
"Shin Hye". Jawab Min Young.
"Ada apa dengan Shinhye? Bukannya dia sedang tidur??". Tanya Jonghyun.
"Any, saat aku bangun Shinhye sudah tidak ada di atas ranjangnya. Kau, apa kau tidak melihatnya keluar?". Jawab Min Young dengan bertanya pada JongHyun, terlihat jelas ke khawatiran di wajah Min Young.
"Any, sudahlah tenang. Sebentar lagi Shinhye pasti pulang". Jawab Jonghyun yang mulai menenangkan Min Young.
"Kau benar". Min Young menghempaskan dirinya diatas sofa dengan kedua tangan yang menutup wajahnya.
"Kenapa dia seperti ini? aku hanya khawatir padanya". Ucap Min Young di sela tangisnya.
"Gwaenchana Noona, Shinhye pasti pulang aku yakin itu. Sekarang lebih baik kau mandi dan bersihkan dirimu, kau tau?? kau terlihat sangat berantakan". Ucap Jonghyun sambil berjongkok tepat di depan Min Young.
"Ne, Keunde..".
"Sudah, Kajja". Jonghyun menarik tangan Min Young dan membawanya ke atas dan tepat di depan pintu kamar Min Young, Jonghyun pun berhenti.
"Mandi setelah itu sarapan ne, soal Shinhye biar itu menjadi urusanku ne! Baiklah, aku harus bersiap-siap pergi kuliah". Ucap Jonghyun sambil melirik sebentar ke arah arlojinya. Setelah berbincang akhirnya Min Young pun mengikuti saran Jonghyun sementara Jonghyun bersiap untuk kuliah.


Waktu bergulir begitu cepat, tidak terasa hari semakin siang namun cahaya mentari masih tertutup awan hitam hingga bumi terlihat sangat teduh cenderung gelap. Tidak berapa lama hujan kembali turun, Min Young dengan sabar menunggu ke pulangan Shinhye yang juga tak kunjung pulang. Berkali-kali Min Young berjalan menuju ujung jalan berharap ada langkah yang dia kenal namun nihil Shinhye tidak juga kembali. Min Young hanya takut jika Shinhye seperti sebelumnya dan ini kedua kalinya dia pergi meninggalkan rumah.

Jam berputar dengan cepatnya kini langit gelap sempurna tanpa bintang satu pun disana. Jong Hyun hanya mampu menghela nafas saat melihat Min Young yang masih terdiam bersandar di pilar penyangga rumah yang kini tetlihat lebih sepi dari sebelumnya.

"Dia belum juga pulang". Gumam Min Young dengan tatapan yang tidak lepas dari jalanan.
"Noona". Ucap Jonghyun yang lebih tepat disebut bisikan.

Hari pun berganti dan ini artinya selama satu hari penuh Shinhye tidak kembali ke rumahnya, suatu prestasi yang sungguh buruk yang pernah Shinhye lakukan.

"Dia belum juga pulang, Jonghyun-ah Eottokae?". Tanya Min Young dengan wajah yang sangat berantakan bahkan terlihat jelas lingkar hitam dibawah matanya.
"Noona, Shinhye pasti pulang. Sekarang istirahatlah, sejak semalam kau belum tidur aku tidak ingin saat Shinhye pulang dia jadi khawatir dan menyalahkanku karena aku tidak bisa menjagamu. Sudah jelas aku tidak bisa menjaga Shinhye, aku mohon kau harus sehat demi Shinhye". Pinta Jonghyun.

Min Young terdiam beberapa saat, bagaimana dia bisa biasa saja sementara Shinhye belum pulang selama satu hari penuh dan sampai saat ini Shinhye belum juga pulang.
Haruskah Min Young hanya berdiam diri saja? sementara entah apa yang sudah terjadi dengan Shinhye di luar sana.

"Jung Yong Hwa, Apakah dia ada kaitannya dengan semua ini?". Gumam Min Young.

Dengan cepat Min Young berlari menuju tempat dimana ponselnya tergeletak dan mencari nomer yang mungkin masih aktif, karena sudah selama 5 tahun bahkan lebih ini nomer tersebut hanya terpampang di dalam phone booknya tampa sekali pun dia hubungi begitu pun sebaliknya, hanya sebuah pesan yang masuk untuk terakhir kalinya sebelum dirinya benar-benar meninggalkan Seoul waktu itu.

Pesan dengan empat suku kata "Mian" hanya itu kata yang tertulis darinya untuk orang yang kini tengah dia hubungi. Ajaib nomer itu masih terdengar nada sambung yang berarti dia masih menggunakan nomer yang sama selama 5 tahun terakhir ini tapi berkali-kali Min Young menghubunginya tidak sekali pun sebuah jawaban atau sapaan terdengar.

"Percuma". Gumam Min Young setelah untuk kesekian kalinya dirinya menghubungi nomer tersebut namun tidak ada jawaban sama sekali.

Sementara itu disebuah Apartment terlihat seorang namja yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan tangan yang menggosok rambutnya dengan handuk kecil. Namja itu pun berjalan menuju cermin dan melihat refleksi wajahnya disana dengan menggerakkan ke kiri dan ke kanan, Namja itu pun berjalan menuju balkon dengan piyama yang masih melekat di tubuhnya, di tangan kanan sebuah gelas wine di pegangnya.

"Langit yang cantik". Gumamnya.

Beberapa saat berlalu tanpa dia sadari sudah banyak panggilan masuk ke ponselnya.
Dia, Jung Yong Hwa. Dia pun berjalan menuju kamarnya kembali dan mengganti pakaiannya dengan kaos oblong dan celana tidur bergambar simsons.

Ponsel yang sejak tadi tergeletak akhirnya dia ambil dan betapa terkejutnya saat dia melihat begitu banyak panggilan tidak terjawab dari nomer yang masih tersimpan rapi di dalam Phone Booknya dengan nama 'My Inspiration'. Ya, Min Young baginya sebuah inspirasi dirinya dalam menjalani hidup dan bodohnya alasan itu juga menjadikan dirinya seperti yang sekarang.
Dengan tersenyum simpul Yong Hwa pun men'Dial' kembali nomer yang tertera disana dan setelah itu menempelkan di telinganya. Tidak perlu waktu lama hingga suara lembut menyapa indra pendengarannya.

"Wae? Ada yang ingin kau katakan? Apa kau merindukanku dan menginginkanku kembali?". Tanya Yonghwa dengan angkuhnya.
"Katakan dimana Shinhye?". Teriak Min Young tanpa basa basi.
"Apa maksudmu? kau menelponku setelah sekian lama hanya untuk menanyakan Shinhye? Hah". Ucap Yonghwa dengan suara datar dan meremehkan.
"Aku mohon Yong, katakan dimana Shinhye. Dia ada bersamamu kan?". Tanya Min Young dengan suara yang masih meninggi.
"Dengar, aku tidak ingin membahas soal dia sekarang. Bukankah ini salahmu? kenapa kau bertanya kemana Shinhye pergi kepadaku? Aku sibuk". Setelah mengucapkan kata terakhirnya Yong Hwa pun menutuskan sambungan jarak jauh tersebut.
"Sial". Yonghwa melempar ponselnya ke atas kasur begitu pun tubuhnya yang dia hempaskan tepat di samping ponselnya.

Di lain tempat tampak Min Young yang tengah terduduk dengan ponsel yang masih di genggamnya dan wajah yang penuh dengan air mata.

**

Dua hari sudah berlalu dan Shinhye belum juga pulang, dan ini juga prestasi terburuk yang dia lakukan selama kuliah dengan tidak hadir selama dua hari berturut-turut tanpa keterangan tapi untungnya Jonghyun mengatakan jika Shinhye kembali jatuh sakit dan harus beristirahat beberapa hari lagi.

Malam yang dingin menyelimuti penghuni rumah dimana Min Young tempati, hanya ada dirinya dan Jonghyun yang sibuk dengan pemikirannya masing-masing.
Saat Min Young hendak ke dapur seseorang menggedor paksa pintu rumah.
Min Young pun berjalan dan membuka pinti tersebut, betapa terkejutnya Min Young saat melihat siapa yang tengah berdiri di hadapannya, berdiri dengan setengah tubuhnya menempel pada dinding disebelahnya dengan susah payah.
"Minggir kau menghalangi jalanku". Hardiknya, Dengan jalan yang tidak benar Akhirnya Shinhye pun terjatuh tepat di hadapan Min Young dengan suara bedebum yang cukup keras.
"Shin. Jonghyun-ah, Palli bantu aku". Teriak Min Young saat mendapati Shinhye yang tengah tak sadarkan diri.
Jonghyun pun dengan cepat berlari setelah itu membopong Shinhye ala bridal style menuju kamarnya.

"Jonghyun-ah. Wae? Wae bukan kau namja yang aku cintai? kenapa hatiku todak memilihmu dan malah memilih namja brengsek itu? berkali-kali aku disakitinya tapi dengan bodohnya aku masih saja memaafkannya. Jonghyun-ah". Racau Shinhye dengan mulut yang bau dengan alkohol. Ya , Shinhye tengah dalam kondisi mabuk. Sebenarnya Shinhye bukanlah peminum yang baik, jangankan untuk satu botol. Satu gelas saja sudah membuatnya meracau tidak jelas dan kali ini entahlah berapa botol yang sudah dia habiskan. Jonghyun hanya terdiam saja mendengar racauan Shinhye.
"Yya, Lee Jong Hyun. Aku bicara kepadamu dan apa ini turunkan aku, Palli". Teriak Shinhye yang mulai meronta.
"Diamlah Shin". Ucap Jonghyun dan Shinhye pun diam mengikuti apa permintaan Jonghyun.
Setibanya di kamar, Jonghyun pun merebahkan tubuh Shinhye di ranjangnya.
"Kau, wanita yang aku benci". Ucap Shinhye sebelum terlelap dengan sedikit dengkuran disana.
Min Young hanya mampu mengelus dada saat mendengar ucapan Shinhye yang terakhir, bukankah ucapan orang yang marah dan mabuk itu adalah kebenarannya? sekarang Min Young menjadi orang yang paling dibenci oleh Shinhye dan itu yang Min Young takutkan dan semua karena satu orang yang tidak lain dan tidak bukan yaitu Jung Yong Hwa.

Pagi menjelang memantulkan cahaya yang masuk ke kamar Shinhye, Shinhye terbangun dengan kepala yang sangat berat. Satu tangannya menopang kepala sementara tangan yang lain membuka selimut yang membungkus tubuhnya.

"Pusing sekali". Gumamnya.
Shinhye memandang berkeliling dan dua baru sadar jika dirinya sudah berada di rumahnya lebih tepatnya dalam kamarnya yang dengan susah payah dirinya berjalan dari sebuah bar setelah pertemuannya dengan Yonghwa malam sebelumnya.

Sebuah kalimat panjang yang sampai saat ini masih terngiang di otaknya.
"Gadis bodoh dengan syarat yang bodoh". 

"Ya, gadis bodoh hahhaa. Aku memang gadis yang bodoh". Gumam Shinhye dengan tawa yang sumbang.

Wajahnya tampak kusut dan bau alkohol yang masih menyengat setiap Shinhye membuka mulutnya.

Dari luar terdengar derap langkah mendekati kamarnya dan saat pintu terbuka terlihat wajah tampan dengan sebuah nampan di tangannya.

"Kau sudah bangun". Sapa Jonghyun dengan senyum manisnya.
Shinhye hanya berdeham sebentar.

" Ini aku buatkan sup Haejangguk untuk menghilangkan pusing kepalamu, habiskan dan ini minuman jahe hangatnya juga". Jonghyun memberikan mangkuk yang tadi sebelumnya di simpan di atas meja nakas di samping tempat tidur Shinhye.
"Gomawo". Shinhye pun melahap dengan cepat sup yang dibuatkan Jonghyun untuknya, sementara Shinhye tengah makan Jonghyun memandang wajahnya yang semakon terlihat kurus dari sebelumnya.
Shinhye pun menyimpan mangkuk yang sudah bersih tersebut dan mulai meneguk minuman yang menghangatkan tubuh tersebut.

"Kau sudah baikan??". Tanya Jonghyun.
"Ne, Gomapta". Jawab Shinhye.

Selama mereka bersama tidak sedikit pun Jonghyun bertanya tentang kemana Shinhye selama dua hari ini sebelum Shinhye sendiri yang bercerita.

"Mianhe". Ucap Shinhye tiba-tiba.
"Untuk?". Tanya Jonghyun.
"Semua, aku tau kalau aku ini wanita yang bodoh". Jawab Shinhye dengan wajah yang tertunduk.
"Wae? kenapa kau berkata seperti itu?". Tanya Jonghyun heran.
" Jujurlah, kau juga pasti berfikir kalau aku wanita yang bodoh kan?". Tanya Shinhye.
"Any, katakan apa maksud ucapanmu itu? Apa semua ada hubungannya dengan Yonghwa?". Tanya Jonghyun.
"Any". Jawab Shinhye sambil menggelengkan kepalanya.
"Semua karena diriku Hyunie. Andai saja aku tidak menerima syarat bodoh itu dan terlebih mencintai namja itu aku tidak akan seperti sekarang. 
kau tau Hyunie Ada dua jenis wanita di dunia ini, 1. Wanita yang membuat pria bodoh karena jatuh cinta kepadanya dan 2. Wanita yang bodoh karena cintanya kepada seorang pria. Dan AKU adalah type wanita dengan jenis yang kedua, dimana aku menjadi bodoh karena sudah jatuh cinta kepada seorang pria yang dengan jelas hanya mempermainkanku saja. Bukankah aku benar-benar bodoh? Sakit hati ini lebih terasa saat kau tau orang yang dicintai kekasihmu tidak lain saudaramu sendiri, bukankah itu sebuah ironi?". Ucap Shinhye yang mulai membuka sebuab jalan cerita yang memang ingin di ketahui Jonghyun, tanpa berfikir kedua kali pun Jonghyun sudah tau juka semua berasal dari satu nama yaitu Jung Yong Hwa.

"Tidak, bukan kau yang bodoh tapi dia. Dia yang bodoh sudah menyianyiakan dirimu, andai saja kau lebih memilihku bukan dia kau pasti tidak akan menderita seperti ini.. Ah, mian. Aku tidak bermaksud". Jonghyun yang terlanjur mengutarakan isi hatinya langsung terdiam.

"Mianhe karena aku tidak bisa membalas perasaanmu". Sesal Shinhye.
"Ne, aku mengerti! perasaan itu tidak bisa dipaksakan. Aku tidak mau kau tidak nyaman dengan diriku Shin, tapi jika kau berubah fikiran aku masih disini menungunggumu". Jawab Jonghyun.
"Mianhe". 

Entah sudah keberapa kali Shinhye meminta maaf pada Jonghyun, Bukan karena sebuah penyesalan karena tidak bisa membalas perasaan Jonghyun padanya tapi lebih pada penyesalan dirinya karena sudah menjadi gadis yang bodoh karena lima suku kata C.I.N.T.A.

Shinhye tidak pernah menyalahkan perasaan Jonghyun padanya toh itu hak dirinya untuk menyukai siapa pun termasuk menyukai Shinhye begitu pun dengan Yonghwa, tapi apa yang dilakukan Yonghwa sungguh di luar batas kesabaran Shinhye. Walaupun ada yang bilang sabar itu tidak ada batasnya tapi tetap saja rasa itu ada. Rasa sakit yang teramat sangat saat melihat kekasihmu tengah berada di pelukan wanita lain.

Flashback On

Langit masih tampak gelap dengan sedikit petir yang menyambar, Deru rintik hujan yang semakin deras terdengar dari balik jendela. Shinhye dengan hati-hati berjalan menuruni ranjang tempatnya merebahkan tubuh, Di lihatnya Min Young tengah tertidur di sebrang ranjang tersebut dengan tenang di atas sofa, Tubuhnya menghadap ke dinding dengan selimut yang menutup hingga sebatas dagu.
Dengan perlahan dia berjalan untuk mengambil jaket dan sebuah tas kecil setelah itu berjalan turun. Di bawah terlihat seorang namja yang tengah tertidur sambil meringkuk di atas sofa yang ukurannya lebih kecil dari tubuhnya, terlihat jelas jika dirinya begitu tidak nyaman dan di lihat dari keadaannya jika dirinya tertidur setelah berjuang keras menahan rasa kantuknya karena terlihat begitu banyak soju dan remahan makanan di atas meja di sampingnya dengan televisi yang masih menyala.
Shinhye berjalan mendekati namja tetsebut dan berjongkok di depan wajahnya, Shinhye cukup lama memandang wajah tampan yang sampai saat ini masih berstatus sahabatnya itu. Jonghyun namja yang baik tapi perasaan sayang Shinhye padanya berbeda dengan perasaan sayang pada Yonghwa. Jika tidak ada namja lain saat ini Jonghyun bukanlah namja yang patut untuk di tolak. Dia memiliki hampir semua kriteria yang wanita inginkan, Dia baik, ramah, sopan, pintar, penyayang, lembut dan juga tampan hanya saja untuk Shinhye itu saja tidak cukup karena Jonghyun tidak memberikan 'debaran' dihatinya setiap kali bertatapan dengannya. Andaikan CINTA itu datang pada orang yang pertama kali bertemu dengannya dan hanya di khususkan pada orang yang mengenalnya mungkin tidak akan serumit ini seperti sebuah tungkai dengan pengaitnya atau kunci dengan gemboknya, tapi CINTA tidak semudah itu dan bukan alasan siapa yang lebih dulu kenal dan bertemu  atau berteman lama karena CINTA datang tiba-tiba pada orang yang tidak terduga. Setelah puas memandang wajah Jonghyun dengan perasaan bersalah akhirnya dia pun berjalan keluar dengan sebelumnya mengambil payung yang berada di rak samping pintu rumah.
"Mianhe, ". Ucapnya sebelum benar-benar membuka pintu setelah itu meninggalkan rumahnya.

Shinhye berjalan ke sebuah apartment yang beberapa hari lalu juga dirinya datangi, dengan hati yang berdebar Shinhye pun menekan tombol di samping lift dan menunggunya hingga terbuka. Denting bel bersamaan dengan terbukanya lift memulai langkah awal Shinhye menuju lantai dimana Apartment Yonghwa berada. Setelah tertutup kembali angka 10 Shinhye tekan dan pintu lift pun melaju dengan cepat tanpa halangan, hanya cukup 2 menit saja akhirnya Shinhye sampai di lantai yang ditujunya.
Shinhye berjalan mencari pintu Apartment Yonghwa dan akhirnya tinggal beberapa langkah lagi Shinhye sampai hingga akhirnya sebuah pemandangan menyesakkan hati terlihat oleh kedua matanya.

Yonghwa memeluk seorang gadis dengan begitu erat dan setelah itu mendaratkan ciumannya di bibir gadis tersebut, gadis yang tidak lain Seohyun itu. Shinhye bersembunyi saat Seohyun berjalan ke arahnya, setelah Seohyun sudah cukup jauh dan menghilang di balik lift, Shinhye pun berjalan menuju pintu dimana Seohyun tadi keluar.
Shinhye menekan bel berkali-kali hingga akhirnya pemilik apartment tersebut membukakan pintunya.
"Ada apa kau kembali? apa ada yang ketinggalan Se..". Ucap Yonghwa sambil membuka pintu apartmentnya.
"Ya, hatimu Yong. Entah kau simpan dimana hatimu itu hingga kau tidak pernah bisa merasakan sakitnya dikhianati seperti ini". Teriak Shinhye.
Yonghwa yang tidak ingin ada yang melihat keributan yang dibuat Shinhye akhirnya menarik tangan Shinhye dan membawanya masuk.
"Yya, lepaskan". Ronta Shinhye.
Yonghwa pun menepis tangan Shinhye dengan kasar hingga Shinhye mengaduh.
"Mau apa kau kemari?". Tanya Yonghwa.
"Wae? Seohyun saja bisa kemari kenapa aku tidak bisa?". Tanya Shinhye dengan tatapan yang tajam.
"Bagaimana kalau ada yang tau?". Tanya Yonghwa lagi.
"Memangnya kenapa jika ada yang tau? bukankah itu lebih baik? kau menutupiku dari orang-orang tapi kau mengumbar semua hubungan menjijikanmu dengan wanita lain begitu". 
"Menjijikan? Jika memang hubungan denganku itu menjijikan kenapa kau mau?".
"Karena aku sudah sangat mencintaimu Yong, tidakkah sedikit pun kau mencintaiku?". Tanya Shinhye.
"Cinta? Bulshit! Cinta itu hanya mitos cerita dunia dongeng , di kehidupan nyata kita ini seperti inilah menjalin hubungan tanpa embel-embel cinta yang kau banggakan itu. sebuah hubungan yang saling menguntungkan, sama seperti kau dan aku". Jawab Yonghwa sarkatis.
"Menjijikan". Desis Shinhye.
"Hmm, pada kenyataannya memang seperti itu bukan? kau mendapatkanku untuk menjadi kekasihmu dan aku mendapatkanmu untuk menyakitimu tapi lebih tepatnya menyakiti seseorang yang tentu saja sudah kau kenal dan semua cukup adil bukan? ah ya soal cinta, sejak awal aku tidak pernah mengatakn jika aku mencintaimu bukan? dan kau sendiri yang menerima menjadi kekasihku.."
"Ya, dengan syarat bukan cinta". Potong Shinhye.
"Kau benar, sejak awal kau tidak pernah mengatakan jika kau mencintaiku. Hah betapa bodohnya aku, aku yang dengan mudahnya bilang 'iya' tanpa bertanya tentang perasaanmu padaku dan selama ini hanya aku yang mencintaimu seorang diri sementara kau tidak". Ucap Shinhye dengan geram.

"Gadis bodoh dengan syarat yang bodoh". Ucap Yonghwa yang semakin menekan Shinhye.

"Ya, Aku bodoh wanita paling bodoh yang mengatakan "iya" saat sebuah syarat bodoh itu di sampaikan dan betapa bodohnya aku yang mengira jika kau mencintaiku. Bahkan jika di pikirkan kau tidak pernah mengatakan mencintaiku. Sungguh aku... Aku memang sungguh menyedihkan bukan??". Ulang Shinhye dengan sebuah kalimat yang cukup menyakitkan baginya.

"Menyedihkan, tapi itu tidaklah cukup kau tau?".
"Lalu apa yang ingin kau lakukan padaku hah?". teriak Shinhye.
"Aku hanya ingin kau bisa merasakan seperti apa itu di acuhkan, kau tau siapa orang yang bersalah dalam hal ini?". Shinhye hanya terdiam saat Yonghwa bertanya karena dia tau kemana arah pembicaraannya itu.
"Kau benar, Park Min Young kau pasti sudah tau bukan? Jika kau ingin tau apa alasanku melakukan hal ini padamu tanyakan saja padanya aku rasa dia akan menjawabnya itu pun jika kau paksa". 
"Brengsek". Desis Shinhye.
"Terserah kau mau menilaiku apa, baiklah sudah tidak ada yang ingin kau bahas bersamaku bukan? aku ingin istirahat, kalau kau mau disini silahkan tapi aku tidak akan bisa jamin apa yang akan aku lakukan nanti padamu". Ucap Yonghwa sebelum masuk ke dalam kamarnya.

*
*

Suara hentakan music terdengar begitu keras dengan beberapa orang yang tengah berjingkrak-jingkrak disana, sementara dihadapannya sudah berjajar sedikitnya lima botol minuman yang sudah Shinhye teguk.
"Gadis bodoh dengan syarat yang bodoh, ha.. hahahaha"
 Shinhye meracau dengan segala umpatan yang dia keluarkan, di tegukkan terakhir Shinhye tidak mampu lagi mengangkat kepalanya. Shinhye akhirnya tertidur di meja bar dengan banyaknya botol di samping wajahnya.
"Bagaimana? apa tidak masalah dia tidur disini?". Tanya salah satu bartender pada temannya yang lain.
"Biarkan saja". Jawab Temannya tersebut.
Hingga akhirnya Shinhye kembali mengulangi hal tersebut keesokan harinya.
Flashback Off

"Waeyo? kau masih pusing?". Tanya Jonghyun.
"Any, Gwaenchana. Gomapta". Jawab Shinhye.
"Baiklah, aku keluar dulu. Kau istirahat saja, aku sudah kirim pesan pada Myeong Ju kalau kau hari ini masih absen untuk kuliah". Ucap Jonghyun yang mulai beranjak dari tempatnya.
"Hyunie". Panggil Shinhye.
"Ne". Jonghyun pun menghentikan langkahnya.
"Maukah kau menungguku jika suatu hari pandanganku terhadapmu berubah?". Tanya Shinhye.
"Tentu, aku akan menunggumu Shin. Jangan kau paksakan ne, lebih baik sekarang kau istirahat. Tenang saja bagaimana pun nanti aku tetap di sampingmu". Ucap Jonghyun dengan senyum manisnya yang membuat lensung pipitnya terlihat.
Shinhye pun hanya tersenyum dan kembali murung saat Jonghyun sudah tidak ada di hadapannya.

***

Sebuah figura berdiri tegak di kegelapan, hanya ada satu sinar yang langsung menyorot pada figura tersebut. Sebuah figura dengan foto seorang gadis yang cantik.

"Wae? bukankah seharusnya aku senang karena sudah membuatmu dibenci olehnya? tapi kenapa ada hal yang lain aku rasakan saat melihatnya menangis? Wae?". Tanya Yonghwa pada figura yang terdapat foto Min Young tersebut.
Yonghwa pun dengan kesal membanting figura tersebut hingga frame figura itu hancur berantakan.
"Bodoh". Desisnya.
"Kau benar-benar bodoh Park Shin Hye". Teriak Yong Hwa.

Setelah itu Yong Hwa pun meninggalkan ruangan yang terkunci rapat tersebut dan mematikan lampu yang hanya ada satu itu membuat ruangan terlihat lebih gelap hitam pekat.

Yong Hwa berjalan dan mengendarai mobilnya menuju suatu tempat dimana Jungshin dan Minhyuk tengah memulai aktivitasnya.
Suara dentuman terdengar saat Yonghwa sampai disebuah studio musik, dimana dirinya biasa menghabiskan waktu saat jam kuliah kosong seperti saat ini.

Yonghwa membuka pintu studio dan melihat Jungshin serta Minhyuk yang tengah menyetel alat musiknya, dengan cepat Yonghwa mengambil gitarnya dan memulai menyalakannya.

baru saja Yonghwa akan memulai permainan musiknya tiba-tiba pintu studio di buka paksa dan dengan cepat sebuah bogem mentah melayang tepat di wajahnya membuat Yonghwa jatuh tersungkur.

TBC



No Caption untuk tulisan kali ini, cuma mau ucapin terima kasih buat temenku yang sudah buatin Cover poster kali ini.. Jeongmal gomawoyo chingu ^^.. Buat kalian happy reading yaa..

Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "A second change! Let me be with you Part7"

Post a Comment

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?