Kategori

My Lovely Shin (End)




Author : Aiia
Main Cast : Jung Yong Hwa, Park Shin Hye, Park Yoo Chun, Yoon Eun Hye
Other Cast : FIND YOUR SELF
Lenght : Two Shoot
Genre : Romance, Sad, Family, Life
Rating : PG
Credit Poster : Aimuris Art
Disclaimer : Seluruh cerita yang ada di Fanfiction ini murni hasil kerja dan imajinasi author tanpa ada campur tangan atau menjiplak dari karya orang lain adapun penulisan ff ini terinspirasi dari film luar Negeri dengan judul The Lovely Bones. Cast sepenuhnya hanya milik Tuhan dan author hanya meminjam nama mereka saja untuk keperluan cerita. Kesempurnaan hanya milik Tuhan sementara ke-typo-an milik author!!!
Don’t copy paste and bash. cukup sekian Happy Reading (^°^).
***

Saat raga dan jiwa tak lagi bersama, apakah mereka akan masih mengenang kita??
Jika dalam diam terselip seribu makna, hanya satu keinginanku. Kenanglah aku dalam setiap harimu.
Dan sesuai janjimu akan ku tunggu hingga kau akhirnya bersamaku.

**

Shin Hye POV

Aku tidak tau sekarang berada dimana? Orang terdekatku seolah acuh dengan kehadiranku, hingga aku sadari jika aku berada diantara dua dunia. Aku baru menyadarinya setelah semua yang ku lihat sudah tidak sama lagi. Aku hanya sendiri, tidak merasakan sakit atau terluka. Aku hanya mampu melihat seorang kakak yang begitu kuat kini sangat rapuh dan tidak berdaya sementara seseorang disana menjalani harinya dengan baik dan tenang tanpa sedikit pun merasa bersalah.
Jung Yong Hwa namja yang sangat baik, aku hanya bisa memperhatikannya dari sini tanpa dia sadari. Terkadang aku ingin menjerit dan berteriak memanggil namanya tapi semua tidak bisa aku lakukan.

Dan lagi, disana Yong Hwa terdiam sendiri menungguku untuk datang.

Author Pov
“Apa kau Yongie”. Ucap seorang yeoja menghampiri Yong Hwa yang tengah duduk dan menatap ke arah lantai, Yonghwa menengadah dan melihat seorang gadis cantik berdiri di hadapannya.
“Darimana kau tau?”. Tanya Yong Hwa.
“Ige”. Gadis itu memberikan sebuah kertas pada Yong Hwa.
“Darimana kau dapatkan ini?”. Tanya Yong Hwa.
“Aku mendapatkannya dari dia”. Jawab gadis tersebut.
“Kau merindukannya? Mengapa kau masih menunggunya?”. Tanya gadis itu lagi.
“Aku selalu merindukannya dan menunggunya walaupun aku tau dia tidak akan pernah datang karena dia sudah pergi”. Ucap Yong Hwa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
“Jika dia belum pergi bagaimana menurutmu? Dia masih ada disini di dekat kita”. Jawab gadis tersebut dan kali ini pandangannya menatap kearah dimana Shin Hye berada sambil tersenyum.
Dan Yong Hwa hanya terdiam tidak mengerti apa yang di katakan gadis tersebut.

“Seharusnya kau tidak melakukan hal itu”. Sebuah suara mengagetkan Shin Hye.
“Kau? Siapa? Dan apa maksudmu?”. Tanya Shin Hye.
“Shin, kau sudah tidak ada di dunia itu lagi sadarlah dan gadis itu seharusnya tidak melihatmu, karena kau menyentuhnya jadi dia bisa merasakan bahkan melihat dirimu”.jawab gadis manis dengan topi baret yang cantik.
“Aku tidak mengerti”. Ucap Shin Hye.
Bukannya menjawab gadis itu malah berjalan menjauh.



Flashback On

Malam itu saat Shin Hye berlari dari tempat Rae won tanpa sengaja gadis tersebut menyentuh tangan Shin Hye dan saat berlari Shin Hye berteriak meminta tolong dan tepat saat Shin Hye berlari sebuah kertas terjatuh tepat di bawah kaki gadis tersebut.
“Tolong akuuu”. Teriak Shin Hye sambil memandang ke arah gadis tersebut namun gadis tersebut hanya diam melihat Shin Hye berlari menjauh.

Flashback Off

“Tunggu, jelaskan apa maksudmu? Dan kita akan kemana?”.tanya Shin Hye.
“Ke tempat seharusnya kita berada, ah ya namaku Krystal”. Jawab gadis tersebut.
“Krystal? Nama yang indah. Tapi apa itu namamu?”. Tanya Shin Hye sambil berjalan dengan latar yang mulai berubah seperti di negeri dongeng.
“nanti kau juga kau akan mengerti”. Jawab Krystal sambil berjalan mendahului Shin Hye.
“Kita akan kemana?”. Tanya Shin Hye lagi.
“Kesana”. Tunjuk Krystal, sebuah tempat dimana hanya ada sebuah pohon hijau dengan lapangan ilalang yang sangat luas.
“Apa itu syurga?”. Tanya Shin Hye polos.
“Bukan, tapi orang bilang itu tempat yang nyaman untuk kita”. Jawab Krystal sambil terus berjalan.
“Ada apa? Kenapa berhenti?”. Tanya Krystal saat melihat Shin Hye berhenti mengikutinya.
“Ini tidak benar, aku harus pulang. Oppa pasti marah jika aku belum juga pulang”. Ucap Shin Hye sambil berjalan mundur.
“Tidak Shin, kau terlambat. Kau tidak bisa kembali lagi karena kau sudah meninggal”. Ucap Krystal yang membuat Shin Hye menghentikan langkahnya.
“Any, kau pasti bohong. Aku harus pulang”. Shin Hye pun berlari meninggalkan kristal yang hanya mampu terdiam.

*

Shin Hye Pov
Awalnya aku tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Krystal, aku berlari menjauhi Krystal dan berjalan menuju rumahku. Disana akubisa melihat perjuangan seorang kakak yang mencari adiknya, aku dapat melihat bagaimana seorang kakak mencintai adiknya. Bagaimana pun sikapnya, yang terkadang kasar, cuek dan juga menyebalkan tapi dibalik itu rasa cinta dan pengorbanannya tidak ada yang tau, terlebih saat kedua orang tuaku tidak ada, dia menjagaku melebihi menjaga dirinya.

Aku berjalan mendekatinya yang tengah menghancurkan semua hasil karyanya, namun saat melihat lukisan wajahku dia tau jika aku masih berada di dekatnya.

“Shinji”. Gumam Yoo Chun sambil membelai wajah Shinhye di kanvas sementara Eun hye hanya mampu menangis.

Disaat keluargaku terpuruk, Dia yang sudah membuatku seperti ini tengah bersantai di depan ruang televisi tanpa merasa sedikit pun rasa bersalah.

Author POV

Satu minggu sudah berlalu, kasus penculikan kembali terjadi, anak itu hilang sejak tadi siang namun Yoo Chun masih terpaku dengan kasus hilangnya Shin Hye, bahkan dia lupa jika dirinya adalah seorang Detective. Kali ini Ahn Taek Kyung mendatangi keluarga Park dan melihat Yoo Chun yang sudah berantakan.
“Apa dia baik-baik saja?”. Tanya Taek Kyung pada Eun Hye yang masih setia menemani Yoo Chun.
“Seperti yang kau lihat, begitulah keadaannya. Semenjak Shinji menghilang Yoo Chun tidak sedikit pun beranjak dari ruang kerjanya dan memandang lukisan Shinji”. Jawab Eun Hye.
“Lalu, sekarang apa yang akan kau lakukan?”. Tanya Eun Hye lagi.
“Ada beberapa orang yang ingin aku wawancarai tentang apa saja yang mereka lakukan satu minggu terakhir ini”. Ucap Taek Kyung sambil membuka buku catatannya.
“Silahkan, jika ada perkembangan tolong kabari aku”. Pinta Eun Hye.
“Ne, tentu. Hmm, apa kau mengenal Rae Won? Kim Rae Won yang tinggal di ujung jalan itu?”. Tanya Taek Kyung sambil melirik ke arah rumah bercat Jingga.
“Kenal, dia salah satu guru di sekolah Shinji hanya saja aku tidak terlalu akrab dengannya. Hanya beberapa kali saja kita berbicara. Dia sedikit pendiam aku rasa”. Jelas Eun Hye.
Tepat di seberang sana seseorang memandang ke arah dimana Eun Hye dan Taek Kyung berbincang dan dilihat dari cara berjalannya sepertinya mereka sudah selesai berbincang, dan Taek Kyung berjalan menuju ke arah rumahnya, dengan cepat dia pun berlari dan menggeser tata letak rumahnya yang seakan habis dipakainya. Tidak berapa lama bel rumahnya pun terdengar.
“Sebentar”. Ucap Rae Won dari dalam sambil sedikit mengotori tubuhnya dengan sedikit debu yang terdapat dari dalam Guci setelah itu menebarkannya sedikit ke atas meja pajangan.
“Ada yang bisa dibantu?”. Tanya Rae Won saat membuka pintu dan melihat beberapa orang di hadapannya.
“Apakah aku bisa berbicara sebentar?”. Ucap Taek Kyung bertanya.
“Tentu, tanyakan saja”. Jawab Rae Won.
“Apa bisa kita bicara didalam? Itu pun jika tidak mengganggu waktumu”. Ucap Taek Kyung lagi.
“Ah, mianhe. Silahkan masuk tapi maaf jika keadaan rumahku berantakan, aku sedang membersihkannya”. Ucap Rae Won sambil mendorong sedikit guci yang sempat di pegangnya ke belakang meja.
“Gwaenchana, aku hanya ingin menanyakan sedikit pertanyaan saja. Ngomong-ngomong apa kau seorang pelukis?”. Tanya Taek Kyung sambil melihat-lihat beberapa gambar serta alat-alat untuk melukis di atas meja kerja.
“Hanya sebatas hobi saja, sebenarnya hobi yang akhirnya menjadi peluang usaha”. Jawab Rae Won yang datang dengan beberapa kaleng minuman, sementara Taek Kyung duduk dan mengedarkan pandangannya kesekeliling beberapa anak buahnya mulai memeriksa rumah Taek Kyung.
“Hmm, Hobi yang menjadi peluang ya? Apa itu alasan kau menjadi guru di sekolah Shinji?”. Tanya Taek Kyung.
“Shinji?”. Tanya Rae Won dengan alis yang bertaut.
“Ne, lengkapnya Park Shin Hye. Dia salah satu muridmu bukan?”. Jawab Taek Kyung yang memberikan pertanyaan.
“Owh, Park Shin Hye aku sedikit mengenal anak itu. Karena begitu banyak anak yang aku ajar pastinya”. Ucap Rae Won dengan sedikit bergetar.
“Aku mengerti, tapi apa kau tau jika Shinji maksudku Park Shin Hye sudah menghilang selama satu minggu?”. Tanya Taek Kyung yang membuat Rae Won sedikit tidak tenang.
“Ne, aku mendengarnya hanya saja aku belum sempat mengatakan bela sungkawa pada keluarga Park”. Jawab Rae Won.
“Begitu, lalu seminggu ini apa jadwal mengajarmu padat? Atau mungkin lebih tepatnya saat hari sabtu lalu apa kau mengajar? Karena Shin Hye menghilang tepat di hari itu”. Tanya Taek Kyung yang mulai pada intinya,
“Ne, aku mengajar hanya saja aku langsung pulang saat itu dan tidak melihat Shin Hye pulang. Seperti yang aku bilang tadi karena muridku cukup banyak jadi aku tidak ingat wajah mereka dengan jelas”. Jawab Rae Won yang mulai berkeringat, Taek Kyung sama sekali tidak menyadari perubahan sikap yang di alami Rae Won karena Taek Kyung lebih terfokus dengan catatan yang dibuatnya.
“Ige, dia terakhir sebelum menghilang menggunakan celana Jeans dengan jaket biru yang seperti di dalam foto dan pakaian putih dengan renda, apa kau melihatnya sabtu lalu?”. Tanya Taek Kyung sambil memberikan beberapa lembar contoh baju yang dikenakan Shinhye.
Rae Won pun membuka lembaran-lembaran foto tersebut hingga sampai pada foto dimana Shinhye tengah tersenyum sambil memegang topi pantai dengan latar mentari yang mulai tenggelam dan jelas terlihat kalung yang tengah digunakannya, sebuah kalung dengan liontin berbentuk mentari, kalung yang sama yang kini ada di meja dekat alat lukisnya.
“Aku tidak terlalu memperhatikannya, karena saat itu aku langsung pulang ada sedikit urusan”. Jawab Rae Won sambil menyerahkan foto tersebut dan berjalan menuju meja kerjanya dan dengan cepat mengambil kalung tersebut sebelum dilihat Taek Kyung.
“Kau pelukis yang hebat, terima kasih atas waktunya. Jika kau melihat atau menemukan sesuatu yang berhubungan dengan Park Shin Hye tolong kabari kami”. Ucap Taek Kyung sambil menepuk pundak Rae Won yang membuatnya berjengit sebentar.
“Ne, tentu. Suatu kehormatan untukku jika aku bisa membantu”. Jawab Rae Won.
“Baiklah, kami permisi dulu. Terima kasih untuk waktunya tuan Kim Rae Won”. Ucap Taek Kyung sambil menjabat tangannya dan setelah itu Taek Kyung pun pergi. Setelah kepergian taek Kyung, Rae Won pun berlari menuju suatu tempat dan dengan cepat menarik benda persegi empat itu menuju sebuah tempat lain di dalam rumahnya, menutupnya dengan tumpukan jerami dan lap yang sudah tidak terpakai setelah itu ditambahnya dengan menutupnya dengan batu bata. Setelah melakukan hal itu Rae Won pun terduduk sambil tersenyum, semua pernyataannya sudah lebih dari cukup untuk membuat suatu alibi untuknya.

Seminggu pun berlalu akhirnya syal yang digunakan Shin Hye ditemukan disalah satu jalan yang tengah menggantung di semak belukar yang tempatnya tidak terlalu jauh dari sekolah, hanya saja jalanan yang cukup sepi dan lokasi ditemukan Syal tersebut sangat sulit dijangkau karena tumbuhan berduri tersebut.

“Syalnya ditemukan, satu hal yang mungkin saja terjadi jika Shin Hye baik-baik saja”. Ucap Taek Kyung.
“ini belum membuktikan jika Shinjiku baik-baik saja, apa kau bisa jamin jika Shinjiku pulang dengan keadaan baik-baik saja setelah beberapa bulan dia menghilang hah? Cepat katakan?”. Teriak Yoo Chun dengan menarik kerah baju Taek Kyung. Sementara Taek Kyung hanya terdiam dan membenarkan kembali jas serta dasinya sesaat setelah tangan Yoo Chun lepas dari tubuhnya,
“Aku memang tidak bisa menjamin, tapi ini sudah cukup lama. Apa tidak sebaiknya jika pencarian ini ditutup saja?”. Tanya Taek Kyung yang membuat emosi Yoo Chun kembali meledak.
“Apa kau bilang? Menghentikannya? Kau tidak pernah merasakan bagaimana sakitnya kehilangan keluargamu satu-satunya, hah? Sehingga kau dengan mudah mengatakan untuk menghentikannya? Begitu? Apa kau harus merasakan apa yang aku rasakan sekarang sebelum kau mengatakan untuk menghentikan pencarian ini?”. Teriak Yoo Chun yang kali ini tubuhnya di tahan Eun Hye agar tidak kembali menyerang Taek Kyung.
“Oppa, sudahlah hentikan. Kau malah hanya akan menambah masalah jika kau bersikap seperti ini dan kau Taek Kyung pergilah biar Yoo Chun aku yang tenangkan”. Ucap Eun Hye, akhirnya Taek Kyung pun berpamitan dan pergi meninggalkan Yoo Chun yang kini tengah bersimpuh di lantai.

*

“Krystal, sudah berapa lama kau di sini?”. Tanya Shin Hye.
“Hmm, Molla. Lebih jelasnya aku mengenal tempat ini ketika usiaku 15 tahun, aku meninggalkan kedua orang tuaku tepat di malam pergantian tahun”. Jawab Krystal yang kini duduk disamping Shin Hye.
“Apa kau tidak merindukan kedua orang tuamu?”. Tanya Shin Hye.
“Tentu saja, tidak hanya kedua orang tuaku tetapi juga Eonniku”. Ucap Krystal yang kini terlihat sedih.
“Eonni?”. Tanya Shinhye yang lebih tepat sebagai gumaman.
“Ne, Eonni. Aku memiliki seorang Eonni, dia sangat menyayangiku. Aku sering melihatnya menangis dan dia bilang aku hilang pun adalah karenanya, tapi sebenarnya itu bukan salah Eonni tapi orang itu yang memaksaku hingga akhirnya aku harus berlari menjauhi keluargaku dan disinilah aku sekarang”. Jawab Krystal yang menceritakan kisah dirinya.
Shinhye pun berdiri dan berjalan menjauhi Krystal.
“Mau kemana?”. Tanya Krystal.
“Bertemu Oppa dan Eonni”. Jawab Shin Hye sementara Krystal hanya terdiam dan mengerutkan sedikit keningnya.

Shin Hye berjalan menuju rumahnya dan melihat kondisi Yoo Chun yang bisa dikatakan tidak baik, sementara Eun Hye masih dalam kesetiaannya menunggu Yoo Chun yang kembali ke alam sadarnya. Shin Hye hanya mampu menangis melihat betapa hancurnya hidup Yoo Chun saat ini.
“Oppa, kau harus kuat”. Gumam Shinhye.

**

Sepuluh bulan sudah berlalu, semua terlihat normal bagi Rae Won. Dia kembali mengajar dan rumor tentang menghilangnya Shin Hye pun menguap entah kemana. Selama sepuluh bulan terakhir Taek Kyung menyatakan jika pencarian Shin Hye dihentikan karena kasus lain pun butuh perhatian, sementara kasus tentang menghilangnya anak lain akhirnya ditemukan jika anak tersebut tersesat saat dirinya akan pulang menuju rumah neneknya.

Hubungan Yoo Chun dan Eun Hye semakin lama semakin retak, Eun Hye sudah tidak sanggup melihat Yoo Chun yang hanya sibuk dengan dunianya sendiri. Semenjak Shin Hye hilang, Yoo Chun seakan membuat dunianya sendiri yang tidak mampu terjamah oleh Eun Hye yang hingga akhirnya berujung dengan keributan besar. Pernikahan keduanya pun terancam batal, seharusnya mereka sudah menikah beberapa bulan yang lalu tapi yang awalnya Yoo Chun tegar malah menjadi kebalikannya. Ya, siapa orang yang akan terima jika keluarga bahkan adik satu-satunya menghilang tanpa kabar? Dan malah dinyatakan berhenti dalam pencariannya.

Sementara Shin Hye yang kini terdiam hanya mampu memandang pohon ilalang yang hampir tinggi
Menutupi jalanan.
“Kau sedang apa?”. Tanya Krystal.
“Aku sedang membayangkan, bagaimana melihat Oppa dan Eonni menikah. Setelah itu memiliki anak, jika anaknya perempuan dia pasti cantik seperti Eonni dan jika laki-laki pasti tanpan seperti Oppa”. Ucap Shin Hye.
“lalu bagaimana dengan namja yang menuggumu itu?”. Tanya Krystal.
“namja? Maksudmu, Jung Yong Hwa?”. Tanya Shin Hye.
Ya, sesaat Shin Hye melupakan sosok namja itu. Jung Yong Hwa cinta pertamanya, namun hal itu hanya akan menjadi sebats kenangan untuknya. Shin Hye hanya terdiam saat nama itu mulai kembali di pertanyakan.

Shinhye POV

Jung Yong Hwa, namja itu. Aku masih sering menemuinya, kini dia sudah menjadi namja yang berbeda, namja yang jauh lebih tampan dari sebelumnya. Sekarang dia sudah lulus dan kuliah disalah satu Universitas di Seoul, namun kini dia terlihat lebih pendiam dan yeoja itu. Yeoja yang terakhir kali melihatku, Im Yoon Ah atau biasa dipanggil Yoona. Dia menjadi sahabat satu-satunya Yong Hwa, aku cukup mengerti jika Yong Hwa akhirnya membenciku. Tapi, aku tidak pernah menginginkan hal ini. Sekarang dimana pun Yong Hwa berada Yoona selalu berada di dekatnya, aku cukup berterima kasih pada Yoona karena tanpa disadari dirinya sudah menjaga Yonghwa untukku.

Kali ini aku melihat Yong Hwa yang sedang menatap ke arah pantai dengan rambut yang dipermainkan oleh angin, tampan. Seperti itulah dia, jika saja dia bisa melihatku ingin aku berlari menuju pelukannya tapi apalah daya jangankan melihatku mendengar suaraku pun tidak.

Setelah dari tempat Yonghwa aku kembali menuju rumahku dan disana aku hanya melihat Yoo Chun Oppa sementara Eun Hye Eonni sudah tidak mengunjungi Oppa karena dirinya menerima tugas keluar kota, alasannya hanya ingin melupakan kejadian yang menimpanya dan Oppa bukan untuk melupakan Oppa, setidaknya mengubah suasana sejenak itulah alasannya dan aku tidak menyalahkan Eonni dengan keputusannya itu.

“Oppa, bersemangatlah untukku dan temukan dia yang sudah memisahkanku denganmu serta Eonni”. Gumamku tepat di telinga Yoo Chun Oppa. Aku tercekat saat Oppa bangkit dan memandang kearahku. Awalnya kufikir dia melihatku tapi ternyata tidak, dia bangkit dan menatap lukisan wajahku.
“Kau benar Shin, aku harus bersemangat bukan terpuruk seperti ini dan aku janji aku akan menemukan orang yang sudah memisahkanmu dariku”. Ucap Yoo Chun yang mulai bersemangat dan setelah itu mulai membuka layar komputernya mencari beberapa bukti yang mungkin dia dapatkan.

Sejak malam itu aku melihat Oppa yang bangkit dalam keterpurukannya, mengingat jika dirinya juga seorang detective hebat. Dia mulai mencari bukti-bukti tentang menghilangnya diriku, sementara aku mulai melihat potongan-potongan hal yang mungkin terjadi padaku, layaknya sebuah puzzle yang mulai tersusun menjadi sebuah gambar yang utuh.

Kali ini aku menemukan sesuatu, sesuatu yang berbentuk seperti sebuah peti namun ukurannya lebih kecil, aku mendekati peti tersebut namun didalamnya kosong.
Malam-malam berlalu, kini aku bisa melihat apa saja yang tengah dilakukan oleh Kim Rae Won namja paling brengsek yang aku kenal. Setiap malam dia selalu pergi ke taman dan menyaksikan beberapa pasangan yang tengah bermesraan, entah apa asyiknya melihat orang lain yang tengah melakukan hal tak senonoh seperti itu? Dia selalu tersenyum dengan tangan yang memegang tubuh bagian atasnya, menjijikan itulah yang aku lihat.

****

Author POV

Yoo Chun akhirnya kembali bekerja seperti biasa setelah sepuluh bulan dirinya berkabung, dia mulai mencari data dan file yang mungkin bisa membuatnya lebih dekat dengan alasan hilangnya Shin Hye. Akhirnya setelah seminggu dirinya membuat penelitian serta mengajukan beberapa pertanyaan pada orang-orang yang mungkin melihat hal aneh yang terjadi, setelah itu mendatangi tempat dimana syal Shin Hye ditemukan. Tidak ada yang aneh dengan tempat itu tapi tunggu ada sesuatu yang berkibar disana, sebuah kain dari sobekan baju. Yoo Chun pun mengambil kain tersebut dengan alat dan memasukkannya ke dalam plastik. Hari semakin sore Yoo Chun pun kembali dan berpapasan dengan Rae Won yang akan masuk ke dalam rumah.
“Anyeong”. Sapa Yoo Chun.
Rae Woon yang kaget menjatuhkan keranjang yang dibawanya, Yoo Chun yang ingin membantunya di tolak oleh Rae Won dengan menepis tangan Yoo Chun.
“Ah, Mianhe. Ini baju kotorku, tadinya mau aku buang. Sebelumnya mianhe karena aku tidak datang untuk mengucapkan keprihatinanku terhadap adikmu Shin Hye. Dia anak yang baik”. Ucap Rae Won yang buru-buru mengambil baju tersebut dan setelah itu berjalan menuju rumahnya.
“Ne, gomapta”. Ucap Yoo Chun, Merasa ada yang aneh dan Yoo Chun teringat dengan potongan kain yang ditemukannya, Yoo Chun pun tersadar akan sesuatu.
“Kau” teriak Yoo Chun, Rae Won pun langsung berlari ke rumahnya dan menutup pintunya dengan cepat setelah itu menguncinya.
“Yya, buka. Kim Rae Won, apa yang sudah kau lakukan pada adikku?? Yya, keluar kau bajingan, aku sudah tau kaulah pelakunya, Kim Rae Won”. Teriak Yoo Chun sambil menggedor pintu rumah Rae Won dengan sangat kencang.
“Kau tidak akan pernah aku lepaskan Kim Rae Won”. Gumam Yoo Chun setelahnya pergi meninggalkan rumah tersebut.

Rae Won yang sejak tadi berada di belakang pintu pun menoleh dan melihat keluar lewat jendela, disana terlihat Yoo Chun yang sudah kembali ke rumahnya.

Sejak mengetahui ada yang aneh dengan Rae Won, Yoo Chun pun mengadakan penyelidikan lebih intensif, semua data dia keluarkan dan akhirnya malam ini dengan yakin Yoo Chun akan mengikuti kemana Rae Won pergi. Yoo Chun pun melihat Rae Won yang keluar rumahnya tengah malam dengan melihat ke kiri dan kanan, gerak-gerik Rae Won sangat mencurigakan.
“Mau apa dia tengah malam seperti ini keluar dengan gerakan yang seakan dia tidak mau di ketahui orang?”. Gumam Yoo Chun yang bertanya pada dirinya sendiri.
Akhirnya Yoo Chun pun mengikuti kemana Rae Won pergi dan ternyata Rae Won pergi ke daerah ladang jagung. Yoo Chun pun langsung berlari meneriaki nama Rae Won.
“Kim Rae Won, dimana kau? Aku tau apa yang kau lakukan pada adikku Shin Hye. Jika kau memang seorang laki-laki tunjukkan dirimu dan lawan aku”. Teriak Yoo Chun.
Tepat saat itu seseorang berlari ke arahnya dan Yoo Chun langsung menyergap orang yang ternyata seorang wanita, wanita itu pun menjerit histeris.
“Yya, namja mesum lepaskan aku”. Teriak yeoja tersebut.
Saat Yoo Chun akan bangun sebuah benda tumpul menghantam kepalanya dengan keras, dan pukulan pada tubuhnya dengan bertubi-tubi.
“Mati kau berandal sialan, apa yang ingin kau lakukan pada kekasihku hah? Setiap malam kau melihat kami bukan? Kau melihat kekasihku? Cepat bangun”. Teriak namja yang ternyata kekasih gadis yang tadi berteriak, berkali-kali Yoo Chun di tendang namja tersebut hingga tidak bergerak, darah segar mengalir dari pelipis, mulut dan juga kepalanya.
“Cukup, dia bisa mati”. Teriak yeoja tersebut.
“Sudah ayo kita pergi, berandalan itu sudah mati”. Teriak namja tersebut dan meninggalkan Yoo Chun yang tergeletak tidak bergerak.

**

Shinhye Pov

Malam ini aku tengah memandang langit malam yang mungkin sebentar lagi tidak dapat aku lihat, dan tepat saat itu aku melihat Oppa tengah berjalan menuju ladang dan di depannya dia Kim Rae Won pun berjalan.
“Oppa, hajar dia Oppa. Bunuh dia, dia yang sudah memisahkan kita. Oppa”. Aku hanya bisa berteriak walau pun jelas Oppa tidak akan bisa mendengar suaraku, tapi kini aku merasa bersalah di depan wajahku Oppa di tuduh melakukan hal yang tidak dia lakukan dan berakhir Oppa dengan penuh luka sementara Kim Rae Won hanya tersenyum melihat apa yang terjadi dengan Oppa.
“Oppa Mianhe”. Ucapku, tungkaiku sudah lemas untuk menopang berat tubuhku saat melihat begitu banyak darah mengalir di tubuh Yoo Chun Oppa dan aku tidak bisa berbuat apa-apa.
“Apa ini yang kau inginkan?”. Tanya Krystal yang mengagetkanku.
“Tidak, aku tidak pernah menginginkan hal ini Krystal-ah. Tidak pernah”. Aku hanya mampu berteriak pada Krystal yang kini menatapku tajam.
“Selama aku hidup aku tidak pernah membenci seseorang, aku bahkan menghindari hal tersebut tapi sekarang. Aku tidak hanya membencinya tapi sangat muak dengannya, mengapa aku mati sementara dia hidup, kenapa hah?”. Teriakku pada Krystal, sungguh aku tidak sanggup jika harus melihat semua seperti ini.
“Suatu hari kau akan mengerti Shin”. Hanya itu yang Krystal katakan padaku, aku masih tidak mengerti apa yang dia katakan, apa aku begitu bodoh??

Akhirnya Oppa ada yang menemukan keesokan harinya, untung saja luka pukul di kepalanya tidak begitu serius hanya gegar otak ringan dan beberapa cedera di tubuhnya, dan dengan cepat Eun Hye eonni pun kembali ke Seoul saat mendengar berita tentang Oppa. Dia sungguh sangat menyesal karena sudah meninggalkan Oppa sendiri dan akhirnya dia menemani Oppa hingga sembuh sementara penyelidikan Oppa tentang hilangnya diriku ah any tentang kematianku diambil alih oleh Eun Hye Eonni.

Sementara itu Kim Rae Won pembunuhku dengan cepat mengambil barang-barangnya setelah itu meninggalkan rumahnya, satu hal yang selalu dia bawa sebuah peti persegi yang selalu dibawanya.

Keesokan harinya rumah Kim Rae Won digeledah dan mencari mungkin tubuhku ada di rumahnya namun nihil, tubuhku tidak ditemukan disana hanya saja memang ada beberapa bukti jika memang dialah pembunuh diriku.

Kini aku mengerti benda yang selama ini sering aku jumpai itu adalah tempat dimana tubuhku disimpan semenjak malam itu.

Flasback On
“Ssaem, bukankah kita akan ke rumah temanmu?”. Tanyaku.
“Ne, tapi ada yang ingin aku tunjukkan sesuatu dulu dan aku ingin kau orang pertama yang melihatnya. Kajja”. Kim Ssaem menarik tanganku dan membawaku kesebuah tempat yang aku sendiri tidak tau dan semakin kedalam aku menemukan sebuah tempat yang sangat indah.
“Bagaimana? Indah bukan?”. Tanya Kim Ssaem.
“Ne, sangat indah”.
Sebuah tempat dengan banyak bunga dan beberapa hiasan, serta air mancur di tengah-tengah yang mempercantik tempat tersebut.
“Aku membuat ini untuk tempat berkumpul dan jaraknya dengan sekolah juga tidak terlalu jauh bukan?”. Tanya Kim Ssaem.
“Silahkan duduk”. Kim Ssaem mempersilahkanku untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
“Mianhe, Ssaem ini sudah terlalu sore bisakah kita pulang”. Pintaku
“Sebentar”.
“Tapi”.
“Aku bilang sebentar”. Kim Ssaem sedikit menaikkan suaranya dan membuatku terdiam.
“Kau mau minum? Disini ada beberapa minuman kaleng”. Dalam seketika intonasi suara Kim Ssaem berubah dan memberikan satu minuman cola kepadaku dengan sangat lembut.
“Shin, kau anak yang cantik. Senyummu seperti sinar yang menerangi bumi”. Puji Kim Ssaem.
“Khamsahamnida”. Jawabku dengan sedikit menunduk dan menutupi setengah wajahku dengan kaleng cola.
“Apa kau sudah punya kekasih?”. Tanya nya lagi.
Entah kenapa ada yang aneh dengan Kim Ssaem saat ini.
“Any”.
“Begitu? Sayang sekali, kau gadis yang cantik”. Ucapnya sambil membelai pipiku,
Jujur saja aku merasa sedikit takut sekarang. Wajah dan nada Kim Ssaem berubah dengan cepat, beberapa saat lalu dia begitu baik dan lembut kemudian hanya hal kecil dia langsung emosi dan sekarang kembali baik dan lembut.
“Aku tidak akan menyakitimu”. Ucapnya lagi.
“Ssaem bisakah kita pulang, aku sudah terlambat nanti Oppa..”.
“Kau tidak bisa kemana-mana”. Ucap Kim Ssaem yang kembali berteriak membutaku terhenyak ke belakang.
“Maksudnya?”. Tanyaku heran.
“Aku sudah cukup jelas mengatakannya jika kau tidak bisa pergi kemana-mana. Park Shin Hye aku sudah lama memperhatikanmu dan aku..”. Rae Won kembali mengelus pipiku dan mulai mendekatkan wajahnya padaku. Dengan perasaan berdegup aku mendorong Kim Rae Won Ssaem hingga terjatuh dan tepat saat itu aku pun berlari menjauh sejauh yang aku bisa, tanganku tersangkut beberapa ranting hingga membuat bajuku sobek, aku dapat mendengar Kim Ssaem berteriak.
“Park Shin Hye, aku tidak bisa lari dariku”. Kim Ssaem akhirnya berhasil menangkapku dan kembali menarik diriku ketempat tadi, saat Kim Ssaem menarikku syal yang diberikan Eun Hye Eonni tersangkut, aku dihempaskan ke lantai dengan keras dan saat itu juga kau mulai melawannya sebisa mungkin untuk kembali kabur namun sebuah benda keras menghantam kepalaku dengan keras hingga aku terjatuh terjerembap ke lantai, entah berapa kali dia memukul tubuhku hingga aku merasakan semua tempak gelap dan akhirnya aku tidak merasakan lagi semua rasa sakit tersebut. Jiwaku di rampas dan dilepaskan dengan ragaku secara paksa. Setelah menghilangkan nyawaku Kim Rae Won membawaku kedalam bagasi mobilnya dengan membungkus tubuhku dengan sebuah kain dan tepat saat dirinya akan berjalan bajunya tersangkut di bagasi tanpa berfikir lagi Kim Rae Won pun menariknya dan akhirnya bajunya sobek, sobekan itu pun melayang menjauhi dirinya. Kim Rae Won menutup bagasi mobilnya dan membawaku menuju lantai bawah rumahnya, aku dimasukkan kedalam peti yang cukup untuk tubuhku seolah peti itu memang dibuat untukku.

Mobilnya dicuci hingga tidak sedikit pun noda darah menempel disana, begitu pun dengan semua jejak kaki, sepatu juga baju yang dia kenakan. Dia membuatnya rapi seakan dirinya tidak pernah melakukan apapun.
Flashback Off

Kim Rae Won Ssaem pergi meninggalkan Seoul, namun sebelumnya dirinya berhenti di sebuah jembatan dan setelah itu menenggelamkan kalung yang pernah aku pakai.

Aku berjalan meninggalkan Krystal yang kini entah sedang melakukan apa? Saat aku berjalan tiba-tiba sebuah tempat yang tidak asing tampak di hadapanku dan di ujung sana seseorang tengah berdiri mematung melihat ke arah langit dan orang itu adalah.
“Yong”. Namja itu menoleh saat namanya aku panggil.
Aku berlari sekuat tenaga tapi entah mengapa jalanan menuju ke arahnya begitu jauh dan tambah menjauh.
Yong Hwa terlihat akan beranjak pergi namun dengan sekuat tenaga aku mengejarnya.
“Jung Yong Hwa tunggu”. Aku hanya mampu berteriak memanggil namanya namun dia malah berjalan menjauhiku dan jalanan sial ini entah sejak kapan mulai berubah, lebih landai dan basah hingga aku sadari aku sudah tenggelam kedalamnya, saat aku tenggelang sebuah sinar menyilaukanku yang aku dapati itu dari kalung pemberian ibuku, kalung berbandul mentari.
Aku terbangun di atas ranjang kamarku, aku pun berjalan keluar namun ada yang berbeda dengan halaman rumahku dan ini bukanlah halaman rumahku.

Kini aku baru sadar semuanya, disaat aku mulai mengikhlaskan kepergianku sendiri.
Aku dipertemukan dengan mereka dan bagaimana cara mereka bertemu dengan kematiannya.
Pertama seorang wanita cantik bernama Jung Yumi dia seorang aktris sekaligus Yeojachingu dari Kim Rae Won, dia dibunuh saat usia 25 tanggal 12 bulan mei tahun 1982 di Paris dimana dia mengatakan jika dirinya tengah mengandung anak Rae Won saat itu, dia dibunuh dengan cara di dorong dari lantai sepuluh oleh Rae Won dan menurut berita Yumi bunuh diri karena Stres dengan begitu ketatnya persaingan di dunia keartisan dan dia melakukan bunuh diri saat dirinya tengah berlibur disana, kedua Ying Tian gadis keturunan Taiwan yang juga dibunuh dua tahun setelah kematian Yumi pada tanggal 08-02-1984. Ketiga Jang Tae Ri dia dibunuh dengan usia yang hanya terpaut satu tahun di atasku, dia seorang balerina dia menghilang sehari sebelum pementasan dan akhirnya ditemukan tidak bernyawa dibawah tumpukkan karung di gudang tempat latihannya menari pada 28-02-1988 dan dinyatakan jika itu adaalah kecelakaan. Keempat, korban yang paling muda diantara kita usianya baru delapan tahun gadis cantik bernama Lee Gyuwon, dia ditemukan tidak bernyawa di kamarnya pada 01-01-1992 dia yang merasa takut karena pemaksaan yang dilakukan Rae Won padanya hingga Rae Won membekap mulutnya menggunakan bantal hingga kehabisan nafas. Kelima seorang gadis cantik bernama Jang Hye Ri dia ditemukan mengambang di sebuah parit setelah dinyatakan hilang selama seminggu pada tanggal 18-04-1995. Keenam seorang gadis seumuran denganku dia ditemukan mengambang di sebuah sungai di sebuah desa kecil di busan sehari setelah merayakan pergantian tahun baru 31-12-2000, kakaknya menjrit saat melihat adik kesayangannya itu ditemukan mengambang di sana, seorang gadis bernama Jung So Jung yang aku kenal dengan nama Krystal dan terakhir sebelum diriku gadis bernama Cho Seo Hyeon yang ditemukan mengambang di danau tepat dua hari sebelum ulang tahunku yaitu 16-02-2007.

Aku berjalan menuju tempat dimana semua orang akan berkumpul yang dia katakan tempat yang begitu nyaman dan indah sebelum kita benar-benar akan pergi untuk selamanya. Hanya satu yang sampai saat ini menjadi pertanyaanku kenapa semua korbannya adalah wanita termasuk aku.

Aku berjalan dan terus berjalan hingga aku melihat seseorang yang sudah aku kenal.
“Apa kau Shin Hye?”. Tanya yeoja itu.
“Ne, apakah ini tempat yang nyaman itu?”. Tanyaku.
“Hmm, kau benar. Disini tempat yang sangat nyaman, tidak ada suara bising atau pun jeritan serta makian. Aku sangat suka tempat ini, ah ya aku Jang Tae Ri”. Ucapnya memperkenalkan diri.
“Sebentar lagi semua akan datang”. Ucap Tae Ri lagi, dan beberapa anak sudah muncul begitu pun dengan Lee Gyuwon gadis cantik itu berlari menuju kearahku dengan langkah kaki yang kecil. Dia tersenyum sangat manis, sungguh begitu tega membunuh gadis yang beitu cantik seperti ini.
“Boleh aku memelukmu?”. Tanya Gyuwon dengan menggemaskan dan aku hanya mengangguk. Gyuwon berlari menghambur dipelukanku.
Aku bahagia, sangat bahagia.
“Apa kau melihat Krystal?”. Tanyaku pada Tae Ri.
“Kau mengenalnya?”. Tanya Tae Ri dan aku pun mengangguk.
“Kau pasti tau tempat ini darinya juga bukan? Ah itu dia”. Ucap Tae Ri.
Krystal pun memeluk tubuhku hangat, satu persatu mereka memeluk tubuhku. Aku begitu merasa bahagia karena masih banyak cinta yang diberikan kepadaku sebelum akhirny mereka kembali berjalan menjauh menuju tempat yang lebih indah dari ini.
“Kau lihat? Disini sangat indah, Kajja Shin ikutlah denganku”. Ucap Krystal sambil menarik tanganku.
“Any, tidak sekarang Krystal-ah. Belum saatnya karena masih ada sesuatu hal yang harus aku lakukan”. Ucapku dengan berjalan mudur setelah itu berbalik menjauhi Krystal dan yang lainnya.
“Shin, cepatlah kembali”. Teriak Krystal.
Ya, masih ada sesuatu yang harus aku lakukan, Oppa sudah menemukan kebahagiaannya sekarang tinggal seseorang yang sampai saat ini masih setia menungguku.

***

Author Pov

Kim Rae Won yang mengendarai mobilnya kesuatu tempat terlihat mulai menyalakan rokoknya sebelum melanjutkan perjalanannya. Dan tepat saat itu Yoona dan Yong Hwa berjalan berpapasan dengan Rae Won namun karena tempat yang gelap Yong Hwa tidak melihat wajah Rae Won.
“Yong”. Panggil Yoona.
“Waeyo?”. Tanya Yong Hwa.
“Any, aku hanya merasa kurang enak badan bisakah kau mengantarkan ke kamarku?”. Tanya Yoona.
“Baiklah Kajja, kau masih bisa berjalan?”. Tanya Yong Hwa sambil memapah Yoona menuju bangunan yang berada di hadapannya.
“Bisa”. Jawab Yoona dengan sedikit terseok.
Kamar Yoona menghadap tepat ke arah jalanan dimana Rae Won masih berdiri, jalanan yang sepi tanpa banyak orang yang lalu lalang ketika malam hari seperti ini.
“Yong”. Panggil Yoona lagi.
“Wae? Kau masih pusing”. Tanya Yong Hwa.
“Any, hanya saja apa kau tidak mengenal namja itu?”. Tanya Yoona yang kini tengah betdiri memandang Rae Won yang tengah berdiri membelakanginya.
“Any, disana sangat gelap memangnya ada apa?”. Jawab Yong Hwa yang malah balik bertanya.
“Ada yang aneh dengannya”. Ucap Yoona.
“Sudahlah, jangan berfikir yang macam-macam lebih baik kau istirahat aku ambilkan minum dulu untukmu ne”. Ucap Yong Hwa yang berjalan menjauhi Yoona dan tepat saat Yong Hwa pergi tiba-tiba siluet Shin Hye muncul dan terlihat jelas oleh Yoona.
“Jung Yong Hwa”. Teriak Yoona yang membuat Yong Hwa berlari meninggalkan gelas yang kini terjatuh pecah berserakan. Tepat saat Yong Hwa kembali ke kamar Yoona, tubuh Yoona roboh ke belakang namun dengan sigap Yong Hwa menangkap tubuh Yoona sebelum tubuhnya membentur lantai.
“Yoona, Im Yoon Ah bangun. Ada apa denganmu?”. Tanya Yong Hwa yang mengguncang tubuh Yoona, kedua mata Yoona terbuka, tangannya menggapai wajah Yong Hwa.
“Yong”. Desis Yoona.
“Yoona, Gwaenchana?”. Tanya Yong Hwa Khawatir.
Yoona menutup mata Yong Hwa sejenak setelah itu Yong Hwa pun membuka matanya dan betapa terkejutnya dia saat melihat orang yang kini ada di pelukannya.
“Park Shin Hye”. Gumam Yong Hwa dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
“Hai, Yongie”. Balas Shin Hye dengan tersenyum manis.
Yong Hwa mengecup tangan Shin Hye dan memeluk tubuhnya erat setelah itu membelai rambut Shin Hye, terlihat kerinduan dimata Yong Hwa.
“Kau mengetahuinya?”. Tanya Yong Hwa.
“Hmm, Ne. Kau Yongie yang mengirimiku surat berisi puisi itu kan?”. Tanya Shin Hye dengan senyum yang mengembang.
“Ne, apa kau suka?”. Tanya Yong Hwa.
“Ne, sangat suka. Yong jika dalam satu menit saja kau bisa mencintaiku lalu berapa lama waktu untuk kau melupakanku? akankah aku selalu ada di hatimu jika sebuah jarak besar membentang memisahkan kita, bukan hanya jarak melainkan ruang dan waktu”. Tanya Shin Hye yang membuat Yong Hwa terdiam.
“Hmm, tentu seperti yang aku tulis di surat itu Jika aku hanya punya waktu satu jam untuk bersama denganmu Akan aku jadikan itu satu kenangan yang tidak akan ku lupakan. Dan sesuai janjiku Shin, hanya kau wanita yang aku cintai”. Jawab Yong Hwa.
“Gomawo, sekarang bisakah kau menciumku?”. Tanya Shin Hye.
Yong Hwa yang tersenyum memandang Shin Hye dengan lekat dan perlahan mulai mendekati wajah Shin Hye, setelah itu mengecup lembut bibir Chery milik Shin Hye. Beberapa menit bibir Yong Hwa melumat bibir Shin Hye hingga akhirnya mereka pun melepaskan kedua tautan tersebut.
“Tubuhmu dingin Shin”. Ucap Yong Hwa.
“Gwaencahana. Gomawo, Yong. Jung Yong Hwa saranghae”. Ucap Shin Hye dengan senyuman.
Dan tepat saat itu tubuh Shin Hye disana tengah tenggelam dilumat dinginnya air sungai.
“Nado, saranghae. Tunggu aku hingga kita berjumpa lagi nanti”. Ucap Yong Hwa.
Shin Hye pun mengangguk dan tersenyum.
“Park Shin Hye, kau cantik saat tersenyum”. Ucap Yong Hwa untuk terakhir kalinya dan setelah itu memeluk tubuh Shin Hye.

Keesokan Harinya, Yong Hwa dan Yoona terlihat tengah tertidur dengan posisi Yoona di atas ranjang sementara Yong Hwa tertidur di kursi.

Dan Kim Rae Won yang melanjutkan perjalanannya berhenti di suatu tempat di busan. Sebelum dirinya sampai di busan, Kim Rae won membuang sesuatu ke sungai yang ada di hadapannya saat itu, sungai yang bersebrangan dengan tempat tinggal Yoona.

Lima tahun kemudian.

Shin Hye Pov

Sudah aku katakan, aku tidak pernah tau bagaimana kematian itu akan datang dan dengan cara apa dia menghampiri kita. Dengan cara baik atau tragis seperti yang aku alami, aku pernah berfikir bagaimana dunia setelah kepergianku? Bagaimana dengan mereka yang aku tinggalkan? Keadaan dunia masih sama hanya tahun yang berganti, kini Yoo Chun Oppa dan Eun Hye Eonni sudah menikah dan mendapatkan anak yang sangat lucu seorang anak perempuan yang begitu menggemaskan. Anak yang mereka beri nama Park Shin Ri, Shin yang diambil dari nama tengahku yang berarti berkilau atau bersinar. Sementara Yong Hwa kini bekerja disalah satu perusahaan terbesar di italy dan Yoona pun meniti karirnya sendiri, mereka berpisah namun persahabatan diantara keduanya masih terjalin. Kini aku tidak menyesali dengan apa yang sudah terjadi denganku.

Sementara Kim Rae Won, aku tidak tau dia kini berada dimana? Hanya saja harapanku tidak akan ada lagi korban yang jatuh setelah diriku.

Dan inilah cerita tentang hidupku, namaku Shin Hye dan nama keluargaku adalah Park. Menurut orang tuaku sesuai dengan namaku Shin yang berarti bersinar, aku akan selalu menyinari orang-orang yang aku kenal dan aku sayangi walaupun kini sinar itu sudah meredup dengan kepergiannya diriku, seperti mentari yang mulai terbenam di ufuk barat namun cahayanya masih terasa dan memberikan keindahan tersendiri. Aku Park Shin Hye setidaknya nama itu pernah dikenal di muka bumi selama 17 tahun walaupun singkat tapi aku sungguh menikmati hidupku.
Dua hari setelah pertemuanku dengan Yong Hwa akhirnya tubuhku ditemukan, cukup lama tubuhku ditemukan dan waktu 16 bulan, tubuhku mengapung beberapa meter dari tempat tinggal Yoona di Gwanak-gu dan cukup jauh juga dari tempat tinggalku di Gangnam-gu walaupun masih sama-sama di Seoul.

Cukup lama dari hari kematianku, kini waktu sudah berlalu begitu cepat dan sekali lagi kita tidak pernah akan tau seperti apa kematian itu menghampiri kita dan dengan cara bagaimana seperti diriku yang meninggal karena di bunuh tepat di hari ulang tahun ku, kado yang tidak pernah akan bisa aku lupakan. Februari 18 2007 tepat di usiaku yang ke 17 tahun aku mengakhiri hidupku ditangan penjahat itu Kim Rae Won. Untuk kalian yang masih bisa melihat indahnya dunia aku hanya bisa mengatakan berbahagialah dan bersyukurlah karena kau masih bisa melihat mentari dan bulan semoga kalian selalu sehat, jangan sia-siakan masa hidupmu.

Author Pov
Disebuah jalan di desa kecil daerah Busan seorang pria berdiri dengan asap rokok yang membumbung tinggi mencemari udara sejuk malam itu, matanya yang sedikit sayu karena usia yang juga cukup terlihat jelas membuatnya tidak segagah dulu, namun tetap saja gayanya tidak berubah sedikit pun. Disampingnya terlihat seorang yeoja muda tengah merajuk kesal dan memegang ponsel yang sejak tadi
Di pandanginya, gumaman tidak jelas terdengar dari bibir mungil yeoja tersebut.
“Nona, apa kau mau pulang?”. Tanya namja yang tidak lain Kim Rae Won.
“Ne, Wae?”. Tanya gadis tersebut dengan kesal.
“Bagaimana kalau aku antar, tenang saja aku tidak bermaksud jahat padamu. Aku hanya ingin membantu”. Ucap Rae Won namun gadis tersebut memandangnya tajam.
“Any, Gomapta tapi sebentar lagi ada yang menjemputku”. Jawab gadis tersebut.
“Benarkah? Kau yakin? Aku lihat orang yang kau hubungi tidak mengangkat telponmu, bagaimana jika aku antar saja”. Ucap Rae Won yang masih bersikeras untuk mengajak gadis itu bersamanya.
“Hei, lelaki tua. Aku sudah bilang tidak mau, bisa kah kau pergi dari hadapanku? Aku sedang kesal dan jangan ikut campur dengan urusanku”. Ucap gadis tersebut sambil berjalan ke sebrang, Rae Won yang masih dengan pendiriannya mengejar gadis tersebut walau jelas gadis itu menolaknya tanpa disadari lampu hijau pejalan kaki yang sedari tadi menyala kini berubah menjadi merah dan lampu hijau yang menyala untuk kendaraan, tepat saat gadis itu tiba disebrang jalan sebuah mobil truck melaju dengan kencang sementara Rae Won yang tidak sempat menyelamatkan diri akhirnya tertabrak Truck dengan tubuh yang terpental beberapa meter dari tempatnya berdiri disusul jeritan histeris dari gadis yang tadi di godanya. Akhirnya Kim Rae Won menemui ajalnya dengan cara yang sangat tragis.

FIN

Yeay akhirnya kelar juga, walaupun ragu akhirnya selesai
entah kenapa pas nulis ff ini ada rasa sedih sendiri hahahaha (lebay ah -,- )
Happy Reading semua.. 

Baca Cerita Yongshin Fanfic Lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "My Lovely Shin (End)"

Post a Comment

Halo para pembaca setia FF Yongshin Fanfic. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar sebagai bentuk apresiasi dan support anda untuk penulis kami agar bisa berkarya lebih baik lagi...

Salam
^_^

Follow Yongshin Fanfic by Email

FF Pilihan

Apa FF yang Terbaru?